Sabtu, 25 Desember 2021 Hari Raya Natal (Misa Malam)

 

foto: istock.com

Sabtu, 25 Desember 2021
Hari Raya Natal (Misa Malam)  
  
“Di hari Natal Kristus datang seperti anak kecil, begitu kecil, begitu tak berdaya, begitu membutuhkan semua cinta yang dapat diberikan. Apakah kita siap menerima Ia : Bila Maria dan Yusuf mencari tempat untuk dijadikan rumah bagi Yesus, akankah mereka memilih rumah kita dan semua yang disimpan dan dipenuhi [dalam rumah kita?]?” (St. Teresa dari Kalkutta)

  
Antifon Pembuka (Mzm 2:7)

Tuhan bersabda kepada-Ku, “Engkaulah Putra-Ku, hari ini Engkau Kuputrakan.”

The Lord said to me: You are my Son. It is I who have begotten you this day.

atau Graduale Romanum, 41

Ref. Dominus dixit ad me: Filius meus es tu, ego hodie genuite.
Ayat:
1. Quare fremuerunt gentes: et populi meditati sunt inania?
2. Astiterunt reges terræ, et principes convenerunt in unum adversus Dominum, et adversus Christum eius.
3. Postula a me, et dabo tibi gentes hereditatem tuam, et possessionem tuam terminos terræ.

Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan, ada Syahadat (berlutut saat "Ia dikandung dari Roh Kudus"), Prefasi Natal I, II atau III, Communicantes Natal.
  
Doa Malam
    
Allah dan Bapa kami, Engkau menjadikan Engkau malam yang amat kudus ini bermandikan sinar Terang sejati. Semoga kami, yang sudah mengakui misteri Terang itu di dunia, kelak layak menikmati sukacita-Nya di surga. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (9:1-6)
   
  
"Seorang Putra telah dianugerahkan kepada kita."
   
Bangsa yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorai, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian. Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkan dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan Tuhan semesta alam akan melakukan hal ini.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 3/4; 4/4, PS 806
Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.
Ayat. (Mzm 96:1-3.11-13)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyikanlah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyikanlah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.
2. Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa.
3. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai, biarlah gemuruh laut serta segala isinya! Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.
4. Biarlah bersukaria di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.   
                    

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus (2:11-14)
   
"Kasih karunia Allah sudah nyata bagi semua orang."
    
Saudaraku terkasih, sudah nyatalah kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia. Kasih karunia itu mendidik kita agar meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi, dan agar kita hidup bijaksana, adil dan beribadah, di dunia sekarang ini, sambil menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia, dan penyataan kemuliaan Allah yang mahabesar dan Penyelamat kita Yesus Kristus. Ia telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, milik-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil PS 953/959
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat: (Luk 2:10-12)
Kabar gembira kubawa kepada-Mu. Pada hari ini lahirlah penyelamat dunia, Tuhan kita Yesus Kristus.
    
Inilah Injil Suci menurut Lukas (2:1-14)
   
"Pada hari ini telah lahir Penyelamatmu"
     
Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.Demikian juga Yosef pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, - karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud - supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka:"Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama bala tentara surga yang memuji Allah, katanya: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

 
Renungan
       
 Kembali pada tahun 1223, St Fransiskus dari Assisi mendirikan Kandang Natal pertama yang akhirnya menyebar ke seluruh Gereja.

Niatnya mengatur adegan Kelahiran adalah untuk membantu para petani yang tidak berpendidikan dan tidak bisa membaca kisah-kisah Injil tentang kelahiran Yesus.

Dalam bentuk visual, orang-orang miskin dapat melihat dan memahami situasi dan keadaan di mana Yesus dilahirkan.

800 tahun kemudian, buaian Kandang Natal masih memiliki signifikansi visual  pada tahun 1223.

Di gereja-gereja dan di rumah-rumah dan bahkan di tempat-tempat umum, Kandang Kelahiran menangkap momen penting ketika Yesus lahir.

Bersamaan dengan saat itu, semua tokoh yang terkait erat dengan kelahiran Yesus seperti yang tercatat dalam Injil.

Jadi di dalam buaian dengan bayi Yesus adalah Maria, Yusuf, sepasang gembala dengan sepasang domba, seekor lembu dan seekor keledai.

Jadi saat kita mengagumi kandang Kelahiran dan patung-patung yang dibuat dengan indah di dalamnya, pernahkah kita bertanya-tanya karakter mana yang bisa kita hubungkan dengan saat ini dalam hidup kita.

Nah, para ibu dapat berhubungan dengan Maria dan bersukacita dengannya saat mereka menggendong bayi mereka sendiri.

Namun ada juga kecemasan atas kesehatan dan keselamatan bayi mereka.

Para suami dapat berhubungan dengan Yusuf sewaktu dia menyerahkan hidupnya untuk merawat dan melindungi ibu dan anak.

Tetapi mereka juga tahu betapa stresnya menjadi kepala rumah tangga dan bahkan mungkin satu-satunya pencari nafkah.

Beberapa dari kita mungkin bisa berhubungan dengan para gembala yang harus bekerja jauh dari rumah, dan mungkin tidak bisa berada di rumah saat Natal.

Beberapa dari kita bahkan mungkin bisa berhubungan dengan domba atau lembu atau keledai.

Artinya, sama seperti binatang-binatang itu, kita merasa bahwa hidup adalah beban seperti halnya keledai adalah binatang beban.

Atau seperti domba dan lembu, kita mencurahkan hidup kita dalam pengorbanan untuk orang lain namun kita tidak merasa dihargai.

Namun apapun itu dan apapun yang kita rasakan, berkumpul bersama dalam Misa Natal pada malam ini di gereja masing-masing, kita memusatkan hati kita pada Bayi di palungan dan kita bersukacita atas kelahiran-Nya.

Dan kita bersyukur kepada Tuhan bahwa kita dapat berada di gereja untuk merayakan kelahiran Juruselamat kita.

Ya kita bersyukur karena ada orang yang ingin berada di sini tetapi tidak bisa karena pembatasan tempat duduk selama pandemi covid-19..
 
Kita melihat bayi Yesus dan semua karakter pada kandang Kelahiran.

Namun kita merindukan palungan, yang merupakan tempat makan, atau nampan makan hewan.

Di dalam palungan itulah Juruselamat dunia berbaring, dan Injil secara khusus menyebutkannya.

Ya, kita mungkin berhubungan dengan karakter dalam Kandang Kelahiran.

Tetapi semoga hati kita menjadi seperti palungan di mana Tuhan Yesus akan meletakkan kepala-Nya.

Semoga hati kita dengan lembut membawa Tuhan Yesus, seperti palungan hina yang membawa Juruselamat.

SELAMAT NATAL. Tuhan memberkati.
(RENUNGAN PAGI)

Antifon Komuni (Yoh 1:14)

Sabda telah menjadi manusia dan kami telah melihat kemuliaan-Nya.

The Word became flesh, and we have seen his glory.
 
 
 
 
Rahasia Natal terjadi di dalam kita, kalau "rupa Kristus menjadi nyata" (Gal 4:19) di dalam kita. Natal adalah misteri "pertukaran yang mengagumkan" (Katekismus Gereja Katolik, 526)