Rabu, 25 April 2012 Pesta St Markus, Penginjil

Rabu, 25 April 2012
Pesta St Markus, Penginjil

SANTO MARKUS, MODEL KEMURIDAN SEJATI
   
 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. -- 1 Petrus 5:7

Antifon Pembuka (Mrk 16:15)


"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Doa Pagi

Tuhan Allah kami, kasih karunia benar-benar datang dari pada-Mu. Bantulah kami dalam menghayati kasih-Mu hari ini di tengah carut marutnya kehidupan yang mesti kami hadapi. Bersama-Mu kami tak akan gentar, ya Tuhan. Amin.


Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus (5:6b-14)


Saudara-saudara terkasih, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya pada waktunya kamu ditinggikan oleh-Nya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Dialah yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, Si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. Dialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya. Amin. Dengan perantaraan Silwanus, yang kuanggap sebagai saudara yang dapat dipercaya, aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu, bahwa kasih karunia ini benar-benar datang dari Allah. Berdirilah dengan teguh di dalamnya! Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku. Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Damai sejahtera menyertai kamu sekalian yang berada dalam Kristus. Amin.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, hendak kunyanyikan selama-lamanya
Ayat. (Mzm 89:2-3.6-7.16-17)

1. Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun temurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
2. Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya Tuhan, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus. Sebab siapakah di angkasa yang sejajar dengan Tuhan, siapakah di antara penghuni surga yang sama seperti Tuhan?
3. Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai, ya Tuhan, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu; karena nama-Mu mereka bersorak-sorai, dan karena keadilan-Mu mereka bermegah-megah.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Kami memberitahukan Kristus yang tersalib; Dialah kekuatan dan hikmat Allah. Alleluya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (16:15-20)


Pada suatu hari Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Sesudah berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Tuhan Yesus ke surga lalu duduk di sebelah kanan Allah. Maka pergilah para murid memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Kita tahu, St Markus bukan termasuk bilangan dua belas Rasul Yesus. Dia itu teman seperjalanan St Paulus dan Barnabas dalam karya Pewartaan Injil ke sejumlah daerah (lih. Kis 12:25). Dia juga seorang murid serta asisten St Petrus. Bahkan St Petrus memperlakukannya seperti "anak sendiri" (1Ptr 5:13). Barangkali Markus sendiri tidak pernah mendengar secara langsung pengajaran Yesus. Tetapi pada suatu titik dalam hidupnya, dia mengetahui, mengenal dan mencintai Yesus melalui pewartaan para Rasul. Pengalaman iman akan Yesus yang mendalam ini, dilestarikan melalui goresan tangannya sendiri, yang kita kenal dengan Injil Markus.

Markus adalah seorang saksi, justru karena dia sungguh-sungguh membuka hati bagi karya Allah. Dia menemani dan membantu Paulus serta Barnabas dalam perjalanan misi mereka yang pertama. Dia juga membantu pelayanan Petrus di Roma. Segala pengalaman ini memampukannya untuk merenungkan misteri keselamatan yang ditawarkan Yesus kepada semua manusia. Dalam Injil dan pelayanannya tampak bahwa dia sungguh-sungguh menaruh kepercayaan kepada Allah. Baginya, Allah adalah sumber penghiburan dan kekuatan pada masa-masa pencobaan, derita, dan ketidakberdayaan.

Melalui Injilnya, Markus mengajar kita bahwa kemuridan yang sejati berarti mengikuti contoh dan teladan Yesus sendiri, yang "datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani" (Mrk 10:45). Panggilan ini terus bergema dalam seluruh Injilnya. Narasi-narasi yang disajikan dalam Injilnya memberikan kepada kita gambaran sekilas pengalamannya sendiri tentang bagaimana Allah memperhatikan kita. Kasih Allah yang diungkapkan dalam Injil Markus tentunya memberikan harapan kepada komunitas kristiani perdana, kendati banyak dari mereka -- seperti Markus sendiri --- pada akhirnya mati sebagai martir Kristus.

Dengan kata dan teladan Markus telah mengajar para murid dari generasi ke generasi untuk percaya kepada Tuhan dengan "menyangkal diri, memikul salibnya dan mengikut Yesus" (Mrk 8:34). Kita juga akan mengalami kuat-kuasa Allah untuk memulihkan, membangun dan memperkuat diri kita selagi kita berpaling kepada-Nya setiap hari (bdk. 1Ptr 5:10). Inilah yang dialami oleh Petrus dan Markus, namun terbuka juga kemungkinan bagi kita untuk mengalaminya. Marilah kita merendahkan diri kita sebagai murid dengan percaya kepada Allah, sehingga kita pun dapat mengalami kasih Allah sendiri dalam hidup sehari-hari.

Akhirnya, kita boleh mengatakan bahwa St Markus itu model kemuridan sejati bagi kita di dalam mengikuti Yesus Kristus. Dia bukan hanya menerima dan menjadi saksi tentang Yesus, tetapi dia sendiri menghayati dan menghidup Yesus dalam dirinya. Untuk itu melalui Injilnya, ia menawarkan kepada kita jalan-jalan untuk mengikuti Yesus yang telah dicintainya. Baginya, untuk mengikuti Yesus, kita perlu pertama-tama membuka hati kepada-Nya. Membuka hati untuk mencintai Dia dengan seluruh hati kita. Membuka hati untuk menaruh kepercayaan hanya kepada Dia yan telah memanggil kita. Membuka hati untuk meneladan hidup dan ajaran-ajaran Yesus sendiri.

Doa Malam

Tuhan Yesus, Engkau mengutus para murid untuk mewartakan Injil, bekerja dan meneguhkan firman-Mu. Engkau juga memilih St Markus untuk menjadi penulis Injil. Semoga melalui Injil yang kami dengarkan, renungkan dan hayati, iman kami terus bertumbuh dan mengakar di dalam Engkau. Amin.

(RUAH/ADM)