| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Senin, 11 Februari 2013 Hari Biasa Pekan V

Senin, 11 Februari 2013
Hari Biasa Pekan V

“Dengan Sabda kebesaran-Nya Ia telah menciptakan segala sesuatu; dan dengan satu perkataan-Nya Ia dapat melenyapkan semua itu.”(St. Klemens, Letter to the Corinthians, Ch. 27:4) --- St. Klemens dari Roma

Antifon Pembuka(Mzm 104:1-24)

Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Tuhan Allahku, Engkau sungguh agung! Betapa banyak karya-Mu ya Tuhan, semua Kaubuat dengan bijaksana

Doa Pagi

Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, semua orang yang merasa lemah dan menderita menemukan kekuatan dan penghiburan pada-Mu. Dampingilah kami, bila sedang tertimpa penderitaan. Sembuhkanlah kami dari segala penyakit dan jadilah pada kepercayaan kami. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Dengan bacaan ini kita membuka halaman pertama dari seluruh Kitab Suci kita. Bab pertama Kitab Kejadian ini mengisahkan Tuhan sebagai Pencipta. Ia memisahkan air di atas dan di bawah, menciptakan bumi dan tumbuh-tumbuhan dan membuat penerang-penerang di langit. Ia menjadikan apa yang kacau (chaos) menjadi teratur (kosmos: dunia/keteraturan). Inilah arti penciptaan. Semuanya menjadi "baik adanya", dan ini semua berasal dari-Nya.

Bacaan dari Kitab Kejadian (1:1-19)
 
"Allah bersabda dan terjadilah demikian."

Pada awal mula Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan masih kosong. Gelap gulita meliputi samudera raya. Dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Allah bersabda, "Jadilah terang!" Maka jadilah terang. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nya dari gelap. Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Maka jadilah petang dan pagi: hari pertama. Allah bersabda, "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." Maka Allah menjadikan cakrawala, dan Ia memisahkan air di bawah cakrawala dari air di atasnya. Dan jadilah demikian. Allah menamai cakrawala itu langit. Maka jadilah petang dan pagi: hari kedua. Allah bersabda, "Hendaklah segala air di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Allah bersabda, "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Maka jadilah petang dan pagi: hari ketiga. Allah bersabda, "Jadilah benda-benda penerang di cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap, menunjukkan hari dan tahun; dan sebagai penerang pada cakrawala, biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. Maka Allah menjadikan dua benda penerang yang besar, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang kecil untuk menguasai malam; dan Allah menjadikan juga bintang-bintang. Semuanya itu ditaruh Allah di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Maka jadilah petang dan pagi: hari keempat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = a, 2/4, PS 830
Ref. Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.
Ayat. (Mzm 104:1-2a.5-6.10.12.24.35; R:31b)
1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Tuhan, Allahku, Engkau sungguh besar! Engkau berpakaian keagungan dan semarak berselimutkan terang ibarat mantol.
2. Engkau telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyah untuk selama-lamanya. Dengan samudera raya bumi ini Kauselubungi, air telah naik melampaui gunung-gunung.
3. Di lembah-lembah Engkau membualkan mata air yang mengalir di antara gunung-gunung, burung-burung di udara bersarang di dekatnya, bersiul-siul dari antara dedaunan.
4. Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan, semuanya Kaubuat dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya.
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. Yesus mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan semua orang sakit. 

 
Penyakit adalah sebuah bentuk kekacauan yang mengganggu hidup manusia. Ketika Yesus masuk ke desa-desa, kampung dan kota, orang berbondong-bondong datang kepada-Nya dan Ia menyembuhkan mereka. Apa yang dilakukan Yesus dapat dikatakan seperti sebuah "penciptaan kembali." Yesus meniru tindakan Allah Bapa, seperti dalam Kitab Kejadian, mengubah kekacauan menjadi damai dan keteraturan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (6:53-56)
"Semua orang yang menjamah Yesus, menjadi sembuh."

Pada suatu hari, Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Yesus pergi, -- ke desa-desa, ke kota-kota atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamahnya menjadi sembuh.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Dalam Injil dikisahkan banyak peristiwa penyembuhan. Daya tarik mukjizat penyembuhan memang sangat diminati oleh banyak orang, dari dulu hingga sengsara. Penyembuhan merupakan bagian integral dari Injil, yang diharapkkan dapat membangkitkan iman seseorang. Yesus selalu menempatkan iman kepada Allah di atas peristiwa penyembuhan itu sendiri. Yang diutamakan adalah pribadi Allah bukan pemberian-Nya. Lalu, kita pergi ke gereja, ingin bertemu dengan pribadi Allah atau sekadar mendapatkan pemberian-Nya?

Doa Malam

Tuhan Yesus, ketika Engkau mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ, banyak orang berusaha untuk memperoleh kesembuhan baik bagi dirinya maupun orang lain. Tuhan, berilah rahmat yang sama kepadaku, sebagai manusia yang peka terhadap diri sendiri maupun orang lain, baik dalam keluarga (komunitas), tempat kerja dan di mana pun aku berada. Amin.

RUAH

Bacaan Harian 11 - 17 Februari 2013

Bacaan Harian 11 - 17 Februari 2013

Senin, 11 Februari 2013: Hari Biasa Pekan V (H).
Kej 1:1-19; Mzm 104:1-2a.5-6.10.12.35c; Mrk 6:53-56.

Kemana pun Yesus pergi, orang mengejar-Nya untuk membawa orang-orang sakit kepada-Nya. Semua yang menjamah jumbai jubah-Nya menjadi sembuh. Sayangnya, ini semua belum cukup menjadi tanda bagi mereka bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah. Apakah kita juga masih membutuhkan tanda untuk dapat berserah total kepada-Nya?

Selasa, 12 Februari 2013 : Hari Biasa Pekan V (H).
Kej 1:20 – 2:4a; Mzm 8:4-9; Mrk 7:1-13.

Kita mudah jatuh dalam sikap yang munafik: tiadanya kesesuaian antara iman dan perbuatan; antara kata dan tindakan; antara cita-cita dan usaha mencapainya. Yesus mencerca sikap seperti itu. Ia menuntut supaya apa yang kita ucapkan sungguh pula berakar pada hati yang dalam dan berwujud dalam perbuatan yang nyata.

