| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Makan bersama

Selasa, 06 Januari 2014
Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan
       
1Yoh. 4:7-10; Mzm. 72:2,3-4ab,7-8; Mrk. 6:34-44.
    
"Kamu harus memberi mereka makan!"
   
Makanan dan minuman merupakan kebutuhan manusia yang paling pokok dan mendasar. Maka, memberi makan kepada orang yang lapar merupakan wujud dari tindakan kasih yang paling mendasar pula. Itulah yang dilakukan oleh Yesus terhadap para pengikutnya. Ia tidak menerima usulan para murid untuk menyuruh mereka pergi dan mencari atau membeli makan sendiri-sendiri. Juga tidak meminta para murid untuk memberi mereka uang supaya mereka dapat membeli makanan sendiri-sendiri. Dengan tegas, Yesus meminta para murid untuk memberi mereka makan dengan apa yang mereka miliki. Uang memang sangat penting untuk hidup, tetapi tidak selalu bisa menjadi solusi untuk segala-galanya. Kasih sayang orangtua terhadap anak, tidak cukup hanya dengan uang. Makan bersama yang diawali dan diakhiri dengan doa, kemudian dilanjutkan atau dibarengi dengan ngobrol untuk saling berbagai cerita dan bersenda gurau, tentu lebih jauh bermakna sebagai ungkapan kasih sayang. Maka, salah satu pesan dari bacaan Injil ini adalah ajakan bagi kita untuk menghayati makan bersama, baik dalam keluarga maupun dalam komunitas, sebagai ungkapan kasih sayang satu sama lain.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk berbagi makanan dengan saudara-saudari kami yang membutuhkan dan bantulah kami untuk mampu menghayati makan bersama, baik dalam keluarga maupun komunitas, sebagai ungkapan kasih sayang satu sama lain. Amin. -agawpr-

Selasa, 06 Januari 2014 Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan

Selasa, 06 Januari 2014
Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan
(Pada negara-negara di mana Hari Raya Penampakan Tuhan tidak dipindahkan pada hari Minggu, pada hari ini dirayakan Hari Raya Penampakan Tuhan dan merupakan hari raya wajib, dengan bacaan yang telah diposting di blog ini pada tgl 04 Januari 2014, apabila menggunakan rumus Misa Hari Raya Penampakan Tuhan, ada Madah Kemuliaan dan Syahadat)
  
“Orang yang mengenal Allah dengan lebih baik akan mudah melakukan pekerjaan-Nya” (St. Teresa dari Avila)

 
Antifon Pembuka (Mzm 118:26-27b)

Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Dialah Tuhan dan Allah yang menerangi kita.

Blessed is he who comes in the name of the Lord: The Lord is God and has given us light.


Doa Pagi


Allah Bapa, sumber cahaya ilahi, terangilah dan nyalakanlah hati umat-Mu dengan cahaya mulia. Semoga kami selalu mengimani dan mengasihi penebus kami, Yesus Kristus. Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 
Cinta Allah terungkap begitu jelas. Itulah sebabnya, Yohanes dengan berani mengatakan bahwa Allah adalah kasih. Barangsiapa hidup dalam kasih, lahir dan berasal dari Allah.

 
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (4:7-10)
   
 
"Allah adalah kasih."
    
Saudara-saudara terkasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allahlah yang telah mengasihi kita dan telah mengutus Anak-Nya sebagai silih bagi dosa-dosa kita.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 2/2, PS 809
Ref. Segala bangsa di bumi, ya Tuhan, sujud menyembah kepada-Mu.
atau Berbelaskasihlah Tuhan dan adil, Allah kami adalah rahim.
Ayat. (Mzm 72:1-2.3-4.7-8; R:7)
1. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja, dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
2. Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran! Kiranya ia memberikan keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu; kiranya ia menolong orang-orang miskin.
3. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut sampai ke laut, dari Sungai Efrat sampai ke ujung bumi!

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 4:18-19)
Tuhan mengutus Aku menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan.
   
Cinta Yesus sungguh nyata. Hati-Nya selalu tergerak oleh belas kasih. Hal tersebut diungkapkan-Nya dengan memberi perhatian kepada mereka yang membutuhkannya. Orang banyak yang mengikuti-Nya boleh makan sampai kenyang.
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (6:34-44)
  
"Dengan mempergandakan roti, Yesus menyatakan dirinya sebagai nabi."
  
Begitu banyak orang mengikuti Yesus. Ketika Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Ketika hari mulai malam datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata, “Tempat ini sunyi, dan hari sudah mulai malam. Suruhlah mereka pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa dan kampung-kampung sekitar sini.” Tetapi jawab Yesus, “Kamu yang harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya, “Jadi, haruskah kami pergi membeli roti hanya dengan 200 dinar dan memberi mereka makan?” Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya, mereka berkata, “Lima roti dan dua ikan.” Lalu Yesus menyuruh orang-orang itu supaya semuanya duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau. Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang. Setelah mengambil lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada para murid, supaya dibagi-bagikan kepada orang banyak itu; begitu juga ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada mereka semua. Dan mereka semua makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti: dua belas bakul penuh, belum termasuk sisa-sisa ikan. Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan
        
Berjumpa dengan orang yang terlantar dan tidak beruntung, Yesus selalu tergerak hati-Nya oleh belas kasih. Buah pertemuan-Nya adalah mukjizat. Mukjizat yang terbesar dan terindah sebenarnya bukan penggandaan roti yang hanya mengenyangkan perut, tetapi Dia menjadi Roti Kehidupan. Roti suci ini adalah Tubuh-Nya sendiri yang telah diolah dalam penderitaan salib sebagai kurban. Roti tak beragi ini mengenyangkan kerinduan terdalam dari jiwa manusia yang lapar akan kehidupan surgawi sebagai anak Allah. Maka dalam kasih sejati kita pun diminta untuk memberi makan kepada sesama yang kelaparan. Bahkan santapan mulia sugawi setelah ada Pembaptisan baik orangtua atau pun bayi.  
   
Doa Malam

Yesus yang baik dan murah hati, ajarilah aku untuk berbagi kepada orang lain. Bangkitkanlah hatiku agar mudah tergerak oleh kesulitan dan kesusahan sesama sehingga hidupku dapat menjadi berkat bagi orang lain. Amin.

RUAH

Tuhan senantiasa menerangi kita

Senin, 05 Januari 2014
Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan

     
1Yoh. 3:22 - 4:6; Mzm. 2:7-8,10-11; Mat. 4:12-17,23-25.

Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.

     
Kita tahu bahwa terang itu amat penting bagi keselamatan kita. Itulah makanya, di tempat-tempat dan di sepanjang jalan yang banyak dilewati orang, selalu dipasang lampu. Demikian pula, setiap kendaraan juga selalu dilengkapi dengan lampu. Di awal tahun baru ini, kita pun tentunya ingin melangkah dalam terang supaya selamat sampai di penghujung tahun nantinya. Dan untuk melengkapi berbagai macam lampu yang ada, Tuhan sendiri menjadikan diri-Nya sebagai terang bagi kita. Oleh karena itu, kita tidak perlu kawatir akan mengalami kegelapan, asal kita selalu berjalan bersama dengan Tuhan. Memang, tidak semua yang akan terjadi dan yang akan kita lewati sudah jelas bagi kita, namun kita yakin bahwa pada saatnya, semua akan menjadi jelas. Seperti lampu motor atau mobil yang kita kendarai, khan tidak langsung menyorot sampai tempat yang kita tuju tetapi cukup menyinari jalan di depan sejauh yang kita butuhkan untuk terus maju. Demikian pula, Tuhan senantiasa menerangi kita sejauh yang kita perlukan dalam setiap langkah kita untuk maju.

Doa: Tuhan, semoga kami senantiasa berjalan bersama-Mu agar Terang-Mulah yang menyinari setiap langkah hidup kami. Amin. -agawpr-

Senin, 05 Januari 2015 Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan

Senin, 05 Januari 2015
Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan
 
Marilah kita mengenali palungan Yesus Kristus, Tuhan kita (St. Agustinus)

 
Antifon Pembuka

Hari mulia menyinari kita. Marilah menyembah Tuhan, hai segala bangsa. Hari ini cahaya cemerlang turun ke bumi.
 
A holy day has dawned upon us: Come, you nations, and adore the Lord, for a great light has come down upon the earth.

 
Doa Pagi

 
Allah Bapa, sumber cahaya ilahi, terangilah dan nyalakanlah hati umat-Mu dengan cahaya mulia. Semoga kami selalu mengimani dan mengasihi penebus kami, Yesus Kristus. Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (1Yoh 3:22-4:6)
    
 
"Ujilah roh-roh, apakah mereka berasal dari Allah."
     
Saudara-saudaraku terkasih, apa saja yang kita minta dari Allah, kita peroleh dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan beginilah kita ketahui bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu dalam Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita. Saudara-saudaraku terkasih, janganlah setiap roh kamu percayai, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah. Sebab banyak nabi palsu telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Beginilah kita mengenal Roh Allah: Setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, tetapi setiap roh yang tidak mengakui Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh ini adalah roh antikristus, dan tentang dia telah kamu dengar bahwa ia akan datang, bahkan sekarang ini sudah ada di dalam dunia. Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu, sebab Roh yang ada di dalam kamu lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia. Mereka itu berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi, dan dunia mendengarkan mereka. Kamu berasal dari Allah! Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan kami. Barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh Kebenaran dan roh yang menyesatkan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan
Ref. Bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu.
Ayat. (Mzm 2:7-8.10-11)
1. Aku akan menceritakan tentang ketetapan Tuhan: Ia berkata kepadaku, Anak-Kulah engkau! Pada hari ini engkau telah Kuperanakkan. Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
2. Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia! Beribadahlah kepada Tuhan dengan takwa, dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar.
 
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 9:35b)
Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (4:12-17.23-25)
  
"Kerajaan Surga sudah dekat"
   
Ketika mendengar bahwa Yohanes Pembaptis ditangkap, Yesus menyingkir ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya: Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain; bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar, dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut telah terbit Terang. Sejak waktu itu Yesus memberitakan, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!" Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria, dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem, dari Yudea dan dari seberang Yordan.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 
Kehadiran Yesus Kristus adalah kehadiran warta gembira besar, yakni kedatangan Kerajaan Allah. Warta gembira hari ini menampilkan kedatangan Kristus yang membawa pembebasan dan sukacita besar bagi orang-orang dari Galilea dan daerah-daerah sekitarnya. Ia melenyapkan segala penyakit dan kelemahan manusia. Kehadiran-Nya membawa harapan bagi dunia, sehingga tidak heran bahwa pada zaman-Nya begitu banyak orang yang mencari Dia.

Situasi manusia zaman ini tidak banyak berbeda dengan situasi zaman Yesus. Di mana-mana masih banyak ditemukan penderitaan karena berbagai persoalan hidup. Krisis zaman ini tidak jauh berbeda dengan krisis zaman Yesus: krisis damai dan harapan. Manusia mudah kehilangan arah di tengah dunia yang menawarkan begitu banyak nilai yang tidak jarang justru terasa saling merelatifkan, bertentangan dan membingungkan. Di mana kita bisa menemukan pegangan? Pada siapa kita bisa berharap? Haruskah Yesus berinkarnasi sekali lagi bagi manusia zaman ini?

Hari ini kita semua yang mengaku diri sebagai murid-murid Yesus, yang mengaku sebagai umat Kristiani, kembali diingatkan tentang teladan Sang Guru. Sejauh mana orang-orang Kristen sungguh meneladani Gurunya? Apa arti kehadiran seorang Kristiani di tengah dunia? Apakah kehadiran kita sungguh menjadi kehadiran Kristus kembali bagi dunia? Ataukah justru sebenarnya kita malah yang menghalangi hadirnya Kristus dan Kerajaan Allah bagi dunia? Bukankah kita yang merampas damai dan harapan dari hati banyak orang?

Bila demikian, seruan Yesus hari ini mestinya kembali menyentak kesadaran kita, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.” Iman kita pada Kristus mesti tampak dalam kesaksian nyata kita di tengah dunia. Kehadiran kita mestinya sungguh menjadi kehadiran Kristus, kehadiran Kerajaan Allah. Untuk itu, semangat pembaruan diri dan pertobatan terus-menerus mesti sungguh berakar dan terpelihara dulu dalam hati kita.

Hari baru ini adalah kesempatan berharga untuk kembali memulainya. (Yesaya Singgih Yuriatmojo, O.Carm/Cafe Rohani)

Antifon Komuni (Yoh 1:14)

Kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

We have seen his glory, the glory of an only Son coming from the Father, filled with grace and truth. 
 

Mencari Tuhan adalah salah satu dinamika iman kita. Di mana kita harus mencarinya? Yang utama adalah dalam Kitab Suci dan Ekaristi

Minggu, 04 Januari 2015
Hari Raya Penampakan Tuhan
 
Yes. 60:1-6; Mzm. 72:1-2,7-8,10-11,12-13; Ef. 3:2-3a,5-6; Mat. 2:1-12
 

Karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
 
Hari ini kita merayakan Penampakan Tuhan (Epiphani). Dari pihak Tuhan, Ia senantiasa berkenan untuk hadir dan menampakkan diri-Nya kepada semua orang. Namun, tidak semua orang mau serta mampu melihat "bintang-Nya", kemudian datang mencari-Nya untuk berjumpa dan menyembah-Nya serta menghaturkan persembahan bagi-Nya. Oleh karena itu, apa yang dilakukan oleh orang-orang Majus dari Timur ini menyadarkan kita bahwa mencari Tuhan adalah salah satu dinamika iman kita. Di mana kita harus mencarinya? Yang utama adalah dalam Kitab Suci dan Ekaristi, sebagaimana tampak secara implisit dalam pencarian para Majus tersebut. Mereka adalah ahli perbintangan dan dengan keahliannya, mereka mampu melihat bintang-Nya namun belum bisa menemukan secara pasti. Baru dengan Kitab Suci, yakni apa yang tertulis dalam kitab nabi, akhirnya mereka menemukan Yesus di Betlehem (Mat 2:5-6 yang merujuk pada kita Nabi Mika 5:1). Kata Betlehem, dalam bahasa Ibrani berasal dari 2 kata: Bayt yang berarti rumah dan Lehem yang berarti roti. Dengan demikian, Betlehem berarti "rumah roti" dan kita bisa mengaitkannya dengan Ekaristi. Di Betlehem, bayi Yesus dibaringkan di atas palungan (tempat makanan ternak) dan seolah-olah memberikan diri-Nya menjadi makanan bagi ternak. Dalam Perayaan Ekaristi, Yesus hadir di altar dalam rupa roti dan kemudian menjadi santapan bagi kita.
 
Maka, pencarian para Majus tersebut, bagi kita mempunyai makna demikian: melalui keahlian dan pekerjaan kita sehari-hari, kita sebenarnya mampu untuk melihat tanda-tanda kehadiran dan penampakan Tuhan. Namun, kita masih harus menambahkannya dengan Kitab Suci dan Ekaristi agar kita akan semakin mengenal Tuhan dan berjumpa dengan-Nya secara nyata. Sebab dalam Kita Suci, kita dapat menemukan banyak informasi tentang Tuhan dan dalam Ekaristi kita berjumpa dengan-Nya yang sungguh-sungguh hadir dalam rupa sakramen Mahakudus. Namun, Kitab Suci bukanlah sekedar buku informasi dan Ekaristi juga bukan sekedar nutrisi bagi jiwa kita. Keduanya mempunyai daya transformasi yang mengubah dan memperbarui hidup kita sebagaimana dialami juga oleh para Majus. Setelah mereka berjumpa dengan Yesus, mereka pulang ke negerinya melalui jalan lain. Artinya, berkat perjumpaan dengan Yesus, jalan hidup mereka menjadi lain, tidak sama dengan yang semula. Demikian pula hendaknya kita, semakin kita mengenal Tuhan melalui Kitab Suci dan semakin intensif kita berjumpa dengan-Nya dalam Ekaristi, hendaknya kita pun hidup secara lain, hidup secara baru. Meskipun kita melakukan pekerjaan sehari-hari yang sama, berkat pengenalan dan perjumpaan dengan Tuhan, kita menghayatinya secara lain, yakni dalam kasih yang semakin berkobar dan hanya demi kemuliaan Tuhan yang semakin besar.

Doa: Tuhan, semoga melalui Kitab Suci, kami semakin mengenal-Mu dan melalui Ekaristi, kami semakin mengalami perjumpaan dengan-Mu dengan intensif sehingga hidup kami Kauperbarui secara terus-menerus. Amin. ‪#‎agawpr‬

Kobus: Hari Raya Penampakan Tuhan


Minggu, 04 Januari 2015 Hari Raya Penampakan Tuhan

Minggu, 04 Januari 2015
Hari Raya Penampakan Tuhan
   
Epifani [penampakan Tuhan] adalah wahyu Yesus sebagai Mesias Israel, Putera Allah dan Penebus dunia dalam peristiwa Pembaptisan-Nya di Yordan, pernikahan di Kana, dan penyembahan kepada Yesus oleh "orang-orang majus dari Timur" (Mat 2:1) Bdk. LH, Antifon dari Benediktus Landes dan dari Magnificat Vesper kedua Epifani.. Dalam "majus-majus" ini, wakil-wakil dari agama-agama kafir di dunia sekitar, Injil melihat anak-anak sulung bangsa-bangsa yang menerima warta gembira tentang peristiwa keselamatan penjelmaan Yesus menjadi manusia. Bahwa para majus itu datang ke Yerusalem, "untuk menyembah [raja Yahudi]" (Mat 2:2), menunjukkan bahwa mereka - dalam cahaya mesianis bintang Daud Bdk. Bil 24:17; Why 22:16. itu - mencari di Israel Dia, yang akan menjadi raja bangsa-bangsa Bdk. Bil 24:17-19.. Kedatangan mereka berarti bahwa orang-orang kafir hanya dapat menemukan Yesus dan menyembah-Nya sebagai Putera Allah dan Penebus dunia, kalau mereka menghubungi orang-orang Yahudi Bdk. Yoh 4:22. dan menerima dari mereka janji mesianis, seperti yang tercantum dalam Perjanjian Lama Bdk. Mat 2:4-6.. Epifani menyatakan bahwa "semua orang kafir masuk ke dalam keluarga para bapa bangsa" (Leo Agung, serm. 23) dan mendapat "martabat Israel" (MR, Malam Paskah 26; doa sesudah bacaan ketiga). (Katekismus Gereja Katolik, No. 528)

     
Antifon Pembuka (Mal 3:1/1Taw 19:12)

Lihatlah, Tuhan para pangeran datang, membawa serta kerajaan, kekuasaan, dan pemerintahan.

Behold, the Lord, the Mighty One, has come; and kingship is in his grasp, and power and dominion.

Ecce advenit dominator Dominus: et regnum in manu eius, et potestas, et imperium.
      

Tobat 3


Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Raja Damai, yang memanggil para sarjana dari Timur dengan cahaya bintang-Mu. Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah Raja Damai, yang memanggil kami dari kegelapan dengan cahaya-Mu. Kristus, kasihanilah kami.

