"Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia." (Yoh 11,27)

Rabu, 29 Juli 2015
Peringatan Wajib Sta. Marta, Maria, dan Lazarus Sahabat Tuhan

  
Kel. 34: 29-35; Mzm. 99:5-7,9;Yoh. 11:19-27, atau Luk. 10:38-42
   
"Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia." (Yoh 11,27)
      
Hari ini kita merayakan peringatan St. Marta, salah satu dari anggota keluarga di Betania (terdiri dari 3 bersaudara: Lazarus, Marta dan Maria) yang amat dikasihi Yesus. Setiap kali Yesus lewat di daerah situ, pasti Ia mampir dan mereka pun dengan sukacita menerima dan menjamu Yesus bersama para murid sebagaimana dikisahkan dalam Injil Lukas. Bahkan, Yesus tidak hanya mampir tetapi juga mengkhususkan waktu untuk datang mengunjungi mereka, terlebih saat keluarga itu berduka dengan kematian Lazarus, seperti yang dikisahkan oleh Yohanes. Di sinilah terjadi percakapan antara Marta dan Yesus yang sangat menarik. Dengan sikap yang realistis dan penuh iman, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada disini, saudaraku pasti tidak mati (realistis). Teapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya (penuh iman)". Jawabannya atas kata-kata Yesus: "Saudaramu akan bangkit", menunjukkan bahwa Marta sebenarnya tidak mengerti apa yang dimaksudkan Yesus. Yesus memaksudkan bahwa Lazarus akan bangkit saat itu juga, namun Marta mengatakan: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman". Yang luar biasa adalah, kendati Marta kurang mengerti , ketika Yesus bertanya: "Percayakah engkau akan hal ini?" ia menjawab dengan mantap: "Ya Tuhan, aku percaya". Bagi kita, Marta menjadi teladan dalam beriman: kendati ia tidak sepenuhnya mengerti kata-kata Yesus, ia percaya sepenuhnya.
   
Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar seturut teladan St. Marta kami senantiasa membuka hati untuk menerima kehadiran-Mu serta percaya penuh kepada-Mu kendati ada banyak misteri tentang-Mu yang tidak dapat kami mengerti. Amin. -agawpr-
   
RD. Ag. Agus Widodo
Collegio San Paolo Apostolo
Via di Torre Rossa 40 - 00165 Roma
Italia

Rabu, 29 Juli 2015 Peringatan Wajib Sta. Marta, Maria, dan Lazarus Sahabat Tuhan

Rabu, 29 Juli 2015
Peringatan Wajib Sta. Marta, Maria, dan Lazarus Sahabat Tuhan
 
“Menghindari salib adalah esensi iblis. … Pikirkan lunaknya Gereja hari ini: keinginan untuk mengakomodasi dirinya kepada dunia, menyusut dari penderitaan, dan penyangkalan diri. Kita memiliki, di dunia Kekristenan hari ini, kata kotor yang baru dengan lima huruf: s-a-l-i-b. Kristus tanpa salib? Tentu saja semua orang menginginkannya.”- Ven. Fulton J. Sheen
   

Antifon Pembuka (Luk 10:38)

Yesus memasuki sebuah dusun, dan seorang wanita bernama Marta menyambut-Nya ke dalam rumahnya.

Jesus entered a village, where a woman named Martha welcomed him into her home.


Doa Pagi

Allah Bapa Kekal dan Kuasa, Putra-Mu telah sudi bertamu di rumah Santa Marta. Semoga berkat doanya kami setia melayani Kristus dalam diri sesama kami, supaya kelak kami pun dapat masuk ke dalam kediaman surgawi. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Keluaran (34:29-45)
    
  
"Melihat wajah Musa, orang-orang Israel takut mendekat."
    
