Minggu, 27 Februari 2022 Hari Minggu Biasa VIII

Minggu, 27 Februari 2022
Hari Minggu Biasa VIII

Kasih itu murah hati karena ia membalas yang jahat dengan kemurahan hati yang limpah. (St. Gregorius Agung)

Antifon Pembuka (Mzm 18:19-20)
    
Tuhan menjadi sandaranku. Ia membawa aku keluar ke tempat lapang. Ia menyelamatkan aku karena Ia berkenan kepadaku.
    
Factus est Dominus protector meus, et eduxit me in latitudinem: salvum me fecit, quoniam voluit me.
   
Doa Pagi

Ya Allah, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau memberi jaminan hidup kepada siapa pun yang mengutamakan terwujudnya Kerajaan-Mu dan kebenarannya. Kami mohon, semoga kehendak-Mu itu menjadi satu-satunya pegangan hidup kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.      
  
Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (27:4-7)
  
"Jangan memuji seseorang sebelum ia berbicara."
  
Kalau ayakan digoyang-goyangkan, maka sampahlah yang tinggal. Demikian pula keburukan manusia tinggal dalam bicaranya. Perapian menguji periuk belanga penjunan, tetapi ujian terhadap manusia terletak dalam bicaranya. Nilai ladang ditampakkan oleh buah pohon yang tumbuh di situ, demikian pula bicara orang menyatakaan isi hatinya. 
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 829 
Ref. Aku hendak memuji nama-Mu, ya Tuhan, selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 92:2-3, 13-14, 15-16)
1. Sungguh baik menyanyikan syukur kepada Tuhan, dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, yang maha tinggi, memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaanMu di waktu malam.
2. Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita.
3. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batuku, dan tidak ada kecurangan pada-Nya.
  
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1Kor 15:54-58)
 
"Ia telah memberi kita kemenangan berkat Yesus Kristus."
 
Saudara-saudara, sesudah hal-hal yang dapat binasa mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah Firman Tuhan: ”Maut telah ditelan dalam kemenangan! Hai maut, di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? Sengat maut adalah dosa, dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberi kita kemenangan berkat Yesus Kristus, Tuhan kita.” Karena itu, Saudara-saudaraku yang terkasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
  
Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya.
Ayat. (Flp 2:15-16)
Kamu bercahaya seperti bintang-bintang bila kamu berpegang pada Sabda Kehidupan
 
Inilah Injil Suci menurut Lukas (6:39-45)
 
"Yang diucapkan mulut meluap dari hati."
    
Sekali peristiwa Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, "Dapatkah seorang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lubang? Seorang murid tidak melebihi gurunya, tetapi orang yang telah tamat pelajarannya akan menjadi sama dengan gurunya. Mengapakah engkau melihat selumbar dalam mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? Bagaimana mungkin engkau berkata kepada saudaramu, 'Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar dalam matamu', padahal balok yang dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu. Tidak ada pohon baik yang menghasilkan buah yang tidak baik. Dan juga tidak ada pohon tidak baik yang menghasilkan buah baik. Sebab setiap pohon dikenal dari buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara, dan dari duri-duri orang tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hati yang baik. Tetapi orang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan hati-Nya yang jahat. Sebab yang diucapkan mulut meluap dari hati."
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan

Mari kita mulai dengan teka-teki: apa yang memiliki kata-kata tetapi tidak berbicara? - Buku.

Apa yang memiliki kata-kata tetapi tidak ada yang membaca? – Syarat dan ketentuan, biasanya dalam cetakan kecil (mungkin mereka tidak ingin kita membacanya)

Juga dikatakan bahwa tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata. Tentu saja kita menganggap bahwa itu adalah tindakan yang membangun. Namun bagi kita yang seorang pengemudi, kita juga tahu bahwa di jalan, beberapa gerakan tangan yang dilakukan dengan jari bisa berarti kata-kata yang sangat tidak sopan.

Apa yang memiliki kata-kata tetapi tidak ada yang mau mendengar – orang yang marah. Lidah memang tidak bertulang tapi bisa mematahkan hati. Dan lidah orang yang sedang marah dapat menyebabkan serangan jantung, bagi yang mendengarkan dan bahkan mungkin bagi yang menggunakannya.

Kecenderungannya adalah kita menggunakan kata-kata buruk untuk mengungkapkan perasaan marah dan pahit kita. Dan ada kalanya persediaan kata-kata makian yang tersedia tidak efisien untuk memenuhi tuntutan kita. Oh ya, kita memiliki hari-hari seperti itu.

Tetapi suasana hati yang buruk dan emosi yang tidak stabil tidak pernah menjadi alasan untuk mengutuk dan menggunakan kata-kata yang kejam. Dan bahkan jika kita menyesalinya nanti, kita tidak bisa begitu saja mengabaikannya dengan "Saya tidak bermaksud mengatakan itu". Tidak. Kita bersungguh-sungguh dengan apa yang kami katakan. Hanya saja pada saat itu, kita tidak bisa mengendalikannya dan kita membiarkannya terbang dari mulut kita sebelum merasakan kata-kata itu.

Masalahnya, kita tidak akan pernah tahu berapa lama kata-kata kita akan tinggal di hati seseorang, bahkan lama setelah kita lupa bahwa kita mengatakannya, apakah itu lebih baik atau lebih buruk.
   
Dari sini, kita diingatkan akan pelajaran hidup. Salah satunya adalah kita harus mengendalikan lidah kita ketika hati kita sedang pahit. Tentu saja, diam lebih baik daripada kata-kata marah.
 
Ucapan, entah baik atau tidak, hanyalah ungkapan dari suatu sumber. Sumber kata-kata kita tidak lain adalah hati kita.

Dan itulah mengapa Yesus berkata dalam perikop Injil hari ini bahwa "Yang diucapkan mulut meluap dari hati."

Dan itulah mengapa kata-kata bisa menyembuhkan atau menyakiti. Itu dari satu hati ke hati yang lain. Hanya hati yang bisa menyembuhkan hati yang lain, dan hati yang bisa mematahkan hati yang lain, dengan ucapan yang mengalir dari hati.

Seperti yang Yesus katakan, "
Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hati yang baik. Tetapi orang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan hati-Nya yang jahat. Sebab yang diucapkan mulut meluap dari hati." 
 
Hari ini, Yesus berbicara tentang apa yang tersimpan di dalam hati kita. Dia mengingatkan kita bahwa hati kita diciptakan untuk menjadi baik, karena hati kita diciptakan oleh Tuhan.

Yesus ingin membersihkan hati kita dari semua sampah yang terperangkap dalam jebakan hati kita.

Yesus ingin membersihkan dan menyembuhkan hati kita dan menjadikannya tempat penyimpanan kebaikan. Yesus ingin membuat hati kita seperti hati-Nya.

Ada banyak cara agar kita membiarkan Dia membersihkan hati kita. Salah satu caranya adalah melalui doa. Atau melalui Devosi kepada Hati Kudus.
 
Yesus ingin membersihkan dan menyembuhkan hati kita dengan darah-Nya dan air pembersih yang mengalir dari hati-Nya.
 
Semoga kita membiarkan Yesus mengisi hati kita dengan kasih-Nya, sehingga dari apa yang memenuhi hati kita, mulut kita akan mengucap syukur dan memuji, dan mewartakan Kabar Baik tentang kasih Tuhan kepada orang lain..
[RENUNGAN PAGI]

Baca homili panjang Minggu Biasa VIII di lumenchristi.id klik disini. Kami mengucapkan terima kasih anda telah rutin membaca renungan di renunganpagi.id. Tuhan memberkati. 
 
 
 
"Sekali lagi perdamaian semua terancam oleh kepentingan partisan. Saya ingin mengimbau mereka yang memiliki tanggung jawab politik untuk memeriksa hati nurani mereka dengan serius di hadapan Tuhan....Saya mengundang semua orang pada 2 Maret, Rabu Abu, Hari Puasa untuk Perdamaian. Saya mendorong orang beriman dengan cara khusus untuk mendedikasikan diri mereka secara intens untuk berdoa dan berpuasa pada hari itu. Semoga Ratu Perdamaian melestarikan dunia dari kegilaan perang". (Paus Fransiskus, 23 Februari 2022)
 
INFORMASI
 
RABU ABU, 02 Maret 2022 adalah Hari Puasa dan Pantang, juga Hari Puasa untuk Perdamaian.

