| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Minggu, 27 Februari 2022 Hari Minggu Biasa VIII

Minggu, 27 Februari 2022
Hari Minggu Biasa VIII

Kasih itu murah hati karena ia membalas yang jahat dengan kemurahan hati yang limpah. (St. Gregorius Agung)

Antifon Pembuka (Mzm 18:19-20)
    
Tuhan menjadi sandaranku. Ia membawa aku keluar ke tempat lapang. Ia menyelamatkan aku karena Ia berkenan kepadaku.
    
Factus est Dominus protector meus, et eduxit me in latitudinem: salvum me fecit, quoniam voluit me.
   
Doa Pagi

Ya Allah, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau memberi jaminan hidup kepada siapa pun yang mengutamakan terwujudnya Kerajaan-Mu dan kebenarannya. Kami mohon, semoga kehendak-Mu itu menjadi satu-satunya pegangan hidup kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.      
  
Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (27:4-7)
  
"Jangan memuji seseorang sebelum ia berbicara."
  
Kalau ayakan digoyang-goyangkan, maka sampahlah yang tinggal. Demikian pula keburukan manusia tinggal dalam bicaranya. Perapian menguji periuk belanga penjunan, tetapi ujian terhadap manusia terletak dalam bicaranya. Nilai ladang ditampakkan oleh buah pohon yang tumbuh di situ, demikian pula bicara orang menyatakaan isi hatinya. 
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 829 
Ref. Aku hendak memuji nama-Mu, ya Tuhan, selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 92:2-3, 13-14, 15-16)
1. Sungguh baik menyanyikan syukur kepada Tuhan, dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, yang maha tinggi, memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaanMu di waktu malam.
2. Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita.
3. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batuku, dan tidak ada kecurangan pada-Nya.
  
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1Kor 15:54-58)
 
"Ia telah memberi kita kemenangan berkat Yesus Kristus."
 
Saudara-saudara, sesudah hal-hal yang dapat binasa mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah Firman Tuhan: ”Maut telah ditelan dalam kemenangan! Hai maut, di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? Sengat maut adalah dosa, dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberi kita kemenangan berkat Yesus Kristus, Tuhan kita.” Karena itu, Saudara-saudaraku yang terkasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
  
Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya.
Ayat. (Flp 2:15-16)
Kamu bercahaya seperti bintang-bintang bila kamu berpegang pada Sabda Kehidupan
 
Inilah Injil Suci menurut Lukas (6:39-45)
 
"Yang diucapkan mulut meluap dari hati."
    
Sekali peristiwa Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, "Dapatkah seorang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lubang? Seorang murid tidak melebihi gurunya, tetapi orang yang telah tamat pelajarannya akan menjadi sama dengan gurunya. Mengapakah engkau melihat selumbar dalam mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? Bagaimana mungkin engkau berkata kepada saudaramu, 'Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar dalam matamu', padahal balok yang dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu. Tidak ada pohon baik yang menghasilkan buah yang tidak baik. Dan juga tidak ada pohon tidak baik yang menghasilkan buah baik. Sebab setiap pohon dikenal dari buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara, dan dari duri-duri orang tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hati yang baik. Tetapi orang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan hati-Nya yang jahat. Sebab yang diucapkan mulut meluap dari hati."
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan

Mari kita mulai dengan teka-teki: apa yang memiliki kata-kata tetapi tidak berbicara? - Buku.

Apa yang memiliki kata-kata tetapi tidak ada yang membaca? – Syarat dan ketentuan, biasanya dalam cetakan kecil (mungkin mereka tidak ingin kita membacanya)

Juga dikatakan bahwa tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata. Tentu saja kita menganggap bahwa itu adalah tindakan yang membangun. Namun bagi kita yang seorang pengemudi, kita juga tahu bahwa di jalan, beberapa gerakan tangan yang dilakukan dengan jari bisa berarti kata-kata yang sangat tidak sopan.

Apa yang memiliki kata-kata tetapi tidak ada yang mau mendengar – orang yang marah. Lidah memang tidak bertulang tapi bisa mematahkan hati. Dan lidah orang yang sedang marah dapat menyebabkan serangan jantung, bagi yang mendengarkan dan bahkan mungkin bagi yang menggunakannya.

Kecenderungannya adalah kita menggunakan kata-kata buruk untuk mengungkapkan perasaan marah dan pahit kita. Dan ada kalanya persediaan kata-kata makian yang tersedia tidak efisien untuk memenuhi tuntutan kita. Oh ya, kita memiliki hari-hari seperti itu.

Tetapi suasana hati yang buruk dan emosi yang tidak stabil tidak pernah menjadi alasan untuk mengutuk dan menggunakan kata-kata yang kejam. Dan bahkan jika kita menyesalinya nanti, kita tidak bisa begitu saja mengabaikannya dengan "Saya tidak bermaksud mengatakan itu". Tidak. Kita bersungguh-sungguh dengan apa yang kami katakan. Hanya saja pada saat itu, kita tidak bisa mengendalikannya dan kita membiarkannya terbang dari mulut kita sebelum merasakan kata-kata itu.

