Jumat, 18 September 2015 Hari Biasa Pekan XXIV

Jumat, 18 September 2015
Hari Biasa Pekan XXIV

“Orang-orang yang bercerai dan menikah lagi itu tetap menjadi anggota Gereja; dengan keprihatinan khusus Gereja mendampingi mereka dan mendorong mereka untuk menghayati sepenuh mungkin kehidupan Kristus lewat partisipasi yang teratur dalam misa, meskipun tanpa menyambut komuni, dengan mendengarkan Sabda Allah, melakukan adorasi, doa, partisipasi dalam kehidupan komunitas, dialog secara tulus dengan imam atau pembimbing rohani, dan mendedikasikan diri pada pelayanan amal, karya tobat dan komitmen kepada pendidikan anak-anak mereka.” (Sacramentum Caritatis, no.29, Paus Benediktus XVI)

     
Antifon Pembuka (1Tim 6:12)

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar, dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil; untuk itulah engkau telah mengikrarkan ikrar yang benar.

Doa Pagi

Allah Bapa kami sumber kekuatan, ajarilah kami mengimani dan memahami pewartaan Putra-Mu terkasih. Semoga Engkau selalu mendampingi kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius (6:2c-12)
     
  
"Hai manusia Allah, kejarlah keadilan."
       
Saudara terkasih, ajarkanlah dan nasihatkanlah semua ini. Jika ada orang yang mengajarkan ajaran lain, dan tidak menurut ajaran sehat, yakni ajaran Tuhan kita Yesus Kristus, dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan iman kita, dialah orang yang berlagak tahu, padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, iri hati, fitnah, dan curiga, percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berfikiran sehat, yang kehilangan kebenaran, yang mengira agama itu suatu sumber keuntungan. Memang iman itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa apa-apa ke dalam dunia ini, dan kita pun tidak membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya, terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan pelbagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Karena memburu uanglah, maka beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai-bagai penderitaan. Tetapi engkau, hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, takwa, kesetiaan, cinta kasih, kesabaran, dan kelembutan hati. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil; untuk itulah engkau telah mengikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh Roh Kudus, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.
Ayat. (Mzm 49:6-7.8-9.17-18.20)
1. Mengapa aku takut pada hari-hari celaka pada waktu aku dikepung oleh kejahatan para pengejarku, yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri karena banyaknya kekayaan mereka?
2. Tidak seorang pun dapat membebaskan diri, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya! Terlalu mahallah harga pembebasan nyawanya, dan tidak terjangkau untuk selama-lamanya kalau ia ingin hidup abadi dengan tidak melihat liang kubur.
3. Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah, sebab pada waktu mati semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.
4. Sekalipun pada masa hidupnya ia menganggap dirinya berbahagia, sekalipun orang menyanjungnya karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri, namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 11:25)
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (8:1-3)
     
"Beberapa wanita menyertai Yesus dan melayani Dia dengan harta bendanya."
      
Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid menyertai Dia, dan juga beberapa wanita, yang telah disembuhkan-Nya dari roh-roh jahat serta berbagai macam penyakit, selalu menyertai Dia. Para wanita itu ialah: Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh setan; Yohana, isteri Khuza, bendahara Herodes, Susana dan masih banyak lagi yang lain. Wanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 
Dalam paguyuban umat Allah yang disebut Gereja, ada banyak hal yang perlu dan harus dilakukan oleh seluruh umat. Hidup matinya Gereja, berkembang tidaknya Gereja sebenarnya ditentukan oleh seluruh umat. Pandangan lama yang mengatakan Gereja sepenuhnya tergantung pada pastor atau gembalanya, memang tak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak benar juga. Pastor bertugas melayani dan menggembalakan umat, khususnya dalam hal sakramen yang memang tidak bisa digantikan oleh awam. Namun demikian, masih ada banyak hal yang memerlukan keterlibatan seluruh umat, malah ada yang tidak bisa dilakukan pastor sendiri.

Dalam bacaan Injil hari ini, disodorkan permenungan mengenai keterlibatan perempuan-perempuan dalam karya pelayanan Yesus. Perempuan yang dalam tradisi Yahudi tidak pernah tampil secara publik ternyata mampu melibatkan diri dalam karya Yesus. Keterlibatan mereka tidak harus melawan atau menunggu perubahan tradisi yang waktu itu memang sangat kuat. Mereka melibatkan diri dengan segala kemampuan dan kesempatan yang bisa mereka gunakan di tengah berbagai kesulitan dan keterbatasan yang harus mereka terima.

Terlibat dalam karya Allah bisa melalui berbagai hal. Masing-masing dari kita tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain mengenai cara, kuantitas, maupun kualitas keterlibatan kita. Masing-masing dari kita memang memiliki keterbatasan, tetapi Allah selalu memberikan kelebihan dan kesempatan bagi kita untuk terlibat dalam karya-Nya. Mengapa kita lebih suka melihat satu noda hitam dalam kertas putih yang begitu lebar daripada melihat kertas putih lebar dengan satu titik kecil di dalamnya? Keterlibatan kita adalah kehendak Allah. Tidak mungkin Allah membiarkan kita tanpa bekal kalau menghendaki kita terlibat dalam karya-Nya. Dia pasti memberi kita bekal yang cukup, bahkan lebih dari cukup supaya kita bisa terlibat dalam karya-Nya. Bagaimanakah kita sudah, sedang, dan akan terlibat dalam karya Allah? Manakah kesempatan dan bekal yang mestinya kita gunakan untuk melibatkan diri dalam karya Allah? (SSM/Inspirasi Batin 2015)

Antifon Komuni (1Tim 6:12)

Berlombalah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal.