Minggu, 10 Mei 2020 Hari Minggu Paskah V

Minggu, 10 Mei 2020
Hari Minggu Paskah V
     
Kebangkitan Kristus berarti kehidupan bagi orang mati, pengampunan bagi orang berdosa dan kemuliaan bagi orang kudus. (St. Maximus dari Turin)
   

Antifon Pembuka (Bdk. Mzm 98:1-2)
  
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; Ia telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa, alleluya.
 
O sing a new song to the Lord. for he has worked wonders; in the sight of the nations he has shown his deliverance, alleluia.
 
Cantate Domino canticum novum, alleluia: quia mirabilia fecit Dominus, alleluia: ante conspectum gentium revelavit iustitiam suam, alleluia, alleluia.
 

Pengantar

  
Minggu ini kita diingatkan agar jangan takut dan gelisah. Mengapa? Karena Tuhan mengetahui bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk menjadi takut dan gelisah. Permasalahan keluarga, kondisi keuangan, pergumulan di dalam dosa dan penyakit dapat mengakibatkan kita menjadi gelisah dan khawatir. “Mati aku“, adalah reaksi terburuk yang mungkin dapat terucap jika segala problema itu nampaknya tidak teratasi. Namun dalam kemungkinan terburuk sekalipun, bahkan pada saat menjelang ajal kita, Tuhan mengingatkan agar kita tak perlu kuatir. Sebab asalkan kita setia beriman kepada-Nya, maka Tuhan sudah menyediakan tempat bagi kita di surga. Oleh karena itu, kematian bagi kita orang percaya sesungguhnya bukanlah sesuatu yang menakutkan, karena merupakan awal dari kehidupan yang baru, di mana kita beroleh pemenuhan akan pengharapan iman kita: bahwa Tuhan akan menyediakan tempat bagi kita dan kita akan tinggal bersama-Nya.
 
Doa Pembuka

     
Allah yang Mahakuasa dan kekal, Engkau berkenan membarui kami dengan pembaptisan kudus. Sempurnakanlah selalu sakramen Paskah ini dalam diri kami supaya berkat perlindungan-Mu kami menghasilkan banyak buah dan Engkau perkenankan mencapai sukacita hidup abadi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  
Bacaan dari Kisah Para Rasul (6:1-7)
 
                 .
"Mereka memilih tujuh orang yang penuh dengan Roh Kudus."
      
Di kalangan jemaat di Yerusalem, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena dalam pelayanan sehari-hari pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan. Berhubung dengan itu kedua belas rasul memanggil semua murid berkumpul dan berkata, “Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, Saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu yang terkenal baik dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, sehingga kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan firman.” Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat. Lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas, dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada para rasul; lalu para rasul pun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak, juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.  

  
   
  
Mazmur Tanggapan, do = g, 4/4, PS 833
Ref. Kita memuji Allah kar'na besar cinta-Nya.
Ayat. (Mzm 33:1-2.4-5.18-19; Ul:lh. 22)
1. Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang jujur. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali.
2. Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
3. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang bertakwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
 
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus (1Ptr 2:4-9)
   
"Kamulah bangsa yang terpilih, kaum imam yang rajawi."
   
Saudara-saudara terkasih, datanglah kepada Kristus, batu yang hidup, yang dibuang oleh manusia, tetapi dipilih dan dihormati di hadirat Allah. Biarlah kamu pun dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang berkenan kepada Allah karena Yesus Kristus. Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepadanya tidak akan dipermalukan. Karena itu, bagi kamu yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya, “Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan. Mereka tersandung padanya karena mereka tidak taat kepada firman Allah; dan memang sudah ditentukan untuk itu. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, kaum imam yang rajawi, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri. Maka kamu harus memaklumkan perbuatan-perbuatan agung Allah. Ia telah memanggil kamu keluar dari kegelapan masuk ke dalam terang-Nya yang menakjubkan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Bait Pengantar Injil, do=g, 4/4, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, allelluya
Ayat. (Yoh 10:6)
Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tak seorang pun dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (14:1-12)
  
"Akulah jalan, kebenaran dan hidup."
  
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke sana dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke sana.” Kata Tomas kepada-Nya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; Jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?” Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” Kata Filipus kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami, dan itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya, “Telah sekian lama Aku bersama-sama engkau, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa, bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa kepada kami. Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
  
Renungan  
 
 Tidak sering kita mendengar topik neraka dikhotbahkan. Ya, kita ingin mendengar khotbah api-dan-belerang tetapi mendengarkan khotbah tentang neraka tidak begitu menarik. Bagaimanapun, kurang lebih kita tahu seperti apa neraka itu. Dari apa yang Yesus katakan, itu adalah tempat di mana "ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam." (Markus 9:48). Itu akan memberi kita gambaran seperti apa neraka itu.

Tetapi yang lain mungkin memiliki deskripsi lain tentang neraka. Bagi mereka yang suka musik yang bagus, maka neraka penuh dengan musisi amatir.  Cukup neraka. Kita seharusnya tahu lebih banyak tentang surga. Jadi seperti apa surga itu?

Dengan apa yang kita lihat dari seni religius, surga tampaknya seperti tempat cahaya, banyak malaikat berdiri di atas apa yang tampak seperti awan, dan orang-orang dengan lingkaran cahaya. Setidaknya, itulah gambaran yang kita dapatkan dari kartun.

Tetapi apa yang Yesus katakan tentang surga itu?

Dari Injil hari ini, Dia mengatakan ini: Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.

Jadi gambaran yang kita dapatkan adalah surga adalah tempat yang memiliki banyak tempat tinggal.Dan dari apa yang Yesus katakan, tampaknya masing-masing dari kita memiliki ruangan khusus yang disiapkan untuk kita. Itu pemikiran yang cukup bagus, terutama bagi kita yang tidak memiliki tempat untuk menyebut milik kita di bumi ini. Kita pasti akan berharap untuk pergi ke surga dan di sana kita akhirnya dapat beristirahat di ruangan khusus kita ini, dan itu akan selamanya dan selamanya.
 
Itulah yang dijanjikan Yesus kepada kita dan Dia bahkan mendesak kita untuk percaya kepada Tuhan dan percaya kepada-Nya. Ya, kita harus percaya pada Yesus dan janji-Nya kepada kita, karena kita dapat dengan mudah kehilangan cengkeraman janji itu. Dan Yesus memperingatkan kita tentang hal itu ketika Dia berkata: Jangan biarkan hatimu terganggu. Kesulitan adalah kata yang berbahaya, dan itu menjadi lebih berbahaya ketika merayap ke dalam hati kita.

Dalam bacaan pertama, kami mendengar bagaimana masalah merayap ke dalam komunitas Gereja awal. Pada saat para murid bertambah, para Hellenis (para murid berbahasa Yunani) mengajukan keluhan terhadap orang-orang Ibrani, karena dalam distribusi harian, para janda mereka sendiri diabaikan. Ada ketidakadilan, dan ada ketidakbahagiaan karenanya. Keluhan dibuat dan masalah mulai muncul. Hubungan tegang dan masyarakat dalam bahaya putus.

Janji-janji Yesus tampaknya telah dilupakan dan luntur karena masalah ini. Tetapi kita harus menyadari bahwa masalah ini diciptakan sendiri. Dan para Rasul menyadari hal itu dan mereka meminta bantuan doa untuk menemukan jalan keluar dari masalah ini. Dan jika Gereja mula-mula dapat mengalami masalah, demikian juga Gereja yang sekarang.

Dan jika para murid bisa membiarkan masalah merayap masuk dan membuat mereka saling mengeluh, kita juga bisa berakhir mengeluh. Tetapi kita harus menyadari apa masalahnya dengan kita. Kita harus menyadari apa masalahnya dengan kita. Pada dasarnya, masalah dengan kita adalah kita menciptakan masalah kita sendiri.

Ketika hati kita terganggu, kita terpaksa mengeluh dan kita kehilangan janji-janji Yesus. Ada sebuah kisah tentang seorang lelaki yang bosan dengan istrinya dan ingin bercerai. Namun, ia takut putrinya yang berusia 5 tahun akan trauma karenanya, jadi ia memberi tahu putrinya: Mami semakin tua dan tidak cantik lagi. Jadi biarkan ayah mendapatkan mami yang baru dan cantik untukmu, oke?

Gadis kecil itu berpikir sebentar dan kemudian dia menjawab: Tidak, saya tidak mau. Nenek sudah sangat tua, tetapi ayah jangan pergi dan mendapatkan nenek baru. Gadis kecil itu senang dengan apa yang dimilikinya, sedangkan ayahnya meminta masalah dengan apa yang tidak disukainya.

Kita mungkin berharap pernikahan kita dibuat di surga. Tetapi guntur dan kilat juga terjadi di surga. Demikian pula, Yesus berkata bahwa kita diciptakan untuk surga. Tetapi itu tidak berarti bahwa tidak akan ada guntur atau kilat atau masalah lain dalam hidup kita. Tetapi bahkan dengan guntur dan kilat dan masalah, mari kita tetap dekat dengan Yesus.

Dia adalah Jalan, kita harus mengikuti Dia; Dia adalah Kebenaran, kita harus percaya kepada-Nya. Dan di dalam hati-Nya, Dia memiliki tempat khusus bagi kita masing-masing. Untuk tetap tinggal di hati-Nya dan tetap di sana, itulah surga. Itulah hidup kita..
(RENUNGAN PAGI)  
 
Di atas segalanya, haruslah diimani dengan teguh bahwa “Gereja yang sedang mengembara ini perlu untuk keselamatan. Sebab hanya satulah Pengantara dan jalan keselamatan, yakni Kristus. Ia hadir bagi kita dalam tubuh-Nya, yakni Gereja. Dengan jelas-jelas menegaskan perlunya iman dan baptis (lih. Mrk 16:16; Yoh 3:5). Kristus sekaligus menegaskan perlunya Gereja, yang dimasuki orang-orang melalui baptis bagaikan pintunya’. (Deklarasi Dominus Iesus, No. 20)
 
    
 
 
Antifon Komuni (Yoh 15:1.5)

Akulah pokok anggur yang benar dan kamulah ranting-rantingnya, Sabda Tuhan; siapa saja yang tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, alleluya.

atau

Ego sum vitis vera et vos palmites, qui manet in me, et ego in eo, hic fert fructum multum, alleluia, alleluia. (Yoh 15:5)