Panduan Adven 2011: Beriman Katolik dalam Masyarakat - Keuskupan Agung Semarang


PETUNJUK UMUM

1. Dalam Pedoman Lingkaran Natal yang diterbitkan oleh Komisi Liturgi Regio Jawa tahun 2006, disebutkan bahwa masa Adven merupakan masa penantian penuh harapan dan sukacita akan kedatangan Tuhan dan masa mempersiapkan Natal dengan sikap pertobatan. Masa ini memiliki dua tujuan yaitu, pertama, masa Adven mempersiapkan Hari Raya Natal yaitu perayaan kedatangan Tuhan yang pertama di antara manusia. Kedua, masa Adven mengarahkan hati, supaya umat dengan penuh harapan menantikan Tuhan pada akhir zaman.

2. Secara teologis, Adven mengingatkan dimensi historis-sakramental keselamatan Allah. Tuhan yang dinantikan adalah Tuhan yang hadir secara kongkret dalam sejarah hidup manusia. Dengan Adven, Gereja diingatkan untuk senantiasa berjaga-jaga menyongsong kehadiran Tuhan dengan suasana penuh harapan dan kegembiraan.

3. Selama masa Adven, Gereja mengajak umat beriman untuk menghayati keutamaan-keutamaan kristiani. Semangat dasar yang dihayati selama masa Adven adalah pengharapan, takwa dalam iman, sikap tobat, dan berpaling kepada Allah, berjaga-jaga, kemurnian hati, dan pengharapan atas martabat orang lain. Semangat dasar itu ditampilkan antara lain oleh tokoh-tokoh Kitab Suci seperti Yesaya, Yohanes Pembaptis, Maria, dan Yusuf.

4. Masa Adven terdiri dari empat minggu, yakni Minggu Adven I sampai Minggu Adven IV. Empat Minggu Adven itu dibagi dalam dua bagian yaitu bagian pertama dari Minggu Adven I sampai tanggal 16 Desember sebagai Adven eskatologis. Bagian kedua dari tanggal 17 Desember sampai 24 Desember sebagai Adven natalis.

5. Secara khusus tema-tema pokok dalam masa Adven dapat diurai demikian:
  • Minggu Adven I menjelaskan pewartaan tentang kedatangan Tuhan kembali dan ajakan untuk berjaga-jaga.
  • Minggu Adven II menjelaskan pewartaan tentang kotbah Yohanes Pembaptis mengenai ajakan untuk bertobat.
  • Minggu Adven III menampilkan kembali tokoh Yohanes Pembaptis sebagai perintis atau pembuka jalan bagi kedatangan Yesus. Minggu Adven ketiga ini disebut Minggu Gaudette, yaitu minggu yang memiliki suasana kegembiraan.
  • Minggu Adven IV mengisahkan peristiwa-peristiwa menjelang kelahiran Yesus. Tampil di dalam tokoh-tokoh seperti Maria, Yusuf, Elisabeth.

6. Suasana yang hendaknya tercipta dalam masa Adven adalah suasana pertobatan dan pengharapan. Suasana itu sengaja didukung dan ditampakkan dalam beberapa hal:
  • Busana dan warna liturgi yang berwarna ungu (ungu cerah)
  • Musik dan nyanyian yang bertemakan pengharapan eskatologis, kerinduan akan kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Selama masa Adven, Gloria tidak dinyanyikan, sedangkan Alleluya tetap dinyanyikan.
  • Dekorasi selama masa Adven hendaknya sederhana, misalnya dengan menggunakan daun-daun dan ranting.

7. Perlengkapan khas yang digunakan sepanjang masa Adven adalah korona Adven yang dirangkai daun-daun hijau. Korona Adven ini mengungkapkan lingkaran Adven. Lilin dinyalakan bertambah dari minggu demi minggu. Hal ini untuk menggambarkan permenungan atas aneka tahap sejarah keselamatan yang mendahului kedatatangan Kristus dan simbol-simbol cahaya nubuat yang makin hari makin cerah menerangi malam panjang yang mendahului terbitnya Surya Keadilan (Luk 1:78).

8. Sepanjang masa Adven, dapat dilaksanakan kegiatan-kegiatan baik yang bersifat pewartaan-peribadatan maupun sosial. Kegiatan pewartaan dan peribadatan diantaranya pertemuan Adven dengan penyalaan lilin korona dan ibadat tobat, dapat juga berziarah kepada Gua Maria untuk memohon doa agar bisa menerima kehendak Tuhan dengan hati terbuka dan belajar menjadi perpanjangan kasih Tuhan untuk banyak orang. Sedangkan kegiatan sosial bisa dilakukan dengan membuat aksi untuk mewujudkan perhatian kepada mereka yang lemah, miskin, kecil, tersingkir, dan difabel.

PETUNJUK KHUSUS

9. Untuk mendukung kegiatan masa Adven, Komisi Kateketik Keuskupan Agung Semarang menyusun bahan pertemuan Adven untuk umum, anak, dan remaja, kaum muda, dan mahasiswa serta untuk anak-anak sekolah dari TK sampai SMA (kerjasama dengan Majelis Pendidikan Katolik dan Badan Kerjasama Sekolah). Tema yang diangkat dalam Adven tahun ini adalah Beriman Katolik di Tengah Masyarakat (untuk pertemuan umum), Beriman Katolik di Gereja dan Keluarga (untukanak-anak), Beriman Katolik di Sekolah (untuk pertemuan sekolah), Beriman Katolik di Simpang Lima (untuk kaum muda dan mahasiswa).

10. Pemilihan tema tersebut didasari oleh dua hal. Pertama Ardas KAS 2011-2015. Dalam Ardas disebutkan bahwa salah satu prioritas pastoral adalah beriman mendalam dan tangguh. Komisi Kateketik berharap agar pertemuan-pertemuan Adven bisa membantu umat Katolik baik anak-anak, remaja, kaum muda, pelajar dan mahasiswa serta umat pada umumnya untuk semakin mendalam dalam menghayati imannya dan semakin tangguh imannya di tengah pergulatan dan tantangan hidup. Kedua, konteks hidup. Kita rasakan bersama bahwa tantangan dan persoalan hidup terus terjadi. Semua menghadapi tantangan dan pergulatan hidup sesuai dengan konteksnya masing-masing. Namun secara umum merasakan bahwa hidup ini semakin sulit, penuh perjuangan, tantangan dan godaan. Tantangan dan godaan itu kerap kali bersinggungan dengan kehidupan beriman. Tidak jarang kita lihat bahwa tantangan dan godaan membuat iman banyak orang luntur dan ditinggalkan.

11. Dengan pertemuan-pertemuan Adven ini Komisi Kateketik Keuskupan Agung Semarang berharap agar umat dapat merefleksikan imannya di tengah realitas hidupnya. Dalam pertemuan pertama, didalami tentang konteks hidup. Tantangan apa yang sering dihadapkan dalam perjalanan hidup ini? Kita sadari bahwa kita kadang rapuh, lemah dan tidak berdaya menghadapi tantangan tersebut sehingga kita membutuhkan Sang Penolong. Pertemuan kedua menegaskan bahwa Tuhan yang menjadi penolong hadir dan akan membantu setiap orang dalam segala kesulitannya. Allah kita adalah Allah yang peduli, solider dan merindukan keselamatan bagi seluruh umatnya. Pertemuan ketiga menegaskan ajakan untuk memperdalam dan mempertangguh iman kita. Akhirnya dalam pertemuan keempat, umat diajak untuk tampil di tengah masyarakat yang penuh tantangan dan tawaran sebagai orang beriman Katolik yang mendalam dan tangguh imannya.

12. Akhirnya melalui pertemuan Adven ini, capaian yang diharapkan adalah:
  • Umat dapat memahami rencana dan tindakan Allah dalam sejarah hidup manusia.
  • Umat menyadari kehadiran Kristus dalam sejarah dan perjalanan hidupnya sendiri yang penuh tantangan dan pergulatan.
  • Umat mengalami peneguhan dan pengharapan hidup oleh karena pertolongan Tuhan.
  • Umat dapat memaknai kehadirannya di tengah masyarakat sebagai agen perubahan dengan mengembangkan solidaritas dan kesetiakawanan sebagaimana Allah telah bertindak demikian.

13. Kami berharap pertemuan Adven yang dilaksanakan dapat mendorong umat untuk mewujudkan kehadiran Gereja yang semakin signifikan dan relevan di tengah Gereja dan Masyarakat.

14. Selamat mengadakan pertemuan Adven. Semoga semakin memantapkan diri untuk menyongsong kehadiran Tuhan yang meneguhkan kehidupan.

Semarang, 26 September 2011
Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Agung Semarang

Rm. FX Sugiyana, Pr.

Sabtu, 19 November 2011 Hari Biasa Pekan XXXIII --- Peringatan St. Agnes dari Assisi

Sabtu, 19 November 2011
Hari Biasa Pekan XXXIII --- Peringatan St. Agnes dari Assisi

Doa itu makanan surgawi yang memenuhi jiwa --- St Yohanes Krisostomus

Antifon Pembuka

Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, karena semua orang hidup bagi Dia.

Doa Renungan

Bapa, berilah kami hati yang terbuka dan berani menapaki jalan-Mu. Semoga kami bersukacita karena selalu mengalami Engkau sebagai Allah satu-satunya. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.


Bacaan dari Kitab Pertama Makabe (6:1-13)


"Karena segala kejahatan yang kuperbuat terhadap Yerusalem, maka aku sekarang mati dalam kepedihan yang besar."

Pada waktu itu raja Antiokhus menjelajahi wilayah pegunungan. Didengarnya kabar bahwa Elimais, sebuah kota di negeri Persia , adalah termasyhur karena kekayaan perak dan emas, dan lagi bahwa kuil di kota itu sangat kaya pula oleh karena di sanaada alat-alat perang emas, lemena serta senjata yang ditinggalkan Aleksander bin Filipus, raja Makedonia, yang mula-mula merajai orang-orang Yunani. Maka datanglah ia ke sana dan berusaha merebut kota itu serta menjarahinya. Tetapi ia tidak berhasil oleh karena maksudnya ketahuan oleh penduduk kota itu. Mereka memberikan perlawanan kepada raja, sehingga ia lari serta berangkat dari situ dengan sesal hati yang besar hendak kembali ke Babel . Kemudian datanglah seseorang ke daerah Persia memberitahu raja bahwa bala tentaranya yang memasuki negeri Yudea sudah dipukul mundur dan khususnya bahwa Lisias yang maju perang dengan bala tentara yang kuat telah dipukul mundur oleh orang-orang Yahudi yang bertambah kuat karena senjata, pasukan dan banyak barang rampasan yang diperoleh mereka dengan diambil dari tentara yang telah mereka kalahkan. Orang-orang Yahudi juga telah membongkar Kekejian yang telah ditegakkan raja di atas mezbah di Yerusalem. Bait Suci telah dipagari oleh mereka dengan tembok-tembok yang tinggi seperti dahulu dan demikianpun halnya dengan Bet-Zur, salah satu kota raja. Mendengar berita itu maka tercenganglah raja dan sangat tergeraklah hatinya. Ia merebahkan diri di ranjang dan jatuh sakit karena sakit hati. Sebab semuanya tidak terjadi sebagaimana diinginkannya. Berhari-hari raja berbaring di ranjangnya sedang terus-menerus dihinggapi kemurungan besar. Ketika merasa akan meninggal dipanggilnya semua sahabatnya lalu dikatakannya kepada mereka: "Tidur sudah lenyap dari mataku dan hatiku hancur karena kemasygulan. Maka dalam hati aku berkata: Kepada keimpitan dan kemalangan manakah aku sampai sekarang ini? Aku ini yang murah hati dan tercinta dalam kekuasaanku! Tetapi teringatlah aku sekarang kepada segala kejahatan yang telah kuperbuat kepada Yerusalem dengan mengambil perkakas perak dan emas yang ada di kota itu dan dengan menyuruh bahwa penduduk Yehuda harus ditumpas dengan sewenang-wenang. Aku sudah menjadi insaf bahwa oleh karena semuanya itulah maka aku didatangi malapetaka ini. Sungguh aku jatuh binasa dengan sangat sedih hati di negeri yang asing."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan
Ref. Ya Tuhan, aku bergembira atas kemenangan-Mu.
Ayat. (Mzm 9:2-3.4.6.16b.19)

1. Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib; aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau bermazmur bagi nama-Mu, ya yang Mahatinggi.
2. Sebab musuhku telah mundur, tersandung jatuh, dan binasa di hadapan-Mu. Engkau menghardik bangsa-bangsa, dan telah membinasakan orang-orang fasik; nama mereka telah Kauhapuskan untuk seterusnya dan selama-lamanya.
3. Kakinya terperangkap dalam jaring yang dipasangnya sendiri. Sebab bukan untuk seterusnya orang miskin dilupakan, bukan untuk selamanya hilang harapan orang sengsara.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Juruselamat kita Yesus Kristus telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (20:27-40)

"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."

Sekali peristiwa, datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak. Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak. Akhirnya perempuan itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia." Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup." Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata: "Guru, jawab-Mu itu tepat sekali." Sebab mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.


Renungan


Orang-orang Saduki tidak mengakui adanya kebangkitan badan. Mereka tidak mempunyai konsep kebangkitan sehingga mereka juga tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan sesudah kematian. Mereka menyangka kehidupan sesudah kematian sama seperti hidup di dunia ini. Kasus tujuh saudara yang beristrikan satu perempuan yang sama, yang mereka ajukan kepada Yesus, menjadi contoh salah sangka itu. Kesalahan konsep inilah yang berusaha diluruskan oleh Yesus. Bagi Yesus, mereka yang dibangkitkan sesudah kematian akan hidup seperti para malaikat. Mereka adalah anak-anak Allah karena telah dibangkitkan.

Kita pasti tidak mengalami kesulitan dalam memahami kebangkitan badan karena sejak awal kita sudah diajari konsep itu. Namun, apakah dalam hidup sehari-hari kita juga menghidupi konsep itu? Orang yang percaya akan kebangkitan pasti tidak akan berbuat seenaknya ketika masih hidup di dunia ini karena hal itu akan memengaruhi kehidupannya setelah kematian. Semoga iman akan kebangkitan badan mendorong kita hidup lebih baik.

Ya Tuhan, bantulah aku menghidupi iman akan kebangkitan badan dengan senantiasa hidup lebih baik hari demi hari. Amin.


Ziarah Batin 2011, Renungan dan Catatan Harian