| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>

Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang Kemurnian Maria

 

Lauren/flickr (CC BY-NC-ND 2.0)


1. Merupakan dogma iman bahwa Maria selalu perawan baik jiwa maupun raga. Menurut ajaran para Bapa Suci, Maria lebih baik melepaskan martabatnya sebagai Bunda Allah daripada kehilangan keperawanannya. Ketika Malaikat Gabriel muncul membawa berita tentang hak istimewa besar yang akan diterimanya, Maria menjadi takut dan bertanya dengan lemah lembut bagaimana dia bisa menjadi Bunda Allah karena dia telah berjanji untuk selalu tetap perawan. Malaikat meyakinkannya bahwa melalui kuasa Roh Kudus, Firman Tuhan yang kekal akan menjadi daging manusia di dalam dirinya dan menjadi Putranya. Baru kemudian dia menundukkan kepalanya dan menjawab: "Terjadilah padaku menurut perkataanmu." Keperawanan Maria yang abadi dilengkapi dengan kemurniannya dan kekebalan mutlaknya dari dosa. Ketika kita mempertimbangkan dosa apa pun, kata St. Agustinus, Maria harus selalu menjadi satu-satunya pengecualian. (Bdk. De natura et gratia, c. 36) Ia terpelihara bebas dari dosa asal dan memiliki kepenuhan rahmat. Iblis tidak pernah berkuasa atas jiwanya yang tak bernoda. Bahkan noda sedikit pun tidak merusak kemegahan perawannya. Bebas dari nafsu yang telah mengganggu sifat kemanusiaan kita, ia bagaikan bunga bakung seputih salju yang berkilauan di bawah sinar matahari. Kehidupan fananya adalah pendakian terus-menerus menuju puncak kesucian tertinggi. Adalah suatu kesalahan jika kita percaya bahwa hak-hak istimewa luar biasa yang telah Tuhan berikan kepadanya sejak ia dikandung tetap bersifat tetap dan statis seperti warisan yang diperoleh. Sebaliknya, korespondensi hariannya dengan anugerah Tuhan sama luar biasa dengan martabatnya. Perawan Maria yang paling suci adalah teladan yang patut kita tiru. Kita tidak dapat memperoleh hak-hak istimewanya, namun kita harus mencoba dan meniru kerja samanya yang heroik dan terus-menerus dengan karunia-karunia Allah.

Rabu, 08 Mei 2024 Hari Biasa Pekan VI Paskah

 
Rabu, 08 Mei 2024
Hari Biasa Pekan VI Paskah
      
“Menatap Rosario tidak lain adalah menatap wajah Kristus bersama Maria” --- St. Yohanes Paulus II

   
Antifon Pembuka (bdk. Mzm 18(17):30; 21:23)
   
Aku hendak memuji Engkau, ya Tuhan, dan mewartakan nama-Mu kepada saudara-saudaraku. Alleluya.
       
I will praise you, Lord, among the nations; I will tell of your name to my kin, alleluia.
      
Doa Pagi

     
Allah Bapa Maharahim, dengan gembira kami rayakan misteri kebangkitan Putra-Mu. Dengarkanlah doa kami, semoga kami dapat bergembira pula bersama semua orang kudus, bila Kristus datang kembali. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 
Bruges, Belgia - 12 Juni 2014: Lukisan Pentakosta karya J. Garemijn (1750) sebagai bagian dari 14 lukisan misteri Rosario di gereja St Walburga.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (17:15.22-18:1)           
 
"Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberikan kepada kamu."
         
Pada waktu itu terjadilah kerusuhan di kota Berea. Maka Paulus pergi dari sana. Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di kota Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin menyusul Paulus. Di Atena Paulus pergi berdiri di atas Aeropagus dan berkata, “Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia. Ia juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup, nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Dari satu orang saja Allah telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi, dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka serta batas-batas kediaman mereka. Maksudnya supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah serta menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah dikatakan juga oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.” Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberikan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua orang harus bertobat. Karena Allah telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia dengan perantaraan seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan orang itu dari antara orang mati.” Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata, “Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.” Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka. Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan Paulus dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Aeropagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka. Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.  

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati