| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Berdamai dengan orang lain

Jumat, 24 Oktober 2014
Hari Biasa Pekan XXIX

       
Ef. 4:1-6; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 12:54-59.
    
Oleh Tuhan, kita diberi anugerah dan kemampuan istimewa untuk bernalar. Dengan nalar itu, kita bisa membaca tanda-tanda alam. Dengan nalar pula, kita bisa menilai dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah. Nalar juga mendorong kita untuk memilih yang baik dan yang benar. Salah satu hal yang baik dan benar untuk selalu kita buat dalam hidup bersama adalah berdamai dengan orang lain. Namun, kenyataannya hal ini tidak selalu mudah kita buat. Kalau kita melakukan kesalahan, tidak jarang kita justru menutup-nutupi atau mencari pembelaan dan pembenaran diri dengan berbagai alasan, termasuk dengan cara menyalahkan orang lain. Demikian pula, kalau kita tidak cocok atau tidak suka atau bahkan bermusuhan dengan orang lain, kita lebih suka untuk menyimpannya berlama-lama serta mengobarkannya dengan cara mengobralnya untuk mencari dukungan dari orang yang lainnya lagi. Memang, untuk meminta maaf dan berdamai dengan orang lain, kita membutuhkan rahmat, terutama rahmat kerendahan hati.
    
Doa: Tuhan, berilah kami kerendahan hati supaya kami mampu memilih yang baik dan benar serta berdamai dengan semua orang. Amin. -agawpr-

Jumat, 24 Oktober 2014 Hari Biasa Pekan XXIX

Jumat, 24 Oktober 2014
Hari Biasa Pekan XXIX
  
“Tuhan telah meletakkan ajaran kebenaran pada kursi kesatuan [ex cathedra]. Pada saat duduk di kursi ini, yang daripadanya diajarkan ajaran keselamatan, bahkan [Paus] yang jahatpun dipaksa untuk mengajarkan apa yang baik. Sebab apa yang diajarkannya bukan ajaran mereka sendiri, tetapi ajaran Tuhan.” (St. Agustinus, Ep. 105, 16)

   
Antifon Pembuka (Ef 4:2-3)
  
Bersikaplah rendah hati, lemah lembut dan sabar, serta saling membantu dalam cinta kasih. Berusahalah selalu memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai.

Doa Pagi

Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau menghendaki agar kami semua selamat. Semoga kami selalu waspada dan siap sedia menyambut kedatangan kerajaan-Mu dengan tetap bertekun pada tugas dan panggilan kami masing-masing. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
       
Paulus mengingatkan akan nilai panggilan sebagai orang-orang Kristen, yang mau mengikuti Yesus. Panggilan ini mengandaikan kemauan untuk senantiasa hidup seperti yang ditunjukkan oleh Yesus sendiri dalam latihan-latihan kebajikan dan ikatan sebagai saudara.
         

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (4:1-6)
         

"Satu tubuh, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan."
            
Saudara-saudara, aku yang dipenjarakan demi Tuhan, menasehati kalian supaya sebagai orang-orang yang terpanggil, kalian hidup sepadan dengan panggilanmu itu. Hendaklah kalian selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera. Satu tubuh, satu Roh, sebagaimana kalian telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu. Satu Tuhan, satu iman, satu baptisan. Satu Allah dan Bapa kita sekalian yang mengatasi semua, menyertai semua dan menjiwai kita semua.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan
Ref. Itulah angkatan orang-orang yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm. 24:1-2.3-4ab.5-6)
1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan.
3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.
    
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.
    
Yesus memperhatikan orang-orang zaman-Nya mengerti banyak hal tentang hukum alam. Dengan pemahaman itu, Dia mengajak mereka untuk memperhatikan tanda-tanda zaman yang sudah memanggil mereka untuk berubah. Kehadiran Yesus sendiri adalah tanda keharusan untuk mengubah hidup mereka, sebelum mereka binasa.
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (12:54-59)    
        
"Kalian tahu menilai gelagat bumi dan langit, tetapi mengapa tidak dapat menilai zaman ini?"
         
Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada orang banyak, "Apabila kalian melihat awan naik di sebelah barat, segera kalian berkata, 'Akan datang hujan.' Dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kalian melihat angin selatan bertiup, kalian berkata, 'Hari akan panas terik.' Dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, kalian tahu menilai gelagat bumi dan langit, tetapi mengapa tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapa engkau tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Jika engkau dan lawanmu pergi menghadap penguasa, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan. Jangan sampai ia menyeret engkau kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya, dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu, 'Engkau takkan keluar dari sana, sebelum melunasi hutangmu'."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
      
Renungan
     
Menilai tanda merupakan salah satu keutamaan dan kedewasaan seseorang. Bila kita mampu memaknai tanda-tanda zaman maka kita akan menjadi pribadi yang sungguh siap menghadapi perubahan. Hanya orang yang siap menghadapi perubahan siap untuk maju secara rohani. Mereka tidak akan menjadi gentar karena berbagai halangan dan kesulitan. Semoga kita sekalian selalu siap untuk membaca tanda-tanda zaman dan siap menghadapi berbagai kesulitan yang menyertainya.

Doa Malam

Ya Bapa, tuntunlah kami, agar tanda-tanda kasih dan pengorbanan Putra-Mu makin kami rasakan, kami balas dan kami agungkan dalam hidup kami. Semoga Sang Raja damai mendamaikan dalam istirahat kami malam ini. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.
    
Renungan: RUAH

Mengalami Pertentangan

Kamis, 23 Oktober 2014
Hari Biasa Pekan XXIX 

      
Ef. 3:14-21; Mzm. 33:1-2,4-5,11-12,18-19; Luk. 12:49-53.
          
Setiap orang yang ingin menjadi pengikut Kristus yang sejati, pasti mengalami pertentangan. Semakin menyala dan berkobar api untuk mengikuti-Nya, semakin besar pula pertentangan-pertentangan yang harus kita hadapi. Pertama-tama, kita harus menyangkal diri dan menentang segala bentuk egoisme kita. Namun, mungkin kita juga harus bertentangan dan berseberangan dengan orang-orang di sekitar kita. Kita harus berani hidup dengan melawan arus dari kebanyakan orang. Sebagai contoh kecil misalnya: ketika masyarakat kita melegalkan aborsi untuk kasus-kasus tertentu, kita sebagai pengikut Kristus harus berani berseberangan, baik dalam pemikiran maupun praktik untuk secara tegas menolak aborsi. Kita tahu bahwa aborsi itu jauh lebih kejam daripada membunuh sebab yang kita bunuh adalah orang yang sangat lemah dan sama sekali tidak bisa melakukan perlawanan dan pembelaan diri sedikitpun. Kalau yang diaborsi itu adalah bayi hasil perkosaan, itu berarti si "ibu" itu egois karena demi kebebasan dan kebahagiaannya, ia mengorbakan anaknya yang lemah, tidak tahu apa-apa dan tidak berdosa. 