Rabu, 13 Februari 2013: Hari Rabu Abu (U) (Puasa dan Pantang)
Yl 2:12-18; Mzm 51:3-4.5-6a.12-13.14.17; 2Kor 5:20 - 6:2; Mat 6:1-6.16-18
.
Segala sesuatu ada waktunya sendiri. Tuhan melaksanakan karya penebusan-Nya juga tepat pada waktunya. Tuhan membuka tangan-Nya untuk semua umat yang bertobat dan kembali ke pangkuan belas kasih-Nya. Rahmat kerahiman Tuhan selalu tercurah kepada orang yang menyesali kesalahan dan dosa-dosanya. Orang beriman hendaknya menggunakan saat istimewa ini.

Kamis, 14 Februari 2013: Hari Kamis sesudah Rabu Abu (U)
Ul 30:15-20; Mzm 1:1-2.3.4.6; Luk 9:22-25.

Menjadi murid Yesus harus menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Dia. Ini bukanlah soal mudah. Dalam masa Prapaskah ini secara khusus kita diajak untuk menghayatinya melalui pantang, puasa, dan sikap matiraga lainnya. Dengan sikap seperti itu, kita berjuang untuk memperoleh kemenangan Paskah. Dan itulah sesungguhnya HIDUP.

Jumat, 15 Februari 2013: Hari Jumat sesudah Rabu Abu (U) (Pantang)
Yes 58:1-9a; Mzm 51:3-4.5-6a.18-19; Mat 9:14-15.

Puasa yang sejati bukan saja soal menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari ketamakan yang hanya mementingkan diri. Artinya, marilah kita lihat di sekeliling kita, ada banyak orang yang menanti uluran tangan dari kita. Jangan tamak: ada banyak hal yang ada pada kita yang dapat kita bagikan kepada mereka. Maka, dalam masa APP ini dituntut juga suatu Aksi Nyata.

Sabtu, 16 Februari 2013: Hari Sabtu sesudah Rabu Abu (U)
Yes 58:9b-14; Mzm 86:1-2.3-4.5-6; Luk 5:27-32
.
Yesus mencontohkan sikap yang mau ’mendekati’ orang berdosa dan memanggil-Nya untuk membagi kelimpahan hidup. Dalam masa Prapaskah ini kita bukan saja diajak untuk menahan diri dan bermatiraga, tetapi kita juga diminta memberi perhatian pada orang-orang tersisih, lemah, tak berdaya, miskin, dan hina, supaya mereka juga dapat beroleh kelimpahan hidup.

Minggu, 17 Februari 2013: Hari Minggu Prapaskah I (U)
Ul 26:4-10; Mzm 91:1-2.10-11.12-13.14-15; Rm 10:8-13; Luk 4:1-13.

Selama kita hidup, selama itu pula godaan terus mengintai. Yesus sendiri digoda oleh iblis. Tiga godaan yang ditawarkan iblis kepada Yesus adalah simbol godaan yang selalu hadir dalam hidup kita yang langsung menyangkut tiga kebutuhan manusia yang paling hakiki, yaitu: kebutuhan jasmani, kebutuhan psikologis (dihargai, dipuji, dicintai), dan kebutuhan kuasa dan harta. Yesus mampu mengatasi ketiga godaan itu, karena Ia penuh dengan Roh Kudus. Maka, tak bisa tidak, untuk mampu mengatasi godaan-godaan iblis, kita harus terus-menerus menyadari kehadiran Roh dalam hidup kita, dan peka akan tuntunan-Nya.

Ketentuan Puasa dan Pantang 2013

KETENTUAN PUASA DAN PANTANG

1. KETENTUAN

Sesuai dengan Kitab Hukum Kanonik kanon 1249 bahwa semua umat beriman kristiani wajib menurut cara masing-masing melakukan tobat demi hukum ilahi; tetapi agar mereka semua bersatu dalam suatu pelaksanaan tobat bersama, ditentukan hari-hari tobat, di mana umat beriman kristiani secara khusus meluangkan waktu untuk berdoa, menjalankan karya kesalehan dan amal kasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dan terutama dengan berpuasa dan berpantang menurut norma kanon-kanon berikut :

Kanon 1250 – Hari dan waktu tobat dalam seluruh Gereja ialah setiap hari Jumat sepanjang tahun, dan juga masa prapaskah.

Kanon 1251 – Pantang makan daging atau makan lain menurut ketentuan Konferensi Para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, memperingati sengsara dan wafat Tuhan kita Yesus Kristus.

Kanon 1252 – Peraturan pantang mengikat mereka yang telah berumur genap empat belas tahun; sedangkan peraturan puasa mengikat semua yang berusia dewasa sampai awal tahun ke enampuluh; namun para gembala jiwa dan orang tua hendaknya berusaha agar juga mereka, yang karena usianya masih kurang tidak terikat wajib puasa dan pantang, dibina ke arah cita-rasa tobat yang sejati.

2. PETUNJUK

a. Masa Prapaskah tahun 2013 sebagai hari tobat berlangsung mulai hari Rabu Abu, tanggal 13 Februari 2013 sampai dengan Jumat Agung, tanggal 29 Maret 2013.

b. Pantang berarti tidak makan makanan tertentu yang menjadi kesukaannya dan juga tidak melakukan kebiasaan buruk, misalnya: marah, boros, dsb. Dan lebih mengutamakan dan memperbanyak perbuatan baik bagi sesama.

c. Puasa berarti makan kenyang tidak lebih dari satu kali dalam sehari

3. CARA MEWUJUDKAN PERTOBATAN

a. Doa

Selama masa Prapaskah hendaknya menjadi hari-hari istimewa untuk meningkatkan semangat berdoa, mendekatkan diri kepada Tuhan dengan tekun mendengarkan dan merenungkan sabda Tuhan serta melaksanakannya dengan setia.

b. Karya amal kasih

Pantang dan puasa selayaknya dilanjutkan dengan perbuatan amal kasih yakni membantu sesama yang menderita dan berkekurangan. Kami mengajak Anda sekalian untuk melakukan aksi nyata amal kasih baik pribadi maupun bersama-sama di lingkungan maupun wilayah.

c. Penyangkalan diri

Dengan berpantang dan berpuasa sesungguhnya kita meneladan Kristus yang rela menderita demi keselamatan kita. Kita mengatur kembali pola hidup dan tingkah laku sehari-hari agar semakin menyerupai Kristus.

4. HIMBAUAN

Selama masa Prapaskah, apabila akan melangsungkan perkawinan hendaknya memperhatikan masa tobat. Dalam keadaan terpaksa seyogyanya pesta dan keramaian ditunda.

Kobus: Bina Iman Anak







silahkan klik gambar untuk memperbesar

Minggu, 10 Februari 2013 Hari Minggu Biasa V

Minggu, 10 Februari 2013
Hari Minggu Biasa V

Hanya dengan kurnia iman, yang bekerja lewat cinta, dosa dapat dihapuskan --- St. Agustinus

Antifon Pembuka (Mzm 94:6-7)

Marilah bersujud dan menyembah, berlutut di hadapan Tuhan, Pencipta kita, sebab Dialah Allah kita.

Doa Pagi


Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, semua saja yang mengalami dekat dengan Dikau, menyatakan bahwa Engkau kudus dan bahwa alam semesta ini penuh dengan kemuliaan-Mu. Kami mohon, agar mereka yang Kaupanggil untuk berkarya demi nama-Mu, tetap percaya penuh akan sabda-Mu dan bangga karena menjadi murid-murid-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Engkau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang masa. Amin.


Bacaan dari Kitab Yesaya (6:1-2a.3-8)
 
"Inilah aku, utuslah aku!"

Dalam tahun wafatnya Raja Uzia, aku, Yesaya, melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap. Mereka berseru seorang kepada yang lain, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan oleh suara orang yang berseru itu, dan rumah itu pun penuhlah dengan asap. Lalu aku berkata, “Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, Tuhan semesta alam.” Tetapi seorang dari para Serafim itu terbang mendapatkan aku. Di tangannya ada bara api, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkan bara api itu pada mulutku serta berkata, “Lihat, bara ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.” Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata, “Siapakah yang akan Kuutus? Dan siapakah yang akan pergi atas nama-Ku?” Maka aku menjawab, “Inilah aku, utuslah aku!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, re = b, 4/4, PS 834
Ref. Nama Tuhan hendak kuwartakan di tengah umat kumuliakan.
Ayat. (Mzm 138:1-2a.2bc-3.4-5.7c-8)
1. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati. Di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu.
2. Aku hendak memuji nama-Mu karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
3. Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu; mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan Tuhan, sebab besarlah kemuliaan Tuhan.
4. Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu dan menyelamatkan daku. Tuhan akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 15:1-11 (Singkat: 15:3-8.11)
 
"Begitulah kami mengajar, dan begitu pulalah kamu mengimani."
 
Saudara-saudara aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang sudah kuwartakan kepadamu dan sudah kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu berpegang teguh padanya, sebagaimana kuwartakan kepadamu; kecuali kalau kamu sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah wafat karena dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Yesus telah dimakamkan! Dan pada hari yang ketiga telah dibangkitkan, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas, dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya sudah meninggal dunia. Selanjutnya Yesus menampakkan diri kepada Yakobus, lalu kepada semua rasul. Dan yang paling akhir Ia menampakkan diri juga kepadaku, seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, dan tak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi berkat kasih karunia Allah aku menjadi sebagaimana aku sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidaklah sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras daripada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. Sebab itu, entah aku, entah mereka, begitulah kami mengajar, dan begitu pulalah kamu mengimani.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = bes, PS 954
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 4:19)
Marilah, ikutlah Aku, sabda Tuhan, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (5:1-11)
 
"Mereka meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikuti Yesus."
  
Sekali peristiwa Yesus berdiri di pantai Danau Genesaret. Banyak orang mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Yesus melihat dua buah perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jala. Yesus naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahu itu sedikit jauh dari pantai. Lalu Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Yesus berkata kepada Simon, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab, “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras, dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi karena perintah-Mu, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah melakukannya, mereka menangkap ikan dalam jumlah besar, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-teman di perahu yang lain, supaya mereka datang membantu. Maka mereka itu datang, lalu mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Melihat hal itu, Simon Petrus tersungkur di depan Yesus dan berkata, “Tuhan, tinggalkanlah aku, karena aku ini orang berdosa.” Sebab Simon dan teman-temannya takjub karena banyaknya ikan yang mereka tangkap. Demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Yesus lalu berkata kepada Simon, “Jangan takut! Mulai sekarang engkau akan menjala manusia.” Sesudah menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus. 


Renungan

Saat Simon dan kawan-kawan sedang membersihkan jala, Yesus meminta Simon untuk menolakkan perahunya menjauh dari pantai. Dan yesus mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah mengajar, Yesus berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan" (Luk 5:4). Sebagai orang yang berpengalaman dalam hal menangkap ikan, kiranya tidak mudah untuk menerima usul itu. Simon pun memiliki perasaan seperti itu. Disertai rasa enggan dan kurang percaya ia menjawab Yesus, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (ayat. 5).

Perasaan enggan yang dimiliki Simon sangat logis. Bekerja keras pada saat yang tepat saja pulang tanpa hasil. Sekarang malah disuruh bekerja pada saat yang "kurang tepat". Akan tetapi, ia belajar taat kepada Yesus; dan betapa terkejutnya dia, saat jala ditebarkan dan diangkatnya penuh ikan-ikan besar. Bahkan jala mulai koyak dan teman di perahu lain diminta untuk menolongnya karena banyaknya hasil tangkapan.

Melihat kejadian tersebut Simon langsung tersungkur di hadapan Yesus. Dia melihat keilahian Yesus. Memang, tidak seorang pun layak di hadapan ALlah, dan tak seorang pun dapat bertahan di hadapan-Nya. Mengapa? Karena cahaya Allah menyilaukan mata manusia. Tak seorang pun kuat melihatnya, bahkan manusia akan mati terbakar saat memandang sinar-Nya. Itulah sebabnya Simon berkata, "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa" (ayat 8). Namun demikianlah, kasih Tuhan jauh lebih besar daripada dosa manusia. Kebenaran ini tampak dalam penegasan Yesus, "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia" (ayat 10).

Simon dan kawan-kawan dipanggil dan dijadikan sebagai penjala manusia. Apa maksudnya? Menjala manusia artinya membawa manusia kepada kehidupan, menghindarkan mereka dari maut. Karenanya tugas ini bukan tugas perorangan, melainkan tugas bersama, Gereja, umat Allah. Itulah sebabnya Gereja disebut Sakramen keselamatan.

Karena itu, kita jangan hanya berpikir mengenai tugas Gereja dengan ukuran-ukuran ritual saja, misalnya tugas menguduskan. Membaptis bukan hanya memasukkan orang ke dalam persekutuan Gereja, atau mengubah wajah kemanusiaan dari yang bisa dikungkung kuasa-kuasa jahat menjadi yang merdeka untuk mengenal Yang Baik dan Benar serta mengikuti Yesus. Demikian pula dengan tugas mewartakan Injil, bukan hanya dengan berkotbah. Melalui karya kesehatan, Gereja menyelamatkan dari kematian fisik; melalui karya pendidikan, Gereja menyelamatkan orang dari kematian pengetahuan. Singkat kata, Gereja sebagai umat Allah perlu terus-menerus menawarkan wujud Kerajaan Allah yang menjawab kebutuhan zaman, termasuk bagi mereka yang terpinggirkan dalam masyarakat.

Semoga kita sebagai orang yang telah menerima Sakramen Baptis dan Krisma bersedia menjadi penjala manusia seperti Simon dan kawan-kawan. Selain itu, siap diutus Allah seperti Yesaya, "Ini aku, utuslah aku!" (Yes 6:8)

Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. -- Yoh 12:46

RUAH

Sabtu, 09 Februari 2013 Hari Biasa Pekan V

Sabtu, 09 Februari 2013
Hari Biasa Pekan V

“Pembaruan Gereja juga dicapai melalui kesaksian yang diberikan oleh hidup umat beriman” (Paus Benediktus XVI)

Antifon Pembuka (Mzm 23:1.3b)

Tuhanlah Gembalaku, aku takkan berkekurangan. Ia menuntun aku di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.

Doa Pagi

Bapa yang penuh kasih, terimalah persembahan pujianku pagi ini. Mampukanlah aku untuk selalu bersyukur atas apa yang boleh aku terima dari pada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Inilah pesan terakhir dalam Surat Ibrani: Mengucap syukur, berbuat baik dan memberi bantuan dan hormat pada para pemimpin yang telah menjaga iman kita. Tindakan kita itu akan membantu para gembala untuk melayani dengan gembira.

Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (13:15-17.20-21)
 
"Semoga Allah damai sejahtera melengkapi kamu dengan segala yang baik."

Saudara-saudara, marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah. Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu. Berdoalah terus untuk kami; sebab kami yakin, bahwa hati nurani kami adalah baik, karena di dalam segala hal kami menginginkan suatu hidup yang baik. Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 3/2, 2/4, PS 849
Ref. Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ayat. (Mzm 23:1.3a.4b.5.6, Ul: lih. 1)
1. Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang, dan menyegarkan daku.
2. Ia menuntun aku di jalan yang lurus, demi nama-Nya yang kudus. Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku. Tongkat gembalaanmu, itulah yang menghibur aku.
3. Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan segala lawanku. Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh berlimpah.
4. Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku seumur hidupku. Aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 10:17)
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku. Alleluya.

Sebuah kisah yang menunjukkan bagaimana orang sungguh-sungguh membutuhkan pengajaran. Yesus pun sampai-sampai tidak sempat makan dan beristirahat. Sangat manusiawi, Ia pun mencoba mencari tempat sunyi.Namun, ketika mereka itu tetap memburu-Nya, Yesus tidak bisa menolak. Di hadapan orang-orang yang sungguh butuh, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (6:30-34)
 
"Mereka itu bagaikan domba-domba tak bergembala."

Pada waktu itu Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil. Setelah menunaikan tugas itu mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak!” Memang begitu banyaknya orang yang datang dan pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat, dan mereka mengetahui tujuannya. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu dan mereka malah mendahului Yesus. Ketika mendarat, Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Hari libur adalah hari pribadi; dan biasanya digunakan untuk beristirahat. Itulah yang direncanakan Tuhan Yesus untuk para murid-Nya. Di luar dugaan, banyak orang datang. Yesus membaca gerak hati orang-orang yang mencari dan merindukan-Nya. Hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. Yang patut kita renungkan adalah keputusan Yesus. Libur yang seharusnya menjadi ‘hari pribadi’ diubah menjadi ‘hari sosial’. Hanya hati yang terbuka untuk melayani, yang mampu melakukan itu. Bagaimana dengan hari libur kita?

Doa Malam

Tuhan Yesus, Sang Gembala sejati, terima kasih atas belas kasih-Mu yang tak terhingga lewat perhatian dan peneguhan serta segala yang kubutuhkan hingga saat ini. Bukalah hatiku untuk selalu berharap kepada-Mu. Engkau yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.


RUAH

Jumat, 08 Februari 2013 Hari Biasa Pekan IV

Jumat, 08 Februari 2013
Hari Biasa Pekan IV

Pada akhir kehidupan ini aku akan tampil di hadirat-Mu dengan tangan kosong ---- St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus

Antifon Pembuka (Mzm 27:1)

Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?

Doa Pagi

Tuhan Yesus, peliharalah hati dan budi kami, khususnya hidup dan panggilan kami, baik secara jasmani maupun rohani. Semoga dengan saling menghormati dan memelihara kami semakin dimurnikan dalam kesetiaan kepada-Mu. Engkaulah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Ada beberapa nasihat tambahan tetapi penting untuk hidup Kristen kita. Pertama, murah hati dalam memberi tumpangan/pertolongan. Tuhan itu hadir dalam diri orang-orang yang butuh! Kedua, hidup seksual yang sehat. Ketiga, jangan jadi hamba uang, cukupkan dengan apa yang ada. Dan keempat, ingat akan para pemimpin/pewarta sabda dan mencontoh iman mereka.

Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (13:1-8)
 
"Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya."

Saudara-saudara, peliharalah kasih persaudaraan! Jangan kamu enggan memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang – tanpa menyadarinya – telah menjamu malaikat-malaikat. Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri pun adalah orang-orang hukuman. Ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri masih hidup di dunia ini. Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan, dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. Janganlah kamu menjadi hamba uang, tetapi cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau, dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata, “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” Ingatlah akan pemimpin-pemimpinmu, yang telah menyampaikan sabda Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka, dan contohlah iman mereka. Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, hari ini, maupun selama-lamanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 865
Ref. Tuhan, Engkaulah penyelamatku.
Ayat. (Mzm 27:1.3.5.8b-9abc; R:1a)
1 .Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
2. Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takutlah hatiku; sekalipun pecah perang melawan aku, dalam hal ini pun aku tetap percaya.
3. Sebab di kala ada bahaya, Tuhan melindungi aku dalam pondok-Nya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.
4. Wajah-Mu kucari ya Tuhan, maka janganlah menyembunyikan wajah-Mu dari padaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka. Engkaulah pertolonganku, ya Allah penyelamatku, janganlah membuang aku.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 2/2, PS 957
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik dan tulus ikhlas, dan menghasilkan buah berkat ketabahannya.

Kebenaran dikalahkan oleh gengsi dan kekuasaan. Ketakutan kehilangan hormat membuat Herodes mengabaikan suara hatinya sendiri dan menuruti "konsensus", yakni apa yang diinginkan oleh orang lain. Sikap Herodes ini membawa korban, yaitu hidup Yohanes Pembaptis yang tak bersalah.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (6:14-29)
 
"Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, kini bangkit lagi."

Pada waktu itu Raja Herodes mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya memang sudah terkenal, dan orang mengatakan, “Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati, dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.” Yang lain mengatakan, “Dia itu Elia!” Yang lain lagi mengatakan, “Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.” Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata, “Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan kini bangkit lagi.” Memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegur Herodes, “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” Karena kata-kata itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci; jadi ia melindunginya. Tetapi setiap kali mendengar Yohanes, hati Herodes selalu terombang-ambing; namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes – pada hari ulang tahunnya – mengadakan perjamuan untuk para pembesar, para perwira dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu puteri Herodias tampil lalu menari dan ia menyukakan hati Herodes serta tamu-tamunya. Maka Raja berkata kepada gadis itu, “Mintalah dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!” Lalu Herodes bersumpah kepadanya, “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun itu setengah dari kerajaanku!” Anak itu pergi dan menanyakan ibunya, “Apa yang harus kuminta?” Jawab ibunya, “Kepala Yohanes Pembaptis!” Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta, “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis dalam sebuah talam!” Maka sangat sedihlah hati raja! Tetapi karena sumpahnya dan karena segan terhadap tamu-tamunya, ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu dalam sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu, dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kubur.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Berita kehadiran Yesus membuat Herodes gamang, karena keputusan yang salah di masa lalu, yakni memenggal kepala Yohanes Pembaptis. Keputusan yang salah tersebut diambil Herodes, akibat ketidakmampuannya mengendalikan diri untuk berjanji. Sikap Herodes seharusnya menjadi cermin bagi kita bahwa mengobral janji dalam kondisi hati terlalu senang atau sangat gembira itu sungguh bahaya, karena justru pada saat itulah kondisi hati kita sedang tidak stabil. Apakah kita pernah membuat kesalahan fatal yang sama? Itu tak ubahnya, dengan Herodes.

Doa Malam

Tuhan, Raja Herodes telah jatuh akibat tindakannya yang kurang setia dalam hidup perkawinan. Berkenanlah memberiku kesadaran akan tanggung jawab atas hidup yang kupilih dan kujalani saat ini. Terima kasih, ya Tuhan, dan sertailah istirahat kami malam ini.


RUAH

Pertemuan II APP Keuskupan Agung Semarang: Tekun dan Setia dalam Pekerjaan

Pertemuan II
 
TEKUN DAN SETIA DALAM PEKERJAAN
 
Intisari Pertemuan
 
Siapa pun dipercaya melakukan setiap pekerjaan. Ada yang bekerja di kantor, ada yang menjadi buruh, pedagang, dsb. Ada juga ibu rumah tangga yang tekun menjalani pekerjaan rutin harian di rumah, menyapu, memasak, bersih-bersih rumah, mencuci. Tidak bisa kita menyebutkan satu per satu karena memang begitu banyak pekerjaan yang dapat dilakukan. Setiap pekerjaan jika kita jalani dan kita laksanakan dengan tekun dan setia pasti akan berbuah banyak. Maka dari itu siapa pun yang dipercaya menyelesaikan setiap pekerjaan sudah sepantasnya menjalaninya dengan tekun dan setia.
 
Tujuan
 
  1. Umat diajak menyadari bahwa kita dipercaya menyelesaikan pekerjaan, entah pekerjaan itu besar entah kecil.
  2. Kita diajak menyelesaikan pekerjaan kita dengan gembira hati, setia, tekun dan teliti serta sabar.
  3. Bisa merasakan setiap pekerjaan merupakan persembahan yang berharga untuk Tuhan.
 
JALANNYA PERTEMUAN
 
PEMBUKAAN
 
Nyanyian Pembuka
 
Tanda Salib dan Salam
 
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U : Amin
P : Terpujilah nama Tuhan
U : Kini dan selamanya.
 
Pengantar-tobat
 
Doa Pembuka
 
P : Ya Allah yang mahamurah, kami bersyukur kepadaMu karena Engkau telah memberi kesempatan kepada kami untuk mempersembahkan kemampuan kami lewat pekerjaan kami. Semoga karena bantuan rahmat-Mu kami sanggup melaksanakan pekerjaan kami dengan sungguh-sungguh, tekun dan setia. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
 
U : Amin
 
Teks: Mat 25:14-30 (salah seorang membacakan)
 
Pokok-pokok permenungan
 
  1. Setiap orang diserahi tanggung jawab
  2. Sikap, semangat dan tanggapan kita atas pekerjaan-pekerjaan beraneka ragam. Ada yang semangat dan rajin, tekun dan teliti. Namun ada juga yang seringkali malas dan ogah-ogahan.
  3. Setiap keputusan yang kita ambil pasti ada risikonya. Yang menerima lima talenta berani berisiko. Meski berisiko tetap bekerja. Yang menerima satu talenta tidak berani berisiko namun justru malah menyalahkan orang lain.
  4. Dalam kehidupan kita, sering kita mudah menyalahkan orang lain namun ketika kita sendiri diserahi tanggung jawab, justru kita menghindar.
 
Bahan renungan
 
  1. Dari kutipan bacaan Injil tadi, bagian (ayat mana) yang menarik perhatian Anda?
  2. Mengapa bagian itu yang menarik bagi Anda?
  3. Jika kita diserahi tanggung jawab apapun, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita mau menerimanya dengan gembira hati dan melaksanakannya dengan gembira pula?
  4. Jika kita sudah bersedia menerima tanggung jawab, bagaimana kita akan menjalani tanggung jawab tersebut?
 
Peneguhan permenungan dengan belajar dari BEATO FRANCISCO GARATE
 
Bruder Francisco Garate sangat terkenal karena pribadinya yang ramah. Siapa saja yang lewat pintu gerbang Universitas Deusto di Bilbao Spanyol, antara tahun 1888-1929, pasti mengenal beliau. Sebagai penjaga pintu, Bruder Francisco Garate selalu siap sedia melaksanakan tugasnya, melayani siapa saja baik yang kaya maupun miskin, baik orang-orang terhormat, berkedudukan maupun rakyat biasa. Bruder Francisco melakukan tugasnya yang sederhana itu dengan tekun, setia dan menyelesaikannya dengan baik. Bruder Francisco dipanggil Tuhan pada usia 72 tahun. Sebagian besar hidupnya, 41 tahun beliau abdikan untuk menjaga pintu gerbang universitas. Sungguh suatu teladan kesetiaan yang patut kita contoh. Pada tahun 1985 Paus Yohanes Paulus II menganugerahkan gelar beato kepada beliau. Dalam diri Bruder Francisco pekerjaan yang kelihatannya remeh bahkan sering dipandang sebelah mata oleh banyak orang, ternyata menjadi suatu pekerjaan yang sangat mulia dan berharga. Bruder Francisco dapat menghayati kesucian hidupnya melalui karya yang sangat sederhana, dalam kehidupan harian yang rutin dan biasa-biasa saja. Yang sangat mengagumkan dari Bruder Francisco adalah keramahan dan kesederhanaan hidupnya. Beliau sangat peduli kepada orang-orang miskin. Setiap hari beliau melayani antara 40-50 orang miskin yang datang dan dengan gembira hati Bruder Francisco melayani mereka.
Bruder Francisco terkenal kaena keramahan dan kesabarannya. Dan suatu ketika, salah seorang tamunya, Pietro Boetto, yang kemudian menjadi Uskup Agung Genoa, bertanya kepadanya, “Bagaimana Bruder berhasil mengurusi begitu banyak hal dan pada saat yang sama tetap tenang tidak kehilangan kesabaran?”
Bruder Francisco menjawab, “Saya melakukan pekerjaan saya yang remeh ini sebaik-baiknya. Sisanya dilakukan oleh Tuhan yang mahakuasa. Segalanya ringan dan mudah berkat bantuanNya, karena kita mengabdi Tuan yang baik.”
 
Doa Umat (spontan)
 
Bapa Kami
 
Doa Penutup
 
P : Ya Allah, Engkau telah memberi kesempatan kepada kami untuk mempersembahkan segala kemampuan kami. Bantulah kami agar senantiasa mampu melaksanakan tugas-tugas dan pekerjaan kami dengan penuh kegembiraan hati. Semoga kami tetap tekun, sabar dan telaten dalam tugas-tugas kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
 
U : Amin
 
PENUTUP
 
Pengumuman (dapat diadakan kolekte dan sesudah dirasa cukup selanjutnya mempersiapkan hati untuk memohon berkat Tuhan)
 
Berkat
 
P : Tuhan beserta kita
U : Sekarang dan selama-lamanya
P : Semoga Allah Yang Mahakuasa memberkati kita Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus (masing-masing membuat tanda salib)

Kamis, 07 Februari 2013 Hari Biasa Pekan IV

Kamis, 07 Februari 2013
Hari Biasa Pekan IV

“Orang yang dibaptis menjalankan perutusannya di dalam Gereja, persekutuan semua orang yang dibaptis” (Katekismus Gereja Katolik, 2030)

Antifon Pembuka (Mzm 48:2-3a)

Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita. Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang tinggi, menjadi kebanggaan seluruh bumi.

Doa Pagi

Allah yang Mahabaik, kami datang menghadap hadirat-Mu pagi ini untuk memohon berkat dalam perjalanan hidup kami hari ini. Semoga apa pun yang kami lakukan dapat menjadi persembahan dan pujian yang berkenan kepada-Mu. Nama-Mu kami puji, kini dan selamanya. Amin.

Apa yang dilukiskan di sini adalah rahmat yang diterima oleh orang-orang yang memasuki “Perjanjian Baru”. Pengalaman Sinai (Perjanjian Lama) adalah pengalaman akan Allah yang dahsyat tetapi mencekam. Pengalaman akan Allah yang diri Yesus, sebaliknya adalah pengalaman sukacita, keintiman, pengalaman akan kasih Allah yang memberikan diri.

Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (12:18-19.21-24)
 
"Kalian telah datang ke bukit Sion dan kota Allah yang hidup."
  
Saudara-saudara, kalian tidak datang ke gunung yang dapat disentuh, dan tidak menghadapi api yang menyala-nyala. Kalian tidak mengalami kekelaman, kegelapan atau angin badai; kalian tidak mendengar bunyi sangkakala dan suara dahsyat yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya suara itu jangan lagi berbicara kepada mereka. Sungguh, mereka tidak tahan mendengar sabda itu, sehingga Musa berkata, “Aku sangat ketakutan dan sangat gemetar.” Sebaliknya kamu sudah datang ke bukit Sion, dan ke kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi. Kalian telah datang kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di surga; kalian telah sampai di hadapan Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna. Dan kalian telah datang kepada Yesus, Pengantara Perjanjian Baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat daripada darah Habel.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Dalam bait-Mu, ya Allah, kami mengenangkan kasih-Mu.
Ayat. (Mzm 48:2-3ab.3cd-4.9.10-11)
1. Agunglah Tuhan dan sangat terpuji di kota Allah kita! Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi.
2. Gunung Sion, pusat kawasan utara, itulah kota Raja Agung. Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri sebagai benteng.
3. Apa yang kita dengar, sungguh kita lihat, di kota Tuhan semesta alam, di kota Allah kita; Allah menegakkannya untuk selama-lamanya.
4. Dalam bait-Mu, ya Allah, kami renungkan kasih setia-Mu. Nama-Mu, ya Allah, sampai ke ujung bumi; demikian pulalah kemasyhuran-Mu; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Kerajaan Allah sudah dekat. Percayalah kepada Injil. Alleluya

Nampak sesuatu yang aneh, ketika hendak mengutus para murid-Nya, bukannya memberi bekal, Yesus malah melarang mereka untuk membawa apa-apa dalam perjalanan. Praktis mereka berangkat dengan tangan kosong, hanya tongkat, alas kaki dan sepotong baju! Maksudnya, agar mereka sendiri belajar beriman pada penyelenggaraan ilahi, dan dengan begitu bisa memberi kesaksian iman yang sebenarnya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (6:7-13)
 
"Yesus mengutus murid-murid-Nya."
 
Sekali peristiwa, Yesus memanggil kedua belas murid dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, kecuali tongkat; roti pun tidak boleh dibawa, demikian pula bekal dan uang dalam ikat pinggang; mereka boleh memakai alas kaki tetapi tidak boleh memakai dua baju. Kata Yesus selanjutnya kepada murid-murid itu, “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu, dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang ada di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.” Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat. Mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak, dan menyembuhkan mereka.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Semua mukjizat yang dilakukan para murid adalah pintu masuk untuk pertobatan. Memang, isi pewartaan yang dibawa para murid adalah keharusan untuk bertobat. Pola hidup Kristiani sejati adalah pertobatan. Apakah kita menjadikan pertobatan sebagai pola hidup kita atau sekadar rutinitas tahunan di kamar pengakuan, untuk menyiapkan Paskah atau Natal?

Doa Bagi Para Imam dan Biarawan/i
didoakan pukul 20.00 waktu setempat 
 
+

Ya Bapa, menjelang saat terakhir hidup-Nya,
Putra-Mu berdoa bagi para murid-Nya supaya mereka tidak terjebak dan terseret dalam arus dunia ini....

Ya Tuhan Yesus Kristus,

kuduskanlah para imam, biarawan-biarawati serta anggota hidup bakti lainnya.

Mereka telah Kau panggil dan Kau pilih untuk mengabdi-Mu dengan melayani sesama dimana pun mereka berada.

Berilah mereka kekuatan-Mu sehingga di mana pun mereka berada senantiasa menghadirkan cinta-Mu.

Sehingga setiap orang yang berjumpa dengan mereka dapat merasakan perjumpaan dengan-Mu sendiri.

Semoga melalui kehadiran mereka di tengah dunia ini, mereka membawa kegembiraan, pelepasan dari segala tekanan hidup dan membawa janji keselamatan yang Engkau tawarkan.

Ya Roh Kudus,
terangilah budi dan hati mereka serta bawalah mereka masuk ke dalam keheningan batin dan kehidupan doa.
Semoga mereka senantiasa mengerti dan dimampukan untuk menjalankan kehendak-Mu di tengah dunia ini.
Sehingga berkat karunia Roh-Mu mereka senantiasa memberi kesaksian misteri AllahTritunggal Misteri Cinta Kasih.

Bunda Maria,
dampingilah mereka sebagaimana engkau juga mendampingi Puteramu Yesus sampai di kayu salib.

Yesus yang Baik, Sang Guru dan Imam Agung kami,
doakanlah mereka sebagaimana Engkau berdoa dan berkumpul bersama para rasul menjelang Pentakosta.

Ya Hati Kudus Imam Agung Yesus Kristus,
kasihanilah mereka.

Ya Hati Tersuci Maria Ratu Para Imam,
doakanlah mereka.

Ya Santo Yohanes Maria Vianney,
doakanlah mereka.

Amin

Doa Malam

Tuhan Yesus, terima kasih atas penyertaan-Mu dalam hidupku hari ini. Karya-Mu sungguh mengagumkan dalam diriku, dan meskipun aku lemah namun Engkau menguatkan aku. Sudilah Engkau menerima syukurku, sebab Engkaulah Tuhan dan Allah kami. Amin.


RUAH

Rabu, 06 Februari 2013 Peringatan Wajib St. Paulus Miki, dkk, Martir

Rabu, 06 Februari 2013
Peringatan Wajib St. Paulus Miki, dkk, Martir

Tidak ada jalan lain untuk mencapai kesempurnaan di luar jalan orang Kristiani ---- St Paulus Miki

Antifon Pembuka

Para kudus bergembira di surga, sebab mengikuti jejak Kristus. Mereka menumpahkan darahnya demi Dia, sehingga kini bersukaria selamanya.

Doa Pagi

Allah Bapa yang Mahabaik, sesungguhnya Engkau senantiasa hadir dalam berbagai peristiwa hidupku. Namun, aku kurang menyadarinya. Bukalah hatiku dengan kuasa Roh Kudus-Mu agar aku semakin mengerti akan kehendak-Mu dan memperoleh damai-Mu seperti dialami oleh St. Paulus Miki, dkk. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Derita biasanya membuat orang segera berpikir buruk. Tetapi kata penulis surat ini, "Hai anakku, janganlah meremehkan didikan Tuhan." Mungkin kita belum memahami, tetapi Tuhan jauh lebih bijak dari yang kita pikirkan. Maka, bagi orang yang mencintai Tuhan, pencobaan dan derita bisa menjadi jalan untuk latihan dan pendidikan rohani.

Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (12:4-7.11-15)
 
"Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya."
 
Saudara-saudara, dalam pergumulanmu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah. Janganlah kamu lupa akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak; "Hai anakku, janganlah meremehkan didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan oleh-Nya, karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." Jika kamu menerima hajaran, maka di situ Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah ada anak yang tidak dihajar oleh ayahnya! Memang tiap-tiap hajaran, pada waktu diberikan, tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Namun kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang dilatih olehnya. Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah. Dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh. Berusahalah hidup damai dengan semua orang, dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Kekal abadilah kasih setia Tuhan atas orang yang takwa.
Ayat. Mzm 103:1-2.13-14.17-18)
1. Pujilah Tuhan, hai hatiku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!
2. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takwa. Sebab Dia sendiri tahu dari apa kita dibuat, Dia sadar bahwa kita ini debu.
3. Tetapi kekal abadilah kasih setia Tuhan atas orang-orang yang takwa kepada-Nya, sebagaimana kekal abadilah kebaikan-Nya asal saja mereka tetap berpegang pada perjanjian-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku. Alleluya.

Sebagaimana kebanyakan nabi, Yesus juga mengalami nasib ditolak. Penolakan itu datang justru dari orang-orang sekampung-Nya sendiri. Mereka melihat hal-hal yang luar biasa dalam diri Yesus: kemampuan-Nya untuk mengajar, kuasa-Nya untuk membuat mukjizat dan lain-lain. Namun, mereka tidak bisa mengerti bagaimana itu mungkin, karena Yesus hanyalah tukang kayu, anak Maria.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (6:1-6)
 
"Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri."
    
