Hari ini, Gereja memperingati Santa Klara, perawan suci yang dibaktikan kepada Allah, yang dikenang karena iman dan dedikasinya yang besar kepada Allah. Santa Klara lahir di Assisi, tempat yang sama dengan tempat kelahiran santo termasyhur lainnya, Santo Fransiskus dari Assisi. Ia juga tertarik pada ordo yang didirikan oleh Santo Fransiskus dari Assisi, yaitu Ordo Fransiskan. Ia lahir dalam keluarga bangsawan yang kaya, keluarga yang beriman teguh kepada Tuhan, dan Santa Klara beserta para susternya bergabung dalam kehidupan religius, membaktikan hidup mereka kepada Tuhan. Santa Klara mengabdikan dirinya kepada Tuhan dan mengikuti teladan Santo Fransiskus dari Assisi, menjadi salah satu anggota pertama dari sayap perempuan ordo tersebut, yaitu Suster-Suster Klara yang Miskin atau atau Ordo Santa Klara, yang dikenal sesuai nama pendirinya, St. Klara sendiri.
Ketika segalanya diliputi kesunyian dan malam mencapai puncak peredarannya, turunlah Sabda-Mu yang Mahakuasa, ya Tuhan, dari surga, dari singgasana kerajaan. (Keb 18:14-15)
| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |
| Meditasi Antonio Kardinal Bacci |
Lumen Christi | Paus Leo XIV
| Gabung Saluran/Channel WhatsApp RenunganPagi.ID
CARI RENUNGAN
Orang Kudus hari ini: 11 Agustus 2025 St. Klara dari Assisi, Perawan
Hari ini, Gereja memperingati Santa Klara, perawan suci yang dibaktikan kepada Allah, yang dikenang karena iman dan dedikasinya yang besar kepada Allah. Santa Klara lahir di Assisi, tempat yang sama dengan tempat kelahiran santo termasyhur lainnya, Santo Fransiskus dari Assisi. Ia juga tertarik pada ordo yang didirikan oleh Santo Fransiskus dari Assisi, yaitu Ordo Fransiskan. Ia lahir dalam keluarga bangsawan yang kaya, keluarga yang beriman teguh kepada Tuhan, dan Santa Klara beserta para susternya bergabung dalam kehidupan religius, membaktikan hidup mereka kepada Tuhan. Santa Klara mengabdikan dirinya kepada Tuhan dan mengikuti teladan Santo Fransiskus dari Assisi, menjadi salah satu anggota pertama dari sayap perempuan ordo tersebut, yaitu Suster-Suster Klara yang Miskin atau atau Ordo Santa Klara, yang dikenal sesuai nama pendirinya, St. Klara sendiri.
Bacaan Harian: 11 - 17 Agustus 2025
Senin, 11 Agustus 2025: Peringatan Wajib St. Klara, Perawan (P).
Ul. 10:12-22; Mzm. 147:12-13,14-15,19-20; Mat. 17:22-27.
Ul. 10:12-22; Mzm. 147:12-13,14-15,19-20; Mat. 17:22-27.
Selasa, 12 Agustus 2025: Hari Biasa Pekan XIX (H).
Peringatan Fakultatif St. Yohana Fransiska de Chantal
Ul. 31:1-8; MT Ul. 32:3-4a,7,8,9,12; Mat. 18:1-5,10,12-14
Ul. 31:1-8; MT Ul. 32:3-4a,7,8,9,12; Mat. 18:1-5,10,12-14
Rabu, 13 Agustus 2025: Hari Biasa Pekan XIX (H).
Peringatan Fakultatif St Pontianus dan St Hippolitus
Ul. 34:1-12; Mzm. 66:1-3a,5,16-17; Mat. 18:15-20
Ul. 34:1-12; Mzm. 66:1-3a,5,16-17; Mat. 18:15-20
Kamis, 14 Agustus 2025: Peringatan Wajib St. Maximilianus Maria Kolbe, Imam dan Martir (M).
