Minggu, 24 Juni 2012 Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

Minggu, 24 Juni 2012
Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar dari padanya.” ---- Matius 11:11


Antifon Pembuka (Yoh 1:6-7; Luk 1:17)

Seorang utusan Allah datang, namanya Yohanes. Ia datang sebagai bentara untuk mewartakan cahaya, dan mempersiapkan bangsa sempurna bagi Tuhan.

Doa

Allah Bapa umat terpilih, Engkau telah memanggil Santo Yohanes Pembaptis untuk mengumpulkan umat yang pantas menyambut kedatangan Kristus, Tuhan. Berikanlah rahmat sukacita sejati kepada para bangsa; berikanlah pula ketabahan hati kepada mereka yang masih dalam perjalanan, serta arahkanlah mereka kepada keselamatan dan kedamaian sejati.
Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

B
acaan dari Kitab Yesaya (49:1-6)

"Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa."

Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing, dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Ia berfirman kepadaku, “Engkau adalah hamba-Ku, Israel , dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.” Tetapi aku berkata, “Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia! Namun, hakku terjamin pada Tuhan, dan upahku pada Allahku.” Tuhan telah membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya; dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya. Maka aku dipermuliakan di mata Tuhan, dan Allah yang menjadi kekuatanku sekarang berfirman, “Terlalu sedikit bagimu untuk hanya menjadi hamba-Ku, hanya menegakkan suku-suku Yakub, dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Maka Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang daripada-Ku sampai ke ujung bumi.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan do = a, 2/4, PS 830
Ref. Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.
Ayat. (Mzm 139:1-3.13-14ab.14c-15; Ul: 13b)
1. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumiliki.
2. Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku, ajaiblah apa yang Kauperbuat.
3. Jiwaku benar-benar menyadarinya, tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (13:22-26)


"Kedatangan Yesus disiapkan oleh Yohanes."

Pada suatu hari Sabat, di rumah ibadat di Antiokhia Paulus berkata, “Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja umat-Nya. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Menjelang kedatangan Yesus itu, Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika hampir selesai menunaikan tugasnya, Yohanes berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka; tetapi Dia akan datang kemudian daripada aku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak. Hai saudara-saudara, baik yang keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 1:76)
Engkau, hai anak-Ku, akan disebut nabi Allah yang Mahatinggi karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan bagi-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:57-66.80)


"Namanya adalah Yohanes."

Pada waktu itu, genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika para tetangga serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepada Elisabet, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu, dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya. Tetapi Elisabet ibunya, berkata, “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.” Kata mereka kepadanya, “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.” Lalu mereka memberi isyarat kepada Zakharia untuk bertanya nama apa yang hendak ia berikan kepada anaknya itu. Zakharia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini, ”Namanya adalah Yohanes.” Dan mereka pun heran semuanya. Seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya, dan berkata, “Menjadi apakah anak itu nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia. Anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Ia kemudian tinggal di padang gurun sampai tiba harinya ia harus menampakkan diri kepada Israel .
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Antifon Komuni (Luk 1:78)

Berkat rahmat dan belas kasih-Nya Allah mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.



Renungan

Rekan-rekan,
Dalam Injil Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis, 24 Juni kali ini ini dirayakan kelahiran Yohanes (Luk 1:57-66 dan 80). Yohanes Pembaptis dikenal sebagai tokoh yang mengakhiri zaman Perjanjian Lama dan mengantar zaman Perjanjian Baru. Injil Lukas menceritakan bagaimana kelahiran tokoh ini diberitakan oleh Malaikat Gabriel kepada Zakharia, ayahnya, ketika ia sedang bertugas mempersembahkan korban di Bait Allah (Luk 1:5-17). Dan Gabriel juga menyebut nama anak itu: Yohanes. Namun Zakharia merasa dirinya sudah tua dan istrinya, Elizabet juga sudah lanjut usia. Tapi Malaikat tetap menegaskan bahwa kabar baik bagi Zakharia. Dan Zakharia sendiri dikatakan akan tak dapat berkata-kata hingga semuanya terjadi karena ia kurang percaya (ayat 18-20). Orang banyak pun menyadari bahwa terjadi penglihatan kepada Zakharia di dalam Bait. Dan istrinya pun mengandung dan menerima ini sebagai perbuatan Tuhan baginya menghapus aibnya (ayat 24-25). Dalam Injil Minggu ini dikisahkan kelahiran Yohanes sendiri (Luk 1:57-66 dan 80).

