Kamis, 30 Mei 2013 Hari Biasa Pekan VIII

Kamis, 30 Mei 2013
Hari Biasa Pekan VIII

“Secara tidak kelihatan, Kristus sendiri memimpin tiap upacara Ekaristi” (Katekismus Gereja Katolik, 1348)

Antifon Pembuka (Mzm 33:8-9)

Hendaknya segenap bumi takut akan Tuhan, semua penduduk gementar terhadap Dia. Sebab Tuhan bersabda, maka semua terjadi. Dia memerintahkan, semua ada.

Doa Pagi

Bapa, Pencipta alam semesta, Engkau menciptakan diriku dengan penuh kasih. Aku ingin menceritakan keagungan-Mu itu melalui hidupku agar semakin serupa dengan Engkau dan Putra-Mu, Yesus Kristus. Maka bantulah aku dalam mewujudkannya sehari demi sehari. Amin.

Allah itu Mahakuasa dan kemuliaan-Nya memenuhi seluruh ciptaan-Nya. Kebijaksanaan-Nya sungguh mengagumkan. Karya ciptaan-Nya begitu indah, dan segala ciptaan-Nya adalah baik. Kita diminta untuk senantiasa menceritakan karya agung Tuhan.

Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (42:15-25)

Karya Tuhan hendak kukenangkan, dan apa yang telah kulihat hendak kukisahkan. Segala karya Tuhan dijadikan dengan sabda-Nya. Matahari bercahaya memandang segala sesuatu, dan ciptaan Tuhan penuh dengan kemuliaan-Nya. Kepada orang-orang-Nya yang kudus Tuhan tidak memberikan kemampuan untuk menceriterakan sgala karya-Nya yang mengagumkan itu. Sebab Tuhan alam semesta telah menetapkan supaya jagat raya didukung dengan kemuliaan-Nya. Lubuk lautan dan hati diselami oleh-Nya, dan segala rencana hati diketahui-Nya. Sebab Yang Mahatinggi mengenal segala sesuatu yang dapat dikenal dan menilik tanda-tanda zaman. Yang sudah-sudah diberitahukan-Nya, dan apa yang akan datang dimaklumkan oleh-Nya; dan bekas dari apa yang tersembunyi pun disingkapkan-Nya. Tidak ada pikiran satu pun yang terluput dari Tuhan, dan perkataan mana pun tak tersembunyi bagi-Nya. Ciptaan besar dari kebijaksanaan-Nya diatur rapih oleh-Nya, sebab dari kekal sampai kekal Ia ada. Tidak ada sesuatu pun yang dapat ditambahkan atau diambil dari pada-Nya. Dan Ia tidak membutuhkan seorang pun sebagai penasihat. Betapa eloklah segala ciptaan Tuhan, tetapi hanya sebagai bunga api sajalah yang nampak. Semuanya hidup dan tetap tinggal untuk selamanya guna setiap keperluan, dan semuanya patuh kepada-Nya. Segala-galanya berpasangan, yang satu berhadapan dengan yang lain, dan tidak ada sesuatu pun yang diciptakan-Nya kurang lengkap. Yang satu menguatkan kebaikan dari yang lain, dan siapa gerangan pernah puas memandang kemuliaan Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan.
Ayat. (Mzm 33:2-3.4-5.6-7.8-9)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali! Nyanyikanlah bagi-Nya lagu yang baru; petiklah kecapi baik-baik mengiringi sorak dan sorai!
2. Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
3. Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan, oleh napas dari mulut-Nya diciptakan segala tentara-Nya. Ia mengumpulkan air laut seperti dalam kantung, samudera raya ditaruh-Nya dalam bejana.
4. Biarlah seluruh bumi takut kepada Tuhan, biarlah segenap penduduk dunia gentar terhadap-Nya! Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Akulah cahaya dunia. Barangsiapa mengikuti Aku, hidup dalam cahaya abadi. Alleluya.

Orang buta menyapa Yesus dengan sebuah gelar mesianis, Anak Daud. Dia memohon kepada Yesus untuk disembuhkan. Dan dia mengalami kesembuhan karena imannya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (10:46-52)

Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Yerikho. Ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama murid-murid-Nya, dan orang banyak yang berbondong-bondong, duduklah di pinggir jalan seorang pengemis yang buta bernama Bartimeus, anak Timeus. Ketika didengarnya, bahwa yang lewat itu Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru, “Anak Daud, kasihanilah aku!” Mka Yesus berhenti dan berkata, “Panggillah dia!” Mereka memanggil si buta itu dan berkata kepadanya, “Kuatkanlah hatimu. Berdirilah, Ia memanggil engkau.” Orang buta itu lalu menanggalkan jubahnya. Ia segera berdiri, dan pergi mendapatkan Yesus. Yesus bertanya kepadanya, “Apa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu?” Orang buta itu menjawab, “Rabuni, semoga aku dapat melihat.” Yesus lalu berkata kepadanya, “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan dikau.” Pada saat itu juga melihatlah ia! Lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Satu keinginan yang terbesar dari orang buta adalah melihat. Itulah satu-satunya yang paling dia rindukan. Kata kunci untuk dapat melihat adalah, “Yesus, kasihanilah kami!” Pernahkah Anda membayangkan bahwa kalimat sederhana tersebut merupakan sikap dasar untuk menarik ‘energi’ penebusan? Maka jika Anda merasa sedang ‘buta’ (baca: bingung dengan aneka persoalan hidup), gemakanlah doa tersebut berkali-kali. Anda mau mencobanya?

Doa Malam

Tuhan Yesus, pandanglah dan kasihanilah aku orang yang lemah ini. Sembuhkanlah aku dari cinta diri yang membutakan hati nuraniku agar dapat memiliki kepekaan dan keberanian untuk peduli terhadap sesama yang membutuhkan pertolongan, khususnya yang akan aku jumpai pada hari yang baru besok. Ke dalam tangan-Mu kuserahkan istirahatku malam ini. Amin.


RUAH