Belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan

Rabu, 10 Desember 2014
Hari Biasa Pekan II Adven

 
Yes. 40:25-31; Mzm. 103:1-2,3-4,8,10; Mat. 11:28-30.
  
"Belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan"
    
Hidup kita tidak selalu berjalan dengan baik atau tanpa masalah. Ada kalanya kita sungguh merasakan letih dan lesu karena satu atau lebih beban yang harus kita tanggung. Dalam keadaan seperti itu, seringkali kita digoda untuk semakin menjauh dari Tuhan. Roh jahat membujuk kita untuk "berasionalisasi" macam-macam, misalnya: kalau Tuhan baik, mengapa Ia membiarkan saya menderita dengan segala macam beban hidup ini, mengapa Tuhan tidak mendengarkan doa yang telah sekian lama saya panjatkan, buat apa lagi saya berdoa, dll, dll. Mungkin, dalam keadaan seperti itu, kita berdoa dengan perasaan yang tidak enak, tidak nyaman dan terasa hampa. Namun, bagaimana pun juga harus kita lakukan. Ibaratnya seperti pada saat kita sedang sakit, seenak apapun makanan yang disajikan lidah kita merasakan tidak enak. Namun kita tetap harus memakannya supaya mendapatkan kekuatan. Masih ditambah lagi obat atau jamu yang rasanya tidak enak, tetapi juga harus kita makan. Pengalaman saya sendiri, hadir di hadapan Tuhan, lebih-lebih pada saat hidup ini terasa berbeban berat, meski tidak serta-merta membuat beban itu hilang atau semua masalah terselesaikan, namun selalu dan sungguh mendapatkan ketenangan. Ketenangan itulah yang membuat kita bisa berpikir jernih dan bertindak bijaksana sehingga pelan-pelan bisa mengatasi persoalan yang kita hadapi.
 
Doa: Tuhan, semoga segala keletihan dan kelesuan yang kami alami karena berbagai macam beban hidup yang harus kami tanggung, tidak membuat kami semakin menjauh dari-Mu tetapi sebaliknya justru semakin mendekatkan kami kepada-Mu. Amin. -agawpr-

Rabu, 10 Desember 2014 Hari Biasa Pekan II Adven

Rabu, 10 Desember 2014
Hari Biasa Pekan II Adven
 
Dalam Gereja kita mendapatkan kesucian oleh karena rahmat Tuhan. (Lumen Gentium, 48)

 
Antifon Pembuka (bdk. Hab 2:3; 1Kor 4:5)

Tuhan akan datang dan tidak akan berlambat. Ia akan menerangi yang tersembunyi dalam kegelapan, dan menyatakan dirinya kepada segala bangsa.
 
The Lord will come and he will not delay. He will illumine what is hidden in darkness and reveal himself to all the nations.
 

Doa Pagi


Allah yang Mahakuasa, Engkau memerintahkan kami untuk mempersiapkan jalan bagi Kristus Tuhan. Semoga Roh-Mu menyucikan jiwa, raga dan roh kami sehingga terpelihara dengan baik sampai kedatangan Putra-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 
Allah mewahyukan diri sebagai Allah sumber kekuatan, semangat dan kehidupan. Setiap orang yang mau mencari dan terus membangun relasi dengan-Nya akan merasakan karunia tersebut dalam seluruh hidupnya.
 

Bacaan dari Kitab Yesaya (40:25-31)
   
 
"Tuhan yang mahakuasa memberikan kekuatan kepada yang lelah."
     
Yang Mahakudus berfirman, “Dengan siapa kalian hendak menyamakan Daku? Siapa yang setara dengan Daku? Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah! Siapa yang menciptakan semua bintang itu? Siapa yang menyuruh mereka ke luar seperti tentara, sambil memanggil nama mereka masing-masing? Tidak ada satu pun yang tidak hadir, sebab Dia itu Mahakuasa dan Mahakuat. Hai Yakub, hai Israel, mengapa engkau berkata begini, ‘Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hatiku tidak diperhatikan Allahku?’ Tidakkah engkau tahu, dan tidakkah engkau mendengar? Tuhan itu Allah yang kekal, yang menciptakan alam semesta. Tuhan tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu. Pengertian-Nya tidak terduga. Tuhan memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada mereka yang tidak berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung. Tetapi orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru. Mereka seumpama rajawali yang terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya. Mereka berlari dan tidak menjadi lesu. Mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 2/2, PS 835
Ref. Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
atau Puji, jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahwe.
Ayat. (Mzm 103:1-2.3-4.8-10)
1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!
2. Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!
3. Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Tuhan akan datang menyelamatkan umat-Nya. Berbahagialah orang yang menyongsong Dia
  
Allah sebagai sumber kekuatan, nyata dalam diri Yesus Kristus. Dia datang membawa pemulihan bagi mereka yang lemah dan tidak memberi beban yang tak tertanggungkan oleh umat-Nya. Dia selalu menyertai setiap orang yang mau berpaut kepada-Nya.
    
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:28-30)
   
"Datanglah kepada-Ku kalian yang letih lesu."
   
Sekali peristiwa bersabdalah Yesus, “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah-lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
 
Sebelum memilih dan memutuskan sesuatu hal, hendaknya Anda ingat sabda Tuhan, "Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah. Siapa yang menciptakan semua bintang itu?" Anda perlu hening dan tidak terburu-buru memilih dan memutuskannya agar tidak menyesali keputusan Anda sendiri. Tuhan tidak memberikan yang buruk kepada Anda. Tuhan tidak ingin Anda hidup dalam penyesalah seumur hidup. Tuhan tidak ingin Anda letih lesu dan berbeban berat karena pilihan Anda sendiri. Maka, belajarlah lemah lembut dan rendah hati dari Yesus yang berusaha menenangkan hati kita sebelum memutuskan. Jangan ambil keputusan melulu secara emosional.

Antifon Komuni (Yes 40:10; 35:5)
 
Lihatlah, Tuhan kita akan datang dengan kuasa dan akan menerangi mata hambanya.
 
Behold, our Lord will come with power and will enlighten the eyes of his servants.

Doa Malam

Allah Bapa yang mahabaik, betapa engkau mengasihi kami lebih dari segalanya. Ketika kami dalam kesulitan, Engkau mengundang kami datang kepada-Mu untuk menyerahkan semuanya pada-Mu. Engkau berjanji akan memberikan kelegaan bagi kami. Semoga kami dapat mengalami pemeliharaan-Mu yang besar dalam segala usaha kami. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   
Renungan: RUAH