Masalahnya, kita tidak akan pernah tahu berapa lama kata-kata kita akan tinggal di hati seseorang, bahkan lama setelah kita lupa bahwa kita mengatakannya, apakah itu lebih baik atau lebih buruk.
   
Dari sini, kita diingatkan akan pelajaran hidup. Salah satunya adalah kita harus mengendalikan lidah kita ketika hati kita sedang pahit. Tentu saja, diam lebih baik daripada kata-kata marah.
 
Ucapan, entah baik atau tidak, hanyalah ungkapan dari suatu sumber. Sumber kata-kata kita tidak lain adalah hati kita.

Dan itulah mengapa Yesus berkata dalam perikop Injil hari ini bahwa "Yang diucapkan mulut meluap dari hati."

Dan itulah mengapa kata-kata bisa menyembuhkan atau menyakiti. Itu dari satu hati ke hati yang lain. Hanya hati yang bisa menyembuhkan hati yang lain, dan hati yang bisa mematahkan hati yang lain, dengan ucapan yang mengalir dari hati.

Seperti yang Yesus katakan, "
Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hati yang baik. Tetapi orang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan hati-Nya yang jahat. Sebab yang diucapkan mulut meluap dari hati." 
 
Hari ini, Yesus berbicara tentang apa yang tersimpan di dalam hati kita. Dia mengingatkan kita bahwa hati kita diciptakan untuk menjadi baik, karena hati kita diciptakan oleh Tuhan.

Yesus ingin membersihkan hati kita dari semua sampah yang terperangkap dalam jebakan hati kita.

Yesus ingin membersihkan dan menyembuhkan hati kita dan menjadikannya tempat penyimpanan kebaikan. Yesus ingin membuat hati kita seperti hati-Nya.

Ada banyak cara agar kita membiarkan Dia membersihkan hati kita. Salah satu caranya adalah melalui doa. Atau melalui Devosi kepada Hati Kudus.
 
Yesus ingin membersihkan dan menyembuhkan hati kita dengan darah-Nya dan air pembersih yang mengalir dari hati-Nya.
 
Semoga kita membiarkan Yesus mengisi hati kita dengan kasih-Nya, sehingga dari apa yang memenuhi hati kita, mulut kita akan mengucap syukur dan memuji, dan mewartakan Kabar Baik tentang kasih Tuhan kepada orang lain..
[RENUNGAN PAGI]

Baca homili panjang Minggu Biasa VIII di lumenchristi.id klik disini. Kami mengucapkan terima kasih anda telah rutin membaca renungan di renunganpagi.id. Tuhan memberkati. 
 
 
 
"Sekali lagi perdamaian semua terancam oleh kepentingan partisan. Saya ingin mengimbau mereka yang memiliki tanggung jawab politik untuk memeriksa hati nurani mereka dengan serius di hadapan Tuhan....Saya mengundang semua orang pada 2 Maret, Rabu Abu, Hari Puasa untuk Perdamaian. Saya mendorong orang beriman dengan cara khusus untuk mendedikasikan diri mereka secara intens untuk berdoa dan berpuasa pada hari itu. Semoga Ratu Perdamaian melestarikan dunia dari kegilaan perang". (Paus Fransiskus, 23 Februari 2022)
 
INFORMASI
 
RABU ABU, 02 Maret 2022 adalah Hari Puasa dan Pantang, juga Hari Puasa untuk Perdamaian.

1. KETENTUAN

Sesuai dengan Kitab Hukum Kanonik kanon 1249 bahwa semua umat beriman kristiani wajib menurut cara masing-masing melakukan tobat demi hukum ilahi; tetapi agar mereka semua bersatu dalam suatu pelaksanaan tobat bersama, ditentukan hari-hari tobat, di mana umat beriman kristiani secara khusus meluangkan waktu untuk berdoa, menjalankan karya kesalehan dan amal kasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dan terutama dengan berpuasa dan berpantang menurut norma kanon-kanon berikut :

Kanon 1250 – Hari dan waktu tobat dalam seluruh Gereja ialah setiap hari Jumat sepanjang tahun, dan juga masa prapaskah.

Kanon 1251 – Pantang makan daging atau makan lain menurut ketentuan Konferensi Para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, memperingati sengsara dan wafat Tuhan kita Yesus Kristus.

Kanon 1252 – Peraturan pantang mengikat mereka yang telah berumur genap empat belas tahun; sedangkan peraturan puasa mengikat semua yang berusia dewasa sampai awal tahun ke enampuluh; namun para gembala jiwa dan orang tua hendaknya berusaha agar juga mereka, yang karena usianya masih kurang tidak terikat wajib puasa dan pantang, dibina ke arah cita-rasa tobat yang sejati.


2. PETUNJUK

a. Masa Puasa dan Pantang sebagai hari tobat berlangsung mulai hari Rabu Abu, tanggal 2 Maret 2022 sampai dengan Jumat Agung, tanggal 15 April 2022.
Hari Puasa: tanggal 2 Maret 2022 dan 15 April 2022
Hari Pantang tahun 2022: Hari Rabu Abu dan 6 hari Jumat selama masa Puasa dan pantang. 
Jumat, 25 Maret 2022 adalah Hari Raya Kabar Sukacita perhatikan Kanon 1251. 

b. Pantang berarti tidak makan makanan tertentu yang menjadi kesukaannya dan juga tidak melakukan kebiasaan buruk, misalnya: marah, boros, dsb. Dan lebih mengutamakan dan memperbanyak perbuatan baik bagi sesama.

c. Puasa berarti makan kenyang tidak lebih dari satu kali dalam sehari

3. CARA MEWUJUDKAN PERTOBATAN

a. Doa

Selama masa Prapaskah hendaknya menjadi hari-hari istimewa untuk meningkatkan semangat berdoa, mendekatkan diri kepada Tuhan dengan tekun mendengarkan dan merenungkan sabda Tuhan serta melaksanakannya dengan setia.

b. Karya amal kasih

Pantang dan puasa selayaknya dilanjutkan dengan perbuatan amal kasih yakni membantu sesama yang menderita dan berkekurangan. Kami mengajak Anda sekalian untuk melakukan aksi nyata amal kasih baik pribadi maupun bersama-sama di lingkungan maupun wilayah.

c. Penyangkalan diri

Dengan berpantang dan berpuasa sesungguhnya kita meneladan Kristus yang rela menderita demi keselamatan kita. Kita mengatur kembali pola hidup dan tingkah laku sehari-hari agar semakin menyerupai Kristus.

4. HIMBAUAN

Selama masa Prapaskah, apabila akan melangsungkan perkawinan hendaknya memperhatikan masa tobat. Dalam keadaan terpaksa seyogyanya pesta dan keramaian ditunda.



Antifon Komuni (Mzm 13:6)
 
Aku mau menyanyi bagi Tuhan, karena Ia telah berbuat baik kepadaku. Aku mau bermazmur bagi nama Tuhan Yang Mahatinggi.


 

Chiesa di San Vitale, sebuah gereja bergaya Romawi yang berasal dari abad kedua belas
Credit: istock.com/Flavio Vallenari

Sabtu, 26 Februari 2022 Hari Biasa Pekan VII

 

Sabtu, 26 Februari 2022
Hari Biasa Pekan VII
  
“Terang matahari yang kita lihat dengan mata badani mengibaratkan Surya Kebenaran yang kita lihat secara rohani” (St. Gregorius Agrigentinus)
  
Antifon Pembuka (Mzm 141:2)
  
Semoga doaku membubung ke hadirat-Mu bagaikan dupa dan tangan yang kutadahkan bagaikan kurban senja.
 
Doa Pagi
   
Allah Bapa sumber iman kepercayaan, urapilah kami dengan nama Yesus Putra-Mu, dan teguhkanlah iman kami akan Dikau berkat Dia yang menjadi pengantara kami. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus,  Allah, sepanjang segala masa. Amin.
         
Bacaan dari Surat Rasul Yakobus (5:13-20)
 
"Doa tekun seorang jujur amat sakti." 
   
Saudara-saudara, kalau di antara kalian ada yang menderita, baiklah ia berdoa. Kalau ada yang bergembira, baiklah ia menyanyi. Kalau di antara kalian ada yang sakit, baiklah ia memanggil penatua, supaya mereka mendoakan dia serta mengurapinya dengan minyak demi nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan si sakit dan Tuhan akan membangunkan dia. Dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Karena itu hendaklah kalian saling mengaku dosa dan saling mendoakan, supaya kalian sembuh. Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Elia adalah manusia biasa sama seperti kita! Ketika ia bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, maka hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun enam bulan. Lalu ia berdoa pula, dan langit menurunkan hujan, dan bumi pun mengeluarkan hasilnya. Saudara-saudara, jika ada di antara kalian yang menyimpang dari kebenaran, dan ada orang yang mau mengantarkan dia berbalik, ketahuilah, barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Semoga doaku membubung ke hadapan-Mu, ya Tuhan, bagaikan dupa.
Ayat. (Mzm 141:1-2.3.8)
1. Ya Tuhan, aku berseru kepada-Mu, datanglah segera kepadaku, dengarkanlah suaraku, di kala aku berseru kepada-Mu! Bagi-Mu biarlah doaku seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang tengadah menjadi seperti kurban petang.
2. Awasilah mulutku, ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku! Tetapi kepada-Mulah mataku tertuju, ya Allah, Tuhanku; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.
           