Pada suatu ketika, Yesus tiba kembali di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Yesus mengajar di rumah ibadat, dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia. Mereka berkata, "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mukjizat-mukjizat yang demikian, bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria? Bukankah Ia saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka, "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Maka Yesus tidak mengadakan satu mukjizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Yesus sedang merumuskan perlakuan masyarakat kepada para nabi, "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Perlakuan seperti itu pulalah yang sedang menimpa diri-Nya hari ini. Perlakuan yang keliru tersebut dinyatalan untuk memberikan teguran kepada mereka. Sikap-sikap stagnan orang-orang sekampung-Nya bertentangan dengan tanda-tanda zaman, yang selalu menawarkan rahmat yang baru. Bagaimana selama ini, kita memperlakukan para pewarta sabda?

Doa Malam

Yesus Tuhanku, Engkau tidak menyerah sekalipun ditolak oleh orang-orang yang mengenal-Mu. Ajarlah aku agar tidak mudah patah semangat ketika menghadapi kesulitan dan tantangan hidup ini. Berkatilah juga istirahatku sepanjang malam ini. Amin.

RUAH

Selasa, 05 Februari 2013 Peringatan Wajib St. Agata, Perawan dan Martir

Selasa, 05 Februari 2013
Peringatan Wajib St. Agata, Perawan dan Martir

“Agata, yang memperoleh nama baiknya karena perbuatannya yang luhur dan dalam nama itu pula membuktikan bahwa nyata luhur perbuatannya” (St. Metodius dari Sisilia)

Antifon Pembuka

Inilah perawan yang budiman, yang keluar menyongsong Kristus dengan pelita yang bernyala.

Doa Pagi

Tuhan, dalam menjalani hidup ini kami menghadapi berbagai tawaran dunia yang menggiurkan. Berilah kami hati yang bijaksana dalam menghadapi godaan-godaan sehingga akhirnya kami menjadi pemenang seperti dialami oleh St. Agata, karena iman akan Engkau, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.

Setelah mengisahkan pahlawan-pahlawan iman di masa lampau, penulis sekarang mengajak para pembacanya untuk mengarahkan pandangan pada Yesus sendiri. Walaupun salib itu hina, Yesus memikulnya dengan tekun. Sebagai ganti ketekunan-Nya, Yesus kini duduk di sisi kanan Allah Bapa. Karena itu, surat ini juga memberi pesan: jangan menjadi lemah dan putus asa.

Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (12:1-4)
 
"Marilah kita berlari dengan tabah hati dalam perlombaan yang diwajibkan kepada kita."
 
Saudara-saudara, kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita. Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus. Dialah yang memimpin kita dalam iman, dan Dialah yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan! Dengan mengabaikan kehinaan, Ia tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Yesus, yang tabah menanggung bantahan terhadap diri-Nya, bantahan yang datang dari pihak orang-orang berdosa. Janganlah kamu menjadi lemah dan putus asa, sebab dalam pergumulanmu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Orang yang mencari Engkau, ya Tuhan, akan memuji-muji Engkau.
Ayat. (Mzm 21:2b-27;8.30.31-32)
1. Nazarku akan kubayar di depan orang-orang yang takwa. Orang miskin akan makan sampai kenyang, orang yang mencari Tuhan akan memuji-muji Dia; biarlah hati mereka hidup untuk selamanya!
2. Segala ujung bumi akan menjadi sadar, lalu berbalik kepada Tuhan; segala rumpun bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya. Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah: Semua orang sombong di bumi, di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang telah kembali ke pangkuan pertiwi.
3. Dan aku akan hidup bagi Tuhan, anak cucuku akan beribadah kepada-Nya. Mereka akan menceritakan hal ikhwal Tuhan kepada angkatan yang akan datang, dan menuturkan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti. Semua itu telah dikerjakan oleh Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Yesus memikul kelemahan kita, dan menanggung penyakit kita.

Dua situasi tragis: gadis kecil mati secara premature, dan seorang perempuan dewasa yang hidup tetapi penuh penderitaan! Dua kisah tentang iman, iman Yairus yang meminta Yesus datang ke rumahnya, dan iman si perempuan sakit yang percaya bahwa Yesus itu penuh kuasa. Dua kisah mukjizat ini memberi kesaksian akan kuasa yang ada dalam diri Yesus untuk mengembalikan kehidupan dan memberi kehidupan dalam kepenuhannya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (5:21-43)
 
"Hai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!

Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu, datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia. Ketika itu Yesus masih berada di tepi danau. Maka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kaki-Nya. Dengan sangat ia memohon kepada-Nya, “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati. Datanglah kiranya, dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.” Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sampai habislah semua yang ada padanya; namun sama sekali tidak ada faeahnya, malah sebaliknya: keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus. Maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Sungguh, seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa badannya sudah sembuh dari penyakit itu. Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya. Maka Ia berpaling di tengah orang banyak itu dan bertanya, “Siapa yang menjamah jubah-Ku?” Murid-murid-Nya menjawab, “Engkau melihat sendiri bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu! Bagaimana mungkin Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?” Lalu Yesus memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Maka perempuan tadi menjadi takut dan gemetar sejak ia mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya. Maka ia tampil dan tersungkur di depan Yesus. Dengan tulus ia memberitahukan segala sesuatu kepada Yesus. Maka kata Yesus kepada perempuan itu, “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata, “Anakmu sudah mati! Apa perlunya lagi engkau menyusahkan Guru?” Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat, “Jangan takut, percaya saja!” Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus, dan Yohanes, saudara Yakobus. Dan tibalah mereka di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana Yesus melihat orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. Sesudah masuk, Yesus berkata kepada orang-orang itu, “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!” Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka Yesus menyuruh semua orang itu keluar. Lalu Ia membawa ayah dan ibu anak itu, dan mereka yang bersama-sama dengan Yesus masuk ke dalam kamar anak itu. Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, katanya, “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!” Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. Dengan sangat Yesus berpesan kepada mereka, supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu. Lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Pembangkitan putri Yairus membuat mata hati kita terbuka, bahwa daya iman dapat melebihi keyakinan kita. Intinya, kita mau meminta sesuatu, juga saat hanya memiliki iman sebesar biji sesawi. Lalu, membiarkan Allah bertindak seturut kehendak-Nya. Beranikah kita menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada Allah (1Ptr 5:7)?

Doa Malam

Ya Yesus, berkat iman Engkau membangkitkan anak Yairus yang telah mati dan menyembuhkan wanita yang sakit pendarahan. Sembuhkanlah aku pula dari penderitaan hidup ini agar imanku semakin bertumbuh dan berbuah dalam keselamatan seperti yang Engkau janjikan. Amin.


RUAH

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy