| Halaman Depan | Bacaan Harian | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Lumen Christi | Dukung Renungan Pagi|

Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya

Senin, 22 Desember 2014
Hari Biasa Khusus Adven
 
  
1Sam. 1:24-28; MT 1Sam. 2:1,4-5,6-7,8abcd; Luk. 1:46-56.
  
 Melalui Kidung Pujiannya, Bunda Maria mengajak kita untuk merenungkan satu keutamaan hidup yang paling utama, yang membuat kita berkenan kepada Tuhan, yakni kerendahan hati. Tuhan memperhatikan dan meninggikan orang yang rendah hati, Ia melakukan perbuatan-perbuatan besar atasnya serta menurunkan rahmat-Nya kepada orang yang takut akan Dia. Sebaliknya, orang yang congkak hati diceraiberaiakan-Nya dan diusir pergi dari hadapan-Nya dengan tangan hampa. Untuk itu, dengan pertolongan rahmat Tuhan, marilah kita selalu berusaha menjadi orang yang rendah hati (Latin: humus) agar setiap keutamaan hidup yang lain dapat tumbuh dan berkembang dengan subur dalam hidup kita sehingga kita menjadi orang yang berkenan pada Tuhan dan pantas untuk menerima rahmat serta perbuatan-perbuatan besar-Nya.

Doa: Tuhan, bantulah kami dengan rahmat-Mu untuk menjadi orang yang rendah hati. Amin. -agawpr-

Senin, 22 Desember 2014 Hari Biasa Khusus Adven

Senin, 22 Desember 2014
Hari Biasa Khusus Adven - Novena Natal Hari Ketujuh
  
“Jiwaku bersukacita karena ke-Allah-an kekal Kristus, Juruselamatku, yang kukandung di dalam waktu dan kubawa di dalam tubuhku” (St. Beda Venerabilis)

  
Antifon Pembuka (Mzm 24:7)
  
Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura, dan lebarkanlah dirimu, hai gerbang abadi, supaya masuklah Raja Mulia.

O gates, lift high your heads; grow higher, ancient doors. Let him enter, the king of glory!


Doa Pagi


Ya Bapa, berilah kepada kami, umat-Mu, hati tanpa beban serta penuh kegembiraan menyongsong kedatangan Putra-Mu, Pembebas sejati. Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.

Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (1:24-28)
    

"Hana bersyukur atas kelahiran Samuel."
      
Sekali peristiwa, setelah Samuel disapih oleh ibunya, Hana, ia dihantar ke rumah Tuhan di Silo, dan bersama dia dibawalah seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, satu efa tepung dan sebuyung anggur. Waktu itu Samuel masih kecil betul. Setelah menyembelih lembu, mereka mengantar kanak-kanak itu kepada Eli. Lalu Hana berkata kepada Eli, “Mohon bicara, Tuanku! Demi Tuanku hidup, akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini, dekat Tuanku untuk berdoa kepada Tuhan. Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan Tuhan telah memberikan kepadaku apa yang kuminta dari pada-Nya. Maka aku pun menyerahkannya kepada Tuhan; seumur hidupnya terserahlah anak ini kepada Tuhan.” Lalu sujudlah mereka semua menyembah Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Kidung Tanggapan
Ref. Hatiku bersyukur karena Tuhan, penyelamatku.
Ayat. (1Samuel 2:1. 4-5. 6-7, 8abcd; Ul: 1a)
1. Hatiku bersukacita karena Tuhan, aku bermegah-megah karena Allahku. Mulutku mencemoohkan musuhku, aku bersukacita karena pertolongan-Mu.
2. Busur para pahlawan telah patah, tetapi orang-orang lemah dipersenjatai kekuatan. Orang yang dulu kenyang kini harus mencari nafkah tetapi yang dulu lapar kini boleh beristirahat. Orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi ibu yang banyak anaknya menjadi layu.
3. Tuhan berkuasa mematikan dan menghidupkan. Ia berkuasa menurunkan ke dalam maut dan mengangkat dari sana. Tuhan membuat miskin dan membuat kaya. Ia merendahkan dan meninggikan juga.
4. Ia menegakkan orang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia di antara para bangsawan, dan memberi dia kursi kehormatan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. O Tuhan, Raja segala bangsa dan batu penjuru Gereja, datanglah, dan selamatkanlah manusia yang Kaubentuk dari tanah. Alleluya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:46-56)
     
"Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku."
      
Dalam kunjungannya kepada Elisabet, ketika dipuji bahagia, Maria memuliakan Allah dan berkata, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memerhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama Elisabet, lalu pulang ke rumahnya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
  
Suatu kali, seorang isteri ditanya oleh suaminya, “Hal apa yang paling membuatmu bahagia dalam hidup ini?” Jawab sang isteri, “Ketika aku bisa melahirkan anak-anak kita ke dunia!” Mendengar jawaban tersebut, sang suami langsung memeluk isterinya dengan mesra. Jawaban sang isteri mungkin tampaknya sebuah jawaban yang mudah. Namun, kalau kita mengingat kesulitan dan beratnya seorang ibu ketika mengandung dan melahirkan anaknya, kita baru bisa menyadari bahwa jawaban di atas adalah sebuah jawaban yang luar biasa, yang keluar dari kebesaran hati seorang ibu. Dalam dunia medis dan ilmu psikologi, sikap penerimaan seorang ibu terhadap bayi yang dikandungnya, kelak mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan si bayi.

Injil hari ini berbicara tentang pujian Maria kepada Tuhan, yang biasa disebut Magnificat. Menarik sekali bahwa di dalam kata “magnificat” terkandung kata “magnus” yang artinya besar. Dengan demikian, pujian Maria ini adalah pujian besar atau pujian agung. Pujian agung ini keluar dari kebesaran hati Maria dalam menanggapi kehendak Allah. Sebagaimana kita ketahui bahwa Maria mengandung sebelum menikah dengan Yusuf; dan hukuman bagi wanita yang hamil di luar nikah pada zaman itu adalah hukuman mati dengan dilempari batu (dirajam). Oleh karena itu, kalau Maria mengungkapkan pujian yang begitu agung, tentu Maria memiliki kebesaran hati. Maria menerima karya Tuhan atas dirinya dengan besar hati. Bahkan, Maria berani menyebut karya Allah itu sebagai karya agung atas dirinya. Allah menjadi pusat dan tujuan hidup Maria. Hanya Allahlah yang membuat Maria bisa mengungkapkan pujiannya.

