Selasa, 30 April 2013 Hari Biasa Pekan V Paskah

Selasa, 30 April 2013
Hari Biasa Pekan V Paskah

Engkau bagaikan misteri yang dalam sedalam lautan; semakin aku mencari, semakin aku menemukan, dan semakin aku menemukan, semakin aku mencari Engkau --- St. Katarina dari Siena

Antifon Pembuka (lih. Why 19:5;12:10)

Pujilah Allah kita, kamu sekalian, yang hina dan yang mulia, dan yang takut kepada-Nya, karena telah tiba keselamatan, kekuasaan dan Kerajaan Kristus. Alleluya.

Doa Pagi

Allah sumber kekuatan abadi, kuatkanlah imanku seperti St. Paulus dan Barnabas. Semoga dalam segala kelemahan dan keterbatasanku, nyatalah kuasa-Mu dalam hidupku. Terpujilah Engkau, ya Allah, kini dan sepanjang masa. Amin.

Paulus dan Barnabas menyelesaikan perjalanan missioner mereka. Keduanya telah membawa banyak orang untuk mengenal Kristus. Mereka juga tidak luput dari adanya perlawanan. Tetapi mereka bergembira boleh mengalami penderitaan. Dengan penuh keyakinan, mereka berkata bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah, orang harus banyak mengalami penderitaan.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (14:19-28)
 
"Mereka menceritakan kepada jemaat, segala sesuatu yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka."

Waktu Paulus dan Barnabas di kota Listra datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium, dan mereka membujuk orang banyak supaya memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu, dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati. Akan tetapi ketika murid-murid berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe. Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota Derbe dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid, dan menasihati mereka supaya bertekun di dalam iman. Mereka pun mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat setempat, dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. Paulus dan Barnabas menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia. Di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan yang kini telah mereka selesaikan. Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Orang-orang yang Kaukasihi, ya Tuhan, mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu.
Ayat. (Mzm 145:10-11.12-13ab.21; R:11a)
1. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
2. Mereka memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi. Pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.
3. Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.

Yesus berbicara tentang damai hanya beberapa jam sebelum penderitaan dan wafat-Nya. Kemenangan-Nya atas kematian berarti bahwa damai itu mungkin. Dan damai itu terjadi tatkala seorang murid mau menanggung salib dan mengorbankan diri seperti halnya terjadi pada diri Yesus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (14:27-31a)
 
"Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu."
 
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu! Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku. Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya apabila hal itu terjadi, kamu percaya. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang, namun ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku. Tetapi dunia harus tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa, dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan

Sebagaimana dihayati Yesus sendiri selama hidup-Nya, sumber kedamaian dan sukacita adalah menuruti perintah Allah Bapa. Orang yang hidup ‘semau gue’ atau demi memuaskan keinginannya sendiri, akan menjadi kecewa, karena tidak akan ada habisnya keinginan tersebut. Namun perintah Allah justru terbatas pada hal-hal yang baik, yang menuntun kita untuk keselamatan. Perintah Allah itu terbatas, justru keinginan kita akan kepuasan yang tidak terbatas. Hal ini sungguh patut kita renungkan.

Doa Malam

Allah Bapa yang Mahakuasa, aku bersyukur kepada-Mu atas penyelenggaraan-Mu dalam hidupku sepanjang hari ini dan terlebih sepanjang bulan April ini. Sungguh indah campur tangan-Mu dalam lika-liku hidupku hari lepas hari. Dalam semuanya itu, Engkau tidak pernah melepaskan tanganku karena Engkau tahu bahwa terpisah dari pada-Mu, aku tidak dapat berbuat apa-apa. Ya Bapa, sudilah tinggal bersamaku dalam istirahat malam ini dan bangunkanlah aku di hari dan bulan yang baru, besok, dengan semangat yang baru pula. Bunda Maria, antarlah aku untuk memasuki bulan Mei, bulan Maria, bulan yang dipersembahkan untuk menghormatimu, ya Ibu Maria Yang Tak Bernoda, Ibu segala bangsa. Amin.


RUAH