Sabtu, 15 September 2012 Peringatan Wajib SP Maria Berdukacita

Sabtu, 15 September 2012
Peringatan Wajib SP Maria Berdukacita

“Ibu tersuci, kami menyebut engkau lebih dari seorang martir, karena kecemasan hati yang kauderita melebihi semua penderitaan badani” (St. Bernardus Abas)


Antifon Pembuka


Simeon berkata kepada Maria, “Anak ini menentukan jatuh bangkitnya banyak orang di Israel. Ia menjadi tanda yang menimbulkan pertentangan. Dan hatimu sendiri akan ditembus dengan pedang.”


Doa Pagi


Bunda, dukacitamu telah diubah menjadi sukacita bagi kami karena kerelaan hatimu dalam melaksanakan kehendak Bapa. Fiat-mu mengajar kami untuk menerima situasi suka dan duka dengan tekun setia. Doakan kami ya Bunda, sekarang dan sampai pada waktu kami mati. Amin.


Paulus menegur praktik penyembahan dan kurban kepada berhala. Perayaan Ekaristi merupakan ibadat sempurna untuk menyatukan manusia dengan tubuh dan darah Kristus. Maka tak lagi diperlukan daging dan darah kurban berhala atau persembahan kepada roh-roh jahat. Singkatnya, dengan tegas Paulus mengkritik praktik sinkretisme dalam jemaat Korintus.


Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (10:14-22)


Saudara-saudara terkasih, jauhilah penyembahan berhala! Aku berbicara kepada kalian, sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang kukatakan. Bukankah piala syukur yang kita syukuri merupakan persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita bagi-bagi merupakan persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti itu hanya satu, maka kita ini sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu. Perhatikanlah bangsa Israel yang alami: Bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah? Apa yang kumaksudkan? Apakah daging persembahan berhala itu mempunyai arti? Ataukah berhala itu sendiri mempunyai arti? Bukan! Yang kumaksudkan ialah: apa yang mereka persembahkan itu dipersembahkan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, kalian bersekutu dengan roh-roh jahat. Kalian tidak dapat minum dari piala Tuhan dan sekaligus juga dari piala roh-roh jahat. Kalian tidak dapat mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan dan sekaligus juga dalam perjamuan roh-roh jahat. Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan?

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Atau:


Penulis surat kepada jemaat Ibrani menegaskan bahwa Kristus adalah pokok keselamatan bagi setiap orang yang taat kepada-Nya. Sebab Kristus sendiri telah taat sampai wafat di kayu salib. Dilukiskan, sebagai manusia, Kristus juga menjadi seorang pendoa yang tekun, dengan ratap tangis seperti pengalaman di Getsemani.


Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (5:7-9)

"Yesus pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya."


Saudara-saudara, dalam hidup-Nya sebagai manusia, Kristus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut. Dan karena kesalehan-Nya, Ia telah didengarkan. Akan tetapi, sekalipun Anak Allah, Yesus telah belajar menjadi taat; dan ini ternyata dari apa yang telah diderita-Nya. Dan sesudah mencapai kesempurnaan, ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, la = d, 4/4, PS 818

Ref. Tuhan, sudi dengarkan rintihan umat-Mu.
Ayat. (Mzm 31:2-3a.3bc-4.5-6.15-16.20)

1. Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan daku.
2. Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung, dan kubu pertahanan untuk menyelamatkan daku! Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku; oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
3. Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.
4. Tetapi aku, kepada-Mu, ya Tuhan, aku percaya, aku berkata, “Engkaulah Allahku!” Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku.
5. Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takwa kepada-Mu, yang telah Kaulakukan di hadapan manusia bagi orang yang berlindung pada-Mu!

Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953

Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Berbahagialah Engkau, Sang Perawan Maria, sebab di bawah salib Tuhan engkau menjadi martir tanpa menumpahkan darahmu

Maria adalah wanita yang luar biasa tabah, saat berdiri di bawah salib, mendampingi Puteranya dalam sakratmaut dan kematian-Nya. Dukacita Maria ini berbuah dengan pengangkatannya sebagai bunda Gereja. Maria memang benar-benar ibu semua orang, yang tahu dukacita masing-masing.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (19:25-27)


"Inilah anakmu!" Inilah ibumu"

Waktu Yesus bergantung di salib, di dekat salib itu berdirilah ibu Yesus dan saudara ibu Yesus, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya, “Ibu, inilah anakmu!” kemudian kata-Nya kepada murid-Nya, “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima ibu Yesus di dalam rumahnya.

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.


Atau:


Ramalan Simeon terbukti saat Maria berada di dekat salib Yesus. Bagaikan tertusuk sembilu, kehancuran hati Maria, melihat Puteranya mati disalibkan. Namun semua itu demi pengilahian derita manusia menjadi salib, tanda dan jalan keselamatan. Maria memang bunda Gereja. Dia tahu artinya menderita bagi putra-putri Gereja.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (2:33-35)


Ketika Maria dan Yusuf mempersembahkan Anak Yesus di Bait Suci, mereka amat heran mendengar pernyataan Simeon tentang Anak Yesus. Lalu Simeon memberkati mereka, dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan – dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri – supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Maria setia sampai akhir dalam mengikuti jalan salib Putranya. Bersama dengan murid yang dikasihi Yesus, ia berdiri di kaki salib Putranya. Peringatan Maria Bunda Berdukacita mengingatkan kita akan derita seorang ibu yang ambil bagian dalam sejarah keselamatan. Kita diundang untuk ambil bagian dalam derita Kristus, dalam tubuh-Nya, yaitu Gereja. Bersediakah kita menanggapi undangan ini?


Doa Malam


Tuhan Yesus, Engkau telah memberikan Bunda-Mu kepada murid yang Engkau kasihi dan sejak saat itu Bunda Maria tinggal bersamanya. Engkau juga telah memberikan Bunda-Mu untuk menjadi Bunda kami. Untuk itu, kami menyerahkan diri kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda. Amin.


RUAH