Sungguh suatu berkat dan bukan kebetulan, ketika kita merenungkan tentang pujian Maria, hari ini kita juga merayakan hari ibu. Mungkin peringatan hari ibu ini dimaksudkan untuk memberikan penghormatan khusus bagi para ibu yang telah bersedia dengan sepenuh hatinya melaksanakan kehendak Allah untuk melahirkan anak-anak yang Allah percayakan kepada mereka. Bersama Maria, para ibu diajak untuk juga mengungkapkan “magnificat” dan menerima kehendak Allah sebagai karya agung atas dirinya. Lebih dalam lagi, Tuhan ingin “melibatkan” para ibu dalam meneruskan karya agung-Nya di dunia ini. (Cafe Rohani)
  
Dalam Injil hari ini Maria menyampaikan Kidung Pujian (Magnificat) kepada Tuhan. Ia mengajar kita bagaimana memuji Tuhan atas setiap karya-Nya. "Hanya jiwa, yang mengalami perbuatan-perbuatan besar dari Allah dapat mengagungkan dan memuji Dia apa sepantasnya; hanya jiwa (seperti) itu dapat mengajak mereka yang mempunyai kerinduan dan tujuan yang sama, "Muliakanlah Tuhan bersamaku. Marilah bersama memuji Dia," kata St. Beda Venerabilis dalam ulasannya tentang Kidung Pujian Maria. "Maka aku mengangkat semua kekuatan jiwaku menjadi ucapan syukur dan pujian," lanjutnya. (Sumber: Bacaan Ofisi Masa Adven, 22 Desember: Yogyakarta, 1982, halaman 177)
     
Antifon Komuni (Luk 1:46,49)

Jiwaku memuliakan Tuhan, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.

Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu

Minggu, 21 Desember 2014
Hari Minggu Adven IV 

    
"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."
   
2Sam. 7:1-5,8b-12,14a,16; Mzm. 89:2-3,4-5,27,29; Rm. 16:25-27; Luk. 1:26-38.
  
Hari ini kita merayakan Minggu Adven Keempat atau minggu terakhir menjelang Natal. Kita diajak untuk belajar dari Bunda Maria, bagaimana mempersiapkan diri menyambut kehadiran Yesus. Sebagai seorang perawan yang sedang bertunangan (belum menikah), tentunya ia menerima warta gembira bahwa ia akan mengandung dan melahirkan Yesus dengan perasaan takut, cemas dan bertanya-tanya kurang mengerti. Hal ini sangat wajar, mengingat bahwa seorang perawan yang belum bersuami tetapi mengandung bukan melalui hubungan seksual, tidak hanya merupakan masalah yang sulit diterima oleh akal sehat tetapi secara moral dan hukum juga tidak bisa diterima oleh masyarakat. Namun, Maria dapat mengalahkan semua perasaan tersebut dengan imannya sehingga ia menerima sepenuhnya tugas perutusan untuk mengandung dan melahirkan serta mengasuh Yesus, Sang Juruselamat dunia. Pada zaman sekarang, kita pun mengalami hal yang hampir sama dengan Maria. Tugas perutusan kita untuk "mengandung" Yesus dalam hati kita dan untuk "melahirkan" Dia melalui kesaksian hidup kita sehari-hari, bukan tanpa risiko. Untuk menerima Yesus dan menjadi saksi-Nya, kita harus siap menerima segala macam konsekuensi dan risiko yang ada, termasuk dikucilkan, dibenci, dicaci, dilarang ini dan itu, dll. Semoga, sikap iman Maria yang berani mengambil risiko tersebut, senantiasa menguatkan iman kita.

Doa: Tuhan, kuatkanlah iman kami untuk menerima dan menjadi saksi Putera-Mu, Sang Juruselamat kami, lebih-lebih manakala kami harus menghadapi risiko atas iman kami. Amin. -agawpr-

Minggu, 21 Desember 2014 Hari Minggu Adven IV

Minggu, 21 Desember 2014
Hari Minggu Adven IV (Novena Natal Hari Keenam)
   
“Bunda Maria, Bunda Allah…, bait Allah yang kudus yang di dalamnya Tuhan sendiri dikandung… Sebab jika Tuhan Yesus adalah Allah, bagaimanakah mungkin Bunda Maria yang mengandung-Nya tidak disebut sebagai Bunda Allah?” (St. Sirilus dari Alexandria)
  
Antifon Pembuka (bdk. Yes 45:8)

Hai langit, turunkan embun, hai awan, curahkan yang adil, hai bumi, bukalah dirimu, dan tumbuhkanlah Sang Penyelamat.

Drop down dew from above, you heavens, and let the clouds rain down the Just One; let the earth be opened and bring forth a Savior.

Rorate caeli desuper, et nubes pluant iustum: aperiatur terra, et germinet Salvatorem.


Tobat 3


Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Putra Bapa yang menjelma menjadi manusia. Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah Putra Bunda Maria, yang dikandung berkat kuasa Roh Kudus. Kristus, kasihanilah kami.

Engkaulah tanda kehadiran Allah di tengah-tengah kami. Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pagi


Ya Allah, setiap hari kami menantikan kedatangan-Mu. Berilah kami kekuatan agar kami sungguh menghayati dengan benar harapan kami itu dalam tingkah laku kami sehari-hari. Semoga, kami selalu Kauteguhkan dalam mengharapkan keselamatan abadi yang telah Kaujanjikan dalam diri Putra-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (2Sam 7:1-5.8b-12.14a.16)
     

"Kerajaan Daud akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan Tuhan."
      
Pada waktu itu, ketika Raja Daud telah menetap di rumahnya sendiri, dan Tuhan telah mengaruniakan kepadanya keamanan terhadap semua musuh di sekelilingnya, berkatalah Raja Daud kepada Nabi Natan, “Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda.” Lalu berkatalah Nabi Natan kepada raja, “Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab Tuhan menyertai engkau.” Teapi pada malam itu juga datanglah firman Tuhan kepada Natan, “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman Tuhan: Masakan engkau yang mendirikan rumah untuk Kudiami? Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika engkau menggiring kambing domba! Engkau Kuambil untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani, dan telah melenyapkan semua musuh dari hadapanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan ataupun ditindas oleh orang-orang lalim seperti dulu, yaitu sejak aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan kepadamu keamanan terhadap semua musuhmu. Juga diberitahukan Tuhan kepadamu: Tuhan akan memberikan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap, dan engkau telah mendapat perhentian bersama nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 868
Ref. Kerelaan Tuhan hendak kunyanyikan selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 89:2-3.4-5.27.29; Ul: 2a)
1. Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun temurrun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
2. Engkau berkata, "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku. Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya, dan membangun takhtamu turun-temurun."
3. Dia pun akan berseru kepada-Ku, "Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku." Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia, dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh.
  
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (16:25-27)
    
"Rahasia yang berabad-abad lamanya tersembunyi kini dinyatakan."
     
