Senin, 14 Januari 2019 Hari Biasa Pekan I

Senin, 14 Januari 2019
Hari Biasa Pekan I
 
Yesus Kristus telah memanggil kita dari kegelapan menuju terang, dari ketidaktahuan menuju pengenalan akan kemuliaan dalam nama-Nya! (Paus Klemens I)

 
Antifon Pembuka (Mzm 97:1-2)
 
Tuhan adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorai! Biarlah banyak pulau bersukacita! Keadilan dan hukum adalah tumpuan kaki-Nya.

Doa Pembuka

Allah Bapa Maha Pengasih, akan jadi apakah kami ini, andaikata tidak Kau beri tahau, bahwa Engkau menyertai kami. Kami bersyukur kepada-Mu, bahwasanya Engkau berkenan bersabda dengan perantaraan para Nabi yang paling agung, ialah Yesus dari Nazaret, yang sudi menjadi permulaan kedamaian kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
     
Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (1:1-6)
    
 
"Allah berbicara kepada kita dengan pengantaraan Anak-Nya."
     
Saudara-saudara, pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi. Tetapi pada zaman akhir ini Allah telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Anak-Nya itulah yang ditetapkan-Nya sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dialah Allah menjadikan alam semesta. Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Dialah yang menopang segala yang ada dengan sabda-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi. Ia jauh lebih tinggi daripada malaikat-malaikat sebagaimana nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah daripada nama mereka. Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu Allah pernah berkata, "Anak-Kulah engkau! Pada hari ini engkau telah Kuperanakkan." Atau pun: "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia menjadi Anak-Ku" Lagipula, ketika mengantar pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata, "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
 
Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 836
Ref. Segala bangsa bertepuk tanganlah berpekiklah untuk Allah raja semesta.
atau Hendaknya semua malaikat sujud menyembah Allah.
Ayat. (Mzm 97:1.2b.6.7c.9; Ul: 1a.9a)
1. Tuhan adalah Raja. Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
2. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. Segala dewata sujud menyembah Allah.
3. Sebab, ya Tuhan, Engkaulah Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala dewata.
 
Bait Pengantar Injil, do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mrk 1:15)
Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:14-20)
  
"Bertobatlah dan percayalah kepada Injil."
   
Sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea, memberitakan Injil Allah. Yesus memberitakan, "Waktunya telah genap. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, "Mari, ikutlah Aku, dan kalian akan Kujadikan penjala manusia." Mereka segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes saudaranya sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, dalam perahu bersama orang-orang upahannya. Lalu mereka mengikuti Yesus.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
 
Renungan
   
Di zaman now, kita masyarakat Indonesia banyak disuguhi kabar hoax, berita bohong, data palsu ..., yang ujung-ujungnya menebar keburukan, kebencian, dan permusuhan. Hal ini sangat terasa khususnya menjelang pesta demokrasi pilkada serentak, pileg, dan pilpres. Jauh berbeda dari berita yang sedemikian viral di tanah Galilea, yang disebarkan oleh Yesus pascaa penangkapan Yohanes Pembaptis. Berita menggembirakan dan penuh gukacita diserukan Yesus “Waktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat …". Orde lama berakhir, sekarang saatnya Perjanjian Baru dimulai. Allah sungguh meraja dan kerajaan setan /dosa sudah runtuh. Allah kita adalah Allah Maha Pengasih dan Penuh Kerahiman. Yang diberikan Allah kepada kita manusia hanyalah keselamatan atau kehidupan kekal; Dia sama sekali tidak menghendaki kita manusia bernasib malang apalagi binasa (bdk. Yoh. 3:16). Dan semuanya itu terlaksana secara penuh dalam diri Yesus Kristus yang wafat dan bangkit.

Kisah Injil hari ini tentang panggilan murid-murid pertama menjadi penting dalam konteks itu yakni memberitakan Injil kepada manusia. Yesus bersabda kepada Simon dan Andreas saudaranya yang berprofesi nelayan “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan kujadikan penjala manusia.” Dan tanggapan mereka terhadap panggilan Yesus dicatat penginjil Markus demikian, “… mereka pun segera meninggalkanjalanya dan mengikuti Dia.” Sikap dasar yang sama juga diperlihatkan kemudian oleh Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya terhadap ajakan Tuhan.

Pada hari ini kita masing-masing dan bersama diingatkan kembali akan panggilan kemuridan kita yang kita terima melalui Sakramen Baptis agar terus-menerus ambil bagian dalam pemberitaan Kerajaan Allah; Allah yang menghendaki kebaikan dan kebahagiaan sesama dan bukan justru menebar berita buruk bagi orang lain. Dengan inilah antara lain kita dapat secara konkret mengikuti murid-murid pertama, melaksanakan amanah Yesus menjadi “penjala manusia”. 
 
Antifon Komuni (Mrk 1:17)
 
Yesus bersabda, "Mari ikutlah Aku! Kamu akan Kujadikan penjala manusia" 
 
   
FN/INSPIRASI BATIN 2019