Senin, 1 Agustus 2011 Peringatan Wajib St. Alfonsus Liguori Uskup dan Pujangga Gereja

Senin, 1 Agustus 2011
Peringatan Wajib St. Alfonsus Liguori
Uskup dan Pujangga Gereja

Dalam kitab-kitab kita mencari Tuhan, dalam doa kita menemukan-Nya. Doa adalah kunci yang membuka hati Tuhan. (Padre Pio)

Doa Pagi

Ya Bapa yang Mahabaik, kami bersyukur atas hari yang baru ini di awal bulan baru ini. Kami mohon, bantulah kami dan banyak orang lain agar memiliki semangat untuk berbagi dengan sesama di sekitar kami yang masih hidup dalam kekurangan, seperti dihayati oleh St. Alfonsus Maria de Liguori. Amin.

Antifon Pembuka

Tuhan bersabda, “Seorang imam akan Kuangkat bagi-Ku. Ia setia pada-Ku dan bertindak menurut maksud dan keinginan-Ku.”

Manusia tidak pernah puas. Melalui kisah Kitab Bilangan ini, orang beriman diajak untuk merenungkan kecenderungan ini, terutama di hadapan Allah. Kalau orang tidak pernah merasa puas di hadirat Allah, kita akan menjadi orang yang tidak bisa sungguh bersyukur.

Pembacaan dari Kitab Bilangan (11:4b-15)

"Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas bangsa ini."

Sekali peristiwa, dalam perjalanannya melintasi gurun pasir, orang-orang Israel berkata, “Siapa yang akan memberi kita makan daging? Kita teringat akan ikan yang kita makan di Mesir tanpa bayar, akan mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. Tetapi sekarang kita kurus kering, tiada sesuatu pun yang kita lihat kecuali manna.” Adapun manna itu seperti ketumbar dan kelihatannya seperti damar bedolah. Orang-orang Israel berlari kian ke mari untuk memungutnya, lalu menggilingnya dengan batu kilangan atau menumbuknya dengan lumpang. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bundar; rasanya seperti rasa penganan yang digoreng. Dan apabila embun turun di tempat perkemahan pada waktu malam, maka turunlah juga manna di situ. Musa mendengar keluh kesah bangsa itu, sebab orang-orang dari setiap keluarga menangis di depan pintu kemahnya. Maka bangkitlah murka Tuhan dengan sangat, dan hal itu dinilai jahat oleh Musa. Maka Musa berkata kepada Tuhan, “Mengapa Kauperlakukan hamba-Mu ini dengan buruk, dan mengapa aku tidak mendapat kasih karunia dalam pandangan-Mu? Mengapa Engkau membebankan kepadaku tanggung jawab atas seluruh bangsa ini? Akukah yang mengandung atau melahirkan bangsa ini? Mengapa Engkau berkata kepadaku, ‘Pangkulah dia seperti seorang inang memangku anak yang sedang menyusu? Bimbinglah dia ke tanah yang Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyangnya!’ Dari manakah aku mengambil daging untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini? Sebab mereka menangis kepadaku dan berkata, ‘Berilah kami daging untuk dimakan.’ Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku. Jika Engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau membunuh aku saja; jika aku mendapat kasih karunia dalam pandangan-Mu janganlah kiranya aku mengalami malapetaka!”

Mazmur Tanggapan
Ref. Bersorak sorailah bagi Allah, kekuatan kita.
Ayat. (Mzm 81:12-13.14-15.16-17; Ul: 2a)

1. Umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku. Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya; biarlah mereka berjalan mengikuti angan-angannya sendiri!
2. Sekiranya umat-Ku mendengar Aku; sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan, seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan para lawan mereka Kupukul dengan tangan-Ku.
3. Orang-orang yang membenci Tuhan akan tunduk kepada-Nya, dan itulah nasib mereka untuk selama-lamanya. Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik, dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya.


Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 961
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 4:4b)
Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah.


Peristiwa penggandaan roti dalam kisah ini mau mengundang para murid dan setiap orang beriman untuk berbagi rasa dan kehidupan bersama orang banyak. Bila orang berani membagi kehidupannya, maka ia juga akan menemukan kehidupan yang berlimpah.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (14:13-21)

"Sambil menengadah ke langit Yesus mengucapkan doa berkat; dibagi-bagi-Nya roti itu, dan diberikan-Nya kepada para murid. Lalu para murid membagi-bagikannya kepada orang banyak."

Sekali peristiwa, setelah mendengar berita pembunuhan Yohanes Pembaptis, menyingkirlah Yesus; dengan naik perahu Ia bermaksud mengasingkan diri ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat, dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasih kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Menjelang malam para murid Yesus datang kepada-Nya dan berkata, “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya dapat membeli makanan di desa-desa.” Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Mereka tidak perlu pergi. Kalian saja memberi makan mereka.” Jawab mereka, “Pada kami hanya ada lima buah roti dan dua ekor ikan.” Yesus berkata, “Bawalah ke mari.” Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Setelah itu Ia mengambil kelima buah roti dan kedua ekor ikan. Sambil menengadah ke langit diucapkan-Nya doa berkat, dibagi-bagi-Nya roti itu dan diberikan-Nya kepada para murid. Para murid lalu membagi-bagikannya kepada orang banyak. Mereka semua makan sampai kenyang. Kemudian potongan-potongan roti yang sisa dikumpulkan sampai dua belas bakul penuh. Yang turut makan kira-kira lima ribu orang pria; tidak termasuk wanita dan anak.

Renungan


“Kalian saja memberi mereka makan.” Kita bertanggung jawab atas serba kekurangan dan kelaparan yang terjadi. Namun, acap kita merasa kecil dan takut untuk melakukan sesuatu. Kita menunggu dan terus bermimpi tentang kehidupan yang lebih adil dan merata. Yesus mengatakan, “Bawalah roti dan ikanmu ke mari!”

Doa Malam

Syukur bagi kemuliaan-Mu, ya Tuhan, atas rejeki yang boleh kami terima pada hari ini. Penuhilah kami dengan kemurahan hati-Mu sendiri agar kami juga murah hati terhadap sesama. Amin.


RUAH

Bacaan Harian 01-07 Agustus 2011

UJUD-UJUD KERASULAN DOA BULAN AGUSTUS

Ujud Umum:
Semoga Perayaan Hari Orang Muda Sedunia di Madrid (Spanyol) semakin menguatkan orang muda Kristiani untuk berakar dan bertumbuh dalam Kristus.

Ujud Misi:
Semoga Kaum Kristiani di Barat semakin terbuka terhadap Roh Kudus dan menemukan kembali kesegaran dan gairah baru atas iman mereka.

Ujud Gereja Indonesia: Semoga putra-putri Ibu Pertiwi semakin merdeka dari segala bentuk penjajahan dewasa ini sehingga semakin merdeka pula untuk hidup lebih manusiawi dan bermartabat.

Bacaan Harian 01-07 Agustus 2011


Senin, 01 Agustus : Peringatan Wajib St. Alfonsus Maria de Liguori, Uskup-Pujangga Gereja (P).
Bil 11:4b-15; Mzm 81:12-17; Mat 14:13-21.

Melihat Yesus berjalan di atas air, Petrus pun meminta kepada Yesus supaya Ia dapat juga berjalan di atas air menghampiri Yesus. Yesus pun menjawab: ”Datanglah!” Dan Petrus pun melaklukannya. Namun saat angin bertiup, ia pun takut dan mulai tenggelam. Begitulah, jika kita terlalu terpusat pada tiupan angin, kita pun akan takut dan dapat membuat kita ditelan gelombang kehidupan. Yakinlah bahwa Yesus memiliki kuasa mengatasi semua kuasa dunia. Yang dibutuhkan adalah mata yang tertuju kepada Yesus dan bukan kepada tiupan angin.