Saudara-saudara, Allah berkuasa menguatkan kamu menurut Injil yang kumaklumkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, yang isinya ialah pernyataan rahasia yang berabad-abad lamanya tersembunyi, tetapi kini dinyatakan, yang menurut perintah Allah yang abadi telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman. Bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat itu, segala kemuliaan sampai selama-lamanya oleh Yesus Kristus. Amin.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = es, 2/2, Kanon, PS 955
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 1:38)
Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan-Mu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:26-38)
      
"Sesungguhnya, engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki."
         
Dalam bulan keenam, Allah mengutus Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud. Nama perawan itu Maria. Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, “Salam, hai engkau yang dikarunia, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hati, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhurnya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang dikatakan mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada hal yang mustahil.” Maka kata Maria, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu.” Lalu malaikat itu meninggalkan Maria.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
  
Renungan
 
Hari ini adalah Minggu Adven terakhir yang kita rayakan bersama Gereja. Minggu-minggu sebelumnya Gereja menghadirkan tokoh besar yaitu Yohanes Pembaptis. Hari ini Gereja juga menghadirkan tokoh besar lain namun sekaligus seorang perempuan sederhana, yaitu Maria. Kedua tokoh ini sama-sama memiliki peran yang besar dalam menyongsong kelahiran Yesus, Sang Imanuel. Yohanes Pembaptis menyiapkan jalan pertobatan kepada orang Israel dan Maria menyiapkan rahim sucinya untuk mengandung dari Roh Kudus. Kedua tokoh ini memiliki kesamaan yang berani mengambil risiko untuk Allah.

Dalam kisah Kitab Suci Yohanes Pembaptis dikisahkan mati dengan kepala terpenggal di tangan Herodes. Sedangkan Maria menyaksikan penderitaan Putranya hingga mati di salib. Hidup Yohanes Pembaptis dan Maria seluruhnya dipenuhi dengan risiko karena mengiyakan kehendak Allah. Dalam Luk 1:26-38 dikisahkan Maria menerima kabar dari malaikat. Kabar yang mengejutkan karena ia yang masih perawan akan mengandung dan melahirkan Anak laki-laki. Peristiwa itu terjadi begitu singkat dan Maria tanpa berpikir panjang menerima sepenuhnya Sabda Allah itu, meskipun ia tidak tahu apa yang akan terjadi nanti.

Sejujurnya, Maria memang tak memahami apa yang malaikat sampaikan, tetapi ia berani menjawab “ya”. Maria berani mengambil risiko untuk Allah. Risiko mengandung dan melahirkan bayi laki-laki yang harus ia beri nama Yesus. Ia menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya. Maria memang tak mengalami sesuatu yang berat ketika ia menjawab “ya”. Maria baru sepenuhnya mengerti tanggung jawab dan risiko dari “fiat”-nya itu ketika ia melahirkan Yesus dan hadir dalam hidup Yesus sampai di Golgota, bahkan menyaksikan penderitaan Putranya.

Perjalanan hidup Maria adalah perjalanan dalam rangka dirinya mengambil risiko untuk Allah. Risiko atas perkataan, “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Namun, justru dengan demikian teladan Maria yang mengambil risiko untuk Allah ini justru mengenalkan kepada kita tentang kebaikan dan kemanusiaan Allah yang sebenarnya.

Marilah kita berani mengambil risiko untuk Allah agar kita juga mampu mengenalkan kebaikan dan kemanusiaan Allah yang sejati kepada mereka yang belum mengenal Allah. (Zardens/Cafe Rohani)
  
Antifon Persiapan Persembahan (Luk 1:28)

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu; terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
  
Hail Mary, full of grace, the Lord is with you. Blessed are you among women, and blessed is the fruit of your womb.
  
Ave Maria, gratia plena, Dominus tecum: benedicta tu in mulieribus, et benedictus fructus ventri tui.
  
Antifon Komuni (Yes 7:14)

Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, yang akan diberi nama Immanuel.

Behold, a Virgin shall conceive and bear a son; and his name will be called Emmanuel.

Ecce virgo concipiet, et pariet filium: et vocabitur nomen eius Emmanuel.

Pada syahadat para rasul bagian “yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria” atau pada syahadat nikea bagian “Ia dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria dan menjadi manusia”  kita membungkuk dan pada Hari Natal berlutut. Sikap membungkuk adalah untuk memberikan penghormatan kepada 'penjelmaan Putra yang dikandung dari Roh Kudus - melalui (oleh) perawan Maria'. Maka sikap hormat dan terimakasih atas karya agung Allah itu, pada Hari Raya Natal dan Hari Raya Kabar Sukacita diungkapkan bukan hanya dengan membungkuk tetapi dengan berlutut.  Dengan sikap berlutut jelas sekali bahwa maksud tindakan hormat bukan pertama-tama kepada Maria, tetapi kepada Allah sendiri yang melakukan Karya Agung dalam diri Bunda Maria. Mau perbandingan praktis, bisa kita lihat dalam praktik berlutut ke arah tabernakel, bukan untuk menghormati tabernakel sebagai tabernakel, tetapi hormat kepada Dia yang berdiam di dalam tabernakel itu. Nah, (rahim) Maria adalah "tabernakel" pertama bagi Putra di dunia ini. Kalimat “yang dikandung dari Roh Kudus…” dipandang sebagai awal dari puncak karya agung Allah dalam diri Yesus Kristus, yaitu peristiwa inkarnasi (penjelmaan Tuhan menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus). Dalam peristiwa inkarnasi itu, Allah yang agung dan perkasa sungguh-sungguh merendahkan diri-Nya untuk menjadi manusia lemah untuk menguatkan dan menyelamatkan kita. Maka sepantasnya kita menyatakan hormat yang mendalam dan dengan rendah hati tunduk menyembah Dia yang begitu rela menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita.

Menyambut Yang Kudus

Sabtu, 20 Desember 2014
Hari Biasa Khusus Adven - Novena Natal Hari Kelima

  
Yes. 7:10-14; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 1:26-38.

"Anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah."
 
Yesus adalah Yang Kudus, Anak Allah. Oleh karena itu, untuk menyambut-Nya, kita perlu mempersiapkan diri dengan baik. Untuk menyambut Yang Kudus, kita pun perlu menguduskan hidup kita. Berbagai macam persiapan fisik dan ritual untuk merayakan Natal, tentu penting dan baik kita lakukan. Namun, jangan sampai kita justru melupakan persiapan batin kita, lupa untuk membersihkan, memurnikan dan menyucikan diri kita. Jangan sampai kita merayakan Natal masih dengan menyimpan pikiran dan perasaan serta prasangka buruk terhadap sesama. Jangan sampai pula kita menjalankan tugas natal bukan dengan motivasi pelayanan tetapi hanya sekedar untuk tampil. Semua itu menjadikan hati kita tidak bersih dan pelayanan kita tidak murni sehingga harus kita sucikan agar kita sungguh pantas dan layak menyambut-Nya.