Inilah Injil Suci menurut Markus (10:13-16)
 
"Barangsiapa tidak menerima kerajaan Allah seperti anak-anak ini, tidak akan masuk ke dalamnya."
  
Sekali peristiwa orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus supaya Ia menjamah mereka. Tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Melihat itu, Yesus marah dan berkata kepada mereka, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku! Jangan menghalang-halangi mereka! Sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sungguh, barangsiapa tidak menerima Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” Kemudian Yesus memeluk anak-anak itu, meletakkan tangan ke atas mereka dan memberkati mereka.
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan


Doa adalah inti dari setiap orang Kristen. Berdoa bukanlah pilihan bagi orang Kristen tetapi itu seperti sebuah perintah.

Karena doa bukan hanya untuk berkomunikasi dengan Tuhan tetapi untuk bersekutu dengan Tuhan. Cara lain untuk mengatakannya adalah bahwa doa adalah hubungan dengan Tuhan.
 
Tentu saja doa orang baik yang tulus bekerja sangat kuat, seperti ketika nabi Elia berdoa dengan keras dan tidak ada hujan selama tiga setengah tahun, dan kemudian dia berdoa lagi dan langit memberi hujan.

Tapi bukan hanya doa orang dewasa yang akan didengar. Doa anak-anak juga akan didengar meskipun kita mungkin bertanya-tanya seberapa banyak anak-anak memahami apa yang mereka katakan.

Namun dalam Mazmur 8:1-3 dikatakan ini: "Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam."

Begitulah kekuatan doa anak-anak. Tetapi mereka tidak akan tahu bagaimana berdoa jika tidak ada yang mengajari mereka. Mereka tidak akan tahu bagaimana berdoa jika mereka belum pernah mendengar tentang doa sebelumnya.

Jadi mari kita ajari anak-anak muda bagaimana berdoa. Itu akan menjadi hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk generasi berikutnya.
 
 
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak/Ibu/Saudara/i yang telah mendukung pelayanan kami baik melalui doa maupun donasi. Tuhan memberkati.
  
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id klik di sini

 
 Saudara-saudari terkasih, saat eskalasi berlanjut di Ukraina, di mana Rusia mengerahkan pasukan ke Ukraina, yang juga menyerang tempat-tempat di mana warga sipil tinggal, marilah kita berdoa agar melalui perantaraan Perawan Maria dapat membawa kedamaian. Pangeran Yaroslav yang Bijaksana menguduskan Kyivan Rus kepada Perawan Maria pada tahun 1037. Beberapa sumber mengklaim bahwa ia adalah penguasa pertama yang mendedikasikan sebuah bangsa Eropa kepada Bunda Perawan Allah. Paus Fransiskus juga meminta kita semua untuk berdoa dan berpuasa bagi perdamaian di Ukraina pada Rabu Abu, 2 Maret 2022.
  
"Sub tuum" atau "Di bawah perlindunganmu" adalah doa tertua yang dilestarikan kepada Perawan Maria. Ditelusuri oleh para sarjana modern hingga abad ketiga, ini adalah doa yang sangat disukai baik di Gereja Katolik maupun Ortodoks.
 
Di bawah perlindunganmu kami bernaung
Ya Bunda Allah yang kudus
Janganlah menolak permohonan kami yang dirundung nestapa
Tetapi bebaskanlah kami selalu dari segala mara bahaya
 
Ya Perawan yang mulia dan terberkati!
Ya Ratu kami
Ya Perantara kami
Ya Pelindung kami

Sudilah mendamaikan kami dengan Putramu
Sudilah mendukung kami di hadapan Putramu
Sudilah membela kami di hadapan Putramu
 
Doakanlah kami, ya Bunda Allah yang kudus.
Agar kami pantas mendapatkan janji Kristus.
Amin.
 
 
 
Antifon Komuni (Mzm 103:8)
 
Tuhan itu pengasih dan penyayang, lambat akan marah dan penuh kasih setia. 
  
Credit: freedom007/istock.com

 

 

 

Doa Malam
  
Ya Allah, kami bersyukur karena kami telah Kaupangil masuk ke dalam kerajaanMu berkat Yesus Putra-Mu terkasih. Kami mohon, berilah kami kebebasan sebagai putra dan putri-Mu, agar akhirnya menemukan kedamaian sejati. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin. 
  
RENUNGAN PAGI

Jumat, 25 Februari 2022 Hari Biasa Pekan VII

 

Jumat, 25 Februari 2022
Hari Biasa Pekan VII

Dengan salib, Yesus telah membebaskan kita dari tirani iblis yang telah mengantar kita ke dalam dosa (St. Yohanes Maria Vianey)

Antifon Pembuka (Mzm 103:1-2)

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

Doa Pagi

Allah Bapa yang maha pengasih, Engkau telah menciptakan manusia dan alam semesta dengan cinta kasih-Mu. Singkirkanlah ketegaran dan kesombongan kami agar benih-benih cinta kasih yang telah Kautanam dalam hati kami dapat berkembang dan berbuah. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  

Bacaan dari Surat Rasul Yakobus (5:9-12) 
 
"Hakim telah berdiri di ambang pintu."
  
Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan. Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = a, 4/4, PS 823
Ref. Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim
Ayat. (Mzm 103:1-2.3-4.8-9.11-12)
1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, jangan lupa akan segala kebaikannya!
2. Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!
3. Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak pernah Ia murka, dan tidak selamanya Ia mendendam.
4. Sejauh timur dari barat, demikianlah besar kasih setia Tuhan atas orang-orang yang takut akan Dia! Sejauh timur dari barat, demikianlah pelanggaran-pelanggaran kita dibuang-Nya.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali
Ayat.
Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran. Alleluya.

Inilah Injil Suci menurut Markus (10:1-12) 
 
"Yang dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia."
 
Pada suatu hari Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang Sungai Yordan. Di situ orang banyak datang mengerumuni Dia, dan seperti biasa Yesus mengajar mereka. Maka datanglah orang-orang Farisi hendak mencobai Yesus. Mereka bertanya, “Bolehkah seorang suami menceraikan isterinya?” Tetapi Yesus menjawab kepada mereka, “Apa perintah Musa kepadamu?” Mereka menjawab, “Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.” Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Karena ketegaran hatimulah Musa menulis perintah untukmu. Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka pria dan wanita; karena itu pria meninggalkan ibu bapanya dan bersatu dengan isterinya. Keduanya lalu menjadi satu daging. Mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia.” Setelah mereka tiba di rumah, Para murid bertanya pula tentang hal itu kepada Yesus. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan wanita lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika isteri menceraikan suaminya lalu kawin dengan pria yang lain, ia berbuat zinah.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)



Renungan

 
 
Tujuan dari mengeluh biasanya tidak memiliki maksud yang baik untuk itu.
   
Kita mengeluh ketika kita tidak senang tentang suatu hal atau tentang orang lain.

Tetapi sebanyak yang kita pikirkan bahwa dengan mengeluh, kita menunjukkan kegagalan dan sisi negatif orang lain, kita mungkin tidak menyadari bahwa mengeluh mengungkapkan banyak hal tentang diri kita sendiri.

Lebih sering daripada tidak, itu karena kita tidak dapat melakukan apa pun tentang situasi atau orang yang tidak kita sukai sehingga kita memiliki jalan untuk mengeluh.

Tetapi hasilnya tidak banyak berubah, dan bahkan jika ada perubahan, itu hanya perubahan sementara dan lahiriah. Tidak ada yang banyak berubah secara internal jika tidak ada realisasi di dalam.

Bacaan pertama mendesak kita bahwa alih-alih mengeluh satu sama lain, kita berbalik untuk melihat hamba-hamba Allah dan belajar ketekunan dan kesabaran dari mereka, sehingga kita akan memahami tujuan Tuhan dan menyadari bahwa Tuhan itu baik dan penuh kasih.

Dan di dalam Injil, ketika orang-orang Farisi mendekati Yesus dan menanyakan pertanyaan itu tentang apakah seorang laki-laki menceraikan istrinya adalah melanggar hukum, kita mengalihkan pikiran dan refleksi kita tentang kehidupan perkawinan.

Tak bisa disangkal bahwa pasangan sering mengeluh satu sama lain dan ada banyak lelucon tentang pernikahan, tetapi pasangan juga perlu belajar daya tahan dan kesabaran.

Dan bukan hanya pasangan, tetapi juga kita semua. Kita perlu belajar ketekunan dan kesabaran ketika kita bertemu dengan situasi yang membuat frustrasi dan orang-orang yang menjengkelkan sehingga kita akan memahami tujuan Tuhan dan menyadari bahwa Tuhan itu baik dan penuh kasih.   
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id klik di sini
 
  Dewan Konferensi Waligereja Eropa: "Kita harus bertindak bersama dan dengan tekad untuk segera mengakhiri agresi Rusia dan melakukan segala yang mungkin untuk melindungi wanita, pria, dan anak-anak yang tidak bersalah. Demi Tuhan, hentikan sekarang!
 
The Council of European Bishops' Conferences: "We must act together and with determination to put an immediate end to Russian aggression and do everything possible to protect innocent women, men and children. In the name of God stop now!
  
 
 
 
RENUNGAN PAGI

Kamis, 24 Februari 2022 Hari Biasa Pekan VII

 

Kamis, 24 Februari 2022
Hari Biasa Pekan VII
 
"Dalam Yesus segala sesuatu memiliki jawaban. Tanpa Dia - hanya kekosongan besar." (St. Padre Pio dari Pietrelcina)

Antifon Pembuka

Barangsiapa memberi kalian minum air secangkir, karena kalian adalah pengikut Kristus, ia takkan kehilangan ganjarannya.
 
Doa Pagi

Allah Bapa Mahamulia, ajarilah kami memperoleh kekayaan sejati dengan Sabda Yesus, saksi-Mu yang asli. Jadikanlah kami miskin terdorong oleh Roh Kudus, agar dapat memasuki kerajaan-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.               
  
Bacaan dari Surat Rasul Yakobus (5:1-6)
 
"Upah para buruh yang ditahan, berteriak-teriak, dan teriakan itu sampai ke telinga Tuhan."   
 
Hai kalian orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kalian. Kekayaanmu sudah membusuk dan pakaianmu sudah dimakan ngengat. Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kalian, dan akan makan dagingmu seperti api. Kalian telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena kalian telah menahan upah para buruh, yang telah menuai hasil ladangmu. Dan keluhan mereka yang menyabit panenmu telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam. Kalian telah hidup dalam kemewahan dan berfoya-foya di bumi. Kalian telah memuaskan hati sama seperti pada hari pembantaian. Kalian telah menghukum, bahkan membunuh orang jujur, dan ia tidak dapat melawan kalian.
Demikianlah sabda Tuhan.
U Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, sebab merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Ayat. (Mzm 49:14-15ab,15cd-16,17-18,19-20)
1. Inilah jalan orang-orang yang mengandalkan dirinya sendiri, ajal orang-orang yang bangga akan perkataannya sendiri. Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati; gembalanya ialah maut;
2. Mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka. Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku.
3. Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah, sebab pada waktu mati semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.
4. Sekalipun pada masa hidupnya ia menganggap dirinya berbahagia, sekalipun orang menyanjungnya karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri, namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Sambutlah sabda Tuhan, bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagai sabda Allah.
      
Inilah Injil Suci menurut Markus (9:41-50)
           
"Lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk dalam kehidupan, daripada dengan kedua belah tangan masuk dalam api yang tak terpadamkan." 
      
Pada suatu hari berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, "Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya." "Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam. Karena setiap orang akan digarami dengan api. Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

  
Renungan


Banyak yang telah dikatakan tentang kekayaan, dan masih banyak lagi yang dapat dikatakan tentang kekayaan.

Dan agar adil, kita harus berbicara tentang kedua sisi kekayaan.

Kekayaan bisa menjadi hasil kerja keras dan tabungan yang bijaksana serta investasi yang baik.

Tetapi kekayaan juga bisa menjadi hasil dari keserakahan dan ketidakjujuran, dengan juga percikan kekikiran yang dilontarkan.

Bagaimanapun caranya, kekayaan berdiri sebagai objek netral. Pertanyaannya adalah sikap terhadapnya yang membangkitkan minat di baliknya.

Bacaan pertama mencambuk orang kaya dengan memberi tahu mereka bahwa mereka dapat mulai menangis untuk kesengsaraan yang akan datang. Karena kekayaan mereka membusuk, pakaian mereka digerogoti, emas dan perak mereka berkarat.

Tetapi itu karena kekayaan mereka diperoleh melalui ketidakadilan dan penindasan - mereka menipu pekerja mereka, menahan upah para penuai, mengutuk orang yang tidak bersalah.

Kekayaan membuat mereka berpikir bahwa mereka memiliki kekuatan dan hak dan tidak ada yang berani melawan mereka. Tapi waktu perhitungan akan datang.
 
Bagaimanapun, kekayaan tidak terdiri dari memiliki banyak harta, tetapi memiliki sedikit keinginan. Yang kita inginkan, yang kita butuhkan hanyalah Yesus. Sisanya bersifat sementara dan pada akhirnya akan berlalu. Tetapi Yesus akan menjadi upah kekal kita.
 
Renungan lainnya berdasarkan penanggalan liturgi hari ini juga tersedia di lumenchristi.id klik tautan ini
Terima kasih atas kunjungan anda di renunganpagi.id
 
Doa Malam

Bapa, terimalah persembahan hidupku. Semoga segala usaha dan karyaku hari ini, yakni untuk berdamai dengan diri sendiri maupun dengan sesama berkenan kepada-Mu. Bila ada kekurangan, sudilah Engkau mengampuniku. Engkaulah Allah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.

RENUNGAN PAGI

Rabu, 23 Februari 2022 Peringatan Wajib St. Polikarpus, Uskup dan Martir

Rabu, 23 Februari 2022
Peringatan Wajib St. Polikarpus, Uskup dan Martir

“Delapan puluh enam tahun aku mengabdi Kristus, tak pernah ia menyakiti aku sedikit pun juga.” (St. Polikarpus)

Antifon Pembuka (Sir 5:7)

Inilah martir sejati, yang bersedia menumpahkan darah membela nama Kristus. Ia tidak takut terhadap ancaman di pengadilan. Kerajaan Surga kini menjadi miliknya.

Doa Pagi

Allah Bapa kami, Pencipta alam semesta, Santo Polikarpus, uskup-Mu, Kaumuliakan menjadi martir. Semoga berkat doa permohonannya kami memperoleh bagian dalam piala Kristus dan bangkit pula bagi kehidupan kekal. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.     
     
Bacaan dari Surat Rasul Yakobus (4:13-17)
 
Saudara-saudara terkasih, ada di antara kamu yang berkata, "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, sebab merekalah yang empunya Kerajaan Surga
Ayat. (Mzm 49:2-3.6-7.8-10.11)
1. Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian, pasanglah telinga, hai semua penduduk dunia, baik yang hina maupun yang mulia, baik yang kaya maupun yang miskin!
2. Mengapa aku takut pada hari-hari celaka pada waktu aku dikepung oleh kejahatan para pengejarku, yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri karena banyaknya kekayaan mereka?
3. Tidak seorang pun dapat membebaskan diri, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya! Terlalu mahallah harga pembebasan nyawanya, dan tidak terjangkau untuk selama-lamanya --- kalau ia ingin hidup abadi dengan tidak melihat liang kubur.
4. Sungguh, ia akan melihat: orang-orang yang mempunyai hikmat itu mati, orang-orang bodoh dan dungu pun semuanya binasa dan meninggalkan harta benda mereka untuk orang lain.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 14:6)
Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan, sabda Tuhan. Tiada orang sampai kepada Bapa, tanpa melalui Aku. Alleluya.

Inilah Injil Suci menurut Markus (9:38-40)  
    
Pada suatu hari Yohanes berkata kepada Yesus, “Guru, kami melihat seorang yang bukan pengikut kita, mengusir setan demi nama-Mu. Lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Tetapi Yesus berkata, “Janganlah kalian cegah dia! Sebab tak seorang pun yang telah mengadakan mukjizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia memihak kita.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan
  
Hari ini kita merayakan peringatan wajib St. Polikarpus, seorang uskup suci yang terkenal dan hamba Allah, seorang murid Tuhan yang setia dan saksi kebenaran-Nya, dan juga seorang martir iman yang berani dan berani. St Polikarpus dianggap sebagai salah satu dari tiga Bapa Apostolik yang paling penting, para pemimpin Gereja awal dan penerus para Rasul, bersama dengan Paus St Klemens dan St Ignatius dari Antiokhia. St Polikarpus adalah salah satu bapa Gereja paling awal yang banyak menulis dan membantu menegakkan tradisi suci Gereja.
 
  Dia berdedikasi dalam pekerjaannya, dan dalam pelayanannya kepada orang-orang setia yang dipercayakan di bawah asuhannya. St. Polikarpus mengabdikan hidupnya untuk melayani Tuhan dan umat-Nya, dengan sungguh-sungguh sehingga bahkan melalui masa-masa sulit penganiayaan dan penentangan terhadap Gereja dan umat beriman, ia memimpin mereka semua melalui saat-saat sulit dan menantang itu. St Polikarpus tetap setia pada imannya kepada Tuhan dan mengabdikan hidupnya untuk pelayanan-Nya.
 
  Saudara dan saudari dalam Kristus, hari ini kita dipanggil untuk merenungkan hidup kita sendiri, tentang apa yang dapat kita lakukan sendiri untuk memberikan hidup kita dalam komitmen kepada Allah, untuk melayani Dia dan untuk mengasihi Dia sepanjang hidup kita, bahkan seperti yang kita sadari konsekuensi dan tantangan yang menunggu kita jika kita memutuskan untuk melakukannya. Mari kita ingat bahwa pada akhirnya, kemuliaan Tuhan dan hidup dan berkat-Nya yang kekal akan menjadi milik kita, jika kita bertahan dan menang melalui momen yang penuh tantangan ini.
 
Semoga Tuhan terus membimbing kita semua, dan melalui perantaraan St. Polikarpus, dan orang-orang kudus lainnya, semoga kita semakin dekat dengan Tuhan. Amin.
 
Apabila bapak/ibu/saudara/i ingin membaca renungan lainnya di lumenchristi.id klik disini.  

Antifon Komuni (Yoh 15:16)

Bukannya kalian yang memilih Aku, tetapi Aku yang memilih kalian. Kalian telah Kutetapkan agar pergi dan berhasil dan agar hasilmu tinggal tetap.


Credit: PaoloGaetano/istock.com

  

RENUNGAN PAGI

 

Selasa, 22 Februari 2022 Pesta Takhta St. Petrus, Rasul

 

Selasa, 22 Februari 2022
Pesta Takhta St. Petrus, Rasul

“Dari seluruh dunia hanya seorang, yaitu Petrus telah dipilih untuk mengetuai panggilan para bangsa, semua rasul dan para Bapa Gereja” (St. Leo Agung)
 

Antifon Pembuka (Luk 22:32)

Tuhan bersabda kepada Simon Petrus, "Aku sudah berdoa bagimu, hai Simon supaya imanmu jangan luntur dan supaya engkau setelah bertobat meneguhkan saudara-saudaramu."

The Lord says to Simon Peter: I have prayed for you that your faith may not fail, and, once you have turned back, strengthen your brothers. 
  
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan 
  
Doa Pagi

Allah Bapa Mahakuasa, Engkau telah mendirikan Gereja-Mu di atas wadas, dan mendasari iman kami dengan pengakuan iman para rasul. Kami mohon, selamatkanlah kami dan jangan sampai Gereja-Mu digoncangkan oleh kekuatan apa pun. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus (5:1-4)
  
  
"Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu."
   
Saudara-saudara yang terkasih, sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak, aku menasihati para penatua di antara kamu: Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan terpaksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
 
Mazmur Tanggapan, do = d, 3/2, 2,4, PS 849/646
Ref. Tuhanlah gembalaku, tak'kan kekurangan aku
Ayat. (Mzm 23:1-3.3b-4.5.6; Ul: 1)
1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: 'ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. 'Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
2. Sekalipun aku harus berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3. Kausiapkan hidangan bagiku di hadapan lawanku. Kauurapi kepalaku dengan minyak dan pialaku melimpah.
4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu sepanjang umur hidupku. Aku akan diam di rumah Tuhan sekarang dan senantiasa.

Bait Pengantar Injil, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 16:18)
Engkau adalah Petrus, di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya.

Inilah Injil Suci menurut Matius (16:13-19)
   
"Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan Gereja-Ku."
  
Sekali peristiwa Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka, “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang mengatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan Gereja-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga, dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan
  
Kursi Santo Petrus, juga dikenal sebagai Takhta Santo Petrus, adalah sebuah singgasana kayu, terbungkus perunggu, yang secara fisik berada di Basilika Santo Petrus di Kota Vatikan. Pada dasarnya itu adalah kursi yang rumit.

Namun ada makna simbolis yang mendalam di kursi tersebut. Kursi itu digambarkan sebagai "simbol misi khusus Petrus dan Penerusnya untuk menggembalakan kawanan domba Kristus, menjaganya tetap bersatu dalam iman dan dalam kasih." (Paus Benediktus XVI)

Ini adalah misi yang dipercayakan kepada Petrus, seperti yang kita dengar dalam Injil, dan bukan hanya kepada Petrus tetapi juga kepada para penerusnya.

Oleh karena itu pesta ini juga menelusuri suksesi Apostolik bagi Gereja universal saat ini sampai ke Petrus. Dalam pengertian itu, Paus Fransiskus disebut sebagai penerus St. Petrus, dan ia mewarisi otoritas apostolik yang sama yang diberikan kepada St. Petrus.

Dan wewenang ini harus digunakan untuk mengajarkan kebenaran dan untuk melayani dengan kerendahan hati, seperti yang kita dengar dalam bacaan pertama, dan juga untuk memelihara kesatuan Gereja sebagai Tubuh Kristus sehingga menjadi tanda keselamatan bagi dunia.

Namun belakangan ini, banyak skandal mengerikan telah mengguncang Gereja hingga ke dasar dan Gereja telah tenggelam jauh ke dalam krisis dengan skandal, ajaran sesat dan perpecahan.

Namun, Pesta Tahta Petrus ini mengingatkan kita bahwa Gereja dibangun di atas batu karang dan gerbang neraka - alam maut tidak akan pernah bisa memusnahkannya.
   
Kita mendapat penghiburan bahwa ini adalah kata-kata Kristus sendiri, yang adalah Kepala Gereja.

Semoga perayaan ini juga membawa berkah bagi Gereja untuk memperkuat iman dan terus melanjutkan misi keselamatan.

Kita juga harus tetap menghidupkan harapan bahwa doa-doa kita akan membawa terang Kristus yang bersinar melalui Gereja di dunia yang gelap.. (Renungan Pagi) 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id klik di sini
 
Description     Mosaico con la scritta "Tu es Petrus et super hanc petram", Basilica di San Pietro (Roma) / izin: CC-BY-SA-2.5 Author:SteO153

 


Antifon Komuni (Bdk. Mat 16:16,18)

Petrus berkata kepada Yesus: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.
Dan Yesus menjawab: Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku.

Peter said to Jesus: You are the Christ, the Son of the living God. And Jesus replied: You are Peter, and upon this rock I will build my Church.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy