Rabu, 01 September 2021 Hari Biasa Pekan XXII

Karya: Stanislava Karagyozova/istock.com

Rabu, 01 September 2021
Hari Biasa Pekan XXII

(Hari Doa Sedunia untuk Pemeliharaan Ciptaan)

Apa yang dapat diucapkan oleh lidah manusia dan apa yang dapat ditangkap oleh indra manusia, termuat dalam Kitab Suci. ---- St. Hieronimus
   
Antifon Pembuka (Kol 1:3)

Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kalian.

Doa Pagi


Allah Bapa kami yang maha pengasih dan penyayang, hanya mereka yang tidak mau melihat, benar-benar buta. Hanya mereka yang tidak mau mendengar, yang sungguh-sungguh tuli. Kami mohon kepada-Mu, bukalah mata dan telinga kami terhadap segala kebaikan dan rahmat-Mu yang Kausampaikan melalui sesama di sekitar kami.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  
  
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Kolose (1:1-8)
   
    
"Sabda kebenaran telah sampai kepadamu, demikian juga kepada seluruh dunia."
   
Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita, kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu. Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu, karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil, yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya. Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia. Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Aku percaya akan kasih setia-Mu, ya Tuhan, sekarang dan selama-lamanya.
Ayat. (Mzm. 52:10.11)
1. Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya.
2. Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di hadapan orang-orang yang Kaukasihi.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Luk 4:18-19)
Tuhan mengutus aku memaklumkan Injil kepada orang hina dina dan mewartakan pembebasan kepada para tawanan.

Inilah Injil Suci menurut Lukas (4:38-44)
    
"Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil, sebab untuk itulah Aku diutus."
   
Setelah meninggalkan rumah ibadat di Kapernaum, Yesus pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias. Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

 
Renungan
  
  Semua manusia diciptakan sama. Pada prinsipnya itu benar. Tetapi juga tidak dapat disangkal bahwa beberapa lebih berbakat daripada yang lain.
  
Beberapa berbakat dengan daya tahan, yang lain dengan kecepatan, yang lain dengan stamina yang menentang usia, yang lain dengan kecerdasan yang akan mengkategorikan mereka sebagai jenius.

Tapi mayoritas pasti hanya manusia biasa yang menyerah pada usia dan penyakit dan bahkan demensia.

Kebanyakan orang akan berpikir bahwa Yesus dapat melakukan semua pengajaran dan penyembuhan dan mujizat itu karena Dia adalah ilahi.

Meskipun Dia juga manusia, namun dalam banyak hal keilahian-Nya lebih ditekankan daripada kemanusiaan-Nya.

Dalam Injil, jelas bahwa Yesus memiliki waktu yang sangat sibuk. Sebelumnya di sinagoga, Dia telah mengusir roh jahat yang merasuki seorang pria.

Kemudian ketika Dia keluar dari rumah ibadat, Dia pergi ke rumah Simon Petrus di mana Dia menyembuhkan ibu mertuanya dari demam.

Kemudian saat matahari terbenam, semua orang yang menderita penyakit dari satu jenis atau lainnya dibawa kepada-Nya dan Dia menyembuhkan mereka.

Sungguh menakjubkan bahwa Dia memiliki energi dan kasih seperti itu. Kita akan mengatakan bahwa kita tidak memiliki energi dan kasih semacam itu dan  akan menambahkan dengan mengatakan bahwa itu juga karena Yesus adalah Tuhan.

Tetapi Injil juga menyebutkan bahwa ketika siang hari tiba, Yesus pergi ke tempat yang sepi, jelas untuk berdoa.

Doalah yang menguatkan Dia untuk melanjutkan misi khotbah dan penyembuhan-Nya.

Jika demikian halnya bagi Yesus, maka itu terlebih lagi bagi kita. Doa harus menjadi prioritas kita. Semua hal dianggap sama, tetapi doa harus diutamakan, karena dengan begitulah kita terhubung dengan Pencipta kita.
. (JK/Inspirasi Batin 2017)

Antifon Komuni (Luk 4:43)

Di kota-kota lain pun Aku harus mewartakan Injil Kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku diutus.