Doa: Tuhan, bantulah kami memurnikan dan menyucikan hidup kami agar semakin pantas menyambut-Mu. Amin. -agawpr-

Sabtu, 20 Desember 2014 Hari Biasa Khusus Adven

Sabtu, 20 Desember 2014
Hari Biasa Khusus Adven - Novena Natal Hari Kelima
  
Perawan mulia, bukalah hatimu untuk percaya, bibirmu untuk berkata, rahimmu untuk Pencipta. Lihatlah, yang didambakan segala bangsa dari luar pintu. Ah, seandainya engkau berlambat, ia akan lewat, engkau sekali lagi akan mulai bersedih hati mencari Dia yang dikasihi jiwamu! Bangkitlah, melangkah dan bukalah. Bangkitlah dengan iman, melangkah serba berbakti, bukalah dengan berbicara, 'Lihat, aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu." (St. Bernardus, Abas)

  
Antifon Pembuka (Yes 11:1; 40:5; Luk 3:6)

Suatu tunas akan terbit dari akar Isai, kemuliaan Tuhan memnuhi seluruh bumi, dan semua orang melihat penyelamatan oleh Allah kita.

A branch shall sprout from the root of Jesse, and the glory of the Lord will fill the whole earth, and all flesh will see the salvation of God.

Tobat 3


Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah memilih Bunda Maria menjadi Bunda-Mu yang tak bernoda. Tuhan, kasihanilah kami.

Tuhan Yesus Kristus, melalui Malaikat Bariel Engkau minta kesediaan Bunda Maria untuk menerima Engkau di dalam rahimnya. Kristus, kasihanilah kami.

Tuhan Yesus Kristus, melalui Bunda Maria Engkau menjadi manusia untuk mencurahkan rahmat ilahi kepada kami. Tuhan, kasihanilah kami.

Doa Pagi


Ya Allah, Engkau menghendaki agar Sabda-Mu menjelma menjadi manusia dalam rahim Perawan Maria. Semoga kami, yang dalam iman mengakui Penebus kami sebagai Allah dan manusia, layak mengambil bagian dalam kodrat ilahi-Nya. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   

Yesaya menubuatkan kehadiran Mesias melalui seorang perempuan biasa yang mau tunduk dan taat kepada bimbingan Allah. Anak yang akan dilahirkan itu adalah Allah yang mau datang, menyertai dan merangkul umat manusia.

     
Bacaan dari Kitab Yesaya (7:10-14)
    

"Seorang perempuan muda akan mengandung."
     
Tuhan berfirman kepada Raja Ahas, “Mintalah suatu pertanda dari Tuhan, Allahmu, entah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah, entah sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.” Tetapi Ahas menjawab, “Aku tidak mau minta! Aku tidak mau mencobai Tuhan!” Lalu berkatalah Nabi Yesaya, “Baiklah! Dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu, Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamai Dia Imanuel.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 3/4, PS 803
Ref. Gapuramu, lapangkanlah, menyambut Raja mulia. Bukalah pintu hatimu, sambutlah Raja Sang Kristus.
Ayat. (Mzm 24:1-2. 3-4ab. 5-6)
1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan.
3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. O Tuhan, Kunci Kerajaan Allah, datanglah dan bebaskanlah umat-Mu dari perbudakan.
     
Nubuat kehadiran Allah di tengah-tengah manusia, nyata dalam diri Yesus Kristus. Sebagai manusia yang beriman, Mara yang dijadikan sarana kehadiran Yesus, berani taat dan pasrah penuh kepada Allah. Dengan kepasrahannya, Maria mau bekerja sama dengan kasih Allah sendiri.
     
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:26-38)
     
"Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki."
     
Dalam bulan yang keenam Allah mengutus Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf, dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hati, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang Anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhurnya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang dikatakan mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada hal yang mustahil.” Maka kata Maria, “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu.” Lalu malaikat itu meninggalkan Maria.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
  
Renungan
   
Apakah Anda sudah menyadari kekurangan dan kelemahan sendiri Apakah Anda siap menerima sisi negatif calon pasangan hidup anda selamanya? Nabi Yesaya memperingatkan “Raja Ahas yang keras kepala yang melelahkan orang sehingga kamu melelahkan Allahku juga?” Umumnya anak muda yang berpacaran kurang memperhatikan nasihat orang yang lebih dewasa. Mereka berpacaran bagaikan dunia milik berdua. Akibatnya, bukan kasih hasil akhirnya tetapi masuk jurang penyesalan dan lepas tanggung jawab. Maka mintalah selalu penyertaan Tuhan dan Malaikat Gabriel agar sejak berteman atau berpacaran Anda tahu membedakan pilihan yang baik dari yang buruk, orang yang benar dari yang menyesatkan.

Antifon Komuni (Luk 1:31)

Malaikat berkata kepada Maria: Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

The Angel said to Mary: Behold, you will conceive and bear a son, and you shall name him Jesus.

Doa Malam

Ya Allah, dengarkanlah seruan umat-Mu. Kami menggantungkan seluruh harapan dan menanamkan seluruh kepercayaan kami pada Sang Juru Selamat yang datang di tengah kami. Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

RUAH

Kita diutus

Jumat, 19 Desember 2014
Hari Biasa Khusus Adven - Novena Natal Hari Keempat

    
Hak. 13:2-7,24-25a; Mzm. 71:3-4a,5-6ab,16-17; Luk. 1:5-25.
  
"Ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan,... hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."
  
Tidak hanya Maria dan Yusuf yang dipakai oleh Allah untuk menghadirkan Yesus di tengah-tengah kita (Injil kemarin) tetapi juga Yohanes Pembaptis. Sementara Maria dan Yusuf dipilih untuk melahirkan, mengasuh dan mendidik Yesus melalui keluarga yang mereka bangun, Yohanes diutus untuk mempersiapkan sekelompok umat yang nantinya akan menerima kehadiran-Nya. Sekarang, kita pun diutus untuk melakukan hal yang sama. Oleh karena itu, kita diajak berefleksi: Bagaimana keluarga kita secara khusus kita persiapkan untuk menyambut kedatangan Kristus? Bagaimana pula kita terlibat dalam kelompok umat, baik kategorial maupun teritorial (lingkungan) untuk mempersiapkan Natal?

Doa: Tuhan, semoga kami sungguh mempersiapkan keluarga kami untuk menyambut kedatangan-Mu dan bantulah kami pula untuk terlibat bersama dengan umat yang lain dalam mempersiapkan dan merayakan Natal nanti. Amin. -agawpr- 

Jumat, 19 Desember 2014 Hari Biasa Khusus Adven - Novena Natal Hari Keempat

Jumat, 19 Desember 2014
Hari Biasa Khusus Adven - Novena Natal Hari Keempat

“Bukan oleh karena usaha kita sendiri, melainkan oleh pertolongan Tuhan, kita diselamatkan” (St. Ireneus)


Antifon Pembuka (bdk. Ibr 10:37)

Dia yang dinanti-nantikan sudah dekat, dan ketakutan takkan ada lagi dalam wilayah kita, sebab Dialah penyelamat kita.
 
He who is to come will come and will not delay, and now there will be no fear within our land, for he is our Savior.

 
Doa Pagi


Ya Allah, Engkau telah mengutus Malaikat Gabriel untuk mewartakan kabar baik kepada Zakharia, meskipun ia kurang percaya. Utuslah juga malaikat-Mu kepada kami agar kami percaya bahwa kedatangan Putra-Mu, Sang Pembawa damai sudah dekat. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.
    
Bacaan dari Kitab Hakim-Hakim (13:2-7.24-25a)
   

"Kelahiran Simson diberitahukan oleh malaikat."
   
Pada waktu itu hiduplah seorang dari Kota Zora, dari keturunan Dan, namanya Manoah. Isterinya mandul, tidak beranak. Sekali peristiwa malaikat Tuhan menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, “Memang engkau mandul, tidak beranak! Tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan, dan jangan makan sesuatu yang haram. Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi nazir Allah, dan lewat dia akan mulailah penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.” Kemudian perempuan itu datang kepada suaminya dan berkata, “Telah datang kepadaku seorang abdi Allah, yang rupanya seperti rupa malaikat Allah, amat menakutkan. Tidak kutanyakan dari mana datangnya, dan tidak juga diberitahukannya namanya kepadaku. Tetapi ia berkata kepadaku: Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; oleh sebab itu janganlah minum anggur atau minuman yang memabukkan, dan janganlah makan sesuatu yang haram, sebab sejak dari kandungan ibunya sampai pada hari matinya, anak itu akan menjadi seorang nazir Allah.” Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, dan diberinya nama Simson. Anak itu menjadi besar dan Tuhan memberkati dia. Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Mulutku penuh dengan puji-pujian untuk mengidungkan kemuliaan-Mu.
Ayat. (Mzm 71: 3-4a.5-6ab.16-17)
1. Jadilah bagiku Gunung Batu tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri; sebab engkaulah bukit batu dan pertahananku. Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik.
2. Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkaulah yang telah mengeluarkan aku dari perut ibuku.
3. Aku datang dengan keperkasaan Tuhan Allah, hendak memasyhurkan hanya keadilan-Mu saja! Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. O Tuhan, Tunas Isai, yang menjulang di tengah bangsa-bangsa, bebaskanlah kami, dan jangan berlambat. 

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:5-25)
    
"Kelahiran Yohanes Pembaptis diberitahukan oleh Gabriel."
     
Di zaman Herodes, raja Yudea, hiduplah seorang imam bernama Zakharia, dari kalangan imam Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya hidup benar di hadapan Allah, dan hidup menurut segala perintah serta ketetapan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet itu mandul, dan keduanya telah lanjut usia. Sekali peristiwa, waktu tiba giliran kelompoknya, Zakharia melakukan tugas sebagai imam di hadapan Allah. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Allah dan membakar ukupan di situ. Pada saat pembakaran ukupan itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat kejadian itu Zakharia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya, “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan; Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu, dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan, dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras; ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati para bapa berbalik kepada anak-anaknya, dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar. Dengan demikian ia menyiapkan suatu umat yang layak bagi Tuhan.” Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu, “Bagaimanakah aku tahu bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua, dan isteriku pun sudah lanjut umurnya.” Jawab malaikat itu kepadanya, “Akulah Gabriel yang melayani Allah. Aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya, engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai pada hari semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang pada waktunya akan terbukti kebenarannya.” Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka begitu heran bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar dan tidak dapat berkata-kata kepada mereka, mengertilah mereka bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu Zakharia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu. Ketika selesai masa tugasnya, ia pulang ke rumah. Tak lama kemudian mengandunglah Elisabet, isterinya, dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri. Katanya, “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku! Sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
  
Renungan
  
Kata malaikat Tuhan, “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes” (Luk 1:13). Ternyata, Zakharia di usianya yang sudah uzur masih menantikan kedatangan sang buah hati di tengah-tengah keluarganya. Zakharia sungguh-sungguh mempunyai kesetiaan yang begitu mendalam. Dia terus memohon, karena punya kerinduan yang mendalam akan belas kasih Tuhan.

Kekurangan Zakharia adalah kerinduannya yang tidak dibarengi oleh kepercayaan bahwa Allah mampu melakukan segala yang baik dan indah terhadap semua orang. Kabar sukacita yang menjawabi kerinduannya malah ditanggapi dengan ketidakpercayaan diri, “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya” (ay. 18). Jawaban yang benar adlah ucapan syukur kepada Dia yang Mahapengasih. Bukankah hati harus bergembira dan bersukacita, bila permohonan yang kita ajukan mendapatkan jawaban? Bagaimana Zakharia, seorang imam, merasa berat untuk mengamini kehendak Tuhan Allah?

Ketidakpercayaan Zakharia mendapat tanggapan dari Malaikat Gabriel, “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya” (ay. 19-20).

Adven adalah masa untuk belajar semakin percaya kepada Allah, Sang Empunya kehidupan. Bila Allah menghendaki, kita wajib mengamini, karena kehendak-Nya menyelamatkan, dan Allah tidak akan pernah menyengsarakan umat-Nya. Allah mampu membuat segalanya indah dan baik bagi umat-Nya. Tak ada yang mustahil bagi Allah (ay. 37), dan tentunya juga bagi setiap orang yang percaya (Mrk 9:23). Kiranya kesetiaan Zakharia dalam berdoa juga menjadi spiritualitas hidup kita. Kiranya permohonan kita tidak berhenti dengan berakhirnya bulan dan tahun. Sebaliknya, selama kita diberi kesempatan untuk menarik napas, kesempatan itu kita gunakan untuk melambungkan doa-doa permohonan kita. (Gunawan/Cafe Rohani)

Antifon Komuni (Luk 1: 78-79)

Surya pagi dari tempat yang tinggi akan mengunjungi kita, mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.

The Dawn from on high will visit us, guiding our feet in the way of peace.

Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.

Kamis, 18 Desember 2014
Hari Biasa Pekan Khusus Adven
 


Yer. 23:5-8; Mzm. 72:2,12-13,18-19; Mat. 1:18-24.
  
"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
    
Untuk hadir (lahir) secara historis di tengah-tengah kita, Yesus membutuhkan Maria dan Yusuf. Maka, Maria dipilih Allah untuk mengandung dan melahirkan Yesus. Bersama Yusuf, suaminya, ia dipakai oleh Allah untuk mengasuh Yesus dan memasukkannya dalam konteks kehidupan manusia yang nyata dengan segala peristiwa hidup yang harus dialami. Itulah peristiwa historis yang terjadi lebih dari 2000 tahun yang lalu. Namun sekarang, Yesus pun berkenan hadir di tengah-tengah kita. Oleh karena itu, melalui perayaan Natal, di mana kita merayakan kelahiran Yesus dalam sejarah, kita diharapkan memberikan makna yang lebih pada perayaan itu. Kita merayakan Kristus yang berkenan untuk terus-menerus hadir di tengah-tengah kita. Dia pun membutuhkan kita untuk menjadi tanda dan sarana kehadiran-Nya. Oleh karena itu, melalui cara hidup kita sehari-hari, kita diharapkan menghadirkan Kristus yang menyelamatkan.

Doa: Tuhan, semoga melalui hidup kami sehari-hari, kami mampu menjadi tanda dan sarana kehadiran-Mu. Amin. -agawpr-

Kamis, 18 Desember 2014 Hari Biasa Pekan Khusus Adven

Kamis, 18 Desember 2014
Hari Biasa Pekan Khusus Adven
 
“Dalam siapa kita, yang jahat dan fasik ini, dapat dijadikan suci, selain dalam Putera Allah sendiri?” (Diognetus)

 
Antifon Pembuka

Kristus Raja kita akan datang. Ia diwartakan Yohanes sebagai Anak Domba yang dinanti-nantikan.

Christ our King is coming, he is the Lamb foretold by John.


Doa Pagi

Ya Bapa, betapa besar cinta kasih-Mu kepada kami, sehingga Engkau mengutus Putra-Mu ke dunia untuk menebus dosa-dosa kami dan membawa kebenaran dan keadilan di dunia. Ajarlah kami supaya hari ini kami juga bersikap adil dan benar dalam hidup ini, sehingga menciptakan rasa damai dan tenteram. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
 
Kebesaran Allah akan kembali dinyatakan dalam kehadiran seorang “Tunas Adil” yang akan mengumpulkan orang-orang yang percaya kepada-Nya dalam sebuah komunitas damai dan tenteram.

 
Bacaan dari Kitab Yeremia (23:5-8)
   
 
"Aku akan menumbuhkan Tunas Adil bagi Daud."
     
Beginilah firman Tuhan, “Sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas Adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana, dan akan melakukan keadilan serta kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah nama yang diberikan orang kepadanya: Tuhan Keadilan kita. Sebab itu, beginilah firman Tuhan, waktunya akan datang bahwa orang tidak lagi mengatakan ‘Demi Tuhan yang hidup, yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir’, melainkan ‘Demi Tuhan yang hidup, yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Allah telah mencerai-beraikan mereka’; maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 2/2, PS 809
Ref. Berbelaskasihlah Tuhan dan adil, Allah kami adalah rahim.
atau
Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya, dan damai sejahtera berlimpah sampai selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 72:1.2.12-13.18-19)
1. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
2. Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.
3. Terpujilah Tuhan, Allah Israel, hanya Dia yang melakukan perbuatan ajaib! Terpujilah nama-Nya yang mulia selama-lamanya, dan kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. O Tuhan, pemimpin umat, yang memberikan hukum kepada Musa di Sinai, datanglah dan bebaskanlah kami dengan lengan perkasa.

Kehadiran Yesus Kristus di dunia ini adalah suatu kehadiran yang menampilkan keilahian-Nya. Dia hadir dalam persatuan dengan Roh Kudus dan orang-orang yang menjadi perantara kehadiran-Nya juga disiapkan serta dituntun dalam kuasa Roh Kudus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (1:18-24)
  
"Yesus akan lahir dari Maria yang bertunangan dengan Yusuf anak Daud."
    
Kelahiran Yesus Kristus adalah sebagai berikut: Pada waktu Maria, ibu Yesus, bertunangan dengan Yusuf, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf, suaminya, seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab Anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Maria akan melahirkan Anak laki-laki, dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya genaplah firman Tuhan yan disampaikan oleh nabi, “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamai Dia Imanuel” yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan Malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 
“Tuhan keadilan kita” ingin menuntun kaum muda Katolik agar bijaksana dalam memilih dan menentukan pasangan hidup sebelum resmi hidup sebagai suami isteri.Keputusan bijaksana dilakukan sekali untuk selamanya. Yusuf adalah pria yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya. Ia disadarkan dan diteguhkan oleh Malaikat Tuhan akan tugas mulia yang akan diembannya sebagai suami Maria. Kaum muda Katolik,berpacaranlah yang sehat. Pilihlah pasangan hidupmu secara dewasa dan bertanggung jawab. Jangan melakukan hubungan layaknya suami isteri sebelum resmi menikah. Apalagi hamil di luar nikah sampai melakukan aborsi. Itu sungguh dosa berat dan karena itu dilarang menerima komuni. Semoga kaum muda Katolik dapat menjaga kemurnian tubuh dan hati.

Doa Malam

Ya Yesus, Engkau memberikan Bunda Maria kepada kami sebagai ibu. Semoga dengan pendampingan Bunda Maria kami mampu melaksanakan kehendak Bapa dan membawa damai serta kerukunan di lingkungan hidup kami. Amin.

Antifon Komuni (Bdk. Mat 1:23)

Namanya akan disebut Imanuel, yang berarti Allah-beserta-kita

His name will be called Emmanuel, which means God-with-us

RUAH

Silsilah Yesus

Selasa, 17 Desember 2014
Hari Biasa Khusus Adven - Novena Natal Hari Kedua  

       

Kej. 49:2,8-10; Mzm. 72:1-2,3-4ab,7-8,17; Mat. 1:1-17.   
     
Berdasarkan sislilah Yesus ini, kita tahu bahwa tidak semua orang dipakai oleh Allah untuk menjadi leluhur Yesus ini adalah orang yang baik dan sempurna. Hadir pula orang-orang yang rapuh dan lemah, bahkan tidak luput dari kejahatan dan dosa besar. Silakan membaca misalnya kisah Yehuda dan Tamar (Kej 38:1-30) atau Daud dan Batsyeba (2 Sam 11:1-27). Di sini hendak disampaikan bahwa rencana dan karya keselamatan Allah tidak rusak dan terbatalkan oleh kerapuhan, kelemahan, dosa dan kejahatan manusia. Bahkan, Allah memakai orang-orang tersebut untuk mewujudkan karya keselamatan-Nya dalam sejarah hidup kita. Dengan kata lain, untuk mewujudkan kehendak-Nya, Allah tidak hanya memakai orang-orang yang baik saja, tetapi orang-orang yang berdosa pun dipakai oleh-Nya. Pada masa sekarang, Allah pun berkenan untuk memakai kita yang rapuh dan lemah serta banyak dosa ini untuk mewujudkan karya keselamatan-Nya yang dijamin terus berlangsung sepanjang zaman. Tuhan datang tidak hanya untuk menyelamatkan kita orang berdosa tetapi juga untuk mengajak kita agar ikut mengambil bagian dalam mewujudkan karya keselamatan-Nya.

Doa: Tuhan, gerakkanlah kami untuk mengambil bagian secara aktif dalam mewujudkan karya keselamatan-Mu. Amin. -agawpr- 

Rabu, 17 Desember 2014 Hari Biasa Khusus Adven - Novena Natal Hari Kedua

Rabu, 17 Desember 2014
Hari Biasa Khusus Adven - Novena Natal Hari Kedua
 
Dengan pengantaraan Kristus dunia dijadikan, dan Ia sendiri akan dilahirkan di tengah-tengah ciptaan. (St. Leo Agung)
 
Antifon Pembuka (bdk. Yes 49:13)
 
Hendaklah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai, karena Tuhan datang mengasihani umat-Nya yang tertindas.
 
Doa Pagi
 
Ya Tuhan yang berhati bapa, pandanglah umat-Mu yang dengan penuh iman menantikan Natal Putra-Mu. Buatlah kami dengan hati baru dan penuh sukacita merayakan misteri agung penyelamatan-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Kitab Kejadian (49:2.8-10)
   
"Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda."
     
Ketika mendekati ajalnya, Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata, “Berhimpunlah kamu dan dengarlah; ya anak-anak Yakub, dengarlah kepada Israel, ayahmu. Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu. Yehuda, engkau ini seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; engkau meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda, atau pun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai datanglah dia yang berhak atasnya, dan kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 2/2, PS 809
Ref. Berbelaskasihlah Tuhan dan adil, Allah kami adalah rahim.
atau
Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya, dan damai sejahtera berlimpah sampai selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 72:1-4ab.7-8.17; R:7; 2/4)
1. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
2. Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran. Kiranya ia memberikan keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu; kiranya ia menolong orang-orang miskin.
3. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut sampai ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!
4. Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.
  
Bait Pengantar Injil, do = d, PS 953
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. O Tuhan yang Mahabijaksana, semuanya Kauatur dengan lembut dan perkasa; datanglah dan bimbinglah langkah kami.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (1:1-17)
  
"Silsilah Yesus Kristus, anak Daud."
  
Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya. Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram. Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon. Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai. Isai memperanakkan Raja Daud, Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria. Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa. Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia. Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia. Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia. Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel. Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor. Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud. Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub. Yakub memperanakkan Yusuf, suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Jadi, seluruhnya ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
   
Renungan
 
Dalam sebuah kebudayaan, silsilah keluarga menjadi sangat penting, sebab dari silsilah kita dapat melacak garis keturunan seseorang dan latar belakang keluarga seseorang. Permenungan kita pada hari ini berpijak pada silsilah keluarga Yesus. Sang penulis Injil menyadari betul bahwa Yesus Kristus bukanlah orang yang biasa – biasa saja, sehingga dirasa perlu baginya untuk menuliskan pelacakan asal – usul Yesus. Silsilah Yesus menempatkan Tuhan kita pada garis keturunan anak Abraham dan anak Daud maupun kelanjutan dari garis keturunan Daud sesudah pembuangan. Kita ketahui bersama bahwa sejarah bangsa Israel dilacak mulai dari Abraham (ay. 2). Abraham dengan gelarnya “Bapa segala suku bangsa”, yang oleh Tuhan dipilih sebagai bapa bagi berbagai suku bangsa. Silsilah Yesus yang dimulai dari Abraham menandakan bahwa Tuhan kita sesungguhnya adalah “Bapa bagi segala suku bangsa” yang baru sehingga Yesus layak disebut “Allah beserta kita (Immanuel)”. Titik puncak sejarah Israel berada pada Raja Daud (ay.6). Daud berlatar belakang seorang Raja Besar, sehingga penempatan Yesus dalam garis keturunan Daud yang oleh kehendak Bapa mau menyatakan kepada kita bahwa Raja sejati, yang sesungguhnya, raja para raja terletak pada diri Yesus Kristus, hanya Yesuslah satu – satunya Raja yang menjadi “Bapa segala bangsa” yang senantiasa menjadi “Allah beserta kita”. Dalam sejarah bangsa Yahudi, penempatan perempuan dalam Silsilah keluarga hampir tidak pernah dipandang, wanita pada kala itu merupakan rakyat kelas dua. Silsilah Yesus menempatkan empat wanita yang dalam Perjanjian Lama mempunyai asal – usul yang amat buruk. Tamar (ay. 3) adalah seorang wanita yang berpura-pura menjadi pelacur untuk memperoleh garis keturunan dari Yehuda (Kej 38). Rakhab (ay. 5) adalah seorang pelacur dari Yerikho (Yos 2:6). Rut (ay. 5) adalah seorang wanita Moab yang bergabung dengan Israel melalui keluarga suaminya. Istri Uria adalah Batsyeba (ay. 6), dengan cara yang begitu pilu dan memalukan, Raja Daud mengusahakan kematian suami Batsyeba dalam peperangan dan mengambil Batsyeba sebagai istrinya (2Sam 11). Latar belakang keempat wanita tersebut yang berlatar belakang memalukan justru ditempatkan dalam Silsilah sang Raja. Matius mensyiratkan kepada kita bahwa Sang Raja yang akan datang, yang akan menjadi Bapa segala bangsa dan yang menyertai kita hingga akhir zaman adalah Allah yang cinta kepada semua orang, kasih-Nya tidak terbatas pada orang – orang yang dianggap benar hidupnya. Justru sang Raja mahaagung itu datang untuk menyembuhkan luka batin manusia. Sehingga permenungan kali ini mengajak kita untuk tidak perlu malu dengan dosa – dosa kita di masa lalu, selama kita mau hidup berpasrah penuh untuk menyerahkan seluruh hidup kita kepada Yesus, kita sungguh percaya bahwa sang Raja melihat kehinaan kita dan menyembuhkan luka – luka kita karena dosa. Seorang Bijaksana yang bernama Arfahat pernah mengatakan “seseorang yang sakit dalam bertempur tidak malu untuk meminta tabib menyembuhkan luka – lukanya”. Kita yang menyadari orang berdosa dan hidup diliputi dosa tidak perlu malu, justru dengan kesadaran diri sebagai orang berdosa kita semakin berani untuk datang kepada Sang Tabib untuk menyembuhkan luka – luka kita. Semoga dalam masa Advent ini kita semakin mampu melaksanakan tindakan kasih yang nyata bagi sesama, dan Kristus boleh menarik hati kita untuk menyembuhkan luka – luka dosa kita.

 
DEUS PROVIDEBIT

Anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga

Selasa, 16 Desember 2014
Hari Biasa Pekan III Adven
 
  
Zef. 3:1-2,9-13; Mzm. 34:2-3,6-7,17-18,19,23; Mat. 21:28-32.
              
Saya membanding sikap kontras 2 anak tersebut demikian. Anak pertama adalah tipe orang yang merasa diri selalu benar sehingga meski jelas apa yang dilakukan itu tidak benar, ia tidak merasa bersalah. Akibatnya, dalam dirinya, tidak ada penyesalan dan perbaikan diri. Sebaliknya, anak yang kedua adalah tipe orang yang sadar bahwa dirinya telah melakukan kesalahan, lalu menyesal dan bertobat. Inilah yang hendaknya kita miliki. Kita sadar dan realistis bahwa karena kelemahan dan kerapuhan kita, kita mudah sekali jatuh dalam kekhilafan, kesalahan dan dosa. Tuhan sangat memaklumi keadaan kita ini. Asal kita selalu mau untuk menyadari dan mengakui kesalahan, lalu sungguh-sungguh menyesal dan bertobat, Tuhan mengampuni dan memberikan rahmat untuk memperbaiki diri. Proses ini, salah satunya kita hayati melalui penerimaan sakramen tobat, yang tentu sangat baik kita lakukan secara rutin. Minimal, sebelum Natal ini, kita menerimanya.

Doa: Tuhan, ajarilah kami untuk selalu menyadari dan menyesali dosa-dosa kami supaya dengan pertolongan rahmat-Mu kami bertobat serta memperbaiki diri kami. Amin. -agawpr-

Selasa, 16 Desember 2014 Hari Biasa Pekan III Adven

Selasa, 16 Desember 2014
Hari Biasa Pekan III Adven
Sore: Novena Natal hari Pertama
 
“Apa artinya mempersiapkan jalan, kecuali berdoa seperti kami seharusnya berdoa, dengan rendah hati?” (St. Agustinus)


Antifon Pembuka (Za 14:5-7)

Tuhan pasti datang diiringi semua orang kudus, bersinarkan cahaya gemilang.
   
Behold, the Lord will come, and all his holy ones with him; and on that day there will be a great light.

  
Doa Pagi


Allah Bapa yang mahamulia, Engkau menghendaki kami bagaikan domba yang merumput dan berbaring dengan tenang. Tuhan jagalah pintu bibir kami agar tidak berbicara bohong dan tidak mempergunakan lidah untuk menipu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
 

Allah akan membersihkan Israel dari orang-orang yang tidak taat kepada-Nya dan menjaga mereka yang masih mau taat kepada-Nya serta menerima siapa pun yang mau hidup dalam kasih Allah.
  

Bacaan dari Nubuat Zefanya (3:1-2.9-13)
   
 
"Keselamatan dijanjikan kepada semua orang yang hina dina."
    
Beginilah firman Tuhan, “Celakalah si pemberontak dan si cemar, kota yang penuh penindasan! Ia tidak mau mendengarkan teguran siapa pun dan tidak mempedulikan kecaman. Ia tidak percaya kepada Tuhan dan tidak menghadap Allahnya. Tetapi Aku akan memberikan bibir lain kepada banga-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya mereka sekalian menyerukan nama Tuhan dan bersama-sama beribadah kepada-Nya. Orang-orang yang memuja Aku, yang terserak-serak, akan datang dari seberang sungai-sungai negeri Etiopia dan membawa persembahan kepada-Ku. Pada hari itu, engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap-Ku. Sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang angkuh dan congkak, dan engkau takkan menyombongkan diri lagi di gunung-Ku yang kudus. Di tengah-tengahmu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, yang akan mencari perlindungan pada nama Tuhan. Mereka itulah sisa Israel. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong. Dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu. Sebaliknya seperti kawanan domba mereka akan merumput dan berbaring dengan tenang, dan tidak ada orang yang mengganggu mereka lagi.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah
 
Mazmur Tanggapan, mi = fis, 4/4, PS 816
Ref. Tuhan mendengarkan doa orang beriman.
atau Orang yang tertindas berseru, dan Tuhan mendengarkannya.
Ayat. (Mzm 34:2-3.6-7.17-18.19.23; Ul: lih. 7a)
1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
2. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
3. Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakan mereka Ia lepaskan.
4. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.
  
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Tuhan, datanglah dan jangan berlambat; ringankanlah beban umat-Ku.
 
Bagi Allah yang terpenting bukanlah hanya mendengarkan sabda Allah tetapi mendengar dan melaksanakan sabda-Nya. Bagi-Nya, jauh lebih baik mereka yang baru belakangan mendengarkan sabda Allah, tetapi sigap melaksanakannya daripada mereka yang sejak lama mendalami sabda Allah tetapi tidak menjalankannya.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (21:28-32)
  
"Yohanes Pembaptis datang dan orang-orang berdosa percaya kepadanya."
  
Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan pemuka-pemuka bangsa Yahudi, “Bagaimana pendapatmu? Ada orang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada yang sulung dan berkata, ‘Anakku, pergilah bekerja di kebun anggur hari ini’. Jawab anak itu, ‘Baik, Bapa’. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab, ‘Tidak mau’. Tetapi kemudian ia menyesal lau pergi juga. Siapakah di antara kedua orang anak itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka, “Yang kedua.” Maka berkatalah Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur akan mendahului kalian masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes Pembaptis datang menunjukkan jalan kebenaran kepada kalian, dan kalian tidak percaya kepadanya. Dan meskipun kalian melihatnya, namun kemudian kalian tidak menyesal, dan kalian tidak juga percaya kepadanya.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan
   
Orang Katolik diajar untuk berani bertobat dan tidak ada kata terlambat untuk berbuat baik. Apakah para suami istri sudah berbicara jujur kepada pasangan hidup? Apakah kita sudah mengikuti Ekaristi hari Minggu bersama keluarga kita tercinta? Apakah kita sudah mengajak anak-anak berdoa bersama sebelum makan dan membaca sabda Tuhan? Nubuat Zefanya hari ini mengajak kita untuk tidak lagi bersikap angkuh, congkak, sombong, lalim, berbohong atau menipu. Amatlah disayangkan kalau kita tidak melihat Jalan Kebenaran yang sudah diperkenalkan oleh Yohanes Pembaptis. Belumlah terlambat untuk percaya kepada Yesus, Sang Jalan Kebenaran.

Doa Malam

Kembali malam ini kami bersyukur dan bersujud di hadirat-Mu ya Tuhan, karena kami boleh mengalami kasih dan sukacita-Mu sepanjang hari ini. Berkatilah istirahat kami agar esok pagi kami dapat menjalankan tugas-tugas yang baru dengan kesegaran baru. Amin.
RUAH

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2023 -

Privacy Policy