Rabu, 22 Mei 2013 Hari Biasa Pekan VII

Rabu, 22 Mei 2013
Hari Biasa Pekan VII
    
Kita harus senang dengan rajin bekerja -- St. Hieronimus

Antifon Pembuka (Mzm 119:172.174)

Aku hendak mendaras sabda-Mu, sebab firman-Mu benar. Aku rindu akan keselamatan-Mu, ya Tuhan, dan hukum-Mu kesukaan hatiku.

Doa Pagi


Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau memperhatikan semua orang, tetapi terutama mereka yang tidak mendapat perhatian dari sesamanya. Kami mohon, janganlah kami tinggal berdiam diri melihat kelaliman atau ketidakadilan. Buatlah kami siap sedia membagikan cinta kasih-Mu kepada siapa saja. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (4:11-19)
 
   
"Barangsiapa mendengarkan kebijaksanaan akan memutuskan yang adil, dan aman sentosalah kediaman orang yang mengindahkannya."
 
Kebijaksanaan menjunjung tinggi para anaknya dan menaruh perhatian pada orang yang mencarinya. Barangsiapa mencintai kebijaksanaan mencintai kehidupan, dan barangsiapa pagi-pagi menghadapinya akan penuh sukacita. Barangsiapa berpaut pada kebijaksanaan mewarisi kemuliaan, dan diberkati Tuhan setiap langkahnya. Barangsiapa melayani kebijaksanaan, berbakti kepada Yang Kudus, dan barangsiapa mencintai kebijaksanaan, dicintai oleh Tuhan. Barangsiapa mendengarkan kebijaksanaan akan memutuskan yang adil, dan aman sentosalah kediaman orang yang mengindahkannya. Jika orang percaya kepada kebijaksanaan niscaya ia mewarisinya, dan keturunannya akan tetap memilikinya. Boleh jadi ia dituntun kebijaksanaan lewat jalan yang berbelok-belok dahulu, sehingga ia takut dan gemetar; boleh jadi kebijaksanaan menyiksa dia sebagai siasat sampai dapat percaya padanya, dan mengujinya dengan segala aturannya. Tetapi kemudian kebijaksanaan kembali kepadanya dengan kebaikan yang menggembirakan, dan menyingkapkan kepadanya pelbagai rahasia. Tetapi jika orang sampai menyimpang, maka ia akan dibuang oleh kebijaksanaan dan diserahkan kepada kebinasaan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Besarlah ketentraman orang yang mencintai hukum-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 119:165.168.171.172.174.175; Ul: 165a)
1. Besarlah ketentraman orang-orang yang mencintai hukum-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka.
2. Aku berpegang pada titah dan peringatan-peringatan-Mu, sebab seluruh hidupku terbuka di hadapan-Mu.
3. Biarlah bibirku mengucapkan puji-pujian, sebab Engkau mengajarkan ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
4. Biarlah lidahku menyanyikan janji-Mu, sebab benarlah segala perintah-Mu.
5. Aku rindu akan keselamatan yang datang dari pada-Mu, ya Tuhan, dan hukum-Mu menjadi kesukaanku.
6. Biarlah jiwaku hidup supaya memuji-muji Engkau, dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 14:6)
Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan, sabda Tuhan. Tiada orang sampai kepada Bapa, tanpa melalui Aku. Alleluya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (9:38-40)
  
"Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah."
  
Pada suatu hari Yohanes berkata kepada Yesus, “Guru, kami melihat seorang yang bukan pengikut kita, mengusir setan demi nama-Mu. Lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Tetapi Yesus berkata, “Janganlah kalian cegah dia! Sebab tak seorang pun yang telah mengadakan mukjizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia memihak kita.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

"Hati yang bersih menjauhkan masalah". Benar karena hati yang bersih dipenuhi kebaikan dan cinta kasih. Hati yang bersih mengutamakan kepentingan dan kebaikan bersama. Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita bahwa Allah menanamkan segala kebaikan di dalam hati manusia. Maka penting bagi kita menjadi bijaksana dalam kesetiaan memelihara hati nurani. Allah menghendaki kita taat pada hati nurani.

Dalam Injil Yesus mengingatkan para murid-Nya agar bersikap bijaksana dalam kesetiaan kepada hati nurani terutama berhadapan dengan berbagai perbedaan yang ada di sekitar mereka. Jangan memandang perbedaan sebagai ancaman melainkan anugerah dari Allah agar manusia bisa saling melengkapi satu sama lain. Dalam perbedaan itu kita dapat melaksanakan kegiatan yang sama untuk kepentingan dan kesejahteraan umum adalah karya yang luhur dan mulia seperti yang disabdakan oleh Yesus, "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang mengadakan mukjizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku, barangsiapa tidak melawan kita, ia di pihak kita." Kebaikan hati kita lebih berdaya guna bagi orang lain apabila itu dijalankan dengan cara yang mampu menyentuh hati mereka. Kerjakan segala sesuatu dengan kerendahan hati maka kebenaran akan nampak dan kesatuan dalam ikatan damai terealisir dalam hidup bersama.

Tuhan Yesus, ajarilah aku kerendahan hati untuk menerima perbedaan sebagai anugerah Allah dan bersekutu untuk melaksanakan pelayanan kasih demi kesejahteraan bersama. Amin.
Renungan Harian Mutiara Iman 2013