Yos. 3:7-10a;11:13-17; Mzm. 114:1-2,3-4,5-6; Mat. 18:21-19:1
Yos. 3:7-10a;11:13-17; Mzm. 114:1-2,3-4,5-6; Mat. 18:21-19:1
Jumat, 15 Agustus 2025: Hari Biasa Pekan XIX (H).* khusus Indonesia
Peringatan Fakultatif St. Tarsisius * khusus Indonesia
Yos. 24:1-13; Mzm. 136:1-3,16-18,21-22,24; Mat. 19:3-12.
Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga (P). * Khusus luar Indonesia
Why. 11:19a; 12:1,3-6a,10ab; Mzm. 45:10c-12,16; 1Kor. 15:20-26; Luk. 1:39-56
Yos. 24:1-13; Mzm. 136:1-3,16-18,21-22,24; Mat. 19:3-12.
Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga (P). * Khusus luar Indonesia
Why. 11:19a; 12:1,3-6a,10ab; Mzm. 45:10c-12,16; 1Kor. 15:20-26; Luk. 1:39-56
Sabtu, 16 Agustus 2025: Hari Biasa Pekan XIX (H).
Peringatan Fakultatif St. Stefanus dari Hungaria
Yos. 24:14-29; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,11; Mat. 19:13-15
Peringatan Fakultatif St. Stefanus dari Hungaria
Yos. 24:14-29; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,11; Mat. 19:13-15
Minggu, 17 Agustus 2025: Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia (P). *Khusus Indonesia
Sir. 10:1-8; Mzm. 101:1a,2ac, 3a,6-7; 1Ptr. 2:13-17; Mat. 22:15-21
Hari Minggu Biasa XX (H). *Khusus Luar Indonesia
Yer 38:4-6, 8-10; Mzm 40:2, 3, 4, 18; Ibr 12:1-4; Luk 12:49-53
Yer 38:4-6, 8-10; Mzm 40:2, 3, 4, 18; Ibr 12:1-4; Luk 12:49-53
![]() |
| Karya: petekarici/istock.com |
Senin, 11 Agustus 2025 Peringatan Wajib St. Klara dari Assisi, Perawan
Senin, 11 Agustus 2025
Peringatan Wajib St. Klara dari Assisi, Perawan
“Berbahagialah jiwa, yang diperkenankan menghayati hidup ini bersama Kristus.” (Sta. Klara dari Assisi)
Peringatan Wajib St. Klara dari Assisi, Perawan
“Berbahagialah jiwa, yang diperkenankan menghayati hidup ini bersama Kristus.” (Sta. Klara dari Assisi)
Antifon Pembuka
Inilah perawan yang budiman, yang keluar menyongsong Kristus dengan pelita yang bernyala.
Doa Pagi
Allah Bapa yang penuh belas kasih, dalam diri Santa Klara, Engkau telah menumbuhkan cinta akan kemiskinan. Semoga berkat doanya kami mengikuti Kristus dengan semangat kemiskinan, supaya layak memandang Engkau dalam kerajaan surga. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
| Credit: Sidney de Almeida/istock.com |
Bacaan dari Kitab Ulangan (10:12-22)
"Sunatlah hatimu. Tunjukkanlah kasihmu kepada orang asing, sebab kalian pun dahulu orang asing!"