1. KETENTUAN

Sesuai dengan Kitab Hukum Kanonik kanon 1249 bahwa semua umat beriman kristiani wajib menurut cara masing-masing melakukan tobat demi hukum ilahi; tetapi agar mereka semua bersatu dalam suatu pelaksanaan tobat bersama, ditentukan hari-hari tobat, di mana umat beriman kristiani secara khusus meluangkan waktu untuk berdoa, menjalankan karya kesalehan dan amal kasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dan terutama dengan berpuasa dan berpantang menurut norma kanon-kanon berikut :

Kanon 1250 – Hari dan waktu tobat dalam seluruh Gereja ialah setiap hari Jumat sepanjang tahun, dan juga masa prapaskah.

Kanon 1251 – Pantang makan daging atau makan lain menurut ketentuan Konferensi Para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, memperingati sengsara dan wafat Tuhan kita Yesus Kristus.

Kanon 1252 – Peraturan pantang mengikat mereka yang telah berumur genap empat belas tahun; sedangkan peraturan puasa mengikat semua yang berusia dewasa sampai awal tahun ke enampuluh; namun para gembala jiwa dan orang tua hendaknya berusaha agar juga mereka, yang karena usianya masih kurang tidak terikat wajib puasa dan pantang, dibina ke arah cita-rasa tobat yang sejati.


2. PETUNJUK

a. Masa Puasa dan Pantang sebagai hari tobat berlangsung mulai hari Rabu Abu, tanggal 2 Maret 2022 sampai dengan Jumat Agung, tanggal 15 April 2022.
Hari Puasa: tanggal 2 Maret 2022 dan 15 April 2022
Hari Pantang tahun 2022: Hari Rabu Abu dan 6 hari Jumat selama masa Puasa dan pantang. 
Jumat, 25 Maret 2022 adalah Hari Raya Kabar Sukacita perhatikan Kanon 1251. 

b. Pantang berarti tidak makan makanan tertentu yang menjadi kesukaannya dan juga tidak melakukan kebiasaan buruk, misalnya: marah, boros, dsb. Dan lebih mengutamakan dan memperbanyak perbuatan baik bagi sesama.

c. Puasa berarti makan kenyang tidak lebih dari satu kali dalam sehari

3. CARA MEWUJUDKAN PERTOBATAN

a. Doa

Selama masa Prapaskah hendaknya menjadi hari-hari istimewa untuk meningkatkan semangat berdoa, mendekatkan diri kepada Tuhan dengan tekun mendengarkan dan merenungkan sabda Tuhan serta melaksanakannya dengan setia.

b. Karya amal kasih

Pantang dan puasa selayaknya dilanjutkan dengan perbuatan amal kasih yakni membantu sesama yang menderita dan berkekurangan. Kami mengajak Anda sekalian untuk melakukan aksi nyata amal kasih baik pribadi maupun bersama-sama di lingkungan maupun wilayah.

c. Penyangkalan diri

Dengan berpantang dan berpuasa sesungguhnya kita meneladan Kristus yang rela menderita demi keselamatan kita. Kita mengatur kembali pola hidup dan tingkah laku sehari-hari agar semakin menyerupai Kristus.

4. HIMBAUAN

Selama masa Prapaskah, apabila akan melangsungkan perkawinan hendaknya memperhatikan masa tobat. Dalam keadaan terpaksa seyogyanya pesta dan keramaian ditunda.



Antifon Komuni (Mzm 13:6)
 
Aku mau menyanyi bagi Tuhan, karena Ia telah berbuat baik kepadaku. Aku mau bermazmur bagi nama Tuhan Yang Mahatinggi.


 

Chiesa di San Vitale, sebuah gereja bergaya Romawi yang berasal dari abad kedua belas
Credit: istock.com/Flavio Vallenari