Rabu, 12 September 2012 Hari Biasa Pekan XXIII

Rabu, 12 September 2012
Hari Biasa Pekan XXIII

“Perayaan Ekaristi dapat diandalkan, apabila ia dipersembahkan oleh Uskup atau oleh seorang yang ditugaskannya” (St. Ignasius dari Antiokia)


Antifon Pembuka (Luk 6:20)


Berbahagialah orang yang miskin karena merekalah yang empunya Kerajaan Allah.


Doa Pagi


Pagi ini, ya Tuhan, kami bangun dengan kebebasan hati yang Kautawarkan kepada kami. Janganlah Kaubiarkan kami terikat pada situasi dan kondisi kami. Akan tetapi, ingatkanlah kami akan kefanaan dunia ini agar hati dan jiwa kami senantiasa terarah kepada perkara-perkara yang di atas di mana Engkau berada, duduk di sisi kanan Bapa. Amin.


Ajaran Paulus ingin menunjukkan pentingnya mempertimbangkan setiap tindakan. Jika seseorang memutuskan untuk menikah, hendaknya mempertimbangkan segala sesuatunya, termasuk persoalan-persoalan yang menyertainya. Jangan sampai keputusan itu justru menambah beban persoalan, bahkan beban kesusahan.


Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (7:25-31)


Saudara-saudara, mengenai para gadis aku tidak mendapat suatu perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercaya berkat rahmat yang telah kuterima dari Tuhan. Aku berpendapat bahwa mengingat zaman darurat sekarang ini baiklah orang tetap dalam keadaannya. Adakah engkau terikat pada seorang wanita? Janganlah mengusahakan perceraian. Adakah engkau tidak terikat pada seorang wanita? Janganlah mencari seorang. Tetapi kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi, orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani, dan aku mau menghindarkan kalian dari kesusahan itu. Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan: Waktunya singkat! Sebab itu dalam waktu yang masih sisa ini: mereka yang beristeri hendaknya berlaku seolah-olah tidak beristeri; dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli. Pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia yang kita kenal sekarang ini akan berlalu.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref. Dengarlah, hai puteri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu.
Ayat. (Mzm 45:11-12.14-15.16-17)

1. Dengarlah, hai puteri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu! Biarlah raja menjadi bergairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!
2. Keindahan belaka puteri raja itu, pakaiannya bersulamkan emas. Dengan pakaian bersulam berwarna-warni ia dibawa kepada raja; anak-anak dara mengikutinya, yakni teman-temannya, yang didatangkan untuk dia.
3. Dengan sukacita dan sorak sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja. Para leluhurmu akan diganti oleh anak-anakmu nanti; mereka akan kauangkat menjadi pembesar di seluruh bumi.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya
Ayat. Bersukacitalah dan bergembiralah, karena besarlah upahmu di surga.

Empat sabda bahagia dan empat kutukan celaka diwahyukan Tuhan dalam Injil hari ini. Yesus ingin menunjukkan relativitas nilai-nilai duniawi, seperti kekayaan, kepuasan, perasaan sedih dan gembira, dicela dan ditolak, dipuji dan sejenisnya. Orang beriman tak perlu terlalu terikat pada kondisi seperti itu, sebab semuanya itu akan berlalu pada waktunya.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (6:20-26)


Pada waktu itu Yesus memandang murid-murid-Nya, lalu berkata, “Berbahagialah, hai kalian yang miskin, karena kalianlah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kalian yang kini kelaparan, karena kalian akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kalian yang kini menangis, karena kalian akan tertawa. Berbahagialah, bila demi Anak Manusia kalian dibenci, dikucilkan, dan dicela serta ditolak. Bersukacitalah dan bergembiralah pada waktu itu karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kalian, orang kaya, karena dalam kekayaanmu kalian telah memperoleh hiburan. Celakalah kalian, yang kini kenyang, karena kalian akan lapar. Celakalah kalian, yang kini tertawa, karena kalian akan berdukacita dan menangis. Celakalah kalian, jika semua orang memuji kalian; karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Yesus mengajarkan bahwa kritria kebahagiaan yang sejati tidak ditemukan di dunia. Justru orang yang mengandalkan Tuhan, di dalam kemiskinan, penderitaan dan kesulitan hidupnya, akan menemukan kebahagiaan. Memang ukuran kebahagiaan Yesus dan ukuran kebahagiaan dunia berbeda. Sebagai murid-murid Tuhan, ukuran Yesuslah yang kita pakai.


Doa Malam


Ya Yesus, syukur atas sabda bahagia yang telah Kauberikan kepada kami sebagai ringkasan seluruh ajaran-Mu. Engkau tahu ya Yesus, ini bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan. Namun kami hendak berserah diri malam ini dan mohon agar Engkau menyertai kami sepanjang istirahat malam ini. Amin.


RUAH