Musa berkata kepada bangsa Israel, “Hai orang Israel, apakah sekarang yang dituntut oleh Tuhan, Allahmu, dari pada kalian? Yang dituntut-Nya tiada lain ialah agar kalian takwa kepada Tuhan, Allahmu, hidup menurut segala peritah-Nya, mengasihi Dia dan beribadah kepada Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati dan segenap jiwamu. Demi kesejahteraanmu hendaknya kalian berpegang teguh pada perintah dan ketetapan Tuhan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini. Sungguh, Tuhan, Allahmulah yang empunya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit, dan bumi dengan segala isinya. Tetapi kepada nenek moyangmulah hati Tuhan terpikat, sehingga Ia mengasihi mereka dan keturunan mereka, yakni kalian, yang dipilih-Nya dari segala bangsa, seperti sekarang ini. Sebab itu sunatlah hatimu dan jangan lagi bertegar hati. Sebab Tuhan, Allahmulah, Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan. Allah yang agung, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap; yang membela hak anak yatim dan janda dan menunjukkan kasih-Nya kepada orang asing dengan memberikan kepadanya makanan dan pakaian. Sebab itu haruslah kalian menunjukkan kasihmu kepada orang asing. Sebab kalian pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. Engkau harus takwa kepada Tuhan, Allahmu. Engkau harus beribadah dan berpaut kepada-Nya, dan demi nama-Nya engkau harus bersumpah. Dialah pokok pujianmu sebab Dialah yang telah melakukan perbuatan-perbuatan besar di tengah-tengahmu seperti yang telah kaulihat sendiri. Hanya tujuh puluh orang nenek moyangmu pergi ke Mesir; tetapi sekarang ini Tuhan, Allahmu, telah membuat engkau banyak seperti bintang-bintang di langit.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Minggu, 10 Agustus 2025 Hari Raya SP Maria Diangkat ke Surga
![]() |
Credit: Michelangelo di Pietro Mencherini |
Minggu, 10 Agustus 2025
Hari Raya SP Maria Diangkat ke Surga
“Mengikuti kemenangan Putranya atas maut, Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya, untuk memerintah di sana sebagai Ratu di sebelah kanan Raja segala abad, tidak dapat mati. (Paus Pius XII)
Hari Raya SP Maria Diangkat ke Surga
“Mengikuti kemenangan Putranya atas maut, Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya, untuk memerintah di sana sebagai Ratu di sebelah kanan Raja segala abad, tidak dapat mati. (Paus Pius XII)
Untuk Anda yang berada di luar negeri silakan gunakan bacaan Minggu Biasa XIX klik tautan ini
Antifon Pembuka (Why 12:1)
Suatu tanda besar tampak di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya, dan mahkota dua belas bintang pada kepalanya.
A great sign appeared in heaven: a woman clothed with the sun, and the moon beneath her feet, and on her head a crown of twelve stars.
Signum mágnum appáruit in caélo: múlier amícta sóle, et lúna sub pédibus éjus, et in cápite éjus coróna stellárum duódecim.
atau
Marilah kita semua bergembira dalam Tuhan, sambil merayakan hari pesta untuk menghormati Perawan Maria; karena pengangkatannya ke surga para Malaikat bergembira dan memuji Putra Allah.
Let us all rejoice in the Lord, as we celebrate the feast day in honor of the Virgin Mary, at whose Assumption the Angels rejoice.
Gaudeamus omnes in Domino, diem festum celebrantes sub honore Mariæ Virginis: de cuius Assumptione gaudent angeli, et collaudant Filium Dei.
Doa Pagi
Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, Perawan Maria yang tak bernoda, Bunda Putra-Mu, telah Engkau angkat ke dalam kemuliaan surgawi dengan jiwa dan raganya. Kami mohon, semoga dengan tetap mengarahkan hati kepada perkara-perkara surgawi, kami layak ikut serta dalam kemuliaannya. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Suatu tanda besar tampak di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya, dan mahkota dua belas bintang pada kepalanya.
A great sign appeared in heaven: a woman clothed with the sun, and the moon beneath her feet, and on her head a crown of twelve stars.
Signum mágnum appáruit in caélo: múlier amícta sóle, et lúna sub pédibus éjus, et in cápite éjus coróna stellárum duódecim.
atau
Marilah kita semua bergembira dalam Tuhan, sambil merayakan hari pesta untuk menghormati Perawan Maria; karena pengangkatannya ke surga para Malaikat bergembira dan memuji Putra Allah.
Let us all rejoice in the Lord, as we celebrate the feast day in honor of the Virgin Mary, at whose Assumption the Angels rejoice.
Gaudeamus omnes in Domino, diem festum celebrantes sub honore Mariæ Virginis: de cuius Assumptione gaudent angeli, et collaudant Filium Dei.
Doa Pagi
Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, Perawan Maria yang tak bernoda, Bunda Putra-Mu, telah Engkau angkat ke dalam kemuliaan surgawi dengan jiwa dan raganya. Kami mohon, semoga dengan tetap mengarahkan hati kepada perkara-perkara surgawi, kami layak ikut serta dalam kemuliaannya. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Wahyu (11:19a; 12:1-6a.10ab)
"Seorang perempuan berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya."
