"Anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."

Senin, 19 Januari 2015
Hari Biasa Pekan II
  
Ibr. 5:1-10; Mzm. 110:1,2,3,4; Mrk. 2:18-22. 

"Anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."

Ada tiga hal yang bisa kita bundheli dari Sabda Yesus hari ini: pesta perkawinan, kain yang baru dan anggur baru. Pesan yang hendak ditawarkan berkaitan dengan suka cita dan kebaruan. Pesta perkawinan pasti membawa sukacita, namun juga kebaruan. Bukankah salah satu ucapan populer untuk orang yang menikah adalah "selamat menempuh hidup baru" sebab memang perkawinan menjadikan status seseorang berubah dari dua menjadi satu, dari gadis/jejaka menjadi istri/suami. Kain dan anggur baru jelas membawa pesan kebaruan dan orang yang menerima sesuatu yang baru biasanya juga bersukacita. Semoga, setiap hari kita pun juga senantiasa mengalami suka cita sebagai orang katolik atau sebagai pengikut Kristus dan juga selalu berusaha untuk terus-menerus memperbarui diri. 

Doa: Tuhan, semoga dalam Dikau kami senantiasa mengalami suka-cita yang sejati dan pembaruan hidup terus-menerus. Amin. -agawpr-

Senin, 19 Januari 2015 Hari Biasa Pekan II

Senin, 19 Januari 2015
Hari Biasa Pekan II
 
"Gereja itu tanaman atau ladang Allah (lih. 1 Kor 3:9). Di ladang itu tumbuhlah pohon zaitun bahari, yang akar kudusnya ialah para Bapa Bangsa. Di situ telah terlaksana dan akan terlaksanalah perdamaian antara bangsa Yahudi dan kaum kafir Bdk. Rm 11:13-26.. Gereja ditanam oleh Petani surgawi sebagai kebun anggur terpilih Mat 21:33-43, par.; bdk. Yes 5:1-7.. Kristuslah pokok anggur yang sejati. Dialah yang memberi hidup dan kesuburan kepada cabang-cabang, yakni kita, yang karena Gereja tinggal dalam Dia, dan yang tidak mampu berbuat apapun tanpa Dia" Yoh 15:1-5. (LG 6). (Katekismus Gereja Katolik, 755)
 
Antifon Pembuka (Mzm 110:4)

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal, "Engkaulah imam seperti Melkisedek untuk selamanya."

Doa Pagi

Ya Allah, Engkau telah mengutus seorang Imam Agung yang sudi hidupnya seperti kami. Kami mohon, bimbinglah kami beribadat kepada nama-Mu yang benar. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 
Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (5:1-10)
  
"Yesus belajar menjadi taat, sekalipun ia Anak Allah."
   
Saudara-saudara, setiap imam agung, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. Seorang imam agung harus dapat memahami orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan. Karena itu ia harus mempersembahkan korban pelunas dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri. Tidak ada seorang pun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri! Sebab setiap imam agung dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun. Demikian pula Kristus! Ia tidak mengangkat diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Agung, tetapi diangkat oleh Dia yang bersabda kepada-Nya, "Anak-Kulah Engkau. Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan." Atau di bagian lain dalam Kitab Suci Ia bersabda, "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut tata imamat Melkisedek." Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Kristus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut; dan karena kesalehan-Nya, Ia telah didengarkan. Akan tetapi sekalipun Anak, Kristus telah belajar menjadi taat; ini ternyata dari apa yang telah diderita-Nya! Dan sesudah mencapai kesempurnaan, Ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, dan Ia dipanggil menjadi Imam Agung oleh Allah, menurut tata imamat Melkisedek.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Engkaulah imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek.
Ayat. (Mzm 110:1.2.3.4)
1. Beginilah firman Tuhan kepada tuanku, "Duduklah di sebelah kanan-Ku,sampai musuh-musuhmu Kubuat menjadi tumpuan kakimu!"
2. Tongkat kuasamu akan diulurkan Tuhan dari Sion; berkuasalah Engkau di antara musuhmu!
3. Engkau meraja di atas gunung yang suci sejak hari kelahiranmu, sejak fajar masa mudamu.
4. Tuhan telah bersumpah dan tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek".

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Sabda Allah itu hidup dan kuat. Sabda itu menguji segala pikiran dan maksud hati.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (2:18-22)
  
"Pengantin itu sedang bersama mereka."
   
Waktu itu, murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa. Pada suatu hari datanglah orang-orang kepada Yesus dan berkata, "Murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, mengapa murid-murid-Mu tidak?" Jawab Yesus kepada mereka, "Dapatkah sahabat-sahabat pengantin pria berpuasa selagi pengantin itu bersama mereka? Selama pengantin itu ada bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang pengantin itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang sudah tua, karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabiknya; yang baru mencabik yang tua, sehingga makin besarlah koyaknya. Demikian juga tak seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang sudah tua, karena jika demikian anggur tersebut akan mengoyakkan kantong itu, sehingga baik anggur maupun kantongnya akan terbuang. Jadi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan

 
Keluarga Hibertus baru saja menikahkan anak bungsunya. Sebagai orangtua yang mencintai anak, mereka minta agar anak dan menantunya tinggal di rumahnya yang besar dan mewah itu. Dengar alasan menjaga dan menghormati mertua, Dina mau tinggal di rumah itu. Bulan pertama berjalan baik. Memasuki bulan kedua, ketidaknyamanan mulai ia rasakan karena semua kebutuhan suaminya—dari makan, pakaian, merapikan tempat tidur, sepatu—disiapkan oleh ibunya. Bahkan soal tidurpun diperhatikannya. Dina merasa tidak berguna dan tidak mempunyai ruang bebas. Dia mengajak suaminya keluar dari rumah itu, tetapi tidak dihiraukan. Setelah enam bulan dia tidak tahan lagi. Ia pulang ke rumah orangnya. Keluarga muda ini menjadi hancur brantakan dan mertuanya kecewa.

Keluarga baru dipaksa untuk menghidupi kebiasaan lama. Anak sudah menjadi seorang suami, masih diperlakukan sebagai anak. Pasti hancur. ”Anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru” kalau tidak kantongnya hancur dan anggurnya terbuang.
   
Banyak orang Katolik yang hidupnya begitu-begitu saja. Tidak beda dengan sebelum dibaptis. Mengapa? Karena cara lama yang menekankan hukum tetap dihidupi. Kekhasan iman Katolik adalah hidup dalam Roh. Ini cara hidup yang baru, yaitu: ”tidak memuliakan diri tetapi merendahkan diri agar Allah yang memuliakan kita. Hidup dalam Roh adalah hidup taat kepada Bapa sebagai Anak Allah!”

Allah Bapa di surga, syukur bagi-Mu karena Engkau senantiasa mencintai aku sebagai anak. Jauhkan dari hidupku sikap meninggikan diri! Amin. 
   
Ziarah Batin 2015, Renungan dan Catatan Harian

Kobus: Minggu Biasa II


"Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia"

Minggu, 18 Januari 2015
Hari Minggu Biasa II

 
1Sam. 3:3b-10,19; Mzm. 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10; 1Kor. 6:13c-15a,17-20; Yoh. 1:35-42
 
"Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia"
 
Proses menjadi murid Yesus dapat diringkas dalam 4 hal ini, yakni: melihat, terpikat, mendekat dan terlibat. Itulah yang dialami oleh kedua murid pertama yang dikisahkan dalam Injil Yohanes hari ini. Mula-mula, mereka melihat Yesus dari kejauhan. Setelah mendengar kesaksian singkat dari Yohanes Pembaptis, hati mereka terpikat kepada-Nya sehingga pergi mengikuti-Nya. Yesus pun kemudian mengajak mereka untuk tinggal bersama-Nya sehingga mereka menjadi semakin dekat dengan-Nya. Kedekatan ini tentu membuat mereka semakin melihat banyak hal tentang Yesus dan hal ini semakin membuat mereka terpikat dan ingin untuk selalu dekat dengan-Nya. Namun, mereka tidak hanya dekat saja, mereka juga mulai terlibat dalam misi-Nya. Mereka mewartakan Dia dan membawa orang lain untuk juga datang kepada-Nya, tinggal bersama-Nya dan menjadi murid-Nya. Marilah kita juga menghayati panggilan kita sebagai murid-murid Kristus pada zaman sekarang secara demikian juga.

Doa: Tuhan, jadikanlah kami semakin melihat, terpikat dan dekat pada-Mu serta dengan penuh semangat terlibat dalam karya-karya-Mu. Amin. -agawpr-