Seri Alkitab: INJIL MARKUS 4:1-3


KATKIT (Katekese Sedikit) No. 215

Seri Alkitab
INJIL MARKUS 4:1-3

Syalom aleikhem.
Mrk. 4:1
Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.
Et iterum coepit docere ad mare. Et congregatur ad eum turba plurima, ita ut in navem ascendens sederet in mari, et omnis turba circa mare super terram erant.


Kisah berpindah lokasi. Pada bagian terakhir bab sebelumnya, Tuhan Yesus ada di rumah, kini Beliau ada di tepi danau. Ayat ini memuat kata “pula” yang berarti ‘lagi’, artinya adegan di tepi danau pernah terjadi sebelumnya. Dapat dikatakan: Yesus mengajar lagi di tepi danau. Danau manakah? Danau Galilea. Seperti biasanya, kehadiran Tuhan menarik hati banyak orang. Mereka berbondong-bondong datang kepada-Nya. Ayat ini memuat keterangan mengenai orang yang “sangat besar jumlahnya” yang diterjemahkan dari bahasa aslinya yang bermakna “luar biasa banyak jumlahnya”.

Kata “sehingga” menunjukkan sebab-akibat. Karena banyaknya jumlah orang, sampai-sampai Tuhan harus naik ke sebuah perahu yang tertambat di tepi danau. Desakan begitu banyak orang membuat Tuhan “tergeser” sampai harus naik ke perahu. Selanjutnya, Tuhan mengajar dari atas perahu dan orang banyak di darat di sekeliling-Nya mendengarkan-Nya.

Ayat ini dapat diuraikan demikian: Suatu hari Yesus pergi lagi ke Danau Galilea. Banyak sekali orang datang ke sana dan mengerumuni-Nya. Akibatnya, Yesus harus naik ke atas sebuah perahu yang tertambat. Ia mengajar dari atas perahu, sementara orang banyak di darat di tepi danau mendengarkan-Nya.

Mrk. 4:2
Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:
Et docebat eos in parabolis multa et dicebat illis in doctrina sua:


Ayat ini cukup jelas, bahwa Tuhan mengajar dengan perumpamaan. Ada banyak hal yang diajarkan. Salah satunya adalah yang dituliskan dalam ayat-ayat berikut.

Mrk. 4:3
“Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
“ Audite. Ecce exiit seminans ad seminandum.

Penabur artinya orang yang menaburkan benih, yaitu petani atau peladang. Ungkapan “keluar untuk menabur” artinya menaburkan benih di tempat sebagaimana biasanya ia bekerja, yaitu ladang. Ayat ini harus dimengerti dengan ilmu mengenai masa lalu. Pada zaman itu, cara orang Israel bercocok tanam adalah dengan menaburkan benih di atas tanah. Ini agak beda dengan cara orang Indonesia yang melubangi tanah lalu membenamkan benih.

Catatan: Terjemahan Latin berbunyi “seminans” yang harafiahnya berarti ‘pembenih’. Kata “seminandum” artinya ‘membenih’ atau ‘menanam benih’.

Si petani bukan bekerja asal tabur, bukan orang kurang kerjaan yang menghambur-hamburkan benih di sembarang tempat. Dalam ayat-ayat selanjutnya menjadi jelas bahwa ada benih yang pada saat ditaburkan jatuh di tepi jalan, tanah berbatu, semak duri, dan tanah subur.

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring