Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.

Selasa, 09 Desember 2014
Hari Biasa Pekan II Adven

 
Yes. 40:1-11; Mzm. 96:1-2,3,10ac,11-12,13; Mat. 18:12-14.
     
"Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang."
        
Beberapa kali kita mendengar atau membaca berita tentang orang yang hilang. Mungkin orang-orang yang menghilang (bukan orang-orang yang sengaja dihilangkan oleh orang lain karena unsur politis) tidak sadar atau tidak mau tahu kalau dirinya itu merepotkan keluarga dan sanak saudaranya. Mereka merasa cemas dan kuatir serta harus bersusah payah mencarinya. Atau tidak usah jauh-jauh contohnya. Kita ambil contoh saja apa yang kadangkala dialami orangtua ketika anaknya yang masih kecil pergi bermain dengan teman-temannya dan sampai sore menjelang malam belum pulang. Mereka pasti merasa cemas dan repot mencari anakn sampai ketemu. Demikian pulalah kita. Kalau kita menghilangkan diri dari hadapan Tuhan, itu berarti membuat Tuhan harus bersusah payah dan repot mencari kita. Oleh karena itu, salah satu bentuk pertobatan yang baik kita lakukan di masa adven ini adalah kita berhenti membuat Tuhan repot mencari kita, kita tidak lagi menghilangkan diri dari hadapan-Nya tetapi berusaha untuk selalu hadir di hadapan-Nya, termasuk hadir dalam kebersamaan dengan umat yang lain.

Doa: Tuhan, semoga kami semakin menjadi anak-anak-Mu yang tekun dan setia hadir di hadapan-Mu dan tidak lagi menghilangkan diri dengan berbagai macam alasan. Amin. -agawpr-

Selasa, 09 Desember 2014 Hari Biasa Pekan II Adven

Selasa, 09 Desember 2014
Hari Biasa Pekan II Adven
 
“Pada Dia kamu akan menemukan lebih daripada yang kamu minta dan kamu inginkan” (St. Yohanes dari Salib)
 

Antifon Pembuka (Za 14:5.7)

Tuhan pasti akan datang, diiringi semua orang kudus, bersinarkan cahaya gemilang.
   
Behold, the Lord will come, and all his holy ones with him;and on that day there will be a great light.
   
Doa Pagi
   

Ya Allah, Engkau telah menunjukkan keselamatan-Mu kepada segala ujung bumi. Semoga kami senantiasa berharap dalam sukacita sambil menantikan kelahiran Kristus, Putra-Mu. Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
    
Kabar tentang kedatangan Tuhan didahului dengan ajakan pertobatan. Semua diajak bertobat, mengubah kehidupan masing-masing untuk menyambut kehadiran Tuhan, sang pembawa damai.
   

Bacaan dari Kitab Yesaya (40:1-11)
    
"Allah menghibur umat-Nya."
    
Beginilah firman Tuhan, “Hiburlah, hiburlah umat-Ku! Tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan Tuhan dua kali lipat karena segala dosanya.” Ada suara berseru, “Siapkanlah di padang gurun jalan bagi Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, setiap gunung dan bukit harus diratakan. Tanah yang berbukit-bukit harus menjadi rata, dan yang berlekak-lekuk menjadi datar. Maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama! Sungguh, Tuhan sendiri telah mengatakannya.” Terdengarlah suatu suara, “ Berserulah!” Jawabku, “Apa yang harus kuserukan?” Serukanlah: Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering, apabila Tuhan menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.” Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda, “Lihat, itu Allahmu!” Lihat, itu Tuhan Allah! Ia datang dengan kekuatan, dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan ternak-Nya dan menghimpunkan-Nya dengan tangan-Nya. Anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Lihat, Tuhan datang dengan kekuatan!
Ayat. (Mzm 96:1-2.3.10ac.11-12.13)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya, kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang daripada-Nya.
2. Sebab mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji, Ia lebih dahsyat daripada segala dewata. Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "Tuhan itu Raja! Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."
3. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya! Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.
4. Bersukacitalah di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.
 
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Hari Tuhan sudah dekat, Ia datang sebagai penyelamat.

Kasih Allah yang demikian besar diibaratkan dengan seorang gembala yang meluangkan waktu untuk mencari seekor domba yang hilang. Bagi Allah seorang manusia yang menjauh dari-Nya masih berharga, sehingga Dia mau mencari dan membawanya pulang.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (18:12-14)
     
"Bapamu tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang."
    
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Bagaimana pendapatmu? Jika seseorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang 99 ekor di pegunungan, lalu pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika ia berhasil menemukannya, lebih besarlah kegembiraannya atas yang seekor itu daripada atas yang sembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian pula Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan


Masa Adven merupakan masa pengampunan dosa. Hari demi hari berlalu. Minggu dan bulan berlalu. Bisa jadi tanpa terasa hidup terasa berat, tiada lagi canda dan tawa. Tiada penghiburan yang menyegarkan hati dari manusia. Akibatnya kita mudah berdosa baik dosa fisik seperti memukul, dosa mental seperti memaki atau dosa spiritual seperti jarang atau tidak pernah menyambut Tubuh Kristus. Kinilah saatnya kita rasakan kembali bahwa “Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang.” Bapa menyayangi Anda, tidak membiarkan Anda tersesat. Tuhan datang dengan kekuatan untuk menghibur Anda dan Anda pun menjadi pembawa kabar baik bagi keluarga dan rekan kerja Anda.

Antifon Komuni (Bdk. 2Tim 4:8)
    
Hakim hanya akan memberikan mahkota kebenaran kepada orang-orang yang merindukan kedatangan-Nya.
    
The Just Judge will bestow a crown of righteousness on those who eagerly await his coming.
  
Doa Malam

Tuhan Yesus, bagaikan domba yang sesat, aku sering meninggalkan Engkau walau aku tanpa jasa sedikit pun. Namun Engkau tetap mencariku karena Engkau mencintaiku. Buatlah aku, ya Tuhan, untuk hidup dalam kawanan domba-Mu, bersedia kembali dan bangkit untuk mengikuti-Mu sampai selama-lamanya. Amin.

RUAH