Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih

Minggu, 12 Oktober 2014
Hari Minggu Biasa XXVIII

Yes. 25:6-10a; Mzm. 23:1-3a,3b -4,5,6; Flp. 4:12-14,19-20; Mat. 22:1-14

"Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih"
(Mohon Injil dibaca lengkap)

Kalau kita suatu saat diundang oleh salah seorang tokoh untuk hadir dalam perjamuan yang diadakannya, biasanya kita sangat senang. Apalagi kalau tokoh tersebut adalah orang yang terkenal baik, bukan sekedar pejabat yang mendapatkan jabatannya karena suap dan berbagai trik buruk lainnya. Dalam hati, kita merasa berharga dan tersanjung sehingga untuk menghadiri undangan tersebut, kita mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan pada hari "H" kita akan hadir dengan penampilan yang terbaik. Namun, rupanya hal itu kadang/sering tidak terjadi atau tidak kita buat dalam menanggapi undangan perjamuan dari Tuhan. Berbagai macam alasan kita buat untuk tidak hadir memenuhi undangan-Nya untuk merayakan Ekaristi, berdoa, membaca dan merenungkan Kitab Suci, serta berbagai macam kegiatan Gereja seperti pendalaman iman, pertemuan adven dan prapaskah, atau rosario yang di bulan Oktober ini banyak lingkungan mengadakannya setiap hari. Tentu, dari semuanya itu, yang paling penting dan sungguh-sungguh merupakan perjamuan adalah Ekaristi, di mana Tuhan menyediakan hidangan istimewa bagi kita, yakni Tubuh dan Darah-Nya sendiri. Aneh ya, kita itu. Lha diundang oleh tetangga atau tokoh yang kita anggap penting dalam masyarakat saja, kita semangat untuk datang. Bahkan, kita tidak hanya datang begitu saja, tetapi juga membawa amplop sumbangan yang isinya tidak sedikit. Tetapi ketika Tuhan yang mengundang, kita malah abai, boro-boro menyiapkan persembahan. Ssssst (tidak usah dijawab), kira-kira besar mana ya isi amplop sumbangan kita dibanding kolekte/persembahan kita? Jangan-jangan kita tidak lagi menganggap Tuhan itu penting dalam hidup kita.
    
Doa: Tuhan, Engkau selalu mengundang kami dan menyediakan hidangan istimewa di altar kudus-Mu. Semoga kami tidak pernah mengabaikan undangan-Mu. Amin. -agawpr-