Senin, 06 September 2010 Hari Biasa Pekan XXIII

Senin, 06 September 2010
Hari Biasa Pekan XXIII

“Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat” (bdk. Luk 5:6-11)


Doa Renungan

Yesus Guru Kebijaksanaan, Engkau mengetahui apa yang menjadi kebutuhan setiap manusia. Engkau selalu berkenan memenuhi apa yang menjadi kerinduan kami, meskipun untuk itu Engkau dibenci dan dimusuhi oleh kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat. Anugerahkanlah kepada kami kehendak yang kuat untuk memperjuangkan apa yang benar, meskipun untuk itu kami harus menanggung banyak penderitaan. Sebab Dikaulah Tuhan dan junjungan kami. Amin.

Kodrat manusia tercemar oleh dosa. Hal ini nampak dalam kecenderungannya untuk berbuat jahat atau tercela. Inilah ragi lama yang perlu kita buang dengan doa, olah kesalehan, dan laku tapa. Dalam kekuatan Kristus, kita mengenakan ragi baru yang ditunjukkan secara istimewa dalam Ekaristi.

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1Kor 5:1-8)

"Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus."

Saudara-saudara, memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya. Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu? Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku--sama seperti aku hadir--telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu. Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita, orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan. Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan? Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu
Ayat. (Mzm. 5:5-6,7,12)
1. Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan. Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, Tuhan jijik melihat penumpah darah dan penipu.
2. Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.
3. Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.

Hukum Allah kita laksanakan untuk membantu kita berbuat baik. Jika hukum itu sendiri menghalangi, membatasi, atau bahkan mengekang perbuatan baik, hukum itu bertentangan dengan hakekatnya. Kehadiran Yesus mengembalikan prinsip penting hukum untuk hidup manusia dan menjadikan orang yang lemah mendapat keadilan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (6:6-11)

"Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat."

Pada suatu hari Sabat, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri. Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?" Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Hukum seringkali mengatur ini dan itu tanpa memperhatikan kondisi-kondisi tertentu. Memang itulah hakekat hukum. Yang penting bagaimana hukum itu diterapkan oleh manusia. Tentu manusialah yang harus pandai-pandai menerapkan hukum tersebut. Ia harus bijak dalam menerapkannya dan bukannya dengan sewenang-wenang tanpa memperhatikan kondisi dan situasi.

R U A H

BKSN 2010 MEMPERKENALKAN KITAB SUCI KEPADA ANAK-ANAK SEJAK DINI, Sub Tema 2: Kenal Alkitab Sejak Kecil

SUB TEMA 2: (2 Tim 3: 10-17) KENAL ALKITAB SEJAK KECIL


Tujuan: Memperkenalkan Firman Tuhan kepada anak-anak supaya mereka mengetahui, memahami, dan sudah terbiasa melakukan ajaran-ajaran Tuhan sejak mereka masih kecil.

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius (2 Tim 3:10-17)


2Tim 3:10 Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.
2Tim 3:11 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.
2Tim 3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,
2Tim 3:13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.
2Tim 3:14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
2Tim 3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
2Tim 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
2Tim 3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.


SUSUNAN TEKS


• Ay. 10-13 : Paulus memuji Timotius karena Timotius telah dan tetap mengikuti ajaran dan sikap hidup Paulus kendati dalam keadaan menderita penganiayaan dan sengsara; dan kemudian Paulus meneguhkan Timotius atas penderitaan aniaya itu.

• Ay. 14-17: Paulus mengingatkan Timotius untuk tetap berpegang pada kebenaran yang telah diterima dan diyakini dengan tetap mengingat orang yang mengajarkannya, kebenaran yang sudah dikenalnya sejak kecil dari Kitab Suci, karena semua yang diilhamkan Allah itu adalah perlengkapan bermanfaat untuk menjalani kehidupan dan melakukan perbuatan baik.


PERTANYAAN PENDALAMAN

1. Situasi apa yang sedang dialami Timotius?

2. Mengapa Paulus memuji Timotius?

3.a. Apa yang diingatkan Paulus kepada Timotius dalam menghadapi segala situasi penganiayaan dan penderitaan itu?
b. Mengapa?

4.a.Timotius begitu beriman kepada Kristus; ia sungguh telah mengikuti Paulus sebagai pemimpin jemaat dalam situasi sulit sekalipun. Siapakah yang berperan dalam iman Timotius ini? (Baca 2 Tim 1: 5).
b.Dengan cara manakah mereka mengalirkan iman ke dalam diri Timotius?

