Seri Liturgi: TUHAN KASIHANILAH KAMI

KATKIT (Katekese Sedikit) No. 295

Seri Liturgi
TUHAN KASIHANILAH KAMI

Syalom aleikhem.
Seruan “Tuhan kasihanilah kami” yang dalam bahasa aslinya, Yunani, berbunyi “Kyrie eleison”yang makna harafiahnya ‘Tuhan kasihanilah’ adalah doa yang sudah sangat tua dalam liturgi Kristen. Bahkan, seruan itu berasal dari pra-Kristen, tercantum dalam Alkitab Perjanjian Lama (lih. Mzm. 6:3; 9:14, Yes. 33:2). Mengingat itu, seruan inilah warisan berharga umat beriman dari zaman ke zaman.

Dalam liturginya, Gereja, baik Barat maupun Timur, menggunakan seruan yang juga terdapat dalam Perjanjian Baru itu sebagai seruan kepada Tuhannya.

Kitab tertua yang dapat ditemukan yang merekam adanya seruan Kyrie eleison bernama Konstitusi Apostolik. Di sana dijelaskan, seruan itu digunakan sebagai jawaban umat atas doa-doa liturgis yang dilagukan oleh diakon. Doa-doa yang dimaksud adalah untaian doa semacam Doa Umat dalam Liturgi Latin kita. Sampai hari ini , Liturgi Timur masih melaksanakan tata cara sebagaimana disebut dalam kitab tersebut.

Dalam liturgi Barat alias Latin, kesaksian Santo Gregorius (590-604) menjadi catatan penting mengenai penggunaan seruan itu. Di Barat, selain dalam liturgi, seruan itu juga dipakai dalam litani, sampai hari ini.

Berbagai kesaksian tentang penggunaan seruan Kyrie eleison menampilkan bukti kuat bahwa seruan itulah pusaka dalam liturgi kita. Simpel tapi amat dalam isi dan maknanya.

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring