Seri Alkitab: INJIL MARKUS 6:15-17

KATKIT (Katekese Sedikit) No. 299

Seri Alkitab
INJIL MARKUS 6:15-17

Mrk. 6:15
Yang lain mengatakan: “Dia itu Elia!” Yang lain lagi mengatakan: “Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.”
Alii autem dicebant: “ Elias est ”. Alii vero dicebant: “ Propheta est, quasi unus ex prophetis ”.

Syalom aleikhem.
Pada ayat sebelumnya, ada orang menyatakan bahwa Tuhan Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang bangkit dari kematian. Selanjutnya, pada ayat ini dinyatakan bahwa Beliau adalah Elia atau seorang nabi. Ada macam-macam pendapat mengenai siapa Beliau.

Elia atau Elias adalah seorang nabi besar bangsa Israel yang hidup zaman Perjanjian Lama, kira-kira sembilan abad sebelum kelahiran Tuhan. Jarak waktu kita ke Tuhan adalah 2.000-an tahun. Maka, jarak waktu kita ke Elia sekitar 2.900-an tahun. Menurut Mal. 4:5-6, Nabi Elia akan kembali untuk menyiapkan kedatangan Mesias. Karena keyakinan itu, ada pendapat bahwa Tuhan Yesus adalah Nabi Elia.

Ada pula pendapat bahwa Tuhan Yesus seorang nabi, tanpa spesifik mengarah ke tokoh tertentu. Mengapa ada aneka pendapat mengenai Tuhan kita? Sebab, waktu itu orang-orang belum terlalu paham siapa sesungguhnya Beliau.

Mrk. 6:16
Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: “Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi.”

Quo audito, Herodes aiebat: “ Quem ego decollavi Ioannem, hic resurrexit! ”.

Herodes Antipas mendengar aneka pendapat mengenai siapa Tuhan Yesus. Herodes juga punya pendapat. Menurutnya, Tuhan Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang telah dipancungnya dan kini hidup kembali.

Maksud bagian ini bukan berarti Herodes ikut bercakap-cakap dengan khalayak mengenai desas-desus siapa Yesus. Herodes membuat pernyataan ketika orang, mungkin salah satu bawahannya, memberi tahu dia perihal itu. Entah bagaimana kepercayaan Herodes waktu itu sampai-sampai ia yakin bahwa Tuhan Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang hidup lagi.

Mrk. 6:17
Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.

Ipse enim Herodes misit ac tenuit Ioannem et vinxit eum in carcere propter Herodiadem uxorem Philippi fratris sui, quia duxerat eam.

Adegan pada ayat ini disusun terbalik. Urutan sesuai kronologi: (1) Yohanes Pembaptis menegur Herodes; (2) Herodes menangkap dan memenjarakan Yohanes; (3) Herodes menyatakan bahwa ia sudah membunuh Yohanes.

Jika ayat 17-18 disusun ulang menjadi kalimat sesuai kronologi, akan tercipta rangkaian demikian:

Beberapa waktu sebelumnya, Herodes mengawini Herodias. Padahal, Herodias itu iparnya, yaitu istri saudaranya sendiri yang bernama Filipus. Karena itu, Yohanes menegur Herodes: “Tidak benar engkau kawin dengan iparmu.” Akibatnya, Herodes menyuruh bawahannya menangkap Yohanes, lalu merantainya di dalam penjara. (Uraian ayat ini bersambung ke edisi mendatang.)

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring