Selasa, 02 Oktober 2018 Peringatan Wajib. Para Malaikat Pelindung

Selasa, 02 Oktober 2018
Peringatan Wajib. Para Malaikat Pelindung
  
”Di samping setiap orang beriman, berdiri seorang malaikat sebagai pelindung dan gembala yang akan menuntunnya kepada kehidupan” (St. Basilius Agung)

Antifon Pembuka (Dan 3:38)

Pujilah Tuhan, hai segala malaikat-Nya. Bermadahlah, luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Doa Pembuka

Allah Bapa, Pelindung dan Pembela kami, Engkau telah mengutus para malaikat-Mu untuk menjagai kami. Semoga mereka selalu melindungi dan membela kami sehingga kami berbahagia bersama mereka selamanya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin. 

Bacaan dari Kitab Keluaran (23:20-23a)
   
"Malaikat-Ku akan berjalan di depanmu."
   
Inilah firman Tuhan, “Sungguh, Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya; janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuni olehnya, sebab nama-Ku ada di dalam dia. Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan menggempur musuhmu, dan menang atas lawanmu. Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan,
Ref. Malaikat-malaikat akan diperintahkan-Nya untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
Ayat. (Mzm 91:1-2.3-4.5-6.10-11)
1. Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan, “Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
2. Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya adalah perisai dan pagar tembok.
3. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang; terhadap penyakit sampar yang menjalar di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.
4. Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat akan diperintahkan-Nya untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mzm 95:8ab)
Pujilah Tuhan, hai segala tentara-Nya, muliakanlah Dia, hai para hamba yang melakukan kehendak-Nya. 
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (18:1-5.10)
  
"Malaikat mereka di surga selalu memandang wajah Bapa-Ku di surga."
    
Sekali peristiwa datanglah murid-murid kepada Yesus dan bertanya, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Malaikat mereka ada di surga, dan selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
 
Renungan


Secara harafiah, malaikat berarti utusan. Baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru, malaikat mempunyai peranan yang penting dalam sejarah keselamatan. Kutipan dari Kitab Keluaran yang dibacakan pada hari ini amat jelas menggambarkan peranan malaikat, yaitu "berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jala dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan." (23:20). Dalam Perjanjian Baru peranan malaikat sangat menonjol dalam Kisah masa Kanak-kanak Yesus: menyampaikan kepada Yusuf bahwa Maria mengandung dari Roh Kudus dan akan melahirkan Sang Penyelamat (bdk. Mat 1:20). Malaikat juga menyuruh Yusuf untuk mengungsi ke Mesir, dan selanjutnya ketika keadaan sudah mengizinkan, untuk kembali ke Israel, dan akhirnya pergi ke Galilea (Bdk. Mat 1:13.19-23). 
 
 Dalam kutipan Injil hari ini, peranan malaikat dihubungkan dengan pengajaran tentang siapa yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Yesus menjelaskan pengajaran ini dengan menampilkan anak kecil (Mat 18:1-5). Selanjutnya, Yesus juga berbicara mengenai penyesatan terhadap anak kecil (ay. 6-9) dan mengakhiri pengajaran itu dengan menyatakan agar tidak menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini karena "ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga". (ay. 10). Artinya, malaikat yang menjaga anak-anak kecil itu dapat langsung menghubungi Allah. Dalam pandangan Allah, anak-anak ini begitu penting sehingga malaikat-malaikat mereka mempunyai akses langsung kepada Allah. Dengan cara ini kita diajak untuk benar-benar memberi perhatian kepada anak-anak. Segala kemungkinan dapat terjadi kepada anak-anak kita: lingkungan yang tidak baik, akan menjadikan mereka pribadi yang pecah. Kita ditantang untuk membangun bagi mereka lingkungan - keluarga, pendidikan, masyarakat - yang baik, yang memungkinkan anak-anak menjadi pribadi yang semakin dewasa, matang dan utuh - yang semakin serupa dengan Kristus. 

 Kita bersyukur bahwa, "sejak masa anak-anak sampai pada kematian, malaikat-malaikat mengelilingi kehidupan manusia dengan perlindungan dan doa permohonan." (Bdk. Katekismus Gereja Katolik, No. 336). (Mgr. Ign. Suharyo/INSPIRASI BATIN 2018)   

Antifon Komuni (Mzm 138 (137): 1)

Di hadapan para malaikat memuji-muji Engkau, Allahku.
 
In the presence of the Angels I will praise you, my God.

Tanya & Jawab:
 
Siapa para malaikat itu?
Malaikat-Malaikat adalah makhluk murni spiritual, bukan makhluk bertubuh, tak kelihatan, tak dapat mati, dan berpribadi, dianugerahi akal dan kehendak. Mereka mengontemplasikan dan bertatap muka dengan Allah terus-menerus, dan mereka memuliakan-Nya. Mereka mengabdi-Nya dan menjadi pembawa pesan dalam melaksanakan misi penyelamatan-Nya bagi semua.
 
Dengan cara bagaimana para malaikat hadir dalam kehidupan Gereja?

Gereja bergabung dengan para malaikat dalam menyembah Allah, meminta pertolongan mereka dan memperingati mereka dalam liturgi. (Kompendium Katekismus Gereja Katolik, 60-61)