Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu.

Senin, 15 Juni 2015
Hari Biasa Pekan XI


2Kor. 6: 1-10; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Mat. 5:38-42.

Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu.

Salah satu Doa Syukur Agung favorit saya adalah DSA VI. Pada bagian pengantar, disampaikan keterangan sebagai berikut: "Doa Syukur Agung ini dapat dipakai dalam misa dengan tema khusus misteri tobat, misalnya: dalam misa untuk memajukan kerukunan, untuk rekonsiliasi, untuk perdamaian dan keadilan, dalam masa perang atau kerusuhan, untuk silih atas dosa-dosa, untuk memohon kasih, ..." Selain itu, juga disediakan prefasi khusus, yang pada salah satu bagiannya berbunyi demikian: "Meskipun umat manusia terpecah belah oleh pertengkaran dan perselisihan, kami mengalami pula bahwa Engkau senantiasa membangkitkan hasrat untuk bersamai. Karena dorongan Roh-Mu, orang-orang yang bermusuhan berdamai kembali, yang berlawanan berjabat tangan, dan bangsa-bangsa mencari jalan untuk menggalang persatuan. Berkat kuasa-Mu juga, cinta mengalahkan kebencian, ampun menaklukkan balas dendam, dan saling kasih mengenyahkan perselisihan". Setiap kali mendoakan DSA ini, saya merasakan bahwa inilah terjemahan dari sabda Tuhan hari ini dalam bentuk doa, yang tentunya selain memberi kekuatan juga menjadi dorongan untuk diwujudkan secara nyata dalam hidup sehari-hari, dalam berelasi dan hidup bersama dengan oran lain, yang tidak selamanya berjalan mulus tapi kadang ada konflik, salah paham, mungkin juga iri hati, perasaan tidak suka, kemarahan, dll.

Doa: Tuhan, semoga hati kami senantiasa dikuasai oleh kasih sehingga kami mampu mengalahkan kebendian dan menaklukkan balas dendam. Amin. -agawpr-

Senin, 15 Juni 2015 Hari Biasa Pekan XI

Senin, 15 Juni 2015
Hari Biasa Pekan XI

Kamu telah disucikan dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita --- St. Siprianus

Antifon Pembuka (Mzm 98:3cd)

Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

Doa Pagi


Allah Bapa sumber sukacita kami, semoga kami selalu patuh setia pada kabar sukacita-Mu, dan ajarilah kami kiranya mengabadikan segala yang ada pada kami bagi kerajaan-Mu di dunia. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Surat kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (6:1-10)
 
 
"Dalam segala hal kami menunjukkan bahwa kami ini pelayan Allah."
  
Saudara-saudara, sebagai teman-teman sekerja, kami nasihati kalian, janganlah sia-siakan kasih karunia yang telah kalian peroleh dari Allah. Sebab Allah bersabda, “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan dikau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Camkanlah, sekarang inilah saat perkenanan itu! Hari inilah keselamatan itu! Dalam segala hal kami tidak memberi alasan seorang pun tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela. Sebaliknya dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami ini pelayan Allah, yaitu dalam menahan dengan penuh kesabaran segala penderitaan, kesesakan dan kesukaran, dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berpayah-payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa; dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik; dalam mewartakan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan baik untuk menyerang ataupun untuk bertahan; ketika dihormati atau dihina; ketika diumpat atau dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun terpercaya; sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, namun tetap hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati; sebagai orang yang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, padahal kami memiliki segala sesuatu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 4/4, PS 807
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Atau Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya.
Ayat. (Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4; Ul:2b)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya, Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah.
 
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mzm 119:105)
Sabda-Mu adalah pelita bagi kakiku, dan cahaya bagi jalanku.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (5:38-42)
 
"Jangan melawan orang yang berbuat jahat kepadamu."
 
Dalam kotbah di bukit, Yesus berkata, “Kalian mendengar, bahwa dahulu disabdakan, ‘Mata ganti mata; gigi ganti gigi.’ Tetapi Aku berkata kepadamu, ‘Janganlah kalian melawan orang yang berbuat jahat kepadamu. Sebaliknya, bila orang menampar pipi kananmu, berikanlah pipi kirimu. Bila orang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Bila engkau dipaksa mengantarkan seseorang berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berikanlah kepada orang apa yang dimintanya, dan jangan menolak orang yang mau meminjam sesuatu dari padamu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 

Bagi orang Yahudi, menampar dengan menggunakan belakang tangan dua kali lebih menyakitkan daripada menggunakan telapak tangan. Dalam Injil hari ini, Yesus memberi nasihat, ”siapa yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.” Orang yang berdiri berhadapan tidak mungkin bisa menampar pipi kanan lawannya dengan bagian dalam telapak tangan, melainkan bisa hanya dengan bagian belakang tangan dan lebih menyakitkan. Orang mungkin jarang menampar kita secara fisik, tetapi lebih sering dengan kata-kata yang menyakitkan. Karena itu, apa yang dimaksudkan Yesus di balik ungkapan itu ialah sekalipun orang telah menyakiti hati kita secara luar biasa, namun kita tidak boleh membalas dendam.

Spiritualitas non-violence seperti itulah yang dihidupi oleh Santo Paulus sebagaimana nyata dalam bacaan pertama hari ini. Ia tetap melakukan karya pelayanan sekalipun ia didera, dimasukkan ke dalam penjara, dihina, diumpat, atau dianggap sebagai penipu. Mungkin memang spiritualitas seperti ini tidak terlalu gampang dihidupi. Tetapi spiritualitas seperti ini hendaknya menjadi ideal tertinggi bagi kita yakni tidak membalas kekerasan dengan kekerasan.

Tuhan, bantulah aku untuk tidak membalas kekerasan dengan kekerasan, tetapi mengutamakan perdamaian. Amin. (Ziarah Batin 2015, Renungan dan Catatan Harian)

Antifon Komuni (Mat 5:39)

Janganlah melawan orang yang berbuat jahat kepadamu. Sebaliknya, bila orang menampar pipi kananmu, berikanlah pipi kirimu.