Aku, Yohanes, melihat Bait Suci Allah yang di surga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu. Lalu tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya, dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung. Dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan, ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda lain di langit: Seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Ekornya menyapu sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkannya. Dan perempuan itu melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi. Tetapi tiba-tiba Anak itu direnggut dan dibawa lari kepada Allah dan ke hadapan tahta-Nya. Lalu perempuan itu lari ke padang gurun, di mana Allah telah menyediakan suatu tempat baginya. Kemudian aku mendengar suara yang nyaring di surga, “Sekarang telah tiba keselamatan, kuasa dan pemerintahan Allah kita! Sekarang telah tiba kekuasaan Dia yang diurapi Allah! Sebab para pendakwa yang siang malam mendakwa saudara-saudara kita di hadapan Allah, telah dilemparkan ke bawah!”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Minggu, 10 Agustus 2025 Hari Minggu Biasa XIX
Minggu, 10 Agustus 2025
Hari Minggu Biasa XIX
Hari Minggu Biasa XIX
"Jika kamu berbuat dosa dan merasa senang karenanya, kesenangan itu berlalu tetapi dosanya tetap ada. Tetapi jika kamu melakukan sesuatu yang bajik meskipun kamu lelah, rasa lelah itu berlalu tetapi kebajikannya tetap ada." - St. Kamilus de Lellis
Bacaan berikut ini khusus untuk Anda yang berada di luar Indonesia
Antifon Pembuka (Mzm
74:20.19.22.23/PS 329)
Ingatlah akan perjanjian-Mu, ya Tuhan, dan janganlah Engkau lupakan umat-Mu yang tertindas. Bangkitlah ya Tuhan, belalah perkara-Mu, janganlah Engkau lupakan seruan orang yang mencari Engkau.
Look to your covenant, O Lord, and forget not the life of your poor ones for ever. Arise, O God, and defend your cause, and forget not the cries of those who seek you.
Respice, Domine, in testamentum tuum, et animas pauperum tuorum ne derelinquas in finem: exsurge Domine, et iudica causam tuam: et ne obliviscaris voces quærentium te.
Mzm. Ut quid Deus repulisti in finem: iratus est furor tuus super oves pascuæ tuæ?
Doa Pagi
Allah
Bapa, pencipta alam semesta dan segala yang hidup, Engkau membangun
kota-Mu di tengah-tengah kami. Penuhilah kami dengan semangat
kegiatan untuk membangun dunia baru, yang Kaupercayakan kepada kami.
Semoga kami siap sedia bila tiba saatnya Engkau menyempurnakan
segalanya dengan cinta kasih-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus
Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan
Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab
Kebijaksanaan (18:6-9)
Malam pembebasan telah diberitahukan lebih dahulu kepada nenek moyang kami, supaya mereka benar-benar insaf akan sumpah yang mereka percayai dan menjadi berbesar hati. Maka inilah yang menjadi harapan umat-Mu, yakni keselamatan orang benar dan kebinasaan para musuh. Sebab dengan satu tindakan yang sama Engkau telah menghukum para lawan dan serentak memuliakan kami, setelah kami Kaupanggil kepada-Mu. Diam-diam anak-anak suci dari orang yang baik mempersembahkan kurban dan dengan sehati mereka membebankan kepada dirinya kewajiban ilahi ini: orang-orang suci akan sama-sama ambil bagian baik dalam hal-hal yang baik maupun dalam bahaya. Dan dalam pada itu mereka sudah mulai mendengungkan lagu-lagu pujian para leluhur.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Credit: JMLPYT/istock.com |
"Dengan satu tindakan
yang sama Engkau telah menghukum para lawan dan serentak memuliakan
kami."
