Minggu, 05 Mei 2013 Hari Minggu Paskah VI (C)

Minggu, 05 Mei 2013
Hari Minggu Paskah VI
   
DAMAI SEJAHTERA
    
Jemaat hari Minggu merupakan tempat kesatuan yang teristimewa, yaitu: perayaan "sacramentum unitatis" (sakramen kesatuan), yang menandai secara mendalam Gereja yang dihimpun oleh dan dalam kesatuan Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Mengingat makna hari Minggu yang begitu luhur dalam hidup Gereja yang satu, maka TIDAK DIANJURKAN mengadakan misa untuk kelompok-kelompok kecil pada hari Minggu, agar hidup dan kesatuan jemaat Gereja dijamin dan dimajukan sepenuhnya. --- Dies Domini, 36


Antifon Pembuka (Yes 48:20)

Wartakanlah Kabar sukacita, agar didengar. Wartakanlah sampai ke ujung bumi: Tuhan telah membebaskan umat-Nya. Allelluya.

Doa Pagi

Allah Bapa kami yang maha pengasih, pandanglah umat-Mu yang berhimpun dalam nama Yesus. Kami mohon agar Roh Kudus, Roh cinta kasih-Mu, mengajar kami dan mengingatkan kami akan semua ajaran cinta kasih Yesus. Maka kami akan menjalankan perintah-perintah-Mu dan satu sama lain mewujudkan cinta kasih, kedamaian dan kegembiraan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (15:1-2.22-29)
 
"Adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban daripada yang perlu."
 
Sekali peristiwa beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ, “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat-istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.” Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu. Pada akhir sidang di Yerusalem rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas. Yang terpilih yaitu Yudas yang disebut Barsabas, dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu. Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya, “Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, serta dari saudara-saudaramu, kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain. Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tidak mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka. Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya demi nama Tuhan kita Yesus Kristus. Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu. Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban daripada yang perlu, yakni: Kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 4/4, PS 822
Ref. Pujilah Allah alleluya, alleluya.
Ayat. (Mzm 67:2-3.5.6.8)

1. Kiranya Allah mengasihani dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
2. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.
3. Kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu,. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya.

Bacaan dari Kitab Wahyu (21:10-14.22-23)
 
"Ia menunjukkan kepadaku kota kudus yang turun dari surga."
 
Di dalam roh, aku, Yohanes, dibawa oleh seorang malaikat ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi. Di sana ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus, yakni Yerusalem, turun dari surga, dari Allah. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah, dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. Temboknya besar lagi tinggi, pintu gerbangnya dua belas buah. Di atas pintu gerbang itu ada dua belas malaikat, dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel. Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang, di sebelah utara tiga pintu gerbang, di sebelah selatan tiga pintu gerbang, dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. Tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar, dan di atasnya tertulis nama kedua belas rasul Anak Domba. Di dalam kota itu tidak kulihat Bait Suci, sebab Allah, Tuhan yang Mahaesa sendirilah bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. Kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk meneranginya, sebab kemuliaan Allahlah yang meneranginya, dan Anak Domba itulah lampunya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = f, gregorian, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 14:23)
Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (14:23-29)
 
"Roh Kudus akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya, dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu! Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku. Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya apabila hal itu terjadi, kamu percaya.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
 
Renungan

Ada sebuah cerita lama dari India tentang tikus yang ketakutan ketika melihat seekor kucing. Itu sebabnya tikus tersebut pergi kepada tukang sihir untuk menyulapnya menjadi kucing. Setelah tikus tersebut jadi kucing, kembali lagi ia dicekam rasa takut karena melihat anjing. Maka, segera saja ia kembali ke tukang sihir dan minta mengubahnya menjadi anjing. Setelah jadi anjing, lagi-lagi ia takut ketika bertemu macan dan minta kepada tukang sihir untuk mengubahnya menjadi macan. Tetapi, ketika ia datang lagi dengan keluhan bahwa ia bertemu dengan pemburu, si tukang sihir menolak membantu lagi, "Akan saya ubah kamu jadi tikus lagi, sebab, sekalipun badanmu macan, nyalimu masih tetap nyali tikus."

Para murid setelah berkumpul di suatu tempat, mereka ketakutan. Inilah berita yang kita tangkap setelah Sang Guru mengalami nasib 'tragis'. Manusia takut pada manusia. Rupanya sudah biasa orang takut pada orang. Misalnya, anak takut pada orang tua. Pembantu takut pada majikan. SSTI= Suami-suami takut istri. Para murid Yesus tadi takut pada orang-orang Yahudi. Mereka berpikir, jangan-jangan pengalaman Sang Guru, Yesus, menimpa mereka juga. Hidup seperti itu jelas tidak nyaman dan menjadi beban berat. Oleh karena itu:

Pertama, Yesus menjanjikan Roh Penghibur. Yesus tahu benar saat orang mengalami krisis yang dibutuhkan adalah peneguhan dan penghiburan. Para murid dan kita perlu diingatkan akan peranan Roh Kudus. Dialah yang menjadi peneguh dan penghibur sejati.

Ketika kita percaya kepada Yesus, kita diubah menjadi manusia baru dalam Roh Kudus. Sayang, kita seperti cerita klasik tersebut di atas. Kita mengaku sudah menjadi manusia baru, tapi "nyali" kita masih tetap seperti dulu (manusia lama). Kita belum berubah. Mental Yesus terkadang belum ada dalam diri kita. Aneh! Daripada mengizinkan Kristus menguasai kehidupan kita, kita lebih mengizinkan ketakutan yang menguasai kita. Bukan iman, tapi rasa kuatir. Bukan keberanian, tetapi rasa cemas. Tak heran sukacita kita padam. Tak ada senyum. Tak ada keceriaan. Sebaliknya, kegelisahan dan ketakutanlah yang terpancar dari hidup kita. Seandainya kita memiliki nyali Kristus dalam Roh Kudus, tentu kita bisa bersukacita dalam segala keadaan.

Kedua, Yesus memberikan damai sejahtera-Nya kepada para murid. Kita tahu, Yesus setelah bangkit tidak memberikan harta, uang atau yang lain tapi damai sejahtera. Yesus menyampaikan berita pendamaian dari Allah. Allah telah berdamai dengan manusia. Dosa-dosa manusia telah diampuni. Tidak ada alasan bagi kita untuk takut pada orang atau hukuman dosa. Damai yang demikian memang tidak pernah dapat diberikan oleh dunia ini. Damai yang diberikan dunia ini terkadang palsu dan menipu tetapi damai yang dibawa oleh Yesus adalah damai sejati. Inilah damai dari Allah. Damai itu kuat dan akan menang pada diri kita.

Ketiga, Yesus mengajak para murid agar percaya. Allah dalam diri Yesus memberikan yang paling berharga dan dunia ini tidak mampu memberikan pada para murid yakni Roh Kudus. Tugas kita sekarang adalah percaya. Jika Anda percaya, maka Anda akan lepas dari bahaya.

Akhirnya, Anda jangan hidup dalam ketakutan lagi. Tidak ada alasan untuk hidup dalam ketakutan. Hiduplah dalam damai sejahtera. Pelihara dan percayalah Yesus yang bangkit yang telah menyelesaikan masalah ketakutan kita.

RUAH / Andreas Yudhi Wiyadi, O.Carm

Sabtu, 04 Mei 2013 Hari Biasa Pekan V Paskah

Sabtu, 04 Mei 2013
Hari Biasa Pekan V Paskah

Karena itu Hari Raya Paskah bukan saja salah satu pesta di antara yang lain, mclainkan "pesta segala pesta", "perayaan segala perayaan", sebagaimana Ekaristi adalah Sakramen segala Sakramen (Sakramen agung). Santo Atanasius menamakan pesta Paska "Minggu agung" (ep. fest. 1), sebagaimana pekan suci di dunia timur dinamakan "pekan agung". Misteri kebangkitan, di mana Kristus mengalahkan kematian, meresapi zaman kita yang lama dengan kekuatannya yang besar, sampai segala sesuatu ditaklukkan kepada Kristus. --- Katekismus Gereja Katolik, 1169

Antifon Pembuka (lih.Kol 2:12)

Kita dikubur bersama Kristus dalam pembaptisan dan dibangkitkan bersama dengan Dia, berkat iman kita akan kuasa Allah, yang telah membangkitkan kita dari alam maut. Alleluya.

Doa Pagi

Allah Bapa kami, utuslah Roh Kudus-Mu untuk memenuhi hati kami sehingga kami tidak takut menghadapi kesukaran hidup hari ini. Semoga Roh Kudus menjadi jiwa hidup kami dan mengobarkan semangat kami hari ini. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Setelah perjalanannya yang pertama, Paulus melanjutkan sebuah perjalanan lagi yang lebih lama dan lebih sulit. Namun ia tetap setia menyampaikan kabar gembira. Dengan kunjungan Paulus tersebut, banyak umat diteguhkan dalam imannya.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (16:1-10)
 
"Menyeberanglah ke Makedonia, dan tolonglah kami"

Sekali peristiwa Paulus datang ke Derbe dan Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani. Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium. Paulus mau, supaya Timotius itu menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia demi orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani. Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan supaya jemaat-jemaat menurutinya. Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman, dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya. Paulus dan Silas melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengijinkan mereka. Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas. Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan; ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya katanya, “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku
Ayat. (Mzm 100:1-2.3.5, R:3c)
1. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai.
2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
3. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Kol 3:1)
Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah.

Yesus mengingatkan orang-orang Kristiani bahwa mereka sepenuhnya tidak merasa aman di dunia ini. “Dunia” di sini lebih berarti orang-orang yang melawan rencana Allah dan tidak mengenal Dia. Para pengikut Kristus mempunyai nilai-nilai yang berbeda, yang didasarkan pada harapan mereka akan kedatangan Kristus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:18-21)
 
"Kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia."
 
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia; maka dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan
  
Kerapkali kita mengalami adanya sikap kebencian dari orang-orang yang tidak seiman, tanpa sebab yang jelas. Itu sudah disabdakan Yesus sejak dulu. Namun kebencian itu justru memperkuat identitas kita sebagai murid-murid Kristus. Tak perlu terlalu sibuk menyalahkan kebencian mereka, tetapi cukuplah memaklumi bahwa mereka tidak mengenal Dia yang mengutus Kristus, yakni Allah sendiri. Allah tidak pernah menjadi sumber kebencian. Atau, Anda telah terlanjur membalasnya dengan kebencian juga?

"Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku daripada kamu." (Yoh 15:18)
Doa Malam

Allah sumber hidupku, mengikuti Yesus Putera-Mu tidak mungkin setengah-setengah. Tambahkanlah keberanianku untuk berpegang teguh saat melawan arus yang akan membelokkan aku dari iman yang benar. Amin.

RUAH

Paus Fransiskus dan Benediktus XVI di Vatikan. Berdoa bersama di Kapel Biara Mater Ecclesiae

Dua orang Paus di Vatikan. Kemarin sore Paus Emeritus Benediktus XVI telah tiba dengan helikopter dari Castel Gandolfo. Ia telah bertemu dengan Paus Fransiskus di dalam Biara Mater Ecclesiae, yang terletak di belakang Basilika Santo Petrus, yang berjarak beberapa ratus meter dari heliport di halaman Vatikan dan yang menjadi rumah kediaman baru dari Benediktus XVI. Itu adalah pertemuan yang kedua kalinya diantara dua orang Paus itu.


Oleh: Shirley Hadisandjaja
3 Mei 2013.

KOTA VATIKAN. Kemarin merupakan hari yang sibuk bagi Paus Fransiskus. Pada pagi hari ia telah “mengunjungi” makam dari Santo Fransiskus Assisi berhubungan dengan situs dari Imam Fransiskan di mana memungkinkan melihat secara langsung gambar-gambar dari kuburan di mana dimakamkan il Poverello (“Orang miskin”) itu. Web cam tersebut dinyalakan terus menerus dan dengan demikian memungkinkan untuk berdiam sejenak secara virtual dalam doa. Paus Bergoglio telah menyempatkan sebuah audiensi pribadi dengan beberapa imam Fransiskan untuk bertanya dan berdoa: “Oh Fransiskus dari Assisi, jadilah perantara untuk kedamaian hati kami”, sebelum mengajak para imam itu mendukung dirinya dengan doa-doa mereka. Pada sore hari, Sri Paus pergi menyambut Papa Benedetto XVI yang kembali ke Vatikan setelah menghabiskan 62 hari di Castel Gandolfo.

Kedua Paus itu telah disaksikan bersama dalam pertemuan bersejarah di Castel Gandolfo tanggal 23 Maret yang lalu. Benediktus XVI akan tinggal di Vatikan, tidak jauh dari Paus Fransiskus, di Biara yang telah sebelumnya menampung puluhan biarawati clausura. Bersama Papa Benedetto, akan tinggal juga Mgr. Georg Ganswein dan empat anggota Memores Domini yang merawat dirinya dan mengurus tempat kediaman mereka. Sebelum mengundurkan diri, Benediktus XVI telah mengatakan bahwa ia akan membaktikan hidupnya dalam doa terasing dari dunia, tetapi akan tetap melanjutkan semangatnya akan Teologi dengan menulis.

Benediktus XVI disambut di Heliport Vatikan oleh Dekan Kardinal, Angelo Sodano, oleh Sekretaris Negara Kardinal Tracisio Bertone dan Kepala Gubernur Kardinal Giuseppe Bertello serta Mgr. Angelo Becciu, Mgr. Dominique Mamberti dan SekJen Gubernur Mgr. Giuseppe Sciacca, untuk kemudian dengan mobil pindah ke tempat kediamannya yang baru, Biara Mater Ecclesiae yang telah rampung perbaikannya. Di sana Paus Fransiskus telah menantikan dan menyambut dirinya dengan keramahan yang besar dan penuh persaudaraan. Mereka berdua menyampatkan diri untuk berdoa bersama di Kapel dalam biara itu.

Ia telah menetap selama dua bulan di Castel Gandolfo, di mana tanggal 23 Maret yang lalu telah menerima kunjungan dari Paus Fransiskus, dan telah menantikan kepugaran perbaikan rumah kediamannya yang baru. Menurut catatan dari Vatikan: “Sekarang Papa Benedetto bahagia kembali ke Vatikan, di tempat di mana ia hendak membaktikan diri, seperti yang dikatakannya sendiri tanggal 11 Februari yang lalu, dalam pelayanan kepada Gereja terutama dengan berdoa”.

Paus Emeritus dalam kondisi yang baik. Berbeda dengan peristiwa tanggal 23 Maret di Castel Gandolfo, Tahta Suci telah memutuskan untuk tidak menayangkan gambar-gambar kembalinya Benediktus XVI ke Vatikan dan pertemuannya dengan Paus Fransiskus. Namun demikian, foto-foto yang diambil oleh L’Osservatore Romano cukup memberikan keyakinan kepada umat tentang kondisi kesehatan dari Benediktus XVI. Sedangkan mengenai kondisi rohani dari Paus Emeritus, yang telah berusia 86 tahun dua minggu yang lalu, diyakinkan dengan sebuah gurauan darinya saat tiba di rumah kediaman yang baru: “Rumah ini sangat hangat, di sini orang dapat bekerja dengan baik”.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Paus bertugas dan Paus pensiun hidup dengan jarak diantara keduanya hanya beberapa ratus meter saja. Sebuah situasi baru yang sama sekali belum pernah terjadi, yang dulu sempat menimbulkan keraguan, namun yang kemudian terhalau oleh kerendahan hati dan kesederhanaan dari kedua tokoh utama itu.

Persaudaraan diantara Paus Fransiskus dan Benediktus XVI dinyatakan dalam pernyataan Paus baru: “Kita merasakan bahwa Benediktus XVI telah menyalakan api di hati kita yang terdalam, yang akan terus bernyala sebab akan didukung oleh doanya yang akan menyanggah lagi Gereja di dalam langkah rohani dan misio-nya”. Dan dari Benediktus XVI yang menjanjikan kepatuhan dan kesetiaan kepada Paus yang baru.


(Sumber: L’Osservatore Romano)