Doa: Tuhan, bantulah kami untuk berani menyangkal diri dan melawan arus yang tidak baik dalam masyarakat kami, agar api untuk menjadi pengikut-Mu semakin berkobar. Amin. -agawpr-

Kamis, 23 Oktober 2014 Hari Biasa Pekan XXIX

Kamis, 23 Oktober 2014
Hari Biasa Pekan XXIX
   
“Tuhan Yesus Kristus, dan satu-satunya Penyelamat, tidak hanya mendirikan sebuah komunitas sederhana yang terdiri dari murid-murid-Nya, tetapi mendirikan Gereja sebagai sebuah misteri yang menyelamatkan: Ia sendiri adalah Gereja dan Gereja adalah di dalam Dia (lih. Yoh 15:1ff.; Gal 3:28; Ef 4:15-16; Kis 9:5). Oleh karena itu, kepenuhan misteri Kristus yang menyelamatkan menjadi milik Gereja dan tidak dapat dipisahkan dengan Tuhannya. Sungguh, Yesus Kristus melanjutkan kehadiran-Nya dan pekerjaan keselamatan di dalam Gereja dan melalui Gereja (lih. Kol 1:24-27)[LG 14], yang adalah Tubuh-Nya (cf. 1 Kor 12:12-13, 27; Kol 1:18).[Cf. ibid., 7] Dan oleh karenanya, seperti kepala dan anggota-anggota tubuh dalam sebuah tubuh yang hidup, meskipun tidak sama, tapi tidak dapat dipisahkan, maka demikian juga Kristus dengan Gereja juga tidak dapat dicampur-baurkan atau dipisahkan, dan merupakan sebuah “keseluruhan Kristus”[50]. Ketidakterpisahan ini juga dinyatakan di dalam Perjanjian Baru dengan analogi Gereja sebagai Mempelai Kristus (lih. 2 Cor 11:2; Eph 5:25-29; Rev 21:2,9).[Cf. St. Augustine, Enarratio in Psalmos, Ps. 90, Sermo 2,1: CCSL 39, 1266; St. Gregory the Great, Moralia in Iob, Praefatio, 6, 14: PL 75, 525; St. Thomas Aquinas, Summa Theologiae, III, q. 48, a. 2 ad 1.]..........” (Deklarasi Dominus Iesus, tentang Keunikan dan Keselamatan bagi semua umat manusia dalam Yesus Kristus dan Gereja Katolik No. 16)


Antifon Pembuka (Mzm 33:11-12)

Rencana Tuhan tetap selamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun. Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya.
  
Tobat 3
 

Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah datang membawa api ke dunia serta menginginkan api itu tetap menyala, agar membangunkan umat dari kelesuan dan kemalasan. Tuhan, kasihanilah kami.

Engkau datang ke dunia demi umat manusia dan menghendaki agar semua orang diselamatkan. Kristus, kasihanilah kami.

Engkau pelopor kami dalam iman, dan membawa kami kepada kesempurnaan, sampai rela memanggul salib dan dihina. Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pagi


Ya Allah, Engkau telah mengutus Putra-Mu kepada kami. Kami mohon, semoga pertentangan-pertentangan yang terjadi dalam rangka menanggapi kedatangan Putra-Mu itu, tidak menghancurkan kami tetapi justru semakin menguji kemurnian dan kesungguhan iman kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  
Paulus memberikan kesaksian tentang imannya akan Allah yang Mahakuasa dan sekaligus juga perhatian dan doanya kepada saudara-saudari yang lain. Bagi Paulus, Allah yang menjadi tujuan doa, bekerja jauh lebih banyak dari apa yang dipikirkan atau diungkapkan dalam doa.
   

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (3:14-21)
     

"Semoga kalian berakar dan beralas dalam kasih, dan dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah."
         
Saudara-saudara, aku bersujud di hadapan Bapa, pokok segala keturunan di surga dan di bumi. Aku berdoa supaya seturut kekayaan kemuliaan-Nya Ia menguatkan dan meneguhkan kalian oleh Roh yang di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu, Kristus diam di dalam hatimu, dan kalian berakar dan beralas dalam kasih. Aku berdoa supaya kalian bersama dengan semua orang kudus dapat memahami betapa lebarnya dan panjangnya, dan betapa tinggi dan dalamnya kasih Kristus; juga supaya kalian dapat mengenal kasih itu, sekalipun melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa semoga kalian dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Dia sanggup melakukan jauh lebih banyak daripada yang dapat kita doakan atau kita pikirkan, seperti ternyata dari kuasa yang bekerja dalam diri kita. Bagi Dialah kemuliaan di dalam Jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun temurun sampai selama-lamanya. Amin.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 4/4, PS 833
Ref. Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan.
Atau: Kita memuji Allah kar'na besar cinta-Nya.
Ayat. (Mzm 33:1-2.4-5.11-12.18-19; R: 22)
1. Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang jujur. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
2. Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
3. Tetapi rencana Tuhan tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun. Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya!
4.Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

Bait Pengantar Injil, do = g, 4.4, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah, supaya aku memperoleh Kristus dan berada dalam Dia.
   
Iman yang diwartakan Yesus di tengah-tengah umat manusia, menjadi perdebatan antara mereka yang percaya dan mau ikut dalam jalan yang ditunjukkan oleh Yesus dan mereka yang sama sekali tidak percaya dan menolak mengikuti Yesus. Inilah satu realitas yang juga disampaikan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya, supaya mereka waspada dan bijak menghadapi semuanya.
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (12:49-53)
    
"Aku datang bukannya membawa damai, melainkan pertentangan."
        
Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Aku datang melemparkan api ke bumi, dan betapa Kudambakan agar api itu selalu menyala! Aku harus menerima baptisan dan betapa susah hati-Ku sebelum hal itu berlangsung! Kalian sangka Aku datang membawa damai ke bumi? Bukan! Bukan damai, melainkan pertentangan! Karena mulai sekarang akan ada pertentangan antara lima orang dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, bapa melawan puteranya, dan putera melawan bapanya, ibu melawan puterinya, dan puteri melawan ibunya, ibu mertua melawan menantu, dan menantu melawan ibu mertuanya."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
 
Tuhan memang melemparkan api ke dalam dunia. Namun, bukan api kemarahan, perpecahan, pertentangan dan angkara melainkan Api Roh Kudus. Tuhan berharap supaya nyala Api Roh Kudus ini senantiasa menyala dalam hati kita. Oleh karena itu, bersiap-siaplah kita untuk dibakar oleh Api Roh Kudus ini, niscaya hidup dan pelayan kita akan menjadi berkat bagi banyak orang.

Doa Malam

Tuhan, Allah kami, Putra-Mu Yesus selalu hidup konsekuen dengan pengajaran-Nya. Berikanlah Roh Kudus kepada kami untuk mengikuti-Mu dengan tidak ragu-ragu di jalan yang mengantar kami kepada-Mu dan kepada sesama kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.



Renungan: RUAH

Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut

Rabu, 22 Oktober 2014
Hari Biasa Pekan XXIX
 
  
Ef. 3:2-12; MT Yes. 12:2-3,4bcd,5-6; Luk. 12:39-48.
    
 Amat sering kita jumpai atau mungkin malah kita alami, orang yang mempunyai banyak kemampuan seringkali juga diberi banyak pekerjaan dan tanggungjawab. Oleh karena itu, berbahagialah kita kalau kita dipercaya untuk melakukan banyak pekerjaan karena kita memang dianugerahi oleh Tuhan, kemampuan untuk melaksanakannya. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pemilihan seseorang untuk mengemban pekerjaan tertentu yang disadarkan pada kemampuan dan komitmen semacam ini pasti akan membawa banyak kemajuan. Semoga di awal masa pemerintahan ini, bangsa kita dianugerahi pengemban-pengemban jabatan, baik di tingkat daerah maupun tingkat pusat, yang sungguh-sungguh berkompeten, berkomitmen dan disiplin. Demikian pula kita masing-masing, semoga juga semakin mempunyai komitmen, kompetensi dan kedisiplinan dalam melaksanakan tugas perutusan dan pelayanan kita.

Doa: Tuhan, bantulah kami untuk menjadi orang yang berkomitmen, berkompeten dan disiplin dalam tugas perutusan dan pelayanan kami. Amin. -agawpr-

Rabu, 22 Oktober 2014 Hari Biasa Pekan XXIX

Rabu, 22 Oktober 2014
Hari Biasa Pekan XXIX
   
Titik pusat Salam Maria adalah nama Yesus, ibarat sendi yang menghubungkan kedua bagian Salam Maria. (St. Yohanes Paulus II, Paus)
     
Antifon Pembuka (Yes 12:4)
  
Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah karya-Nya di antara para bangsa, masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur.
  
Doa Pagi
    
Allah Bapa, pencipta alam semesta dan segala yang hidup, Engkau membangun kerajaan-Mu di tengah-tengah kami. Penuhilah kami dengan semangat kegiatan untuk membangun dunia baru, yang Kaupercayakan kepada kami. Semoga kami siap sedia bila tiba saatnya Engkau menyempurnakan segalanya dengan cinta kasih-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (3:2-12)
     
"Rahasia Kristus kini telah diwahyukan dan para bangsa menjadi pewaris perjanjian."
       
Saudara-saudara, kalian telah mendengar, tentang tugas penyelenggaran kasih karunia Allah yang telah dipercayakan kepadaku demi kalian, yaitu bagaimana rahasianya telah dinyatakan kepadaku melalui wahyu seperti yang pernah kutulis dengan singkat. Apabila kalian membacanya, kalian dapat mengetahui pengertianku mengenai rahasia Kristus. Pada zaman angkatan-angkatan dahulu rahasia itu tidak diberitakan kepada umat manusia, tetapi sekarang dinyatakan dalam Roh kepada para rasul dan para nabi-Nya yang kudus. Berkat pewartaan Injil orang-orang bukan Yahudi pun turut menjadi ahli waris, menjadi anggota-anggota tubuh serta peserta dalam janji yang diberikan Kristus Yesus. Dan aku telah menjadi pelayan Injil itu menurut pemberian kasih karunia Allah yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan karya kekuasaan-Nya. Sebenarnya aku ini orang yang paling hina di antara segala orang kudus. Tetapi kepadaku telah dianugerahkan kasih karunia untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus yang tidak terduga itu. Aku diutus menyatakan apa isi rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, pencipta segala sesuatu. Maksudnya supaya sekarang ini pelbagai ragam hikmat Allah diberitahukan oleh jemaat kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di surga, sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan Allah dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan menghadap kepada Bapa dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Kidung Tanggapan, do = c, 4/4, PS 864.
Ref. Kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
Atau Tuhan, Dikaulah sumber air hidup.
Ayat. (Yes 12:2-3.4bcd.5-6)
1. Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya denagn tidak gemetar; sebab Tuhan Allah itu kekuatan dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
2. Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah karya-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!
3. Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karya-Nya! Baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung ditengah-tengahmu!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. (Mat 24:44)
Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (12:39-48)
     
"Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut darinya."
       
Pada suatu ketika berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, "Camkanlah ini baik-baik! Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kalian juga siap sedia, karena Anak Manusia akan datang pada saat yang tak kalian sangka-sangka." Petrus bertanya, "Tuhan, kami sajakah yang Kaumaksud dengan perumpamaan ini ataukah juga semua orang?" Tuhan menjawab, "Siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk membagikan makanan kepada mereka pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya, ketika tuan itu datang. Aku berkata kepadamu: Sungguh, tuan itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Tetapi jika hamba itu jahat dan berkata dan berkata dalam hatinya, 'Tuanku tidak datang-datang.' Lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, pria maupun wanita, dan makan minum serta mabuk, maka tuannya akan datang pada hari yang tidak disangka-sangkanya dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan tuan itu akan membunuh dia serta membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. Hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut daripadanya. Dan barangsiapa dipercaya banyak, lebih banyak lagi yang dituntut daripadanya."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 
Injil hari ini mengajarkan kepada kita bagaimana kesetiaan terhadap seorang tuan dapat dibangun. Yesus lewat perumpamaan-Nya mengajak kita untuk setia kepada tuan melalui karya yang dipercayakan kepada kita. Memandang setiap orang sebagai Kristus sendiri yang meminta adalah kunci yang tepat untuk melaksanakan karya – karya yang membangun diri. Terkadang kita merasa jengkel terhadap atasan dalam dunia pekerjaan. Apabila kita mau memandangnya sebagai Kristus sendiri yang meminta, tentu saja apa yang kita lakukan atas perintah atasan sebenarnya tertuju kepada Kristus sendiri dan menjadi sebuah persembahan yang hidup. Bukankah kita hidup demi Kristus? Melalui apa kita hidup untuk Kristus? Lewat karya yang dipercayakan kepada kita. Di mata Tuhan tidak ada pekerjaan rendahan atau pekerjaan tingkat atas. Karya yang kita lakukan dengan kesungguhan hati sungguh menjadi persembahan bagi Tuhan. Ibu Teresa dari Kalkuta pernah mengungkapkan hal yang sama “melakukan hal kecil dengan cinta yang besar”; sekarang kita sadari bersama bahwa pengabdian kepada Tuhan membutuhkan relasi dan perjumpaan dengan sesama. Kita terlebih dahulu menerima mereka sebagai Kristus sendiri yang meminta. “…setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut." Tentu saja, semua yang kita miliki adalah milik Tuhan, dan dikembalikan kepada Tuhan. Melalui apa? Mengembalikannya melalui sesama juga. Contoh kecil, orang yang memiliki harta berkecukupan harus menyadari bahwa miliknya adalah milik Allah juga. Ada suatu tuntutan kasih dari Allah agar yang berkecukupan berbagi kepada mereka yang berhak menerima. Kedudukan sebenarnya adalah suatu akses yang digunakan Allah agar kita mau berbagi, melaksanakan karya kasih dan peduli terhadap sesama. Seorang atasan harus sadar justru posisinya bukanlah sekedar memimpin, tetapi juga melayani dan memberi lebih. Tuntutan kasih itu datang bukan karena Allah benci, tetapi karena Allah memakai kita semuanya, apapun profesinya untuk saling membangun dunia sehingga Kerajaan Allah benar – benar dirasakan di bumi. Akhir kata, kutipan indah ini dapat memotivasi kita : “Aku tidak dapat melakukan hal yang dapat kamu lakukan, kamu tidak dapat melakukan apa yang aku lakukan. Maka, bersama kita dapat melakukan hal yang besar” (Ibu Teresa dari Kalkuta). Kita diciptakan untuk saling memberi diri, bukan sebaliknya, menolak dan menjauh dari realitas kehidupan.
    

Deus Providebit

Kebahagiaan sejati

Selasa, 21 Oktober 2014
Hari Biasa Pekan XXIX
     

Ef. 2:12-22; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Luk. 12:35-38.
     
Kebahagiaan sejati seorang abdi atau pelayan ternyata bukan karena ia mendapat upah dari tuannya, namun karena ia selalu siap sedia melaksakan tugas dan kewajibannya. Rasa-rasanya mentalitas ini masih perlu untuk terus dibangun dan ditingkatkan dalam berbagai tempat pelayanan di masyarakat kita. Kita sering mendapati adanya pelayan-pelayan masyarakat yang pada jam-jam kerja justru malah ngobrol/ngrumpi, ngegame, jalan-jalan, dll. Akibatnya, tidak hanya pada saat atasan melakukan sidak, mereka menjadi kelabakan tetapi juga banyak pelayanan publik yang tidak berjalan dengan baik. Banyak orang rupanya sudah mulai terjangkiti mentalitas buruk semacam ini sejak kecil, misalnya dengan mbolos saat sekolah atau ramai di kelas dan keluyuran saat guru tidak ada di tempat. Maka, kedisiplinan merupakan salah satu bentuk revolusi mental yang harus kita jalani. Kata "disiplin" berasal dari bahasa latin "discipulus" yang berarti murid (bahasa Inggrisnya "disciple"). Jadi tidak salah kalau Yesus menuntut murid-murid-Nya, yakni kita semua untuk disiplin.

Doa: Tuhan, bantulah kami untuk menjadi orang yang disiplin dalam melaksakan tugas dan kewajiban kami setiap hari. Amin. -agawpr-

Selasa, 21 Oktober 2014 Hari Biasa Pekan XXIX

Selasa, 21 Oktober 2014
Hari Biasa Pekan XXIX
 
“Hidup bahagia harus kita cari dan kita minta dari Tuhan.” (St. Agustinus)
 
Antifon Pembuka (Ef 2:20)

Kalian dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Doa Pagi

Allah Bapa Pencipta alam semesta, Engkau berkenan membangun Kerajaan-Mu di tengah-tengah kami. Kami mohon, jadikanlah kami hamba-hamba yang setia untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami, baik dalam keluarga, Gereja, maupun masyarakat. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (2:12-22)
    
"Kristuslah damai sejahtera kita yang mempersatukan kedua belah pihak."
      
Saudara-saudara, ingatlah bahwa kalian dahulu tanpa Kristus. Waktu itu kalian tidak termasuk warga umat Allah dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan. Waktu itu kalian tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dunia. Tetapi sekarang dalam Kristus Yesus, kalian yang dahulu jauh, sudah menjadi dekat oleh darah Kristus. Dialah damai sejahtera kita, yang mempersatukan kedua belah pihak, dan yang telah merobohkan tembok pemisah, yaitu permusuhan. Sebab dengan wafat-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru dalam diri-Nya. Dengan demikian Ia mengadakan damai sejahtera. Dalam satu tubuh Ia memperdamaikan keduanya dengan Allah oleh salib dan mengakhiri permusuhan pada salib itu. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kalian yang jauh dan kepada mereka yang dekat. Sebab oleh Dia kita, kedua pihak, beroleh jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh. Demikianlah kalian bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sewarga dengan orang kudus dan anggota keluarga Allah. Kalian dibangun atas dasar para rasul dan para nabi dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di atas Dia tumbuhlah seluruh bangunan yang rapih tersusun menjadi bait Allah yang kudus dalam Tuhan. Di atas Dia pula kalian turut dibangun menjadi kediaman Allah dalam Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya.
Ayat. (Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14)
1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya? Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (12:35-38)
   
"Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang berjaga."
      
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Hendaklah kalian seperti orang yang menanti-nantikan tuannya pulang dari pesta nikah, supaya jika tuannya datang dan mengetuk pintu, segera dapat dibukakan pintu. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang berjaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah para hamba itu.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
 
  Beberapa waktu yang lalu seorang teman berkeluh kesah kepada saya soal peristiwa yang dia alami. Ia bertengkar dengan kekasihnya gara-gara ia tidak ada di stasiun kereta ketika kekasihnya tiba. Waktu itu kereta terlambat datang dan ia memutuskan untuk pergi ke tempat lain biar tidak bosan. Akibatnya, ketika sang kekasih datang dia tidak ada di tempat, ia juga tak membawa HP karena terburu-buru. Sang pacar pulang dengan naik taksi dan pertengkaran terjadi ketika dia datang ke rumah snag kekasih. Teman saya ternyata kurang sabar dalam menanti.

Kisah di atas mungkin juga pernah kita alami. Kita kurang sabar dan tidak siap sedia sehingga beberapa hal di dalam hidup kita terlewatkan. Banyak hal yang seharusnya menggembirakan, lenyap begitu saja. Menanti memang tidak mudah untuk kita, manusia modern. Menanti sepertinya membuang waktu dan kurang produktif. Kita berpikir bahwa lebih baik melakukan aktivitas lain, padahal yang menjadi prioritas adalah soal menanti. Menanti memang tidak mudah.

Dalam Injil Luk 12:35-38, Yesus mengajak kita untuk merenungkan soal siap sedia dan sabar dalam menanti. Menanti sesuatu sungguh tidak mudah, apalagi menanti sesuatu yang tidak pasti. Kadang menanti juga membuat kita cepat bosan dan putus asa. Maka, ciri orang yang mampu menanti adalah menjadi seperti hamba dalam Injil hari ini (Luk 12:35-38). Ia siap sedia dengan pinggang tetap terikat dan pelitanya tetap menyala (ay. 35). Tetapi, menjaga sikap semacam ini tidak mudah. Kita sering terlena dan lupa pada tujuan kita, cepat bosan, dan akhirnya tidak setia. Kuncinya ada pada pelita kita yang tetap bernyala. Itulah yang disebut harapan. Harapan akan mengusir segala hal yang menghambat kita untuk setia dan juga siap menjadi sumber kekuatan tatkala yang kita nanti tak kunjung tiba.

Hidup kita selalu dihadapkan pada banyak penantian akan datangnya Kerajaan Allah sendiri dan juga rahmat-rahmat-Nya. Itu semua membutuhkan harapan yang menjaga kita agar tetap siaga. Yakinlah ketika kita menanti dengan luapan harapan, maka kita tak akan pernah kecewa atau putus asa. Akhirnya kita pun boleh menerima rahmat Allah dengan sukacita di dalam hidup kita. Orang yang setia menanti tidak akan dikecewakan Allah. (Cafe Rohani)

Senin, 20 Oktober 2014 Hari Biasa Pekan XXIX

Senin, 20 Oktober 2014
Hari Biasa Pekan XXIX
  
Berdoa dengan giat berarti mengetuk pintu pada Dia, di mana kita berdoa dengan gerakan-gerakan hati bertahan dan penuh bakti. (St. Agustinus)
    

Antifon Pembuka (Ef 2:4-5)

Allah yang kaya rahmat, telah menghidupkan kita bersama Kristus, sekalipun kita telah mati karena kesalahan-kesalahan kita. Jadi kita diselamatkan karena kasih karunia.

Tobat 3

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah jalan menuju Bapa. Tiada orang yang dapat sampai kepada Bapa tanpa melalui Engkau. Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah kebenaran, Sabda Bapa yang diwahyukan kepada manusia untuk diimani dan dihayati. Kristus, kasihanilah kami.

Engkaulah kehidupan ilahi yang dilimpahkan kepada manusia dan membangkitkan orang dari kematian dosa. Tuhan, kasihanilah kami.
 

Doa Pagi
   

Ya Allah, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah membangunkan kami dan membawa terang matahari pagi. Terlebih Engkau membimbing kami kepada terang hati Sengan sabda Putra-Mu. Bantulah kami dalam melangkah di jalan keselamatan Putra-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
      
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (2:1-10)

      
Saudara-saudara, kalian dahulu sudah mati karena pelanggaran dan dosamu. Kalian hidup di dalamnya karena kalian mengikuti jalan dunia ini, karena kalian mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang kini bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara orang-orang durhaka itu, ketika kami hidup dalam hawa nafsu daging, menuruti kehendak daging serta pikiran yang jahat. Jadi pada dasarnya kita ini orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti yang lain itu. Tetapi terdorong oleh kasih-Nya yang besar, yang telah dilimpahkan kepada kita, Allah yang kaya dengan rahmat telah menghidupkan kita bersama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati karena kesalahan kita. Jadi kalian diselamatkan berkat kasih karunia. Di dalam Kristus Yesus itu Allah telah membangkitkan kita juga dan meberi tempat di surga bersama dengan Dia. Dengan demikian Allah bermaksud di masa yang akan datang menyatakan kasih karunia-Nya yang berlimpah, sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab berkat kasih karunia kalian diselamatkan oleh iman. Keselamatan itu bukanlah usahamu, melainkan pemberian Allah. Jadi keselamatan itu bukanlah hasil pekerjaanmu. Maka jangan sampai ada yang memegahkan diri. Sebab sesungguhnya kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik, yang sudah dipersiapkan Allah sebelumnya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Ref. Tuhanlah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita.
atau Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
Ayat. (Mzm 100:2-5; Ul: lh. 3c)

1. Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
3. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya!
4. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-menurun.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Alleluya.
      
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (12:13-21)
     

Sekali peristiwa Yesus mengajar banyak orang. Salah seorang dari mereka berkata kepada Yesus, “Guru, katakanlah kepada saudaraku, supaya ia berbagi warisan dengan daku.” Tetapi Yesus menjawab, “Saudara, siapa yang mengangkat Aku menjadi hakim atau penengah bagimu?” Kata Yesus kepada orang banyak itu, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan! Sebab walaupun seseorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidak tergantung dari kekayaannya itu.” Kemudian Ia menceritakan kepada mereka perumpamaan berikut, “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya, ‘Apakah yang harus kuperbuat, sebab aku tidak punya tempat untuk menyimpan segala hasil tanahku’. Lalu katanya, ‘Inilah yang akan kuperbuat: Aku akan merombak lumbung-lumbungku, lalu mendirikan yang lebih besar, dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum serta barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya. Beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!’ Tetapi Allah bersabda kepadanya, ‘Hai orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu. Bagi siapakah nanti apa yang telah kausediakan itu?’ Demikianlah jadinya dengan orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri, tetapi ia tidak kaya di hadapan Allah.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami
  
Renungan

   
Ketamakaan merupakan salah satu bentuk kejahatan yang mengancam kehidupan bersama. Karena adanya orang-orang yang tamak, maka kekayaan alam dieksploitasi sehingga rusak dan tidak lagi menjadi tempat tinggal kita yang aman dan nyaman. Karena ketamakan pula, orang mengambil yang bukan haknya sehingga orang lain menjadi korban ketidakadilan dan mengalami kemiskinan. Untuk itu, marilah kita perhatikan baik-baik peringatan dari Yesus ini, "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan!" Ketamakan, selain merugikan dan mencelakakan banyak orang, juga tidak memberi jaminan apa-apa untuk masa depan kita. Tuhan lah yang menjamin hidup dan masa depan kita sehingga kita harus menjadi orang yang kaya di hadapan Allah. Dan di sinilah berlaku apa yang disebut paradoks. Untuk menjadi kaya di hadapan Allah, justru kita harus mau berbagi dan memberikan yang kita miliki.

Doa: Tuhan, bebaskanlah kami dari sikap tamak dan berilah kami hati yang pemurah untuk berbagi. Amin. -agawpr-

Melaksanakan tugas dan panggilan

Minggu, 19 Oktober 2014
Hari Minggu Biasa XXIX, Hari Minggu Evangelisasi
      

Yes. 45:1,4-6; Mzm. 96:1,3,4-5,7-8,9-10ac; 1Tes. 1:1-5b; Mat. 22:15-21.
   
Besok, 20 Oktober 2014, kita akan resmi memiliki Presiden baru. Setelah memenangkan pemilu pada bulan Juli yang lalu, Jokowi akan dilantik sebagai Presiden RI yang ke-7. Majalah TIME edisi 27 Oktober 2014 mengusung Presiden kita ini sebagai topik utama sekaligus memasang foto wajahnya pada sampul depan dengan judul sampul "A New Hope". Salah satu artikel utamanya adalah tulisan Hannah Beech dan berjudul "The New Face of Indonesian Democracy". Sebagai warga Gereja sekaligus warga negara yang baik, marilah kita sambut dengan penuh syukur kehadiran Presiden baru kita ini. Baik dengan doa maupun karya yang nyata, kita dukung usaha-usahanya untuk menjadikan Indonesia Hebat dengan melakukan revolusi mental. Kita laksanakan tugas dan panggilan kita untuk ikut serta mengabdi bangsa dan negara, salah satunya dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban kita sebaik-baiknya.

Doa: Tuhan, bantulah kami dengan rahmat-Mu agar kami dapat menjadi warga Gereja dan warga negara yang baik. Amin. -agawpr-

Terbaik dan Tetap Aman


Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus pada Hari Minggu Misi Sedunia 19 Oktober 2014

PESAN BAPA SUCI PAUS FRANSISKUS
PADA HARI MISI SEDUNIA
19 Oktober 2014
    
Janganlah kita kehilangan Sukacita Evangelisasi!
 Para pembaca yang budiman. Sebenarnya Bapa Suci, Paus Fransiskus, tidak memberi tema khusus dalam pesan misionernya pada Hari Misi Sedunia ini. Tema tersebut saya ambil dari sebuah kalimat dari pesan misioner beliau berikut ini (Dirnas KKI).

Saudara-saudari yang terkasih.
 Dewasa ini masih begitu banyak orang belum mengenal Yesus Kristus. Karena alasan inilah, maka misi atau perutusan kepada bangsa-bangsa (missio ad gentes) harus dipandang sangat mendesak. Semua anggota Gereja dipanggil untuk mengambil bagian dalam perutusan ini karena Gereja pada hakikatnya adalah misioner: Gereja ada untuk “pergi ke luar”. Hari Misi Sedunia adalah suatu momen istimewa karena seluruh umat beriman dari semua benua terlibat dalam doa dan berbagai aksi solidaritas yang konkrit untuk mendukung Gereja-Gereja muda di tanah-tanah misi. Hari Misi Sedunia adalah suatu perayaan rahmat dan sukacita. Disebut suatu perayaan rahmat, karena Roh Kudus yang diutus oleh Bapa memberi hikmat dan kekuatan kepada mereka yang taat kepada bimbingan Roh Kudus. Disebut suatu perayaan sukacita, karena Yesus Kristus, Putra Bapa, diutus untuk mewartakan Injil kepada dunia, mendorong dan menyertai usaha-usaha misioner kita. Oleh karena itu, Sukacita Yesus dan para murid-Nya yang berjiwa misioner tersebut membimbing saya untuk menampilkan suatu gambaran biblis yang dapat kita temukan dalam Injil Lukas (bdk. Luk. 10:21-23).
   
1. Penginjil (Lukas) menceritakan kepada kita bahwa Tuhan mengutus 72 murid berdua-dua ke kota-kota dan ke desa-desa untuk memberitakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat, dan untuk mempersiapkan orang-orang untuk berjumpa dengan Yesus. Setelah melaksanakan misi pewartaan tersebut, para murid kembali dengan penuh sukacita: jadi sukacita adalah suatu tema yang mendominasi pengalaman misinya yang pertama dan penuh kenangan yang tak pernah terlupakan. Namun demikian, sang Guru Illahi memperingatkan mereka: “Janganlah bersukacita karena roh-roh itu tunduk kepadamu; tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga. Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepadaMu, ya Bapa…..” Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat” (Luk. 10:20-21, 23).
                                                                 
 Lukas menampilkan tiga skenario. Pertama-tama Yesus berbicara kepada para murid-Nya, kemudian berbicara kepada Bapa-Nya dan akhirnya kembali berbicara kepada para murid-Nya. Yesus ingin agar murid-murid-Nya mengambil-bagian dalam sukacita-Nya, suatu sukacita yang berbedasama sekali dan lebih besar dari pada sukacita lain yang pernah mereka alami sebelumnya.
  
 2.   Para murid dipenuhi dengan sukacita, mereka sangat gembira karena kuasa yang mereka miliki mampu membebaskan orang dari roh-roh jahat. Tetapi Yesus memperingatkan mereka agar jangan terlalu bersukacita karena kuasa yang telah mereka terima, melainkan karena kasih yang telah mereka terima, “karena namamu ada terdaftar di sorga” (Luk. 10:20). Para murid bukan hanya dianugerahi suatu pengalaman kasih Allah, tetapi juga kemampuan untuk membagikan kasih itu. Dan pengalaman kasih inilah yang menjadi sumber syukur dan sukacita dalam hati Yesus. Lukas melihat sukacita ini dalam perspektif persekutuan trinitaris: “Yesus bersukacita dalam Roh Kudus”, sambil memandang Bapa dan memuji-Nya. Momen sukacita yang amat dalam ini meluap dari kasih keputraan Yesus yang begitu besar kepada Bapa-Nya, Tuhan atas langit dan bumi, yang menyembunyikan semuanya ini bagi orang-orang bijak dan cerdik-pandai, dan menyatakannya kepada orang-orang kecil (bdk. Luk. 10:21). Allah sekaligus menyembunyikan dan menyatakan. Namun dalam doa pujian-Nya tersebut, nampak Bapa lebih condong “menyatakan”. Apa yang telah disembunyikan dan dinyatakan oleh Allah? Tidak lain adalah misteri/rahasia Kerajaan-Nya, yaitu manifestasi ke-allah-anNya di dalam diri Yesus dan kemenangan-Nya atas Setan.
   
