Kobus: Bukan becandaan (Mrk 9:38-43.45.47-48)




silahkan klik gambar untuk memperbesar

MINGGU BIASA XXVI/B - 30 SEPTEMBER 2012

MINGGU BIASA XXVI/B - 30 SEPTEMBER 2012
Bil 11:25-29; Yak 5:1-6; Mrk 9:38-43.45.47-48

1. Meski semua manusia diciptakan sebagai citra Allah serta sesuai dengan gambar dan rupa Allah (Kej 1:28), masing-masing tidak ada yang sama persis. Setiap orang mempunyai perbedaan, baik dari segi fisik, sifat, kemampuan, keterampilan, minat, kepandaian, dan lain-lain. Anak kembar pun, sekalipun kembar identik dan sama dalam banyak hal, pasti tetap memiliki perbedaan.

2. Dalam Gereja, meskipun kita dibaptis dalam baptisan yang sama dan mengimani Tuhan yang sama serta dipersatukan dalam satu Gereja yang kudus, terdapat banyak sekali perbedaan. Perbedaan-perbedaan yang ada, entah perbedaan pendapat, karakter, peran, selera ataupun kepentingan, seringkali menimbulkan perselisihan, konflik, pertentangan, permutungan, bahkan perpecahan. Mengapa hal-hal ini seringkali terjadi?

3. Menurut bacaan-bacaan hari ini, penyebabnya adalah egoisme yang tinggi. Banyak orang cenderung memikirkan tentang "aku" dan "kelompokkau" bukan tentang "kita". Banyak orang cenderung memperjuangkan apa yang dipikirkan dan diinginkan sendiri, kurang berpikir dan berjuang tentang kebaikan bersama dan bekerja dalam kebersamaan. Banyak orang, termasuk kita tidak siap menerima perbedaan dan kurang menghargai keragaman karena cenderung, menghendaki keseragaman. Maka, kalau ada yang berbeda dengan aku, berarti ia harus salah dan ditolak.

4. Sikap seperti itulah yg terjadi dalam diri Yosua bin Nun (bac I) dan Yohanes (Injil). Ketika ada beberapa orang yang menerima Roh Kenabian seperti Musa, Yosua tidak bisa menerima sehingga ia meminta agar Musa mencegahnya. Hal yang sama dibuat oleh Yohanes. Ketika ada orang yang bukan dari kelompoknya (kelompok Yesus dan para murid) ia juga tidak bisa menerimanya sehingga langsung bertindak sendiri mencegahnya. Baik, Yosua maupun Yohanes curiga dan berpikir negatif bahwa kehadiran orang-orang tersebut menjadi saingan bagi Musa dan Yesus, sehingga harus ditolak dan dicegah.

5. Sikap dan tindakan Yosua tersebut tidak berkenan bagi Musa. Demikian pula, sikap dan tindakan Yohanes tidak berkenan bagi Yesus. Baik Musa maupun Yesus menegaskan bahwa kita harus berpikir positif dan terbuka pada semua orang, mau menerima dan menghargai perbedaan serta kehendak dan pekerjaan baik dari orang atau kelompok lain, sekaligus mau bekerjasama dengan mereka.

6. Musa malah berpikir, "Ah, sekiranya seluruh umat Tuhan menjadi nabi, karena Tuhan memberikan Roh-Nya kepada mereka". Musa tidak memandang bahwa mereka akan menjadi saingan tetapi justru menjadi rekan kerja yang sangat mendukung tugas kenabiannya. Sebab, Roh dan karunia kenabian itu berasal dari satu Tuhan yang sama dan dimaksudkan untuk karya pelayananan bagi umat Allah. 

7. Demikian pula Yesus. Ketika ada orang yang mengusir setan demi nama-Nya, ia sama sekali tidak tersinggung. Ia tidak merasa namanya telah dicatut. Justru Ia menegaskan, "Tak seorang pun yang telah mengadakan mukjizat demi nama-Ku dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita". Yesus berpikir positif, terbuka pada semua orang yang berhekendak baik dan yang melakukan pekerjaan-pekerjaan baik demi nama-Nya, meskipun mereka tidak termasuk kelompok pengikut-Nya.

8. Dari bacaan-bacaan ini, kita belajar dari Musa dan Yesus. Keduanya mengajak kita berpikir positif terhadap orang/kelompok lain sehingga kita menjauhkan diri dari sikap eksklusif. Musa dan Yesus juga memberi teladan bersikap insklusif. Maka, marilah kita jadikan diri kita, kelompok-kelompok kita entah teritorial (blok, lingkungan, wilayah), kategorial (PIA, PIR, OMK, Adiyuswa, dll), ataupun kelompok organisasi (Dewan Harian, Dewan Inti, Tim-Tim Kerja, dll) bukan sebagai kelompok yang eksklusif tetapi terbuka semua orang/kelompok, mau menerima dan menghargai perbedaan serta kehendak dan pekerjaan baik dari orang atau kelompok lain, sekaligus mau bekerjasama dengan mereka. Kita biasakan berpikir positif terhadap orang/kelompok lain dan kita jadikan diri kita, kelompok kita serta Gereja kita sebagai tanda persatuan, persaudaraan dan perdamaian.

Rm. Ag. Agus Widodo, Pr

Minggu, 30 September 2012 Hari Minggu Biasa XXVI

Minggu, 30 September 2012
Hari Minggu Biasa XXVI

Orang yang tidak tahu akan Kitab Suci, juga tidak tahu akan Allah dan kebijaksanaan-Nya --- St Hieronimus.


Antifon Pembuka (Dan 3:31.29.30.42.43)


Segala apa yang telah Kauperbuat kepada kami, ya Tuhan, telah Kauperbuat menurut yang benar. Sebab kami telah berdosa terhadap-Mu dan tidak mematuhi perintah-perintah-Mu, tetapi muliakanlah kini nama-Mu, dan perlakukanlah kami sekadar besarnya belas kasih-Mu.


Doa Pagi


Allah Bapa yang mahabaik, Engkau tidak memandang orang dan tidak mengucilkan siapa pun dari cinta kasih-Mu. Ingatkanlah kami selalu bahwa cinta kasih sejati mengandaikan keadilan. Semoga kami jangan menganggap diri kami lebih dari orang lain, dan semoga berani mengakui segala amal baik yang dilakukan di luar kelompok kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.


Bacaan dari Kitab Bilangan (11:25-29)

“Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Sekiranya seluruh umat Tuhan menjadi nabi!”

Sekali peristiwa turunlah Tuhan dalam awan dan berbicara kepada Musa. Kemudian diambil-Nya sebagian dari Roh yang ada pada Musa, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua Israel. Ketika Roh itu hinggap pada mereka, penuhlah mereka dengan Roh seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi. Pada waktu itu masih ada dua orang tinggal di perkemahan; yang seorang bernama Eldad, yang lain bernama Medad. Mereka itu termasuk orang-orang yang dicatat tetapi mereka tidak turut pergi ke kemah. Ketika Roh itu hinggap pada mereka, penuhlah mereka itu dengan Roh seperti nabi di tempat perkemahan. Lalu berlarilah seorang muda memberitahukan kepada Musa, “Eldad dan Medad penuh Roh seperti nabi di tempat perkemahan!” Maka menyahutlah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa, “Tuhanku Musa, cegahlah mereka!” Tetapi Musa berkata kepadanya, “Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, sekiranya seluruh umat Tuhan menjadi nabi, karena Tuhan memberikan Roh-Nya kepada mereka!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 853
Ref. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah Roh dan kehidupan.
Ayat. (Mzm 19:8.10.12-13.14)
1 Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang bersahaja.
2. Takut Tuhan itu suci, tetap utuh selama-lamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil semuanya.
3. Semua itu diperhatikan oleh hamba-Mu; memang besar ganjaran orang yang berpegang padanya. Tetapi siapa yang sadar akan kesesatannya? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari.
4. Lindungilah pula hamba-Mu terhadap orang congkak; jangan sampai aku dikuasai olehnya! Maka aku akan menjadi tak bercela, dan bebas dari pelanggaran besar.

Bacaan dari Surat Rasul Yakobus (5:1-6)

“Kekayaan sudah membusuk.”

Hai kamu orang-orang kaya, menangis dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! Kekayaanmu sudah membusuk, dan pakaianmu sudah dimakan ngengat! Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu, dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena kamu telah menahan upah para buruh yang telah menuai hasil ladangmu. Dan keluhan mereka yang menyabit panenmu telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam. Kamu telah hidup dalam kemewahan dan berfoya-foya di bumi! Kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang jujur, dan ia tidak dapat melawan kamu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, Kanon, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 17:17b.a)
Firman-Mu adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (9:38-43.45.47-48)

“Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah.”

Pada suatu hari Yohanes berkata kepada Yesus, “Guru, kami melihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu. Lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Tetapi Yesus berkata, “Janganlah kamu cegah dia! Sebab tak seorang pun yang telah mengadakan mukjizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya, barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan ganjarannya. Barangsiapa menyesatkan salah seorang dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu dibuang ke dalam laut. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk ke dalam hidup daripada dengan utuh kedua belah tangan dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan. Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik bagimu dengan kaki timpang masuk ke dalam hidup daripada dengan utuh kedua kaki dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu daripada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati, dan api tidak padam.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan

Orang yang suka mengartikan Kitab Suci secara harafiah, akan mengalami kesulitan besar dengan bacaan Injil hari ini. Kalau diterapkan secara harafiah, kita akan bertemu dengan banyak orang yang tercungkil matanya, terpotong tangan atau kakinya, dan lebih banyak lagi yang terpotong lidahnya, karena kita paling banyak berdosa dengan lidah! Yesus memberi sebuah perbandingan: Kerajaan Allah dan anggota tubuh.

Tubuh kita fana; kalau kita mati, harus kita tinggalkan. Tubuh itu lalu membusuk dan menyatu dengan tanah. Namun demikian, kita sangat menyayanginya. Kita tidak mau kehilangan apa pun daripadanya. Dengan tubuh ini kita berekspresi: mengungkapkan cinta, senang, sedih, kecewa. Dengan tubuh ini kita bekerja, berbuat baik. Tapi dengan tubuh yang sama ini kita berbuat dosa. Tangan bisa kita ulurkan untuk memberi, menolong, meringankan, membelai. Tangan yang sama ini bisa kita pakai untuk merampas, memukul, menampar, mencubit, menindas, menyakiti. Apakah karena itu tangan ini kita potong saja? Tentu tidak. Sebab yang berdosa bukanlah tangan melainkan hati. Dari hati keluar pikiran dan rencana jahat, dan tangan hanya pelaksana yang buta.

Yesus membandingkan Kerajaan Allah dengan anggota tubuh kita. Ia mengajarkan bahwa Kerajaan Allah sangat berharga, jauh melebihi harta milik dan anggota tubuh. Jadi kita harus pilih kehilangan Kerajaan Allah atau kehilangan anggota badan yang membuatku berdosa, lebih baik kehilangan anggota tubuh ketimbang kehilangan Kerajaan Allah.

Tuhan, pakailah tubuhku sebagai alat pembawa damai dan kasih di dunia ini. Amin.

Renungan Harian Mutiara Iman 2012