Ketika Musa turun dari Gunung Sinai dengan membawa kedua loh hukum Allah, ia tidak tahu bahwa kulit wajahnya bercahaya kareana ia telah berbicara kepada Tuhan. Dan ketika Harun dan semua orang Israel melihat Musa, tampaklah kulit wajahnya bercahaya. Maka mereka takut mendapati dia. Tetapi Musa memanggil mereka. Lalu Harun dan para pemimpin jemaah datang kepadanya dan Musa berbicara kepada mereka. Sesudah itu mendekatlah semua orang Israel lalu disampaikannyalah kepada mereka segala perintah yang diucapkan Tuhan kepadanya di atas Gunung Sinai. Setelah Musa selesai berbicara dengan mereka, diselubunginyalah wajahnya. Tetapi apabila Musa masuk menghadap Tuhan untuk berbicara dengan Dia, ditanggalkannyalah selubung itu sampai ia keluar. Dan apabila keluar, ia menyampaikan kepada orang Israel apa yang diperintahkan kepadanya. Apabila orang Israel melihat bahwa kulit wajah Musa bercahaya, maka Musa menyelubungi wajahnya kembali sampai ia masuk menghadap untuk berbicara dengan Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan
Ref. Kuduslah Tuhan, Allah kita.
Ayat. (Mzm 99:5.6.7.9)
1. Tinggikanlah Tuhan, Allah kita, dan sujudlah menyembah kepada tumpuan kaki-Nya! Kuduskanlah Ia!
2. Musa dan Harun di antara imam-imam-Nya, dan Samuel di antara orang-orang yang menyerukan nama-Nya. Mereka berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab mereka.
3. Dalam tiang awan Ia berbicara kepada mereka; mereka telah berpegang pada peringatan-peringatan-Nya, dan pada ketetapan yang diberikan-Nya kepada mereka.
4. Tinggikanlah Tuhan, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus! Sebab kuduslah Tuhan, Allah kita!

Bait Pengantar Injil do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (1Yoh 2:5)
Sempurnalah cinta Allah dalam hati orang yang mendengarkan sabda Kristus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (13:44-46)
   
"Ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu."
    
Sekali peristiwa Yesus mengajar orang banyak, "Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Karena sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
 
Musa adalah salah seorang tokoh yang menjadi perantara antara orang Israel dan Yahweh. Ia menjembatani keluhan-keluhan orang Israel kepada Yahweh. Malah, ia sendiri juga membawa keluhannya sendiri kepada Yahweh mengenai tingkah laku orang-orang Israel. Ia tidak hanya berkeluh kesah, tetapi juga memohonkan ampun dari Yahweh bagi orang-orang Israel. Malah ia bertekad akan mengundurkan diri dari tugas memimpin Israel apabila Yahweh tidak mengabulkan permohonannya. Tugas-tugas itu membuat Musa menjadi sangat dekat dengan Yahweh. Karena kedekatannya dengan Yahweh, Musa dihadiahi sebuah berkat istimewa: Mukanya selalu bercahaya setiap kali ia bertemu dengan Yahweh.

Tugas seorang pemimpin dalam Gereja, entah itu pemimpin tertahbis maupun pemimpin terbaptis, dalam arti tertentu adalah menjadi jembatan antara umat dan Tuhan. Karena tugas itu, maka pemimpin diharapkan selalu dekat dengan Tuhan. Ia mempersembahkan dalam doa-doanya, dalam kurban Kristus yang dirayakannya segala kepentingan jemaatnya. Malah, sama seperti Musa, seorang pemimpin dalam Gereja harus mempertaruhkan segalanya di hadapan Tuhan demi kepentingan jemaatnya, terutama demi pengampunan dosa mereka. Dengan itu diharapkan bahwa hidup mereka selalu bercahaya, karena selalu dekat dengan Tuhan dan Tuhan selalu hidup dalam diri mereka.

Tuhan, aku berdoa bagi pemimpin dalam Gereja, lindungi mereka selalu agar dapat mengemban tugas-tugasnya demi kepentingan jemaat dengan tekun dan setia. Amin. (Ziarah Batin 2015, Renungan dan Catatan Harian)

Antifon Komuni (Yoh 11:27)
    
Jawab Marta kepada Yesus: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."

Martha said to Jesus: You are the Christ, the Son of God, who is coming into this world.