Engkaulah Raja damai, yang menghendaki semua bangsa bergabung dalam perarakan menuju cahaya abadi. Tuhan, kasihanilah kami.
   
     
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan dan Syahadat
      
Doa Pagi

Ya Allah, pada hari ini dengan bimbingan bintang Engkau telah mewahyukan Putra Tunggal-Mu kepada bangsa-bangsa. Kami mohon, semoga kami yang telah mengenal Engkau dalam iman kelak Engkau perkenankan memandang wajah-Mu dalam kemuliaan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (60:1-6)
    
"Kemuliaan Tuhan terbit atasmu."
     
Beginilah kata nabi kepada Yerusalem: Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja menyongsong cahaya yang terbit bagimu.Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling! Mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Melihat itu, engkau akan heran dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan berbesar hati sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 807
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Ayat. (Mzm 72:1-2.7.8.10-11.12-13; R: lih.11)
1. Ya Allah berikanlah hukum-Mu kepada Raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum.
2. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari Sungai Efrat sampai ke ujung bumi.
3. Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan -persembahan. Kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti. Kiranya semua raja sujud menyembah kepada-Nya, dan segala bangsa menjadi hamba-Nya!
4. Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.
   
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (3:2-3a.5-6)
    
"Rahasia Kristus kini telah diwahyukan dan para bangsa menjadi pewaris perjanjian."
     
Saudara-saudara, kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah yang telah dipercayakan kepadaku demi kamu, yakni bagaimana rahasianya telah dinyatakan kepadaku melalui wahyu. Pada zaman angkatan-angkatan dahulu rahasia itu tidak diberitakan kepada umat manusia, tetapi sekarang dinyatakan dalam Roh kepada para rasul dan nabi-Nya yang kudus. Berkat pewartaan Injil, orang-orang bukan Yahudi pun turut menjadi ahli waris, menjadi anggota-anggota tubuh serta peserta dalam janji yang diberikan Kristus Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 2:2, 2/4)
Kami telah melihat bintang Tuhan, terbit di ufuk timur, dan kami datang menyembah.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (2:1-12)
   
"Kami datang dari timur untuk menyembah Sang Raja."
        
Pada zaman pemerintahan raja Herodes, sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea, datanglah orang-orang majus dari timur ke Yerusalem. Mereka bertanya-tanya, “Dimanakah Raja Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di ufuk timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Mendengar hal itu, terkejutlah Raja Herodes beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya kete-rangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya, “Di Betlehem di tanah Yudea, karena beginilah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau, Betlehem di tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu, dan dengan teliti bertanya kepada mereka kapan bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya, “Pergilah, dan selidikilah dengan saksama hal-ikhwal Anak itu! Dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku, supaya aku pun datang menyembah Dia.” Setelah mendengar kata-kata Raja Herodes, berangkatlah para majus itu. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat di mana Anak itu berada. Melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu, dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya. Lalu mereka sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya, dan mempersembahkan persembahan kepada Anak itu, yaitu emas, kemenyan dan mur. Kemudian, karena diperingatkan dalam mimpi supaya jangan kembali kepada Herodes, mereka pun pulang ke negerinya lewat jalan lain.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
 
Renungan

 
  Menurut Evagrius Pontikus, pertapa Kristiani abad ke-4, hasrat manusia keluar dari tiga sumber, yaitu keinginan, emosi dan intelektual. Di balik hasrat itu ada jeritan jiwa yang rindu bersatu dengan Allah. Salah satu keinginan manusia adalah menjadi kaya. Mengapa kita ingin kaya? Agar tatkala sakit ada uang untuk berobat. Tatkala menyekolahkan anak ada biaya. Tatkala ingin liburan di luar negeri ada uang, dsb. Maka di balik hasrat ingin kaya, ada kerinduan jiwa untuk aman dan tenteram, terjamin. Siapa yang bisa menjamin jiwa kita? Bukan kekayaan, tetapi Allah. Maka bila kekayaan menjadi fokus hidup, jiwa akan merana dan kecewa. Sebaliknya, bila peka terhadap jeritan jiwa di balik ingin kaya itu dan setia mengikutinya, maka harta kekayaan menjadi sarana memuliakan Allah dan membantu sesama.

  Dalam Injil Hari Raya Penampakan Tuhan ada dua kelompok yang mencari Yesus dengan motivasi yang berbeda. Pertama, tiga majus dari Timur. Motivasi mereka mencari Yesus adalah memenuhi kerinduan jiwa untuk menyembah Dia. Maka harta kekayaan menjadi persembahan. Perjumpaan dengan Yesus merupakan harta yang tak ternilai harganya dan kekayaan menjadi relatif nilainya. Inilah orang yang terbuka hatinya untuk dibimbing oleh Allah (bintang) dan perjumpaan dengan Allah itu membarui hidup. Dikatakan: "mereka pulang ke negerinya melalui jalan lain!". Mereka meninggalkan cara hidup lama dan mulai hidup yang baru. Kedua, Raja Herodes mencari Yesus dengan motivasi ingin membunuh-Nya karena ia takut popularitasnya terancam dengan kelahiran Yesus. Dirinya harus disembah dan dimuliakan. Yesus harus dibunuh karena menjadi ancaman.

Harta benda dan peristiwa di dunia ini bagaikan bintang petunjuk menuju Allah. Tinggal sikap kita: apakah kita setia pada jeritan jiwa yang rindu menyembah Allah atau kita membiarkan diri dikuasai oleh hasrat manusiawi, hasrat serakah atau mencari popularitas diri.

Tuhan, curahilah aku rahmat kesetiaan mendengar dan mengikuti kerinduan jiwa untuk menyembah dan bersatu dengan-Mu. Amin.

Antifon Komuni (Bdk. Mat 2:2)

Kami telah melihat bintang-Nya di timur dan kami datang dengan persembahan untuk menyembah Tuhan.

We have seen his star in the East, and have come with gifts to adore the Lord.

Vidimus stellam eius in Oriente, et venimus cum muneribus adorate Dominum.
  
   
Ziarah Batin 2015 Renungan dan Catatan Harian

Roh Kudus membantu kita untuk semakin mengenal Tuhan

Sabtu, 03 Januari 2015
Hari Biasa Masa Natal
 
  
1Yoh. 2:29-3:6; Mzm. 98:1,3cd-4,5-6; Yoh. 1:29-34
     
Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya."

 Kita masing-masing telah menerima anugerah Roh Kudus, baik secara istimewa melalui sakramen-sakramen yang telah kita terima, khususnya Sakramen Baptis dan Penguatan, maupun dalam kehidupan kita sehari-hari. Meskipun demikian, tidak semua di antara kita dapat mengenali karya dan bimbingan Roh Kudus serta mampu bekerja sama dengan-Nya setiap saat. Sebagaiman kesaksian Yohanes Pembaptis, Roh Kudus menolongnya untuk mengenal Kristus yang sebelumnya tidak ia kenal. Demikian pula bagi kita, Roh Kudus membantu kita untuk semakin mengenal Tuhan, semakin menyadari apa yang Ia kerjakan dalam hidup kita, semakin mampu mendengarkan apa yang Ia sabdakan, semakin jelas dalam memahani apa yang Dia minta atas kita, dan semakin mampu membuat pilihan-pilihan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Hanya melalui doa dan keheningan, kita semakin dimampukan untuk menangkap karya Roh Kudus yang membimbing kita untuk semakin melihat, mendengar dan mengenal panggilan serta kehendak Tuhan, sebagaimana dilakukan oleh Yohanes Pembaptis dalam hidupnya di padang gurun, tempat yang sunyi sepi.

Doa: Tuhan, bantulah kami menjadi peka dalam menyadari bimbingan Roh Kudus-Mu agar kami pun semakin mampu melihat, mendengar dan mengenal panggilan serta kehendak-Mu. Amin. -agawpr-

Sabtu, 03 Januari 2015 Hari Biasa Masa Natal

Sabtu, 03 Januari 2015
Hari Biasa Masa Natal
 
“Bapa memberi kita Putra Tunggal-Nya, Dia adalah Allah” (St. Teresa dari Avila)

 
Antifon Pembuka (Mzm 118:26-27)
 
Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Dialah Tuhan Allah yang menerangi kita.
 
Blessed is he who comes in the name of the Lord: The Lord is God and has given us light.

  
Doa Pagi


Allah Bapa yang Mahabaik, Putra-Mu yang tunggal telah tampak sebagai manusia, dan kami mengakui-Nya sebagai seorang di antara kami. Semoga hidup kami pun dapat kami sesuaikan dengan hidup-Nya berkat bantuan rahmat-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Rasul Yohanes melukiskan bagaimana seharusnya kita hidup sebagai anak-anak Allah. Itulah hidup dalam kekudusan, cinta, kemurnian dan ketaatan. Bila hal-hal itu dihayati, orang menjadi serupa dengan hidup Yesus sendiri.
 

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (2:29-3:6)
  
 
"Setiap orang yang tetap berada dalam Yesus tidak berbuat dosa lagi."
  
Anak-anakku terkasih, jikalau kamu tahu bahwa Kristus itu benar, kamu harus tahu juga bahwa setiap orang yang berbuat kebenaran lahir dari pada-Nya. Lihatlah, betapa besar kasih Allah yan dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Allah. Saudara-saudaraku terkasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata bagaimana keadaan kita kelak. Akan tetapi kita tahu bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan ini kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia suci adanya. Setiap orang yang berbuat dosa melanggar hukum Allah, sebab dosa adalah pelanggaran hukum Allah. Dan kamu tahu bahwa Kristus telah menyatakan diri-Nya untuk menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. Karena itu setiap orang yang tetap berada dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi, setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 807
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita
Ayat. (Mzm 98:1.3c-4.5.6)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!
3. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring, bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan.

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 1:14:12b)
Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa menjadi anak-anak Allah.
 
Yohanes Pembaptis bernubuat tentang Mesias. Yesus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Roh Allah akan turun ke atas-Nya. Dialah yang akan memberikan Roh Kudus kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:29-34)
  
"Lihatlah Anak Domba Allah!"
  
Ketika Yohanes membaptis di Sungai Yordan, ia melihat Yesus datang kepadanya. Maka katanya, “Lihatlah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Sesudah aku akan datang seorang yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.” Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya, “Aku melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Roh itu tinggal di atas-Nya. Aku pun sebenarnya tidak mengenal Dia, tetapi Yang mengutus aku membaptis dengan air telah berfirman: Jikalau engkau melihat Roh turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dia itulah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya! Maka aku memberi kesaksian: Dia inilah Anak Allah!”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
 
Pengenalan kasat mata Yohanes Pembaptis terhadap Yesus menjadikan dia sebagai saksi kebenaran. Ia memberi kesaksian bahwa Yesus adalah Anak Allah, karena setelah ia membaptis, ia melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Roh itu tinggal di atas-Nya. Anak Allah itu ternyata juga Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Itu berarti seperti anak domba (seekor binatang) yang harus disembelih sebagai kurban. Kalau ia membaptis dengan air untuk pertobatan, maka Yesus membaptis dengan Roh Kudus untuk menjadikan kita sahabat dan putra putri Allah.

Doa Malam

Allah Bapa yang Mahamurah hati, Engkau membimbing umat-Mu dengan berbagai bantuan, agar kami memperoleh rahmat dari kemurahan hati-Mu untuk hidup sekarang dan di masa mendatang. Semoga dengan bantuan harta dunia, kami lebih merindukan harta abadi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

RUAH

Kejujuran dan kerendahan hati

Jumat, 02 Januari 2015
Peringatan Wajib St. Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze
   
  
1Yoh. 2:22-28; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 1:19-28
    
Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" Ia mengaku dan tidak berdusta.
       
Pada zaman sekarang ini, ketika kejujuran dan kerendahan hati semakin mahal harganya, kita mendapatkan teladan dan kesaksian hidup dari Yohanes Pembaptis. Ketika banyak orang memuja dan kagum padanya, dengan rendah hati ia mengaku secara jujur bahwa dia bukanlah Mesias yang mereka harapkan. Dengan teladan Yohanes Pembaptis ini, kita pun ditantang untuk berani menampilkan diri kita apa adanya, tanpa berbagai macam "make-up dan kosmetik" yang justru menyembunyikan keaslian kita. Kita diajak untuk tidak menyembunyikan diri di balik topeng kata-kata dan penampilan, pertasi, gelar dan pangkat, serta berbagai macam peran dan hal-hal lahiriah yang kita buat. Sebab, kalau tidak hati-hati, itu semua akan menghalangi kita untuk mewartakan kebenaran dengan kerendahan hati, dan justru mendorong kita untuk mencari pujian dan pemuliaan diri sendiri. Padahal, diri pribadi kita dengan segala yang kita miliki dan kita buat, hendaknya hanya demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar.
Doa: Tuhan, berilah kami kejujuran dan kerendahan hati agar melalui apa yang kami miliki dan kami lakukan, kami semakin memuliakan nama-Mu. Amin. -agawpr-