5. Apa hikmah yang dapat kita tarik dari bacaan ini?

6. Apa upaya yang telah dan sedang kita lakukan untuk memperkenalkan Alkitab kepada anak-anak sejak dini?

MEMBANGUN NIAT


(Disediakan waktu hening)

• Apa yang harus aku lakukan secara konkret untuk semakin memperkenalkan Alkitab kepada anak-anak sejak dini?

BKSN 2010 MEMPERKENALKAN KITAB SUCI KEPADA ANAK-ANAK SEJAK DINI, Sub Tema 1: Awal Perkenalan Dengan Allah

  • SUB TEMA 1: AWAL PERKENALAN DENGAN ALLAH (Ul 6: 4-25)



Tujuan: Memperkenalkan Allah kepada anak-anak sejak anak-anak masih dalam usia dini
supaya mereka mampu menangkap/merasakan kasih Allah kepada keluarganya dan dirinya sendiri,dan dengan demikian mereka dapat mengasihi Allah, mengikuti perintah-perintah-Nya, dan hidup takut akan Dia.

  • Bacaan dari Kitab Ulangan (6:4-25)

Ul 6:4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
Ul 6:5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
Ul 6:6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
Ul 6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
Ul 6:8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,
Ul 6:9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.
Ul 6:10 Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu--kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan;
Ul 6:11 rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami--dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang,
Ul 6:12 maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.
Ul 6:13 Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.
Ul 6:14 Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu,
Ul 6:15 sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi.
Ul 6:16 Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa.
Ul 6:17 Haruslah kamu berpegang pada perintah, peringatan dan ketetapan TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu;
Ul 6:18 haruslah engkau melakukan apa yang benar dan baik di mata TUHAN, supaya baik keadaanmu dan engkau memasuki dan menduduki negeri yang baik, yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu,
Ul 6:19 dengan mengusir semua musuhmu dari hadapanmu, seperti yang difirmankan TUHAN.
Ul 6:20 Apabila di kemudian hari anakmu bertanya kepadamu: Apakah peringatan, ketetapan dan peraturan itu, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN Allah kita?
Ul 6:21 maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir, tetapi TUHAN membawa kita keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat.
Ul 6:22 TUHAN membuat tanda-tanda dan mujizat-mujizat, yang besar dan yang mencelakakan, terhadap Mesir, terhadap Firaun dan seisi rumahnya, di depan mata kita;
Ul 6:23 tetapi kita dibawa-Nya keluar dari sana, supaya kita dapat dibawa-Nya masuk untuk memberikan kepada kita negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyang kita.
Ul 6:24 TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini.
Ul 6:25 Dan kita akan menjadi benar, apabila kita melakukan segenap perintah itu dengan setia di hadapan TUHAN, Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita."

  • SUSUNAN TEKS

• Ay. 4-5 : Perintah untuk mengasihi Allah yang esa dengan melibatkan seluruh aspek diri manusia.
• Ay. 6-9: Menekankan sikap Israel yang harus selalu taat terhadap perintah itu di setiap saat dan dalam keadaan bagaimanapun juga.
• Ay. 10-12: Dasar ketaatan
. Allah yang telah membawa Israel keluar dari Mesir dan memberikan kota, rumah dan isinya, sumur, kebun anggur dan zaitun dengan cuma-cuma.


• Ay. 13-19: Menekankan kembali ketaatan dengan sikap takut akan Tuhan (ay.13), setia (tidak mengikuti Allah lain – ay.14-15), dan tidak mencobai Allah (selalu berpegang pada perintah-Nya, ay.16-19).
• Ay. 20-25: menyampaikan kepada anak-anak (keturunan) tentang kasih Allah yang telah membebaskan Israel dari Mesir (ay. 21-23) dan perlunya mereka melakukan perintah Allah dengan sikap takut akan Tuhan supaya keadaan senantiasa baik dan hidup seperti sekarang (ay.24) dan dengan setia supaya menjadi benar (ay.25)

  • PERTANYAAN PENDALAMAN


1. Manakah perintah yang terutama harus diajarkan?

2. Apa yang menjadi dasar perintah untuk mengasihi Allah dan tidak melupakan Allah?

3. Mengapa peristiwa Keluaran perlu diceritakan kepada anakanak Israel?

4. Siapa yang paling bertanggung jawab pada perkembangan iman anak? Berdasarkan pesan bacaan, bagaimana cara menumbuhkan iman anak itu?

  • MEMBANGUN NIAT
(Disediakan waktu hening)

• Apa yang harus aku lakukan secara konkret untuk mewujudkan tanggung jawabku ebagai orangtua (kakek-nenek/om-tante *) untuk menumbuhkan iman pada anak-anakku (cucu/keponakan *)?
* Untuk yang belum/tidak mempunyai anak; atau bisa juga untuk anak-anak beriman umumnya.

