Minggu, 19 Juni 2022 Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

 

Minggu, 19 Juni 2022
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus
   

 Saya mempertimbangkan dalam tugas saya untuk mengadakan seruan yang kuat, agar norma-norma liturgi tentang perayaan Ekaristi diperhatikan dengan sangat setia. Norma-norma ini adalah ungkapan konkret dari kodrat gerejani otentik mengenai Ekaristi; inilah maknanya yang terdalam. Liturgi tak pernah menjadi milik privat perseorangan, baik dari selebran maupun komunitas, tempat merayakan misteri-misteri. Rasul Paulus telah mengamanatkan kata-kata keras kepada umat di Korintus, justru karena kekurangan besar dalam perayaan Ekaristi sampai mengakibatkan perpecahan, skisma, dan menimbulkan pengelompokan, haireseis (lih. 1Kor 11:17-34) (Paus Yohanes Paulus II, Surat Ensiklik Ecclesia de Eucharistia, Ekaristi dan Hubungannya dengan Gereja, No. 52)  
                  
Antifon Pembuka (Bdk. Mzm 81:17)

Ia telah memberi mereka gandum yang terbaik. Ia telah mengenyangkan mereka dengan madu dari gunung batu.

He fed them with the finest wheat and satisfied them with honey from the rock.

atau
Antifon: Cibavit eos ex adipe frumenti, alleluia: et de petra, melle saturavit eos, alleluia, alleluia, alleluia.
Ayat Mazmur.
1. Exsultate Deo adiutori nostro: iubilate Deo Iacob. (Antifon)
2. Sumite psalmum, et date tympanum: psalterium iucundum cum cithara. (Antifon)
3. Ego enim sum Dominus Deus tuus, qui eduxi te de terra ægypti: dilata os tuum, et implebo illud. (Antifon)
 
 
Doa Pagi
 
Ya Allah, Yesus Putra-Mu telah meninggalkan kenangan akan wafat dan kebangkitan-Nya dalam Sakramen Ekaristi Mahakudus yang mengagumkan. Kami mohon rahmat-Mu semoga kami pun mampu memecah dan membagikan hidup yang telah Engkau pilih dan berkati ini sehingga kami pantas untuk bersatu dalam karya penebusan-Mu.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.    
    
Bacaan dari Kitab Kejadian (14:18-20)
   
"Melkisedek membawa roti dan anggur."
  
Melkisedek, Raja Salem, adalah seorang imam Allah Yang Mahatinggi. Ketika Abram kembali dari kemenangannya atas beberapa raja, Melkisedek membawa anggur dan roti, lalu memberkati Abram, katanya, “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuh-musuhmu ke dalam tanganmu.” Lalu Abram memberikan kepada Melkisedek sepersepuluh dari semua jarahannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = e, 2/4; 3/4, PS 856
Ref. Engkau adalah imam, untuk selama-lamanya menurut Melkisedek. 
Atau Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu. Inilah Darah-Ku yang ditumpahkan bagimu. Lakukanlah ini akan peringatan kepada-Ku.
Ayat. (Mzm 110:1.2.3.4; Ul: lh. 1Kor 10: lh.16)

1. Beginilah firman Tuhan kepada tuanku, "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuhmu Kubuat menjadi tumpuan kakimu." Tongkat kuasamu akan diulurkan Tuhan dari Sion; berkuasalah Engkau di antara musuhmu!
2. Engkau meraja di atas gunung yang suci, sejak hari kelahiranmu, sejak dalam kandungan, sejak fajar masa mudamu, Tuhan telah bersumpah dan tidak akan menyesal, "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek."
 

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (11:23-26)
    
"Setiap kali makan dan minum, kamu mewartakan wafat Tuhan."
      
Saudara-saudara terkasih, apa yang telah kuteruskan kepadamu ini telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam Ia diserahkan, mengambil roti, dan sesudah mengucap syukur atasnya, Ia membagi-bagi roti itu seraya berkata, “Inilah Tubuh-Ku, yang diserahkan bagimu; perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku!” Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata, “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan dalam darah-Ku. Setiap kali kamu meminumnya, perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku!” Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum dari cawan ini, kamu mewartakan wafat Tuhan sampai Ia datang.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   

 

Madah Ekaristi, sol = es, m.7, PS 556 (fakultatif)
Syair: Lauda Sion, ayat 1-4.5-8 Thomas dari Aquino 1263/64, terj. Komlit KWI 1992
Lagu: Prancis abad ke-12, Graduale Romanum 1974

1. Sion, puji Penyelamat, Sang Pemimpin dan Gembala dalam kidung pujian.
2. Pujilah sekuat hati, kar'na Dia melampaui puji yang kaulambungkan.
3. Hari ini yang tersaji: Roti Hidup yang dipuji, sumber hidup yang kekal.
4. Itulah yang dihidangkan bagi para rasul Tuhan: Tak perlu diragukan.
5. Lihat Roti malaikat, jadi boga peziarah: sungguh itu roti putra, anjing jangan diberi.
6. Inilah yang dilambangkan waktu Ishak dikurbankan: Domba Paskah disajikan, dan manna dihujankan.
7. Yesus, Roti yang sejati, Kau Gembala murah hati, s'lalu lindungilah kami, dan tunjukkan pada kami bahagia yang kekal.
8. Dikau Allah mahakuasa, bimbing kami, insan fana, undang kami dalam pesta, dan jadikan kami warga umat kudus bahagia. Amin. Alleluya.

Bait Pengantar Injil, do = f, kanon, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat (Yoh 6:51)
Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Siapa saja yang makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya. Dan roti yang Kuberikan itu ialah Daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.
     
Inilah Injil Suci menurut Lukas (9:11b-17)
  
"Mereka semua makan sampai kenyang."
  
Sekali peristiwa Yesus berbicara kepada orang banyak tentang Kerajaan Allah, dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan. Pada waktu hari mulai malam, datanglah kedua belas murid kepada Yesus dan berkata, “Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan serta makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi.” Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Kamu harus memberi mereka makan!” Mereka menjawab, “Yang ada pada kami tidak lebih dari lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini.” Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira limapuluh orang setiap kelompok.” Murid-murid melakukannya, dan menyuruh semua orang banyak itu duduk. Yesus mengambil lima roti dan dua ikan itu, lalu menengadah ke langit dan mengucap berkat, kemudian membagi-bagi roti dan memberikannya kepada para murid supaya dibagi-bagikan kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkanlah potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak duabelas bakul.
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)
 
   
 Renungan   



Pelajaran hidup tidak dipelajari di ruang kelas atau dengan melanjutkan studi yang lebih tinggi.

Bahkan, pelajaran hidup seringkali dipelajari hanya dengan mengamati dan merenungkan apa yang terjadi di sekitar kita, dengan apa yang kita hadapi dan apa yang kita alami.

Misalnya, lift memberi tahu kita bahwa apa yang naik harus turun, dan sebaliknya. Itu sudah memberitahu kita bahwa hidup memiliki pasang surut, dan kita harus menerimanya.

Matahari terbit dan terbenam memberi tahu kita bahwa kecerahan dan kebahagiaan hidup akan memudar ke dalam kegelapan dan kesepian, namun malam juga harus memberi jalan kepada terangnya siang. Itulah siklus kehidupan.
 
Namun seringkali dalam hidup, suatu situasi terus berulang sampai kita mengambil pelajaran darinya.

Mungkin karena kita lambat belajar dan cepat lupa, sehingga beberapa situasi terus berulang.

Salah satu situasi seperti itu adalah perikop Injil yang baru saja kita dengar.

Mukjizat penggandaan roti dan memberi makan orang banyak adalah peristiwa penting yang dicatat dalam keempat Injil.

Peristiwa itu dalam keempat Injil memiliki latar yang serupa. Yesus mengajar orang banyak dan menyembuhkan orang sakit. Mereka berada di tempat yang sepi dan hari semakin larut.

Para murid ingin menyuruh orang banyak itu pergi sehingga mereka dapat menemukan makanan untuk diri mereka sendiri karena tidak banyak makanan di sekitar.

Hanya ada lima roti dan dua ikan, yang cukup untuk Yesus dan murid-murid-Nya tetapi tentu saja tidak cukup untuk lima ribu orang itu.

Namun Yesus memberi tahu murid-murid-Nya, “Kamu harus memberi mereka makan.” Para murid mencoba untuk memprotes dengan sopan, tetapi di belakang Yesus, mereka mungkin mengatakan sesuatu yang lain.

Dan di sini sekali lagi, Yesus menunjukkan bahwa Tuhan tidak berpikir seperti yang dipikirkan manusia, dan bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Apa yang penting dan juga pelajaran yang Yesus ingin para murid-Nya pelajari adalah ini:
Yesus mengambil lima roti dan dua ikan itu, lalu menengadah ke langit dan mengucap berkat, kemudian membagi-bagi roti dan memberikannya kepada para murid supaya dibagi-bagikan kepada orang banyak.
 
Dan kita harus menangkapnya di sana - Yesus mengatakan berkat atas roti dan ikan. Dengan kata lain, Yesus meminta Tuhan untuk mencurahkan kasih-Nya pada roti dan ikan, sehingga saat makanan dimakan, kasih Tuhan juga dialami.

Keajaiban bukanlah roti dan ikan yang berkembang biak dengan sendirinya. Adalah berkat cinta yang melipatgandakan roti dan ikan, karena setiap kali cinta diberikan, cinta berlipat ganda. Dan itulah keajaibannya.

Hari ini Gereja merayakan pesta Corpus Christi, hari raya Tubuh dan Darah Kristus. Tubuh dan Darah Kristus, atau hanya disebut Ekaristi, adalah misteri Gereja yang terbesar dan terdalam, dan pada saat yang sama juga paling sulit untuk dipahami serta dipercaya.

Tapi itu karena misteri kasih Tuhan bagi kita yang tentunya di luar pemahaman dan pemahaman kita.

Apa yang terjadi pada mukjizat penggandaan roti dan ikan terjadi pada setiap Misa. Roti dan anggur diberkati dan disucikan dan menjadi Tubuh dan Darah Kristus.

Ya, ini terjadi di setiap Misa. Dan seperti yang dikatakan, situasi akan terus berulang sampai kita mengambil pelajaran darinya.

Dan bagi mereka yang percaya, tidak perlu penjelasan. Tetapi bagi mereka yang tidak percaya, maka tidak ada penjelasan yang mungkin.

Dalam waktu lima hari, Gereja akan merayakan Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus. Jadi pesta Corpus Christi mempersiapkan kita untuk bertemu dengan Hati Kristus.

Karena Tubuh Kristus yang kita terima dalam Perjamuan Kudus tidak lain adalah Hati Kudus Yesus, berkat Tuhan yang paling dalam.

Dan itulah mengapa dalam menerima Tubuh Kristus, yaitu Hati Kristus, kita harus membuat tindakan iman itu – kita harus mengatakan “Amin.”

Dalam melakukannya, kami juga meminta Yesus untuk membuat hati kami seperti hati-Nya, sehingga cinta kita dapat berlipat ganda untuk memberi makan kelaparan dunia.

Itulah pelajaran yang harus terus kita pelajari di setiap Ekaristi. 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 

 
Antifon Komuni (Yoh 6:56)

Siapa yang makan Daging-Ku dan minum Darah-Ku, tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, sabda Tuhan.

Whoever east my flesh and drinks my blood remains in me and I in him, says the Lord.

Qui manducat carnem meam, et bibit sanguinem meum, in me manet, et ego in eo, dicit Dominus.
 
Madah Ekaristi: Adoro te devote (PS 560 Allah yang tersamar)