Kamis, 13 Oktober 2011 Hari Biasa Pekan XXVIII

Kamis, 13 Oktober 2011
Hari Biasa Pekan XXVIII

"Berjaga-jagalah dengan penuh perhatian" (St Teresa dari Yesus)


Antifon Pembuka

Kristus Yesus ditetapkan oleh Allah, supaya darah-Nya menjadi tebusan bagi mereka yang percaya pada-Nya.

Doa Pagi


Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau berkenan memberikan Putra-Mu untuk menebus kami dari kuasa dosa. Tambahkanlah imanku ketika aku jatuh dalam ketakutan dan keraguan, terutama dalam menghadapi godaan-godaan dunia yang dapat membuat aku jauh dari-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Penyelamatku. Amin.

Orang beriman hendaknya taat beribadah kepada Tuhan. Kebaktian kepada Tuhan perlu diimbangi dengan pelayanan amal kasih di tengah masyarakat. Inilah perwujudan nyata proses menemukan kehadiran Allah dalam peristiwa nyata. Karena pada akhirnya, keselamatan orang beriman bukan ditentukan karena melakukan hukum melainkan karena iman yang nyata.


Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (3:21-30a)

"Manusia dibenarkan berkat iman, bukan karena melakukan hukum."

Saudara-saudara, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus. Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 812
Ref. Kasihanilah, ya Tuhan, Kau lah pengampun yang rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga.

Ayat. (Mzm 130:1b-2.3-4.5-6ab)
1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
3. Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih daripada pengawal mengharapkan pagi.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Akulah jalan, kebenaran dan hidup; hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.

Makam seringkali dibangun dan dihias dengan begitu indah. Namun di dalamnya terdapat tulang-belulang yang telah hancur. Gambaran sifat kaum Farisi ini sangat keras. Penampilan luar mereka begitu meyakinkan, tapi hati mereka sangat busuk. Mereka munafik dan menghalangi orang lain untuk maju dan berkembang dalam iman. Padahal tiap orang punya yang sama.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (11:47-54)

"Darah para nabi, mulai dari Habel sampai kepada Zakharia akan dituntut."

Sekali peristiwa, tatkala duduk makan di rumah orang Farisi, Yesus berkata, "Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka. Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya. Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi." Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan

Dalam kehidupan, kritik itu sungguh dibutuhkan. Saran itu sangat diperlukan. Kritik dan saran itulah yang membuat orang bisa berkembang dan maju. Sayang, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat tidak terbuka hatinya terhadap kritikan Yesus. Mereka berkutat pada harga diri dan egoisme mereka yang sempit. Mereka gagal mengolah maksud baik dari kecaman Yesus. Mereka mau membalas dendam dengan mencari kesalahan daripada-Nya. Itulah sebabnya, mereka tidak bisa bertumbuh berkembang dalam hidup dan iman mereka.

Doa Malam


Tuhan, Engkau setia mengasihi aku sekalipun aku jatuh-bangun dalam banyak dosa, kesalahan dan kelalaian. Teguhkanlah hatiku untuk selalu bertobat sehingga keberadaanku dapat membawa semua orang untuk mengenal kasih-Mu lebih dalam. Amin.


R U A H

Rabu, 12 Oktober 2011 Hari Biasa Pekan XXVIII

Rabu, 12 Oktober 2011
Hari Biasa Pekan XXVIII

“Hidup yang baik itu tidak lain dari mencintai Allah dengan segenap hati, jiwa dan pikiran” (St. Agustinus)

Antifon Pembuka

Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati.

Doa Pagi

Bapa, penuhilah hatiku dengan kasih-Mu agar aku dapat mengerti apa yang Engkau kehendaki dalam diriku melalui sabda-Mu hari ini. Semoga kasih-Mu memancar dalam kata-kata dan tindakanku. Demi Yesus Kristus, Tuhan yang menyelamatkanku. Amin.

Allah itu satu-satunya hakim Agung. Dia mempunyai hak untuk menghakimi orang yang hidup dan mati. Semua orang tidak mempunyai hak untuk menghakimi. Maka, orang yang menghakimi sesamanya berarti dia melawan Allah karena telah berani mengambil hak Allah. Allah menghakimi tiap manusia dengan adil. Semua orang akan mendapat ganjaran sesuai perbuatannya.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (2:1-11)

"Allah membalas setiap orang menurut perbuatannya."

Hai manusia, siapapun juga engkau, kalau menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari kesalahan. Sebab dalam menghakimi orang lain, engkau pun menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama. Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian. Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah? Ataukah kauanggap sepi kemurahan-Nya yang berlimpah? Kauanggap sepikah kesabaran dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri untuk hari penghakiman. Saat murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Hidup kekal akan diberikan kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, yang mencari kemuliaan, kehormatan dan kebakaan. Tetapi murka dan geram akan diberikan kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani. Sebaliknya kemuliaan, kehormatan, dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani. Sebab Allah tidak memandang bulu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.
Ayat. (Mzm 62:2-3.6-7.9)
1. Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batu dan keselamatanku; hanya Dialah kota bentengku, aku tidak akan goyah.
2. Hanya pada Allah saja aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batu dan keselamatanku; hanya Dialah kota bentengku, aku tidak akan goyah.
3. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.


Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan; Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.


Orang yang punya jabatan dan status sering kali ingin dihormati, didahulukan dan diutamakan. Jarang sekali mereka tetap rendah hati dan berusaha menghormati dan mendahulukan kepentingan orang lain. Sifat-sifat kaum Farisi dan ahli Taurat ini sangat tidak sesuai dengan kehendak Allah. Padahal, Allah selalu menginginkan keadilan dan belas kasih.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (11:42-46)

"Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi! Celakalah kamu, hai ahli-ahli kitab."

Sekali peristiwa Yesus bersabda, “Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi! Sebab kalian membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kalian mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi, sebab kalian suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar. Celakalah kalian, sebab kalian seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya. Seorang ahli Taurat menjawab, “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.” Tetapi Yesus berkata lagi, “Celakalah kalian juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kalian meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kalian sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Kembali Yesus mengecam orang-orang Farisi. Mengapa? Mereka hanya memerhatikan seluk beluk kecil dalam hal keagamaan. Mereka hanya mengharapkan pujian dari pihak manusia. Ahli-ahli Taurat pun tak luput dari kecaman Yesus. Mereka hanya membuat peraturan-peraturan picik dari hukum Taurat. Mereka hanya membebankannya kepada orang lain, dan sebaliknya mereka sendiri tidak melakukannya. Baik orang-orang Farisi maupun ahli-ahli Taurat gagal dalam membangun keutamaan-keutamaan hidup lewat hukum dan peraturan yang berlaku. Mereka gagal bertanggung jawab sebagai pemimpin-pemimpin umat.

Doa Malam

Tuhan, Engkau menghendaki supaya aku tidak mudah menghakimi sesama dengan kesadaran bahwa aku pun tidak luput dari kesalahan dan dosa. Bantulah aku untuk mau bersikap adil terhadap sesama dan tekun dalam berbuat baik. Amin.


RUAH