Sumber: BKSN KAJ

Bacaan Harian 06 - 12 September 2010

Bacaan Harian 06 - 12 September 2010

Senin, 06 September:
Hari Biasa Pekan XXIII (H).
1Kor 5:1-8; Mzm 5:5-7.12; Luk 6:6-11.
Kita lebih mudah menilai perbuatan-perbuatan orang lain dengan kriteria yang kita buat sendiri. Kalau sudah begitu, mata hati kita juga sulit untuk melihat maksud baik dari perbuatan orang lain. Mencari kesalahan lain memang jauh lebih mudah.

Selasa, 07 September:
Hari Biasa Pekan XXIII (H).
1Kor 6:1-11; Mzm 149:1-6a.9b; Luk 6:12-19.
Sebelum mengambil keputusan untuk memilih keduabelas murid-Nya, Yesus terlebih dahulu berdoa semalam-malaman. Kita perlu meneladani Yesus untuk menemukan kehendak Bapa dalam mengambil setiap keputusan dalam hidup kita, supaya yang kita wujudkan memang sesuai dengan Kerajaan Allah dan bukan hanya demi kepentingan kita saja.

Rabu, 08 September:
Pesta Kelahiran Sta. Perawan Maria (P).
Mi 5:1-4a atau Rm 8:28-30; Mzm 13:6abcd; Mat 1:1-16.18-23 (Mat 1:18-23).
Hari ini kita merayakan hari kelahiran Bunda Maria. Maria lahir dan bertumbuh dewasa dalam iman sampai akhirnya menerima kehendak Allah untuk menjadi ’tabernakel yang hidup’, mengandung Yesus Sang Juru Selamat. Kita dapat belajar dari Maria bahwa percaya dan mengikuti kehendak Allah adalah suatu hal yang mungkin dan dapat kita lakukan. Seperti Maria, kita pun dipanggil untuk ikut ambil bagian dalam rancangan keselamatan Allah.

Kamis, 09 September:
Hari Biasa Pekan XXIII (H).
1Kor 8:1b-7.11-13; Mzm 139:1-3.13-14ab.23-24 Luk 6:27-38.
Kasih yang diajarkan Yesus sungguh radikal. Kasih itu adalah mengasihi musuh, berbuat baik bagi orang yang membenci, memohon berkat untuk yang mengutuk, dan berdoa bagi orang yang mencaci. Mampukan kita mengikuti Yesus sepenuh hati dengan kasih seperti itu?

Jumat, 10 September:
Hari Biasa Pekan XXIII (H).
1Kor 9:16-19.22b-27; Mzm 84:3-6.12; Luk 6:39-42.
Kita lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada melihat ke dalam dan mawas diri. Padahal kita sama-sama orang ’buta’ yang membutuhkan rahmat dari Tuhan untuk memperoleh kepenuhan hidup. Maka, memupuk sikap rendah hati dan memohon pertolongan rahmatnya untuk hidup lebih baik jauh lebih berguna daripada mempersoalkan kesalahan orang lain.

Sabtu, 11 September:
Hari Biasa Pekan XXIII (H).
1Kor 10:14-22a; Mzm 116:12-13.17-18; Luk 6:43-49.
Yesus mengajarkan, untuk menghasilkan buah-buah yang baik, kita perlu memiliki hati yang baik. Bila kebaikan itu sudah tertanam di hati, maka kata dan perbuatan yang mengalir dari hati itu akan juga menjadi buah-buah yang baik. Mintalah rahmat Tuhan dan bukalah diri akan sabda Tuhan, supaya hati kita dipenuhi dengan kebaikan.

Minggu, 12 September: Hari Minggu Biasa XXIV (H).
Kel 32:7-11.13-14; Mzm 51:3-4.12-13.17.19; 1Tim 1:12-17; Luk 15:1-32 (Luk 15:1-10).
Allah selalu siap menerima siapa saja yang berdosa dan mau kembali kepada-Nya. Tetapi manusia sendiri seringkali bersikap seperti 'anak sulung' yang merasa diri baik (dan menuntut upah) sementara di sisi lain mencerca dan menghakimi orang lain yang dianggap berdosa, lalu mau membatasi kerahiman Allah terhadap orang lain. Baiklah kita mengurusi diri sendiri dan seperti 'anak bungsu', merasa diri sendiri berdosa dan berbalik kepada-Nya. Ia menantikan kita!