Jumat, 02 Januari 2015 Peringatan Wajib. St. Basilius Agung dan St. Gregorius dari Nazianze Uskup dan Pujangga Gereja

Jumat, 02 Januari 2015
Peringatan Wajib. St. Basilius Agung dan St. Gregorius dari Nazianze Uskup dan Pujangga Gereja - Jumat Pertama Dalam Bulan
 
Kita harus mengingat Allah lebih sering daripada tarikan napas kita. – St. Gregorius dari Nazianze (330-390), Uskup dan Pujangga Gereja
 

Antifon Pembuka (Bdk. Sir 44:15,14b)

Hendaknya kebijaksanaan para kudus diwartakan oleh bangsa-bangsa dan pujian untuk mereka dikumandangkan oleh Gereja; nama mereka akan dikenang sepanjang masa.

Let the peoples recount the wisdom of the Saints, and let the Church proclaim their praise. Their names will live on and on.

 
Pengantar

 
Santo Basilius Agung (329-379) adalah seorang Uskup dan Pujangga Gereja, berasal dari Kaesarea, ibukota Provinsi Kapadokia, Asia Kecil; seorang pembela ajaran iman Kristiani dari ajaran sesat Arianisme. St. Gregorius Nazianze (329-390) juga adalah Uskup dan Pujangga Gereja. Ia bertemu dengan Basilius di Atena, Yunani, sewaktu studi dan kemudian menjadi sahabat karib.

Doa Pagi


Ya Allah, Engkau telah menerangi Gereja-Mu, dengan teladan dan ajaran Santo Basilius dan Gregorius, Uskup-Mu. Kami mohon semoga dengan rendah hati kami mendalami kebenaran-Mu, dan dengan setia mewujudkannya dalam cinta kasih. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (2:22-28)
    
"Apa yang telah kamu dengar harus tetap tinggal di dalam dirimu."
      
Anak-anakku terkasih, barangsiapa menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus, dia itu seorang pendusta! Dan barangsiapa menyangkal baik Bapa maupun Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengakui Anak, ia juga memiliki Bapa. Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari semula, itu harus tetap tinggal di dalam dirimu. Jika apa yang telah kamu dengar dari semula itu tetap tinggal di dalam dirimu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. Semua ini kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. Sebab di dalam dirimu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari Yesus. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan Yesus mengajar kamu tentang segala sesuatu – dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta – dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia. Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 807
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita
Ayat. (Mzm 98:1.2-3b.3c-4)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah.
 
Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, kanon, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Ibr 1:1-2)
Dahulu kala dengan pelbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi; pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:19-28)
   
"Sesudah aku akan datang Dia yang sudah ada sebelum aku."
     
Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus kepadanya beberapa imam dan orang-orang Lewi untuk menanyakan kepadanya, ‘Siapakah Engkau?’ Yohanes mengaku dan tidak berdusta, katanya, “Aku bukan Mesias!” Lalu mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Yohanes menjawab, “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Ia pun menjawab, “Bukan!” Maka kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” Jawab Yohanes, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya.” Di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya-tanya kepadanya, “Mengapa engkau membaptis jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab kepada mereka, “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Hal ini terjadi di Betania yang di seberang Sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis orang.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan

 
Hari ini adalah hari kedua dalam tahun baru. Kita patut bersyukur kepada Tuhan, sebab Dia mempercayakan kehidupan dan memberi napas kepada kita. Itu sebabnya, awal tahun baru ini perlu kita isi dengan semangat baru. Beragam rencana selama setahun ini barangkali sudah kita buat. Berbagai persiapan untuk mewujudkannya barangkali juga sudah mulai kita cicil satu-persatu. Namun, lepas dari semua itu kta harus tetap beriman pada kehendak Tuhanlah yang menjadi kenyataan.

Pada hari kedua tahun 2015 ini, bacaan Injil diambil dari perikop kedua injil Yohanes. Dalam perikop ini Yohanes memberi kesaksian tentang siapa dirinya. Dia menyatakan dengan tegas kesaksian tentang siapa dirinya. Dia menyatakan dengan tegas dia bukanlah Mesias yang dijanjikan itu. Dia adalah suara yang berseru-seru untuk mempersiapkan bangsa Israel menyambut Tuhan Yesus, Sang Mesias yang dijanjikan Bapa. Dengan memberikan kesaksian, Yohanes ingin memberitakan bahwa saat keselamatan sudah tiba, tahun-tahun berahmat sudah di depan mata. Ia juga ingin meluruskan kesesatan yang sementara ada dalam diri bangsa Israel yang menganggap bahwa dirinya adalah Mesias.

Hal yang sama juga dilakukan oleh St. Basilius Agung dan St. Gregorius dari Nazianze. Mereka telah berjuang bersama-sama untuk meluruskan kesesatan yang dibuat oleh pengikut bidaah Arianisme. Bidaah ini menyangkal keilahian Yesus, Allah Putra. Kemenangan atas kesesatan itu telah mereka rumuskan dalam Syahadat Iman hasil Konsili Nikea.

Belajar dari kedua orang kudus tersebut, serta diterangi oleh cahaya Firman yang kita dengar pada hari ini, apa yang mesti kita buat? Pertama, mari kita tanamkan dalam hati bahwa tahun yang baru ini bagi kita akan menjadi tahun keselamatan Tuhan, tahun di mana Allah akan mengaruniakan banyak berkat dalam hidup kita; tahun di mana Mesias hadir mendampingi perjalanan hidup kita. Kedua, mari kita juga meneladan hidup Yohanes dan para Bapa Kapadokia yang kita peringati hari ini. Dengan demikian, selama setahun ini kita hidup dalam kebenaran dan dijauhkan dari segala bentuk kesesatan. (Cafe Rohani)

Doa Malam

Allah yang Mahakuasa, semoga Sabda-Mu meneguhkan dan menambah kekuatan luhur di dalam diri semua orang yang merayakan pesta Santo Basilius dan Gregorius. Bantulah kami menjaga keutuhan anugerah iman dan meniti jalan keselamatan yang mereka tunjukkan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.

Antifon Komuni (1Kor 1:23-24)

Kami memberitakan Kristus yang disalibkan; Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

We proclaim Christ crucified; Christ, the power of God and the wisdom of God.
    
Di samping setiap orang beriman, berdiri seorang malaikat sebagai pelindung dan gembala yang akan menuntunnya kepada kehidupan. – St. Basilius Agung (330-379), Uskup dan Pujangga Gereja 

Menapaki tahun yang baru dengan keyakinan iman akan betapa baiknya Allah kepada kita.

Kamis, 01 Januari 2015
Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah
   
Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21
   
"Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya"
  
Setiap kali kita memulai tahun yang baru, Gereja mengajak kita untuk merayakan Santa Maria Bunda Allah. Ini adalah gelar iman yang diberikan kepada Bunda Maria karena ia telah mengandung dan melahirkan serta mengasuh, Yesus, yang adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Dengan perayaan ini, kita diajak untuk melangkah dan menapaki tahun yang baru ini dengan keyakinan iman akan betapa baiknya Allah kepada kita. Ia telah memberikan Putra Tunggal-Nya kepada kita dengan cara dilahirkan dari Perawan Maria. Dialah Sang Imanuel, yang sepanjang waktu senantiasa hadir menyertai kita. Bunda Maria pun diberikan kepada kita untuk menjadi ibu, penolong dan pendoa bagi kita sepanjang waktu.

Doa: Salam, Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin.

=========

Saya yakin, Anda masing-masing telah menerima dan membagikan banyak ucapan Selamat Tahun Baru dengan berbagai macam untaian kata yang indah dan penuh makna. Demikian pula saya, meskipun bukan dengan kata-kata yang indah, saya menyampaikan Selamat Tahun Baru 2015 teriring berkat Tuhan yang saya kutip dari Bacaan I hari ini:
"Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera." (Bil 6:24-26). 
Silakan berkat ini dibagikan dan diteruskan kepada siapa pun, termasuk kepada saya kembali. Dan marilah kita berusaha untuk saling menjadi berkat satu sama lain.

Kamis, 01 Januari 2015 Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah

Kamis, 01 Januari 2015
Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah
  
Barangsiapa tidak percaya bahwa Bunda Maria adalah Bunda Allah, maka ia adalah orang asing bagi Allah. Sebab Bunda Maria bukan semata-mata saluran, melainkan Kristus sungguh-sungguh terbentuk di dalam rahim Maria secara ilahi (karena tanpa campur tangan manusia) namun juga manusiawi (karena mengikuti hukum alam manusia). --- St. Gregorius dari Nazianze
  

Antifon Pembuka (bdk. Yes 9:2.6; Luk 1:33)

Hari ini kita diliputi terang karena Tuhan telah lahir bagi kita. Nama-Nya: Penasihat Ajaib, Allah Perkasa, Raja Damai, Bapa Kekal. Pemerintahan-Nya takkan berkesudahan.
 
atau
 
Salam Bunda yang suci, Bunda mulia Penguasa abadi, yang memerintah surga dan bumi.
   
Salve sancta Parens, enixa puerpera Regem, qui cælum terramque regit in sæcula sæculorum.
  
 
 Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan dan Syahadat
  
 Doa Pagi

Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau telah menganugerahi umat manusia keselamatan kekal dengan perantaraan Santa Maria, Perawan dan Bunda. Kami mohon, semoga kami pun Kauperkenankan menikmati doa dan perlindungannya, sebab ia telah melahirkan bagi kami Putra-Mu, pemberi hidup, yaitu Yesus Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.
   
Bacaan dari Kitab Bilangan (6:22-27)
   
"Mereka harus meletakkan nama-Ku atas orang Israel: maka Aku akan memberkati mereka."
     
Sekali peristiwa Tuhan berfirman kepada Musa, "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan, do = d, 2/2 PS 809
Ref. Berbelaskasihlah Tuhan dan adil Allah kami adalah rahim.
Ayat. (Mzm 67:2-3.5.6.8; 2/4)
1. Kiranya Allah mengasihani dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya. Kiranya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
2. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku di atas bumi.
3. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya!
  
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Galatia (4:4-7)
  
"Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan."
    
Saudara-saudara, setelah genap waktunya, Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli waris-ahli waris, oleh karena Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, kanon, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Ibr 1:1-2)
Dahulu Allah berkata kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi; kini Ia bersabda kepada kita dengan perantaraan Putra-Nya.
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (2:16-21)
  
"Mereka mendapati Maria, Yusuf, dan si Bayi. Pada hari kedelapan Ia diberi nama Yesus."
    
Setelah mendengar berita kelahiran penyelamat dunia, para gembala cepat-cepat berangkat ke Betlehem, dan mendampati Maria dan Yusuf serta Bayi yang terbaring di dalam palungan. Ketika melihat Bayi itu, para gembala memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu dalam hati dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Ketika genap delapan hari umurnya, Anak itu disunatkan, dan Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
   
Renungan
  
Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah, yang dalam bahasa Latinnya Mater Dei (Mater =Bunda, Dei = Allah). Dikatakan “Bunda Allah” bukan karena Bunda Maria menikah dengan Bapa, melainkan anak yang dikandung oleh sang Bunda ialah Allah sendiri, itulah sebabnya ketika bunda Maria bertemu dengan Elizabeth, seketika Elizabeth dengan penuh iman menyatakan “…siapakah aku ini hingga Ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk 1:41-43). Elizabeth yang dipakai oleh Allah untuk melahirkan Yohanes sang penyiap jalan bagi Tuhanpun mengakui Bunda Maria sebagai “Ibu Tuhanku”, bagaimana dengan kita? Apakah kita mengakuinya seperti Elizabeth pula?

 Permenungan kali ini beranjak pada penggambaran bagaimana Maria sebagai Bunda Allah yang mau menanggung tugas dari Allah (Luk 2:16-21). Kelahiran Kristus disatu sisi membuat suasana mencekam, karena keluarga kudus dari Nazareth ini harus menanggung beban yang amat beran ketika Herodes memerintahkan untuk mencari sang bayi mahakudus. Tidak dapat dipungkiri, seorang ibu yang melahirkan langsung anaknya dari rahimnya, dapat dipastikan sang anak begitu dijaga dan disayang, apapun yang terjadi akan dilindungi dengan pergumulan yang tidak mudah. Hal yang sama pun dirasakan oleh Bunda Maria, ketika para gembala heran tentang kelahiran sang bayi (Luk 2:18), pasti Bunda Maria sangat pilu hatinya, sebab sebagai seorang ibu mungkin saja ia merasakan bagaimana kelak nantinya anak yang dikandungnya akan menjadi bahan cemohan masyarakat saat itu. Tetapi Bunda Maria tidak lari dari kondisinya, justru Bunda Maria “…menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya” (Luk 2:19). Lihat, Bunda Maria hanya menyimpan segal perkara yang rumit dan menyakitkan itu, dan bunda Maria merenungkan kembali misteri yang sedang terjadi saat itu. Bunda Maria begitu percaya akan penyelenggaraan Allah (providentia Dei), dalam kondisi yang ekstrim dan sesulit itu, bunda Maria dengan setia percaya pada Allah sepenuhnya dan menerima realitas menyakitkan yang harus dialaminya, bahkan kesetiaan bunda Maria kepada Bapa dibuktikan dengan kesetiaan Maria yang terus mengikuti Yesus ketikaYesus menanggung sengsara hingga wafat di salib, dan tetap menjaga para rasul yang diamanatkan Yesus kepada Maria sebagai “ibu, inilah anakmu”.

 Kesetiaan bunda Maria memberikan kepada kita sebuah bagaimana kita yang tetap setia pada kehendak Allah, dalam situasi yang ekstrim dan sulit sekalipun kita tetap percaya sepenuhnya pada penyelenggaraan ilahi, sambil merenungkan kesulitan – keuslitan yang sedang dialami sehingga kita sungguh percaya kesulitan paling besar dalam hidup kita pun ternyata kuasa Allah jauh lebih besar daripada itu. Setiap kesulitan bukan berarti Allah itu tidak ada, tetapi dalam setiap kesulitan dalam hidup merupakan cara Allah bagaimana kita tetap setia kepada-Nya dalam keadaan apapun, termasuk dalam keadaan sulit ; apakah kita justru menyalahkan Allah atau tetap setia kepada-Nya? bunda Maria setia kepada Yesus bahkan menjalankan amanat Yesus untuk menjaga para rasul-Nya. Sekarang, Allah memberikan amanat agar kita setia hingga akhir, maukah kita setia kepada Allah dalam kondisi apapun? Selamat merenungkan misteri kehidupan.

DEUS PROVIDEBIT

Rabu, 31 Desember 2014 Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal

Rabu, 31 Desember 2014
Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal
 
“Allah itu agung melebihi setiap makhluk. Karena itu, kita harus membersihkan pembicaraan kita tentang Dia terus-menerus dari segala keterbatasan, dari segala gambaran, dari segala ketidaksempurnaan, supaya jangan menggantikan Allah "yang tidak terucapkan, yang tidak dimengerti, yang tidak kelihatan, yang tidak dibayangkan" (Liturgi santo Yohanes Kristostomus, Doa Syukur Agung) dengan gambaran-gambaran manusiawi kita tentang Dia. Kata-kata manusiawi kita tidak pernah akan mencapai misteri Allah.” (Katekismus Gereja Katolik, 42)
  

Antifon Pembuka (bdk. Yes 9:6)

Seorang anak lahir untuk kita, seorang putra dianugerahkan kepada kita. Ia memegang kendali pemerintahan dan disebut penasihat ulung.
  
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan 
   
Doa Pagi
  

Ya Bapa, hari ini sampailah kami di penghujung tahun 2014. Esok hari kami memulai tahun yang baru. Bantulah kami untuk mewujudkan niat-niat baik kami di tahun mendatang dan mengikis kecenderungan kami yang tidak teratur. Mampukan kami untuk hidup seturut firman-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
 
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (2:18-21)
   
 
"Kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus dan dianugerahi pengetahuan."
     
Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang; bahkan sekarang telah bangkit banyak antikristus! Itulah tandanya bahwa waktu ini benar-benar waktu yang terakhr. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama kita. Tetapi hal itu terjadi supaya menjadi nyata bahwa tidak semua orang sungguh termasuk pada kita. Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua dianugerahi pengetahuan. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya, dan karena kamu juga mengetahui bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan, do = d, 3/4; 4/4, PS 806
Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai di hadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.
Ayat. (Mzm 96:1-2. 11-12. 13)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya, kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya.
2. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya! Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak sorai.
3. Biarlah mereka bersorak sorai di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya
Ayat. 2/4
Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita. Semua orang yang menerima Dia diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah.
    
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:1-18)
    
"Firman telah menjadi manusia."
   
Pada awal mula adalah Firman; Firman itu ada bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang bagi manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, tetapi kegelapan tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes. Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia sendiri bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang sedang datang ke dalam dunia. Terang itu telah ada di dalam dunia, dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima Dia diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya, orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih dan kebenaran. Tentang Dia Yohanes memberi kesaksian dan berseru, “Inilah Dia yang kumaksudkan ketika aku berkata: Sesudah aku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Karena dari kepunahan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus. Tidak seorang pun pernah melihat Allah, tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
   
SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU 2015,
Jangan lupa esok hari 1 Januari rayakan Perayaan Ekaristi Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah. (Hari Raya Wajib Gereja)
   
Renungan

    
Yohanes dalam memaparkan tentang Yesus sangat berbeda dengan penginjil Lukas. Yohanes tidak memaparkan biografi Yesus secara kronologis. Ia lebih senang memaparkan kehidupan Yesus secara tematis.

Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai Terang. ”Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang sedang datang ke dalam dunia.” Tidak ada seorang pun dapat bertahan hidup tanpa terang. Terang adalah segala-galanya. Terang memungkinkan terjadinya fotosintesis. Terang memberikan kehangatan kepada kita. Melalui terang terjadilah pertumbuhan. Dengan terang terjadilah banyak hal di muka bumi ini. Tiada kehidupan terlepas dari terang. Seperti halnya kita, tidak akan pernah hidup mencapai kepenuhan tanpa Terang Sejati, yaitu Kristus. Namun, dalam kenyataan, kita lebih menyukai kegelapan. Dalam kegelapan, kita bersikap, bertutur kata, dan bertindak tidak sesuai dengan identitas kita sebagai anak-anak terang. Marilah kita mengarahkan diri kita kepada Sang Terang Sejati, yaitu Yesus Kristus. Dengan demikian, kita pantas disebut sebagai pengikut Kristus.

Sang Terang abadi, kehangatan kasih-Mu telah menghantar aku sampai pada penghujung tahun ini. Aku bersyukur atas segala manis pahit pengalaman yang telah aku cecap. Dalam sukacita dan kegelapan batinku, terang cahaya-Mu selalu menjadi penuntun hidupku. Amin.

Antifon Komuni (1Yoh 4:9)

Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
  
Ziarah Batin 2014, Renungan dan Catatan Harian

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy