Silsilah Yesus

Selasa, 17 Desember 2014
Hari Biasa Khusus Adven - Novena Natal Hari Kedua  

       

Kej. 49:2,8-10; Mzm. 72:1-2,3-4ab,7-8,17; Mat. 1:1-17.   
     
Berdasarkan sislilah Yesus ini, kita tahu bahwa tidak semua orang dipakai oleh Allah untuk menjadi leluhur Yesus ini adalah orang yang baik dan sempurna. Hadir pula orang-orang yang rapuh dan lemah, bahkan tidak luput dari kejahatan dan dosa besar. Silakan membaca misalnya kisah Yehuda dan Tamar (Kej 38:1-30) atau Daud dan Batsyeba (2 Sam 11:1-27). Di sini hendak disampaikan bahwa rencana dan karya keselamatan Allah tidak rusak dan terbatalkan oleh kerapuhan, kelemahan, dosa dan kejahatan manusia. Bahkan, Allah memakai orang-orang tersebut untuk mewujudkan karya keselamatan-Nya dalam sejarah hidup kita. Dengan kata lain, untuk mewujudkan kehendak-Nya, Allah tidak hanya memakai orang-orang yang baik saja, tetapi orang-orang yang berdosa pun dipakai oleh-Nya. Pada masa sekarang, Allah pun berkenan untuk memakai kita yang rapuh dan lemah serta banyak dosa ini untuk mewujudkan karya keselamatan-Nya yang dijamin terus berlangsung sepanjang zaman. Tuhan datang tidak hanya untuk menyelamatkan kita orang berdosa tetapi juga untuk mengajak kita agar ikut mengambil bagian dalam mewujudkan karya keselamatan-Nya.

Doa: Tuhan, gerakkanlah kami untuk mengambil bagian secara aktif dalam mewujudkan karya keselamatan-Mu. Amin. -agawpr- 

Rabu, 17 Desember 2014 Hari Biasa Khusus Adven - Novena Natal Hari Kedua

Rabu, 17 Desember 2014
Hari Biasa Khusus Adven - Novena Natal Hari Kedua
 
Dengan pengantaraan Kristus dunia dijadikan, dan Ia sendiri akan dilahirkan di tengah-tengah ciptaan. (St. Leo Agung)
 
Antifon Pembuka (bdk. Yes 49:13)
 
Hendaklah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai, karena Tuhan datang mengasihani umat-Nya yang tertindas.
 
Doa Pagi
 
Ya Tuhan yang berhati bapa, pandanglah umat-Mu yang dengan penuh iman menantikan Natal Putra-Mu. Buatlah kami dengan hati baru dan penuh sukacita merayakan misteri agung penyelamatan-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Kitab Kejadian (49:2.8-10)
   
"Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda."
     
Ketika mendekati ajalnya, Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata, “Berhimpunlah kamu dan dengarlah; ya anak-anak Yakub, dengarlah kepada Israel, ayahmu. Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu. Yehuda, engkau ini seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; engkau meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda, atau pun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai datanglah dia yang berhak atasnya, dan kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 2/2, PS 809
Ref. Berbelaskasihlah Tuhan dan adil, Allah kami adalah rahim.
atau
Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya, dan damai sejahtera berlimpah sampai selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 72:1-4ab.7-8.17; R:7; 2/4)
1. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
2. Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran. Kiranya ia memberikan keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu; kiranya ia menolong orang-orang miskin.
3. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut sampai ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!
4. Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.
  
Bait Pengantar Injil, do = d, PS 953
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. O Tuhan yang Mahabijaksana, semuanya Kauatur dengan lembut dan perkasa; datanglah dan bimbinglah langkah kami.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (1:1-17)
  
"Silsilah Yesus Kristus, anak Daud."
  
Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya. Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram. Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon. Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai. Isai memperanakkan Raja Daud, Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria. Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa. Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia. Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia. Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia. Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel. Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor. Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud. Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub. Yakub memperanakkan Yusuf, suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Jadi, seluruhnya ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
   
Renungan
 
Dalam sebuah kebudayaan, silsilah keluarga menjadi sangat penting, sebab dari silsilah kita dapat melacak garis keturunan seseorang dan latar belakang keluarga seseorang. Permenungan kita pada hari ini berpijak pada silsilah keluarga Yesus. Sang penulis Injil menyadari betul bahwa Yesus Kristus bukanlah orang yang biasa – biasa saja, sehingga dirasa perlu baginya untuk menuliskan pelacakan asal – usul Yesus. Silsilah Yesus menempatkan Tuhan kita pada garis keturunan anak Abraham dan anak Daud maupun kelanjutan dari garis keturunan Daud sesudah pembuangan. Kita ketahui bersama bahwa sejarah bangsa Israel dilacak mulai dari Abraham (ay. 2). Abraham dengan gelarnya “Bapa segala suku bangsa”, yang oleh Tuhan dipilih sebagai bapa bagi berbagai suku bangsa. Silsilah Yesus yang dimulai dari Abraham menandakan bahwa Tuhan kita sesungguhnya adalah “Bapa bagi segala suku bangsa” yang baru sehingga Yesus layak disebut “Allah beserta kita (Immanuel)”. Titik puncak sejarah Israel berada pada Raja Daud (ay.6). Daud berlatar belakang seorang Raja Besar, sehingga penempatan Yesus dalam garis keturunan Daud yang oleh kehendak Bapa mau menyatakan kepada kita bahwa Raja sejati, yang sesungguhnya, raja para raja terletak pada diri Yesus Kristus, hanya Yesuslah satu – satunya Raja yang menjadi “Bapa segala bangsa” yang senantiasa menjadi “Allah beserta kita”. Dalam sejarah bangsa Yahudi, penempatan perempuan dalam Silsilah keluarga hampir tidak pernah dipandang, wanita pada kala itu merupakan rakyat kelas dua. Silsilah Yesus menempatkan empat wanita yang dalam Perjanjian Lama mempunyai asal – usul yang amat buruk. Tamar (ay. 3) adalah seorang wanita yang berpura-pura menjadi pelacur untuk memperoleh garis keturunan dari Yehuda (Kej 38). Rakhab (ay. 5) adalah seorang pelacur dari Yerikho (Yos 2:6). Rut (ay. 5) adalah seorang wanita Moab yang bergabung dengan Israel melalui keluarga suaminya. Istri Uria adalah Batsyeba (ay. 6), dengan cara yang begitu pilu dan memalukan, Raja Daud mengusahakan kematian suami Batsyeba dalam peperangan dan mengambil Batsyeba sebagai istrinya (2Sam 11). Latar belakang keempat wanita tersebut yang berlatar belakang memalukan justru ditempatkan dalam Silsilah sang Raja. Matius mensyiratkan kepada kita bahwa Sang Raja yang akan datang, yang akan menjadi Bapa segala bangsa dan yang menyertai kita hingga akhir zaman adalah Allah yang cinta kepada semua orang, kasih-Nya tidak terbatas pada orang – orang yang dianggap benar hidupnya. Justru sang Raja mahaagung itu datang untuk menyembuhkan luka batin manusia. Sehingga permenungan kali ini mengajak kita untuk tidak perlu malu dengan dosa – dosa kita di masa lalu, selama kita mau hidup berpasrah penuh untuk menyerahkan seluruh hidup kita kepada Yesus, kita sungguh percaya bahwa sang Raja melihat kehinaan kita dan menyembuhkan luka – luka kita karena dosa. Seorang Bijaksana yang bernama Arfahat pernah mengatakan “seseorang yang sakit dalam bertempur tidak malu untuk meminta tabib menyembuhkan luka – lukanya”. Kita yang menyadari orang berdosa dan hidup diliputi dosa tidak perlu malu, justru dengan kesadaran diri sebagai orang berdosa kita semakin berani untuk datang kepada Sang Tabib untuk menyembuhkan luka – luka kita. Semoga dalam masa Advent ini kita semakin mampu melaksanakan tindakan kasih yang nyata bagi sesama, dan Kristus boleh menarik hati kita untuk menyembuhkan luka – luka dosa kita.

 
DEUS PROVIDEBIT