Jumat, 26 Juli 2013 Peringatan Wajib St. Yoakim dan Ana, Orangtua SP Maria

Jumat, 26 Juli 2013
Peringatan Wajib St. Yoakim dan Ana, Orangtua SP Maria

Roh Kudus mengajar kita, supaya merayakan liturgi dalam penantian akan kedatangan Kristus kembali; dengan demikian ia mendidik kita berdoa dalam harapan. Doa Gereja dan doa pribadi memperkuat harapan di dalam kita. Terutama mazmur-mazmur dengan bahasanya yang konkret dan kaya-raya mengajar kepada kita, supaya menaruh harapan kita kepada Allah: "Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong" (Mzm 40:2). "Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan" (Rm 15:13). ---- Katekismus Gereja Katolik, 2657

Antifon Pembuka

Marilah kita menghormati Santo Yoakim dan Santa Anna pada peringatan kelahiran mereka. Mereka telah menerima berkat dari Allah bagi segala bangsa.

Doa Pagi

Bapa yang Mahabaik, aku bersyukur kepada-Mu atas kedua orang tuaku. Melalui mereka aku ada. Melalui mereka Engkau senantiasa mendidik dan membimbingku. Aku mohon segala rahmat dan belas kasihan bagi kedua orang tuaku. St. Yoakim dan Sta. Anna, doakanlah kedua orang tuaku dan segenap anggota keluarga. Amin.

Bacaan dari Kitab Sirakh (44:1.10-15)
 
"Nama mereka hidup terus turun-menurun."

Kami hendak memuji orang-orang termasyhur, para nenek moyang kita menurut urut-urutannya. Tetapi yang berikut ini adalah orang kesayangan, yang kebajikannya tidak sampai terlupa; semuanya tetap tinggal pada keturunannya sebagai warisan baik yang berasal dari mereka. Keturunannya tetap setia kepada perjanjian-perjanjian, dan anak-anak merekapun demikian pula keadaannya. Keturunan mereka akan tetap tinggal untuk selama-lamanya, dan kemuliaannya tidak akan dihapus. Dengan tenteram jenazah mereka ditanamkan, dan nama mereka hidup terus turun-temurun. Bangsa-bangsa bercerita tentang kebijaksanaannya, dan pujian mereka diwartakan jemaah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam.
Ayat. (Mzm 132:11.13-14.17-18; R: Luk. 1:32a)
1. Tuhan telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: "Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu;
2. Sebab Tuhan telah memilih Sion, mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya: "Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.
3. Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud, Aku akan menyediakan sebuah pelita bagi orang yang Kuurapi. Musuh-musuhnya akan Kukenakan pakaian penuh malu, tetapi di atas kepalanya akan bersemarak mahkotanya."

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. Dengan rela hati Allah telah melahirkan kita oleh sabda kebenaran, supaya kita menjadi anak sulung ciptaan-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (13:16-17)
 
"Banyak nabi dan orang saleh telah rindu melihat yang kamu lihat."
 
Akan tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Hari ini Gereja memperingati St. Yoakim dan Anna, orangtua Santa Perawam Maria. Secara singkat, merasa dapat digambarkan sebagai orangtua yang sederhana tetapi setia dan taat kepada Tuhan. Dari keluarga yang sederhana ini, lahir dan berkembang Bunda Maria yang dipilih Allah untuk menjadi Bunda Yesus. Allah melakukan perbuatan-Nya yang besar lewat orang-orang yang hidupnya sederhana. Dalam kesederhanaan, seseorang bisa lebih mudah untuk melihat perbuatan-perbuatan baik Allah. Dalam kesederhanaan, seseorang justru semakin kuat dalam iman, harapan dan kasih kepada Tuhan.

Melalui Injil hari ini, Yesus menyampaikan adanya orang-orang yang sulit untuk mendengar, mengerti dan memahami Dirinya serta perbuatan-perbuatan besar Allah yang telah dibuat-Nya. Mereka mendengar tetapi tidak mengerti dan melihat tetapi tidak menanggap. Oleh karena itu, Yesus perlu esktra keras dan penuh kesabaran untuk mengajar mereka. Banyak cara digunakan-Nya termasuk dengan penggunaan perumpamaan. Semoga kita tidak menjadi kelompok orang-orang yang sulit untuk mendengarkan dan merasakan kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, dibutuhkan suatu kesederhanaan dan kerendahan hati di hadapan Allah supaya kita mampu mendengarkan dan senantiasa merasakan kehadiran-Nya.

Ya Allah, aku mohon ampun jika aku kurang peka terhadap kehadiran-Mu. Semoga Engkau berkenan membuka mata dan hatiku selalu sehingga aku menerima dan merasakan kehadiran-Mu. Amin.

Ziarah Batin 2013, Renungan dan Catatan Harian