Malam pembebasan telah diberitahukan lebih dahulu kepada nenek moyang kami, supaya mereka benar-benar insaf akan sumpah yang mereka percayai dan menjadi berbesar hati. Maka inilah yang menjadi harapan umat-Mu, yakni keselamatan orang benar dan kebinasaan para musuh. Sebab dengan satu tindakan yang sama Engkau telah menghukum para lawan dan serentak memuliakan kami, setelah kami Kaupanggil kepada-Mu. Diam-diam anak-anak suci dari orang yang baik mempersembahkan kurban dan dengan sehati mereka membebankan kepada dirinya kewajiban ilahi ini: orang-orang suci akan sama-sama ambil bagian baik dalam hal-hal yang baik maupun dalam bahaya. Dan dalam pada itu mereka sudah mulai mendengungkan lagu-lagu pujian para leluhur.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Orang Kudus hari ini: 09 Agustus 2025 St. Teresa Benedikta dari Salib
| Author Anne-Madeleine Plum / CC Attribution-Share Alike 3.0 Germany |
Hari
ini, Gereja memperingati St. Teresia Benedikta dari Salib, juga lebih
dikenal dengan namanya Edith Stein. Dia dilahirkan dalam keluarga Yahudi
yang religius di Eropa, di beberapa bagian yang sekarang disebut
Polandia. Dia menjadi seorang agnostik di kemudian hari, dan selama
studinya dan mengejar karir akademiknya, dia berkenalan dengan kisah dan
kehidupan St. Theresia dari Avila, seorang santa dan pembaharu Karmelit
yang hebat, yang membimbingnya untuk mengikuti Tuhan dan untuk dibaptis
sebagai seorang Katolik. Dia ingin mengikuti jejak santa pelindungnya,
dan menjadi anggota Karmelit Tak Berkasut, tetapi pada awalnya dibujuk
untuk melakukannya. Sebaliknya, dia menjadi anggota tersier Ordo,
mengabdikan dirinya pada kehidupan doa dan pelayanan kepada orang-orang
di sekitarnya dan komunitas umat berimannya.
Sabtu, 09 Agustus 2025 Hari Biasa Pekan XVIII
![]() |
| Credit:ThamKC/istock.com |
Sabtu, 09 Agustus 2025
Hari Biasa Pekan XVIII
“Kalau Allah ada di dalam jiwa, ia bernapaskan Allah di dalam dirinya.” (St. Yohanes dari Salib)
Antifon Pembuka (Mzm 18:2-3)
Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku. Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahanan dan penyelamatkanku.
Doa Pagi
Allah Bapa Maha Pengasih, ajarilah kami menaruh cinta kasih dan hormat kepada-Mu. Semoga kami ikut terhitung dalam umat-Mu, karena berbelas kasih terhadap sesama. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Ulangan (6:4-13)
Hari Biasa Pekan XVIII
“Kalau Allah ada di dalam jiwa, ia bernapaskan Allah di dalam dirinya.” (St. Yohanes dari Salib)
Antifon Pembuka (Mzm 18:2-3)
Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku. Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahanan dan penyelamatkanku.
Doa Pagi
Allah Bapa Maha Pengasih, ajarilah kami menaruh cinta kasih dan hormat kepada-Mu. Semoga kami ikut terhitung dalam umat-Mu, karena berbelas kasih terhadap sesama. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Ulangan (6:4-13)
"Kasihilah Allahmu dengan segenap hati!"
Musa berkata kepada umat Israel, “Dengarlah hai orang Israel: Tuhanlah Allah kita, Tuhan itu esa! Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan segenap kekuatanmu! Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan. Semuanya itu harus kauajarkan berulang kali kepada anak-anakmu, dan kaubicarakan apabila engkau duduk di rumah, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan bangun; haruslah kauikatkan sebagai tanda pada dahimu. Engkau harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. Maka apabila Tuhan, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu, yaitu kota-kota yang besar dan baik yang tidak kaudirikan; rumah-rumah yang sudah penuh pelbagai barang berharga; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan zaitun yang tidak kautanami; dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, berhati-hatilah, jangan sampai engkau melupakan Tuhan, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Engkau harus takwa kepada Tuhan Allahmu. Kepada Dia engkau harus beribadah dan demi nama-Nyalah engkau harus bersumpah.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
Langganan:
Komentar (Atom)
terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id