Ketika saatnya Elizabet melahirkan, datanglah tetangga dan sanak saudaranya untuk merayakan kelahiran sang anak. Pada hari ke delapan, seperti adat waktu itu, ada upacara sunatan dan pemberian nama. Orang-orang menghendaki agar anak itu diberi nama seperti ayahnya, yakni Zakharia. Tapi Elizabet mengatakan, anak itu harus dinamai Yohanes. Mereka pun heran karena nama itu tak pernah ada dalam keluarga besar. Ketika mereka bertanya ke Zakharia, maka ditulisnyalah, "Namanya adalah Yohanes". Orang-orang heran, dan saat itu juga Zakharia mampu berkata-kata lagi. Ia pun memuji kebesaran Tuhan (Luk 1:57-64).

Peristiwa ini menggentarkan hati banyak orang dan menjadi buah pembicaraan. Mereka bertanya-tanya dalam hati, "Menjadi apakah anak ini?" Orang sadar bahwa kejadian ini dijalankan Tuhan sendiri (ayat 65-66).


Nama bagi anak yang diberitahukan Malaikat Gabriel kepada Zakharia, yakni Yohanes, berati "Tuhan merahimi". Nama ayahnya ialah Zakharia, artinya, "Tuhan ingat". Orang banyak mengira nama terbaik bagi anak itu ialah "Tuhan ingat", seperti nama ayahnya. Juga karena Tuhan telah mengingat Elizabet dan Zakharia yang telah lama tidak memiliki keturunan tapi sekarang telah mendapatkannya. Tapi itu tidak cukup. Sang anak mesti dinamai "Tuhan merahimi"! Begitulah yang diberitahukan oleh Malaikat Gabriel sendiri. Dan memang kelahiran Yohanes menandai perbuatan besar Tuhan yang kini merahimi umat-Nya. Nanti akan jelas Yohanes mengajak orang banyak untuk bertobat dan menantikan kedatangan sang Mesias yang bakal dikirim Tuhan sendiri. Dan akan banyak orang yang datang minta dibaptis oleh Yohanes. Begitulah kehidupannya mulai menjadi pertanda bahwa Tuhan merahimi umat-Nya. Tuhan mengajak umat-Nya untuk beralih pendapat dan menantikan sang Penyelamat sejati.


Dalam Luk 1:80 disebutkan bahwa Yohanes bertambah besar dan makin kuat rohnya. Ia tinggal di padang gurun sampai saatnya ketika harus menampakkan diri kepada umat. Tidak diberitakan dalam Injil apa yang terjadi pada Yohanes di padang gurun. Namun kita dapat menduga. Lukas memberi kuncinya: "makin kuat rohnya". Roh yang ada dalam diri Yohanes yang makin kuat ini kiranya yang membawanya ke padang gurun. Di situ ia mengalami hadirnya roh yang semakin nyata, semakin jernih karena tidak tercampur dengan macam-macam kebisingan di dunia ramai. Maklum bagi orang zaman itu padang gurun ialah tempat kesunyian, tempat menyepi. Di situlah Yohanes semakin mendapatkan kekuatan untuk menyampaikan warta kerahiman Tuhan bagi umat-Nya.


Setelah kisah pemberitahuan mengenai kelahiran Yohanes Pembaptis, Injil Lukas beralih mengisahkan pemberitahuan kelahiran Yesus kepada Maria (Luk 1:26-38). Juga kelahiran Yesus dikisahkan setelah kelahiran Yohanes Pembaptis (Luk 2). Kemudian Lukas mengisahkan tampilnya Yohanes Pembaptis hingga datangnya Yesus kepada dia untuk dibaptis (Luk 3). Begitulah kisah kehidupan Yohanes Pembaptis terjalin dalam kisah kehidupan Yesus sendiri. Yohanes Pembaptis tokoh terakhir dari dunia Perjanjian Lama yang juga menjadi tokoh pertama dalam Perjanjian Baru. Ia menjadi jembatan yang menghubungkan dua tindakan besar Tuhan: membangun umat-Nya dan merahiminya dengan mengirim Penyelamat. Kehidupan Yohanes sendiri mempersaksikan kenyataan ini.


Salam hangat,

A. Gianto

Yohanes Pembaptis, Tokoh Terpuji

Minggu, 24 Juni 2012
Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis
Tidak salah bila Yohanes Pembaptis itu disebut sebagai seorang tokoh yang unik dan mengagumkan. Runutan hidup dan keunikannya menunjukkan keistimewaan dirinya. Betapa tidak! Kita runut saja. Ia berasal dari keluarga saleh, orang tuanya imam Zakharia dan Elisabet. Bahkan Alkitab berani menyebut mereka sebagai keluarga yang benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah serta ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Jarang kualitas keluarga sehebat itu. Tetapi justru ujian dan tantangannya tidak ringan.

Pernikahan yang dijalaninya tidak kunjung menghadirkan anak. Keluarga yang demikian merasa menanggung aib. Kenyataan ini tentu menjadi ujian yang berat. Toh mereka mampu menjalani hidup sebagaimana yang harus dijalani. Mereka tidak mengenal putus asa, cerminan nyata dari keluarga beriman. Mampukah keluarga kita seperti itu?

Pada akhirnya datanglah malaikat utusan Tuhan untuk menyampaikan berita bahwa Elisabet akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laiki. Ia akan penuh Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. Benar, di usia lanjut Elisabet mengandung. Nubuat Tuhan selalu terpenuhi. Rencana Tuhan selalu indah pada waktunya. Betapa tidak! Elisabet sudah menopause. Artinya sel indung telur sudah tidak dapat dibuahi alias sudah mati. Orang-orang modern sekarang sepakat mengatakan harapan untuk mempunyai anak sudah pupus. Tetapi, apa yang tidak mungkin bagi manusia selalu mungkin bagi Allah. Di tangan Allah segala sesuatu menjadi mungkin; dan benar terjadi demikian!

Dari sini kita mencatat dua hal. Pertama, anak adalah anugerah Allah. Artinya, anak semata-mata pemberian Allah. Hal ini perlu ditegaskan agar orang menyadari suatu kepercayaan ilahi ini terhadapnya. Kepercayaan ini sebagai amanah dari Tuhan. Tentu kepercayaan ini sesuatu yang luhur dari sananya. Oleh karena itu, kita --- Gereja Katolik ---- tidak pernah mengenal anak haram. Kalau pun anak lahir di dalam keluarga yang bermasalah (baca: dosa) secara hukum Gereja, bukan berarti anak ini juga bermasalah. Tidak! Yang berdosa adalah orang tuanya. Anak tetap menjadi anugerah Allah terindah.

Allah mempunyai rencana unik untuk setiap kelahiran anak. Kita perlu yakin sebagai orang tua dengan pemberian anak pada Anda kalian. Tuhan sudah mempunyai rencana pada anak Anda. Sehubungan dengan Yohanes Pembaptis sangat jelas. Malaikat Tuhan telah menyampaikannya, anak ini nanti akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan Allah mereka dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik pada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.

Kedua, tanggung jawab. Orang tua mempunyai tanggung jawab hakiki terhadap anak. Kita semua tahu setiap anugerah menuntut tanggung jawab dan tugas dari setiap orang yang menerima anugerah Allah. Anugerah Allah tidak pernah boleh diremehkan apalagi disia-siakan. Maka, niscaya tanggung jawab orang tua terhadap anak dimulai sedari kandungan, kelahiran dan seterusnya. Inilah tugas terindah!

Dalam hal ini kita belajar dari tanggung jawab Zakharia dan Elisabet. Berkat keluarga ini dirasakan juga oleh kerabat dan sesamanya. Mereka datang dan ikut hadir dalam persalinannya. Mereka bersukaria dan kagum terhadap anak ini. Menjadi lengkaplah kebahagiaan itu. Anak ini memang penuh keistimewaan. Sebelum, saat dikandung dan sesudah kelahirannya mendatangkan kekaguman bagi banyak orang. Sampai-sampai banyak orang berdecak, “Menjadi apakah anak ini nantinya?” Banyak perkara ajaib yang menyertainya. Zakharia yang tadinya bisu saat menamai anak ini dengan Yohanes terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata memuji Allah.

Karya Allah memang patut kita syukuri. Kita puji Allah atas kebaikannya. Jangan sampai ketika kita ada dalam situasi sulit penuh penderitaan, kita memohon berkat Allah dengan halleluya. Tetapi setelah doa dikabulkan, kita menjadi hallelupa. Zakharia dan Elisabet tidak demikian. Kita patut mencontoh mereka. Selain itu, di kesempatan perayaan kelahiran Yohanes Pembaptis ini, kita mantapkan niat, motivasi dan tugas kita sebagai orang tua dalam memelihara, mengembangkan, dan mendidik anak sebagai anugerah Tuhan dengan penuh tanggung jawab.



RUAH