Selasa, 02 Agustus: Hari Biasa Pekan XVIII (H).
Bil 12:1-13; Mzm 51:3-7.12-13; Mat 15:1-2.10-14.

Berhati-hatilah terhadap ajaran-ajaran yang tidak berasal dari Bapa, karena Yesus mengatakan semua itu akan dicabut dengan akar-akarnya. Yesus mengibaratkannya sebagai orang buta yang menuntun orang buta dan pasti keduanya jatuh ke dalam lobang. Ajaran dari Bapa pasti berirama kasih, karena bapa adalah kasih.

Rabu, 03 Agustus: Hari Biasa Pekan XVIII (H).
Bil 13:1-2a.25 – 14:1.26-29; Mzm 106:6.7a.13-14.21-23; Mat 15:21-28
.
Iman perempuan Kanaan yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus dan dengan sabar serta rendah hati tetap berharap kepada-Nya, meskipun awal mulanya tampak ditolak oleh Yesus, telah menggerakkan hati Yesus untuk mengabulkan permintaan perempuuan tersebut. Berharap dan mengandalkan Yesus memang perlu sikap sabar dan rendah hati.

Kamis, 04 Agustus: Peringatan Wajib St. Yohanes Maria Vianney, Imam (P).
Bil 20:1-13; Mzm 95:1-2.6-9; Mat 16:13-23.

Yesus bertanya kepada para murid: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Dengan lantang Petrus menjawab: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Terhadap jawaban Petrus itu, Yesus pun memuji, namun melarang murid-murid memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia Mesias. Yesus melakukan itu karena Ia tahu persis bahwa konsep Mesias para murid adalah Mesias yang mendatangkan kesejahteraan duniawi. Dan itu tidak sejalan dengan Yesus Sang Mesias, sebab Yesus akan mengalami penderitaan dan wafat di salib. Melalui jalan itulah Sang Mesias akan bangkit dan menunjukkan kemuliaan-Nya. Ia bukan menjanjikan kesejahteraan duniawi, tapi keselamatan seluruh hidup kita.

Jumat, 05 Agustus: Jumat Pertama (P)
Ul 4:32-40; Mzm 77:12-16.21; Mat 16:24-28.

Mengikuti Yesus tidak boleh setengah-setengah. Menjadi pengikut Yesus berarti kita diajak untuk mengikut jalan hidup-Nya. Kalau kita merelakan dan menyerahkan hidup kita hanya pada jalan Yesus, kita akan mendapatkan hidup dari Yesus sendiri: hidup yang berkelimpahan.

Sabtu, 06 Agustus: Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya (P).
Dan 7:9-10.13-14 atau 2Ptr 1:16-19; Mzm 97:1-2.5-6.9; Mat 17:1-9.

Kebahagiaan para murid saat melihat kemuliaan Yesus mendorong mereka untuk mendirikan kemah di atas bukit itu. Tetapi Yesus tidak mengikuti keinginan mereka, karena mereka harus turun gunung membawa rahmat itu bagi orang-orang lain. Ketika kita mengalami kebahagiaan, ingatlah bahwa ada orang lain yang membutuhkan juga kebahagiaan itu.

Minggu, 07 Agustus: Hari Minggu Biasa XIX (H).
1Raj 19:9a.11-13a; Mzm 85:9ab-10.13-14; Rm 9:1-5; Mat 14:22-33.

Ketika kita mengalami badai dalam mengarungi kehidupan, Yesus tidak tinggal diam. Dengan kuasa mengatasi alam semesta, Ia menghampiri kita dan mengulurkan tangan-Nya. Sayangnya, seringkali kita lebih terfokus pada persoalan kita, sehingga tidak mengenali kehadiran-Nya.