Rabu, 29 Februari 2012 Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Rabu, 29 Februari 2012
Hari Biasa Pekan I Prapaskah


“Doa itu cahaya jiwa, yang memberikan pengertian sejati tentang Tuhan kepada kita” (St. Yohanes Krisostomus)


Antifon Pembuka (Mzm 25:6.3.22)

Ya Tuhan, ingatlah akan kerahiman dan kerelaan-Mu yang abadi. Janganlah musuh bergembira atas kami. Ya Allah, bebaskanlah kami dari segala penindasan

Doa Renungan

Ya Bapa, berilah saya hati yang lapang dan sabar agar dapat membantu sesama untuk memperoleh kemudahan dalam memperbaiki diri. Demi Kristus Tuhan dan Juruselamatku. Amin.

Tuhan mempunyai rencana untuk tiap manusia. Tetapi Tuhan juga memerlukan kerja sama dari pihak manusia. Tanggapan manusia ini akan menentukan bagaimana nasibnya. Karena manusia itu bebas, maka mereka juga bebas menentukan sikap: menanggapi atau menolak Allah. Orang Niniwe menanggapi seruan Allah melalui Yunus. Akhirnya mereka bertobat dan selamat.


Bacaan dari Kitab Nubuat Yunus (3:1-10)


"Penduduk Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat."

Tuhan berfirman kepada Yunus, "Bangunlah dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu. Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu." Maka bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru, "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan." Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung. Setelah kabar sampai pada raja kota Niniwe, turunlah raja dari singgasananya; ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di atas abu. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian, "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah; dan haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, dan dari kekerasan yang dilakukannya. Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal, serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa." Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah atas malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka; dan Ia pun tidak jadi melakukannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = bes, 4/4, PS 812
Ref. Kasihanilah, ya Tuhan, Kaulah pengampun yang rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga.
Ayat. (Mzm 51:3-4.12-13.18-19; R:19b)
1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
2. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
3. Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan; dan kalaupun kupersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahan kepada-Mu ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk-redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Yl 2:12)
Sekarang juga, demikian firman Allah, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, sebab Aku ini pengasih dan penyayang.


Tanda menjadi hal yang penting dalam hidup sehari-hari. Tanda itu membantu orang untuk hidup lebih baik. Dengan tanda itu, orang dapat mencapai tujuannya dengan aman dan selamat. Yunus dan Yesus menjadi tanda karya keselamatan Allah. Yunus menjadi tanda pertobatan. Yesus menjadi tanda pengampunan dosa. Keduanya menunjukkan jalan yang benar kepada Allah.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (11:29-32)


"Angkatan ini tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus."

Sekali peristiwa Yesus berbicara kepada orang banyak yang mengerumuni Dia, "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menuntut suatu tanda, tetapi mereka tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus. Sebab sebagaimana Yunus menjadi tanda bagi orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda bagi angkatan ini. Pada waktu penghakiman ratu dari Selatan akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan akan menghukum mereka: Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Salomo! Pada waktu penghakiman orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Yunus!"
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan

Yesus Kristus lebih dari Yunus dan Salomo. Pengalaman hidup Yunus dan kebijaksanaan Salomo justru menjadi tanda kehadiran yang sempurna, yakni Yesus Kristus sendiri. Maka, ketika orang menolak untuk percaya kepada Yesus sebagai Kristus dan Juruselamat, dia digolongkan sebagai angkatan yang jahat. Semoga kita tidak termasuk angkatan yang demikian itu.

Doa Malam

Bapa, sumber kebijaksanaan, berilah saya bagian dari kebijaksanaan-Mu, supaya dalam menjalani hidup ini saya tetap berpaut pada tata kebijaksanaan-Mu dan jejak Yesus, Putera-Mu, Tuhan dan Penyelamat kami kini dan sepanjang masa. Amin.

RUAH