Kamis, 28 Juni 2012 Peringatan Wajib St Ireneus, Uskup dan Martir

Kamis, 28 Juni 2012
Peringatan Wajib St Ireneus, Uskup dan Martir

“Cahaya Tuhan adalah sumber hidup; barangsiapa melihat Dia, mendapatkan hidup” (St. Ireneus)


Antifon Pembuka (Yeh 34:11.23-24)

Aku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka.


Doa Pagi

Yesus, sumber kekuatan hidup kami, sabda-Mu adalah pelita bagi jalan hidup kami. Semoga kami bukan hanya menjadi pendengar sabda-Mu tetapi juga menjadi terang bagi sesama kami, teristimewa mereka yang kami jumpai hari ini. Amin.


Karena Raja Yehuda berpaling dari Tuhan, Yerusalem diserang oleh Raja Babel. Akibatnya, seluruh rakyat dibawa ke pembuangan. Kemudian Raja Babel mengangkat Matanya menjadi Raja Yehuda yang baru dan memberinya nama Zedekia. Ketidaksetiaan kepada Allah selalu membuahkan kebinasaan, karena orang yang menolak Allah berarti memihak dosa.


Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja (24:8-17)


Yoyakhin berumur delapan belas tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tiga bulan lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Nehusta, puteri Elnatan, dari Yerusalem. Yoyakhin melakukan yang jahat di mata Tuhan, tepat seperti yang dilakukan ayahnya. Pada waktu itu majulah tentara Nebukadnezar, raja Babel, menyerang Yerusalem, dan kota itu terkepung. Nebukadnezar sendiri datang menyerang sementara orang-orangnya mengepung kota itu. Lalu keluarlah Yoyakhin, raja Yehuda, mendapatkan raja Babel: ia sendiri, ibunya, perwira-perwiranya, para pembesar dan pegawai-pegawai istananya. Raja Babel menangkap Yoyakhin pada tahun yang kedelapan pemerintahannya. Seluruh isi rumah Tuhan dan isi istana raja dikeluarkannya; dikeratnya pula emas dari segala perkakas emas yang dibuat oleh Salomo, raja Israel, di bait Tuhan seperti yang disabdakan Tuhan. Seluruh penduduk Yerusalem diangkutnya ke pembuangan; semua panglima dan semua pahlawan yang gagah perkasa: sepuluh ribu tawanan; juga semua tukang dan pandai besi. Tidak ada yang ditinggalkan kecuali orang-orang lemah dari rakyat negeri. Nebukadnezar mengangkut Yoyakhin ke pembuangan di Babel; juga ibunda raja, isteri-isteri raja, pegawai-pegawai istananya, dan orang-orang berkuasa di negeri itu dibawanya sebagai orang buangan dari Yerusalem ke Babel. Semua orang yang gagah perkasa, tujuh ribu orang banyaknya, para tukang dan para pandai besi, seribu orang banyaknya; sekalian pahlawan yang sanggup berperang, dibawa oleh raja Babel sebagai orang buangan ke Babel. Kemudian raja Babel mengangkat paman Yoyakhin, yang bernama Matanya, menjadi raja menggantikan Yoyakhin, dan menukar namanya menjadi Zedekia.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref. Mulut orang benar menuturkan kebijaksanaan.

Ayat. (Mzm 37:3-4.5-6.30-31)

1. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu!
2. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah pada-Nya, maka Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan menampilkan hakmu seperti siang.
3. Mulut orang benar menuturkan kebijaksanaan, dan lidahnya mengatakan kebenaran. Taurat Allah ada di dalam hatinya, langkah-langkahnya tidaklah goyah.


Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya

Ayat. (Yoh 14:23)
Barangsiapa mengasihi Aku, akan mentaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya. Alleluya.


Yesus mengakhiri rangkaian kotbah-Nya di bukit dengan ajaran mengenai iman (akan Yesus) sebagai dasar hidup yang kokoh bagaikan rumah yang kokoh karena didirikan di atas batu. Sebaliknya, hidup akan menjadi rapuh dan goyah apabila bukan Kristus yang menjadi dasarnya.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (7:21-29)


Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga?’ Pada waktu itu Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata, ‘Aku tidak pernah mengenal kalian! Enyahlah dari pada-Ku, kalian semua pembuat kejahatan!’” Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas wadas. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak roboh, sebab didirikan di atas wadas. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga robohlah rumah itu, dan hebatlah kerusakannya.” Setelah Yesus mengakhiri perkataan-Nya ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, bukan seperti ahli-ahli Taurat mereka.

Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan


Siapakah orang bijaksana dan orang bodoh menurut Yesus? Orang bijaksana adalah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakan dalam hidupnya. Dia bagaikan orang yang membangun rumah di atas wadas yang kokoh. Rumahnya akan kuat bertahan. Sebaliknya, orang bodoh adalah orang yang mendengarkan sabda Tuhan tetapi tidak menghayatinya dalam kehidupan. Dia bagaikan orang yang membangun rumahnya di atas pasir. Rumahnya akan hancur berantakan. Manakah yang kita pilih, menjadi orang bijaksana atau orang bodoh? St. Ireneus adalah contoh orang bijaksana.


Doa Malam


Ya Yesus, Engkau mengajar kami bahwa “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Mu, ‘Tuhan, Tuhan!’ akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Mu di surga.” Sebab itu, urapilah hati kami ya Tuhan agar kami mampu melakukan kehendak Bapa dan menjadikannya makanan kami setiap hari, sebagaimana Engkau telah memberi teladan, bahwa makanan-Mu adalah melakukan kehendak Bapa yang mengutus-Mu. Dengan demikian, kelak kami Engkau perkenankan menikmati sukacita abadi di dalam Kerajaan Surga. Ini kami mohon kepada-Mu ya Tuhan dan Juruselamat kami, kini dan sepanjang masa. Amin.



RUAH