Sabtu, 21 Agustus 2021 Peringatan Wajib St. Pius X, Paus

 

Sabtu, 21 Agustus 2021
Peringatan Wajib St. Pius X, Paus
      
“Harga darah Yesus lebih dari cukup untuk menebus seluruh dosa dunia.” (St. Ambrosius)

   
Antifon Pembuka (Sir 45:30)
         
Tuhan mengikat perjanjian damai dengannya, mengangkat dia menjadi pemimpin umat, dan memberinya martabat imam agung
   
Doa Pagi

Ya Allah, untuk menjaga iman Katolik dan membarui segala sesuatu dalam Kristus, Engkau telah memenuhi Santo Pius, Paus, dengan kebijaksanaan surgawi dan semangat rasuli. Kami mohon dengan rendah hati semoga kami yang mengikuti ajaran dan teladannya mencapai kehidupan yang kekal. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 
Bacaan dari Kitab Rut (2:1-3.8-11; 4:13-17)
   
  
"Tuhan telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus, Dialah ayah Isai, ayah Daud."
      
Naomi mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas. Pada suatu hari Rut, wanita Moab itu, berkata kepada Naomi, “Izinkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku. Sahut Naomi, “Pergilah, Anakku.” Maka pergilah Rut ke ladang dan memungut jelai di belakang para penyabit. Kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh. Maka berkatalah Boas kepada Rut, “Dengarlah, Anakku. Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain, dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku wanita. Lihatlah ladang yang sedang disabit ini. Ikutilah wanita-wanita itu dari belakang. Sebab aku telah berpesan kepada para pekerja laki-laki, supaya mereka jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan itu, dan minumlah air yang dicedok oleh para pekerja itu.” Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata, “Bagaimana mungkin aku mendapat belas kasih Tuan, sehingga Tuan memperhatikan daku, padahal aku ini seorang asing?” Boas menjawab, “Aku telah mendengar kabar tentang segala sesuatu yang kaulakukan kepada mertuamu sesudah suamimu meninggal dunia, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang belum kaukenal.” Beberapa waktu berselang Boas memperisteri Rut dan menghampirinya. Maka atas karunia Tuhan, Rut mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki. Sebab itu para wanita berkata kepada Naomi, “Terpujilah Tuhan, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Semoga nama anak ini menjadi termasyhur di Israel. Dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih. Sebab menantumu yang sayang padamu telah melahirkannya. Dia lebih berharga bagimu daripada tujuh anak laki-laki.” Dan Naomi mengambil anak itu serta meletakkannya di pangkuannya, dan dialah yang mengasuhnya. Lalu wanita-wanita tetangga memberi nama kepada anak itu dengan berkata, “Seorang anak laki-laki telah lahir bagi Naomi.” Anak itu mereka beri nama Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 841
Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
atau Orang yang takwa hidupnya akan diberkati.
Ayat. (Mzm. 128:1b-2.3.4.5)
1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
2. Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu!
3. Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan orang laki-laki yang takwa hidupnya.
4. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion: boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 23:9a,10b)
Bapamu hanya satu, ialah yang ada di surga. Pemimpinmu hanya satu, yaitu Kristus.
       
Inilah Injil Suci menurut Matius (23:1-12)
  
"Mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukan."
      
Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya, “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan mereka, karena mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang. Mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang. Mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kalian, janganlah kalian suka disebut ‘Rabi’ karena hanya satulah Rabimu, dan kalian semua adalah saudara. Dan janganlah kalian menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di surga. Janganlah pula kalian disebut pemimpin, karena hanya satu pemimpinmu, yaitu Kristus. Siapa pun yang terbesar di antaramu hendaklah ia menjadi pelayanmu. Barangsiapa meninggikan diri, akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri, akan ditinggikan.”
Verbum Domini 
U. Laus tibi Christe
 
Renungan
  
Paus St. Pius X, salah satu Paus dari ingatan kita baru-baru ini, yang telah hidup dan bekerja sekitar satu abad atau lebih dari zaman kita sendiri, lahir dalam keluarga miskin yang tinggal di wilayah utara Italia. Ia dilahirkan dalam keluarga miskin dengan banyak anak, namun orang tuanya sangat mementingkan pendidikan dan pengasuhannya.

Dia tumbuh dengan pendidikan iman yang baik, unggul dalam studinya dan kemudian juga tumbuh lebih dalam dalam hasratnya untuk melayani Tuhan melalui imamat. Akhirnya atas dukungan dan izin keluarganya, ia menjadi seorang imam dan mulai melayani orang-orang di daerah pedesaan dan miskinnya, merawat mereka dan menunjukkan kepada mereka jalan menuju kasih Tuhan.

Dikatakan bahwa dia sangat marah kepada beberapa orang setelah mereka tidak menunjukkan penghormatan yang layak di gereja parokinya selama Misa Kudus, tetapi pada saat yang sama dia membantu orang-orang yang bandel ini untuk menemukan jalan mereka melalui kesabaran dan juga melalui kerja keras.

Bahkan ketika akhirnya dia diangkat sebagai Uskup Mantua dan sebagai Patriark Venesia, dia tetap rendah hati, mengingat akarnya, dan melanjutkan komitmen yang sama yang dia miliki untuk yang miskin, yang sakit dan yang paling hina di antara kawanannya. Dan sebagai Paus St. Pius X, pemimpin Gereja Universal, dia membantu mereformasi iman dan Gereja.

Ia secara khusus terkenal karena usahanya untuk mengembalikan rasa sakral dalam perayaan Misa Kudus dengan mempromosikan penggunaan Nyanyian Gregorian dalam Misa. Ia juga menganjurkan penerimaan Ekaristi dimulai pada usia yang lebih muda, untuk membawa Tuhan lebih dekat kepada umat-Nya sehingga mereka dapat tumbuh untuk semakin mencintai Tuhan dengan lebih saleh.

Dalam semua ini, kita melihat teladan orang suci besar yang hidupnya dipenuhi dengan perbuatan baik, tetapi kami juga mampu melakukan perbuatan yang sama, karena semua orang suci itu sendiri adalah orang berdosa seperti kita, tetapi yang penting adalah mereka memutuskan untuk melakukannya. mengubah cara hidup mereka dan mengikuti jalan Tuhan. Kita juga dapat mengikuti teladan Paus St. Pius X dan berbakti kepada Tuhan sebagaimana ia telah mengabdikan dirinya.

Semoga kita semakin mencintai Tuhan kita yang penuh kasih sementara kita terus menjalani kehidupan duniawi kita hari demi hari. Semoga kita tidak takut akan Tuhan karena cara-Nya mendisiplinkan kita tetapi sebaliknya tumbuh untuk memahami bahwa Dia peduli pada kita dan Dia ingin kita dibebaskan dari belenggu dosa dan akhirnya dipersatukan kembali dengan-Nya dalam kasih yang sempurna. Semoga Tuhan memberkati kita dan usaha kita, sekarang dan selamanya. Amin.
 

 

   
Antifon Komuni (Mat 19:16, 17)
 
Guru, perbuatan baik apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup kekal? Jika engkau ingin memasuki hidup kekal, taatilah perintah Allah. 

atau (Yoh 10:11b) 

Gembala yang baik menyerahkan nyawanya bagi domba-domba-Nya.

RENUNGAN PAGI