 Allah telah menyembunyikan ini semua dari mereka yang “angkuh”, yaitu mereka yang telah memenuhi pikiran mereka dengan dirinya sendiri dan yang menyatakan diri mengetahui segalanya. Mereka sebenarnya telah dibutakan oleh pandangan-pandangan mereka sendiri dan sama sekali tidak menyisakan tempat untuk Allah. Mereka adalah orang-orang sejaman dengan Yesus yang telah berulang kali ditegur oleh Yesus. Sikap merekaadalah suatu bahaya yang selalu ada sampai sekarang dan menjadi keprihatinan kita juga. Sementara itu “orang-orang kecil” adalah orang-orang sederhana, rakyat biasa, orang-orang miskin, orang-orang yang terpinggirkan, orang-orang yang tak mampu bersuara, orang-orang yang diliputi kekawatiran dan yang berbeban berat; merekalah orang-orang yang disapa Yesus sebagai orang-orang yang “berbahagia”, seperti Maria, Yosef, para nelayan dari Galilea dan para murid yang dipanggil oleh Yesus ketika Dia sedang bepergian untuk pewartaan.
          
 3.     “Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.” (Luk. 10:21). Kata-kata Yesus ini harus dipahami dengan mengacu pada pujian hati-Nya. Kata “berkenan” mengacu pada rencana Bapa yang bijak dan menyelamatkan bagi umat manusia. Kebaikan Illahi inilah yang membuat Yesus bersukacita karena Bapa berkenan mengasihi manusia dengan kasih yang sama, yang diberikan oleh Bapa kepada Putra-Nya. Lukas juga mengutip pujian yang serupa dari Bunda Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,…” (Luk. 1:46-47). Inilah Kabar Sukacita yang menghantar kepada keselamatan. Maria, yang sedang mengandung Yesus di dalam rahimnya, Sang Pewarta Injil luar biasa, mengunjungi Elisabet dan Maria pun bersukacita dalam Roh Kudus ketika ia mengalunkanMagnificat-nya. Yesus, ketika melihat keberhasilan misi para murid-Nya dan menimbulkan sukacita, bergembira di dalam Roh Kudus dan berseru kepada Bapa-Nya di dalam doa-Nya. Dalam kedua peristiwa tersebut, jelas merupakan sukacita berkat karya keselamatan, karena kasih yang Bapa berikan kepada Putra-Nya turun kepada kita, dan melalui Roh Kudus pula memenuhi kita dan menganugerahkan kepada kita bagian dalam kehidupan trinitaris.
      
 Bapa adalah sumber sukacita. Putra adalah manifestasi sukacita itu dan Roh Kudus adalah pemberi sukacita itu. Segera setelah mengucap syukur kepada Bapa, Penginjil Matius mengisahkan kepada kita bahwa Yesus berkata: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” (Mat. 11:28-30). “Sukacita Injil memenuhi hati dan kehidupan semua orang yang berjumpa menjumpai dengan Yesus. Mereka yang menerima tawaran keselamatan-Nya dibebaskan dari dosa, dari penderitaan, dari kekosongan batin dan kesepian. Bersama Kristus, sukacita itu akan selalu menjadi baru” (Evangelii Gaudium, EG.1).
    
 Santa Perawan Maria memiliki suatu pengalaman tersendiritentang perjumpaanya dengan Yesus dan karena itu menjadi causa nostrae laetitiae (sumber sukacita kita).Para murid, di sisi lain, menerima panggilan untuk mengikuti Yesus dan diutus oleh-Nya untuk mewartakan Injil (bdk. Mrk. 3:14), maka mereka dipenuhi oleh sukacita. Masakan kita tidak mau masuk ke dalam kelimpahan sukacita itu?
        
 4.     “Bahaya besar dunia dewasa ini, yang telah merasuk sedemikian rupa akibat konsumerisme, adalah kesedihan dan kecemasan yang lahir dari hati yang puas diri namun tamak; gelisah karena pencarian akan kenikamatan-kenikmatan yang dangkal, dan hati nurani yang tumpul” (Evangelii Gaudium, EG.2).Bangsa manusia sangat membutuhkan keselamatan yang dibawa oleh Kristus. Para murid Kristus adalah mereka yang membiarkan dirinya ditangkap oleh kasih Yesus dan dimeteraikan oleh api kerinduan demi Kerajaan Allah dan proklamasi sukacita Injil. Semua murid Tuhan dipanggil untuk menghayati sukacita evangelisasi. Para uskup, sebagai penanggungjawab utama pewartaan, memiliki tugas memajukan kesatuan Gereja setempat dalam komitmen misioner Gereja lokal. Mereka dipanggil untuk mengakui bahwa sukacita mengkomunikasikan Yesus Kristus diungkapkan dalam bentuk suatu perhatian untuk mewartakan Kristus di daerah-daerah yang paling jauh; juga mengunjungi daerah-daerah pinggiran di wilayah mereka secara teratur, di mana banyak orang miskin telah menanti pesan tersebut.
    
Banyak bagian dari dunia ini sedang mengalami kelangkaan panggilan imam dan hidup bakti. Hal ini disebabkan oleh karena tidak adanya semangat merasul dari komunitas-komunitas kristiani,sehingga mereka kehilangan gairah hidup dan karena itu gagal menjadi daya tarik banyak orang. Sukacita Injil itu lahir dari perjumpaan dengan Kristus dan dari semangat berbagi dengan orang-orang miskin. Karena alasan inilah maka saya mendorong jemaat-jemaat paroki, serikat-serikat dan kelompok-kelompok untuk menghayati kehidupan persaudaraan yang intens, yang didasarkan pada kasih Yesus danpada keprihatinan terhadap kebutuhan-kebutuhan orang-orang yang malang nasibnya. Di mana ada sukacita, gairah dan niat untuk membawa Yesus kepada sesama, maka di sanalah akan muncul panggilan-panggilan yang sejati. Di antara panggilan-panggilan itu, kita tidak boleh mengabaikan panggilan kaum awam dalam karya misi. Dewasa ini sedang berkembang kesadaran identitas  dan misi kaum awam dalam Gereja, demikian juga suatu pengakuan bahwa mereka dipanggil untuk mengambil peran yang semakin besar dalam menyebar-luaskan Injil. Konsekuensinya, mereka membutuhkan pelatihan-pelatihan yang cocok demi aktivitas kerasulan yang efektif.
    
 5.     “Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2Kor.9:7). Hari Misi Sedunia adalah suatu kesempatan untuk menyalakan kembali niat dan kewajiban moral untuk mengambil bagian dalam sukacita missio ad gentes. Bantuan keuangan dari setiap orang adalah tanda suatu persembahan diri pertama-tama kepada Tuhan dan kemudian kepada sesama; dengan cara ini maka pemberian yang bersifat marterial menjadi sarana evangelisasi untuk pembangunan manusia atas dasar kasih.
     
Saudara-saudari yang terkasih.
Pada Hari Misi Sedunia ini, perhatian saya terarah kepada Gereja-Gereja lokal. Janganlah kita kehilangan sukacita evangelisasi! Saya mengajak Anda semua masuk ke dalam sukacita Injil dan menghayati kasih yang dapat menyalakan panggilan Anda dan tugas perutusan Anda. Saya mendesak Anda masing-masing untuk mengenang kembali, seolah-olah Anda sedang mengadakan peziarahan batin, yaitu ‘cinta pertama’ dengan Tuhan Yesus Kristus yang memberi kehangatan hati Anda, bukan sekedar nostalgia tetapi supaya Anda tetap bertekun dalam sukacita. Para murid Tuhan bertekun dalam sukacita ketika mereka merasakan kehadiran-Nya, melaksanakan kehendak-Nya dan berbagi dengan sesama tentang iman, harapan dan kasih injili.
   
 Marilah kita berdoa dengan perantaraan Bunda Maria, model evangelisasi yang rendah hati dan penuh sukacita, agar Gereja menjadi sebuah rumah yang siap menyambut siapa saja, bagaikan seorang ibu yang menyambut semua orang dan menjadi tempat pembaharuan bagi dunia kita.
        
Dari Vatikan, 8 Juni 2014, Hari Raya Pentakosta
PAUS FRANSISKUS



Alihbahasa: Romanus Harjito, O.Carm.

Minggu, 19 Oktober 2014 Hari Minggu Biasa XXIX - Minggu Evangelisasi

Minggu, 20 Oktober 2014
Hari Minggu Biasa XXIX - Minggu Evangelisasi

"Kita dapat berbicara tentang hal-hal yang mempersatukan kita, namun tidak dapat berkompromi terhadap integritas iman Katolik, baik dogma maupun doktrin yang berakar pada Alkitab, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja, yang dapat ditelusuri dari perkembangan doktrin." (Paus Paulus VI, Ensiklik Ecclesiam Suam, No. 109)

Antifon Pembuka (Mzm 17:6.8)

Aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau mendengarkan daku, ya Allah. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah kata-kataku. Jagalah aku bagaikan biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu.

To you I call; for you will surely heed me, O God; turn your ear to me; hear my words. Guard me as the apple of your eye; in the shadow of your wings protect me.

Ego clamavi, quoniam exaudisti me, Deus: inclina aurem tuam, et exaudi verba mea: custodi me, Domine, ut pupilam oculi: sub umbra alarum tuarum protege me.

Doa Pagi


Allah yang kekal dan kuasa, ciptakanlah dalam diri kami hati yang tulus dan setia agar kami mampu melayani Engkau, ya Allah yang Mahaagung, dengan penuh bakti dan kasih. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (45:1.4-6)
       
 "Aku memegang tangan kanan Koresh supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya."
      
Beginilah firman Tuhan, "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang untuk menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja; untuk membuka pintu-pintu di depannya, supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup: Demi hamba-Ku Yakub, dan demi Israel pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, dan menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku. Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, supaya dari terbitnya matahari sampai terbenamnya orang tahu bahwa tidak ada yang lain di luar Aku; Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan, do = a, 2/2, PS 863
Ref. Pujilah Tuhan, hai umat Allah, Pujilah Tuhan, hai umat Allah.
Ayat. (Mzm 96:1.3.4.5.7-8.9-10)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.
2. Sebab mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji, Ia lebih dahsyat daripada segala dewata. Sebab segala allah para bangsa adalah hampa, tetapi Tuhan, Dialah yang menjadikan langit.
3. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya.
4. Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi! Katakanlah di antara bangsa-bangsa, "Tuhan itu Raja! Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika (1:1-5b)
    
"Kami selalu ingat akan amal imanmu, akan usaha kasihmu, dan ketekunan harapanmu."
       
Salam dari Paulus, Silwanus, dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang ada dalam Allah Bapa dan dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu. Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami. Sebab kami selalu teringat akan amal imanmu, akan usaha kasihmu dan ketekunan harapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita. Saudara-saudara yang dikasihi Allah, kami tahu bahwa Allah telah memilih kamu. Sebab Injil yang kami beritakan disamapaikan kepada kamu bukan dengan kata-kata saja, melainkan juga dengan kekuatan dalam Roh Kudus dan kepastian yang kokoh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = d, 2/4, PS 961
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Flp 2:15-16)
Hendaklah kamu bersinar di dunia seperti bintang-bintang sambil berpegang pada sabda kehidupan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (22:15-21)
   
"Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
     
Sekali peristiwa orang-orang Farisi berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama orang-orang Herodian bertanya kepada Yesus, "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan dengan jujur mengajarkan jalan Allah, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Bolehkah membayar pajak kepada kaisar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka. Maka Ia lalu berkata, "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu!" Mereka membawa suatu dinar kepada Yesus. Maka Yesus bertanya kepada mereka, "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka, "Gambar dan tulisan kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka, "Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan


Terjerat adalah suatu situasi yang memenjarakan dan bisa membawa kematian. Seperti buruan yang terjerat perangkap, buruan itu tidak bisa lepas sebelum jeratnya dilepaskan. Jika ia terus terjerat, maka yang terjerat itu akan lemas dan akhirnya mati. Demikianlah nasib buruan yang terjerat.

Hal itu sama dengan manusia yang terjerat suatu kasus atau situasi yang berat dalam hidupnya. Kasus dan situasinya bisa saja biasa-biasa tetapi jika ia tetap terjerat maka dalam perjalanan waktu ia akan lemas dan bisa mati. Karena itu, waspadalah terhadap jerat. Ia bisa kelihatan dan tidak kelihatan. Jika kita lambat tersadar atau tidak waspada, maka kita bisa masuk dalam perangkap yang kita sadari dan tidak. Misalnya, terjerat macet, terjerat hutang, terjerat banjir, terjerat cinta, terjerat janji, terjerat kasus korupsi, dan sebagainya.

Banyaknya jerat dalam kehidupan dan bisa saja datang dari orang-orang yang dekat dan kita kenal, maka sikap bijak atas segala sesuatu dan terhadap setiap orang adalah suatu keharusan. Kita mesti bijak dengan omongan sendiri supaya tidak seperti kata pepatah ‘senjata makan tuan’. Kita mesti bijak dengan barang dan orang sekitar supaya tidak menjadi orang munafik. Kita mesti bijak dengan diri sendiri agar tetap menjadi pribadi yang lurus hati. Untuk menjadi bijak, kita harus bersikap jujur. Memang, kejujuran itu bisa menyakiti, tetapi masalah apa pun akan cepat terselesaikan jika kita mau berlaku jujur.
 
 Lihatlah dialog yang dilakukan dalam Injil hari ini. Mari kita buktikan dalam hidup bahwa kejujuran itu adalah suatu mutiara berharga. Orang banyak mencari Yesus karena Ia adalah orang yang jujur dan bijaksana. Mereka ingin mendapat jawaban dari Yesus atas kegelisahan yang mereka hadapi. Kegelisahan pajak bukanlah satu-satunya persoalan yang paling berat dalam hidup. Persoalan yang paling menggelisahkan dan membuat kehidupan yang sulit semakin sulit adalah sikap munafik manusia dalam mencari Tuhan dan penghidupan. Mari kita cek.

Yang dialami oleh orang Farisi dan Herodian, sama seperti yang kita alami dalam kehidupan kita. Kita sudah tahu apa yang menjadi hak dan kewajiban seorang murid. Tetapi, kita sering lupa dan pura-pura tidak tahu. Kita tahu bahwa seorang Katolik wajib membersihkan diri dengan mengaku dosa, namun kita tidak melakukan. Dan masih banyak lagi. Dalam situasi ini, pantaskah kita bertanya kepada Tuhan: Apakah tidak melakukan semua itu dosa atau salah?

Waspada. Jerat selalu ada di sekitar kita. Jerat ada dalam pikiran dan dekat di bibir. Jerat bisa kita ciptakan sendiri. Yesus berkata, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Jangan menjerat diri dengan pikiran liar. Ini adalah jalan kehancuran.

Yesus mau, kita selalu berlaku jujur agar luput dari segala cobaan. Ingat, kejujuran dan kebahagiaan selalu menanti orang yang dengan jujur mencari Tuhan dan menjalani hidupnya. (Kartolo Malau, O.Carm/RUAH)
     
BEATIFIKASI PAUS PAULUS VI
  
Hari ini, 19 Oktober 2014, tepat pada hari Minggu Evangelisasi dan penutupan Sinode para Uskup yang secara khusus membahas tentang keluarga, Paus Fransiskus membeatifikasi Paus Paulus VI, setelah Paus Fransiskus mengakui sebuah mukjizat terjadi dengan perantaraan Paus Paulus VI. Mukjizat tersebut berupa penyembuhan secara langsung (tiba-tiba) atas seorang bayi yang secara medis dinyatakan akan lahir cacat permanen dan tidak dapat disembuhkan. Berkat doa kepada Paus Paulus VI, sebuah mukjizat terjadi, anak asal California ini lahir dengan normal pada tahun 1990 dan sekarang menjadi anak remaja yang sehat.
 
Kisah hidup Paus Paulus VI
 
Paus Paulus VI lahir di Concesio dekat Brecia, Italia pada 26 September 1897. Orangtuanya memberi nama Giovanni Battista Enrico Antonio Maria Montini. Di kalangan Vatikan ia diakui sebagai seorang diplomatik yang terkenal. Pada 21 Juni 1963 Giovanni Battista terpilih sebagai Paus Gereja Katolik Roma, menggantikan Paus Yohanes XXIII, inisiator diadakannya Konsili Vatikan II, yang dinyatakan sebagai Santo pada 27 April 2014 lalu. Sebagai paus terpilih dia memakai nama Paus Paulus VI.
  
Sudah saatnya dunia yang dipenuhi dengan informasi yang bertentangan dengan kebenaran dapat juga dibendung dengan informasi tentang Sang Kebenaran, yaitu Yesus Kristus, yang dapat menuntun manusia pada keselamatan kekal, karena Dia adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup! (lih. Yoh 14:6). (Paus Benediktus XVI)
  
  
RUAH

Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.

Sabtu, 18 Oktober 2014
Pesta Santo Lukas, Penginjil
      


2Tim. 4:10-17b; Mzm. 145:10-11,12-13ab,17-18; Luk. 10:1-9.
  
"Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini."
    
Yesus mengutus para murid dengan beberapa pesan yang harus mereka perhatikan dan beberapa tugas yang harus mereka laksanakan. Namun, pertama-tama, yang harus mereka wartakan terlebih dahulu, sebelum yang lain-lainnya adalah damai sejahtera. Entah damai sejahtera itu diterima atau tidak, mereka harus mesampaikannya. Inilah tugas perutusan kita semua. Di manapun kita berada, kita harus membawa damai sejehtera. Tentu hal ini tidak cukup hanya sekedar ucapan bibir belaka. Kata-kata "Berkah Dalem", "Tuhan memberkati", "GBU" (Gos Bless Us/You) yang kita ucapkan harus kita barengi dengan perwujudan nyata. Masak, mulut kita mengatakan "Berkah Dalem" kepada seseorang, tetapi setelah orang itu pergi, kita ngrumpi atau menjelek-jelekkannya. Sebaliknya, dengan kata-kata tersebut, kita justru harus berusaha agar diri kita, melakui pemikiran, perkataan, sikap dan tindakan, sungguh-sungguh menjadi berkat bagi sesama, menjadi sumber kedamaian dan kesejahteraan bagi mereka.
   
Doa: Tuhan, bantulah kami dengan rahmat-Mu untuk mampu menjadi berkat dan sumber kedamaian serta kesejahteraan bagi sesama. Amin. -agawpr-

Sabtu, 18 Oktober 2014 Pesta Santo Lukas, Penginjil

Sabtu, 18 Oktober 2014
Pesta Santo Lukas, Penginjil
 
Injil Lukas memancarkan kegembiraan yang mengalir dari suatu kepercayaan terhadap kasih Allah dan belaskasih-Nya (Jerome Kodell, OSB)

 
Antifon Pembuka (lih. Yes 52:7)

Betapa menyenangkan mendengar derap kaki orang yang turun berlari dari gunung dan memaklumkan, "Damai!" yang membawa kabar sukacita dan mewartakan, "Kita selamat!"
   

Pada Misa hari ini ada Madah Kemuliaan
     
Doa Pagi

Allah Bapa yang mahabaik, hari ini kami merayakan Pesta Santo Lukas. Terinspirasi oleh Injilnya, semoga kami dapat lebih bersemangat dalam perjalanan iman kami. Semoga dunia yang Engkau berikan sebagai tempat kami hidup tidak membuat kami sesat melainkan menjadi sarana untuk sampai kepada-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
    
Kebersamaan dalam pelayanan begitu penting. Semuanya itu dikembangkan oleh para rasul untuk membentuk sebuah persaudaraan yang kokoh dalam Tuhan. Semua bekerja saling membantu dan saling mengisi. Semua sehati sepenanggungan dalam menghadapi berbagai macam peristiwa. Itulah salah satu bagian pembentukan Gereja.
    
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius (2Tim 4:10-17b)
    
"Hanya Lukas yang tinggal dengan aku."
       
Saudaraku terkasih, Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia, sedang Titus ke Dalmatia. Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia kemari, karena pelayanannya penting bagiku. Tikhikus telah kukirim ke Efesus. Jika engkau kemari, bawalah juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu. Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita. Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku; semuanya meninggalkan aku. -- Kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka. -- Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya, dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan
Ref. Para kudus-Mu, ya Tuhan, memaklumkan Kerajaan-Mu yang semarak mulia.
Ayat. (Mzm 145:10-13ab.17-18)
1. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
2. Mereka memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.
3. Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 15:16)
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap.
 
Pengutusan para murid menandai proses pemuridan yang dikerjakan oleh Yesus bagi para murid-Nya. Salah satu aspek yang begitu ditekankan oleh Yesus adalah, sikap berserah pada kehendak Allah. Dengan tidak membawa bekal dan perlengkapan berlebih, para murid dilatih untuk tetap mengandalkan rahmat Allah dalam hidup mereka.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:1-9)
  
"Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya."
     
Pada suatu hari Tuhan menunjuk tujuh puluh murid, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka, "Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian itu, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalu kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu, 'Damai sejahtera bagi rumah ini.' Dan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal padanya. Tetapi jika tidak, salammu itu akan kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Jika kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ, dan katakanlah kepada mereka, 'Kerajaan Allah sudah dekat padamu'."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus
 
Renungan
 
“Damai sejahtera bagi rumah ini,” demikianlah perintah Tuhan bagi kita. Kita diutus untuk mewartakan damai sejahtera bagi setiap orang yang kita jumpai. Bila damai sejahtera telah terwujud maka kita pun tahu bahwa saat itulah “Kerajaan Allah sudah dekat padamu”. Damai sejahtera adalah tanda nyata kehadiran Kerajaan Allah. Kita dipanggil untuk menjadi pewarta damai artinya pewarta kehadiran Kerajaan Allah yang adalah Kerajaan Damai. Mari kita hayati panggilan dan perutusan Tuhan ini di mana pun kita ditugaskan dan apa pun bentuk panggilan kita.

Doa Malam

Tuhan Yesus, tuntutan-Mu kepada para utusan-Mu menjadi tantangan bagi kami agar kami berani seutuhnya pasrah kepada-Mu dalam melaksanakan perutusan-Mu. Jiwailah semangat pengabdian kami kepada-Mu dan sesama, dari hari ke hari, ya Tuhan. Sebab Engkaulah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
 
RUAH

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy