Santo Agustinus adalah agen dari seorang tokoh yang lebih besar darinya, Paus Santo Gregorius Agung. Pada masa Gregorius, kecuali para biarawan Irlandia, kegiatan misionaris tidak dikenal di Gereja Barat, dan merupakan kemuliaan Gregorius karena telah menghidupkannya kembali. Ia memutuskan untuk memulai dengan misi kepada orang-orang Inggris pagan, karena mereka telah memisahkan orang-orang Celtic Kristen dari seluruh Kekristenan. Waktu itu menguntungkan untuk sebuah misi karena penguasa seluruh Inggris selatan, Ethelbert dari Kent, telah menikahi seorang istri Kristen dan telah menerima seorang uskup Galia di istananya.
Benih itu melambangkan sabda Allah, penaburnya ialah Kristus. Semua orang yang menemukan Kristus akan hidup selamanya.
| Home |
Bacaan Harian | Support Renungan Pagi |
Renungan Minggu Ini |Kisah Para Kudus |
Katekese Iman Katolik |
CARI RENUNGAN
Orang Kudus hari ini: 27 Mei 2026 St. Agustinus dari Canterbury
Santo Agustinus adalah agen dari seorang tokoh yang lebih besar darinya, Paus Santo Gregorius Agung. Pada masa Gregorius, kecuali para biarawan Irlandia, kegiatan misionaris tidak dikenal di Gereja Barat, dan merupakan kemuliaan Gregorius karena telah menghidupkannya kembali. Ia memutuskan untuk memulai dengan misi kepada orang-orang Inggris pagan, karena mereka telah memisahkan orang-orang Celtic Kristen dari seluruh Kekristenan. Waktu itu menguntungkan untuk sebuah misi karena penguasa seluruh Inggris selatan, Ethelbert dari Kent, telah menikahi seorang istri Kristen dan telah menerima seorang uskup Galia di istananya.
Rabu, 27 Mei 2026 Hari Biasa Pekan VIII
![]() |
| St. John Cantius Catholic Church |
Hari Biasa Pekan VIII
Menjadi tugas khas sang Imam, berdasarkan pentahbisannya, untuk mengucapkan Doa Syukur Agung itu, yang ada pada kodratnya adalah puncak seluruh perayaan, Karena itu sungguh merupakan kesalahan besar jika Doa Syukur Agung dibawakan demikian rupa sehingga bagian-bagian tertentu dari Doa itu diucapkan oleh seorang diakon atau seorang pelayan awam atau seorang pribadi di antara umat atau oleh seluruh umat bersama-sama, Jadi Doa Syukur Agung itu harus dengan selengkapnya diucapkan hanya oleh Imam. (Redemptionis Sacramentum, Instruksi VI: Tentang Sejumlah Hal yang Perlu Dilaksanakan ataupun Dihindari berkaitan dengan Ekaristi Mahakudus No. 52)
Antifon Pembuka (lih. 1Ptr 1:19)
Kalian telah ditebus dari cahaya hidup yang sia-sia, warisan nenek-moyang kalian. Kalian telah ditebus dengan darah Kristus.
Doa Pagi
Allah Bapa Mahakuasa dan kekal, kami mohon lahirkanlah kami kembali berkat sabda dan berkat Roh Yesus Kristus, Putra-Mu, agar dapat menyebut dan memuliakan nama-Mu di dalam segala tingkah laku kami. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, dan sepanjang segala masa. Amin.
"Kamu telah ditebus dengan darah yang berharga, darah anak domba tak bernoda, yaitu darah Kristus."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Bacaan Harian: 25 - 31 Mei 2026
1Ptr 1:10-16; Mzm 98:1.2-3ab.3c-4; Mrk 10:28-31.
Pfak St. Agustinus dari Canterbury, Uskup (P).
1Ptr 1:18-25; Mzm 147:12-13.14-15.19-20; Mrk 10:32-45.
1Ptr 2:2-5.9-12; Mzm 100:2.3.4.5; Mrk 10:46-52.
Yud 17:20b-25; Mzm 63:2.3-4.5-6; Mrk 11:27-33.
Orang Kudus hari ini: 26 Mei 2026 St. Filipus Neri, Imam
![]() |
| Didier Descouens CC |
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, hari ini Gereja memperingati St Filipus Neri yang dikenal sebagai seorang imam dan hamba Tuhan, dikenal sebagai 'Rasul Roma yang kedua' setelah St Petrus sendiri, untuk semua upaya yang telah dilakukannya untuk memuliakan Tuhan dan untuk menyebarkan Injil dan keselamatan-Nya. Ia lahir di Florence, Italia, dan pindah ke Roma pada tahun 1533. Dia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1551. Dia mendirikan Kongregasi Oratorium, yang masih tetap sibuk dan aktif hingga hari ini, dan dia banyak berkontribusi dalam misinya untuk pelayanan kepada mereka yang kurang beruntung dan banyak dari mereka yang telah jatuh ke dalam jalan dosa di komunitas saat itu. Dia melayani para pelacur dan mereka yang sering dijauhi oleh orang lain, dan banyak yang diilhami untuk mengikuti teladannya, dan tidak sedikit yang menjadi pengikut Tuhan karena usahanya. St. Filipus Neri terutama dikenang karena selera humor dan kegembiraannya, serta spiritualitasnya yang sederhana dan lugas. Dia mendirikan komunitas orang percaya yang berkembang baik di dalam maupun di luar Kongregasi Oratoriumnya, dan membawa banyak orang lebih dekat kepada Tuhan. Ia dijuluki ‘Pelopor Anti Reformasi’. Pada tanggal 26 Mei 1595 Filipus Neri meninggal dunia dalam usia 80 tahun. St. Filipus Neri wafat pada tahun 1595 dan dikanonisasi pada tahun 1622. Ia dihormati sebagai pelindung kota Roma.
Selasa, 26 Mei 2026 Peringatan Wajib St. Filipus Neri, Imam
“Serahkan dirimu ke dalam pelukan Tuhan dan yakinlah bahwa jika Dia menginginkan sesuatu darimu, Dia akan membuatmu cocok untuk pekerjaan itu dan memberimu kekuatan.”—Santo Filipus Neri
Cinta kasih Allah dicurahkan ke dalam hati kita berkat Roh-Nya yang tinggal dalam diri kita.
Pengantar
Allah Bapa, sumber kegembiraan kami, abdi-adi-Mu yang setia Kauluhurkan dengan kesucian mulia. Maka, kami mohon kepada-Mu, kobarkanlah dalam diri kami api Roh Kudus yang menyala-nyala dalam hati Santo Filipus Neri. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus (1:10-16)
Saudara-saudara terkasih, para nabi telah menyelidiki dan meneliti keselamatan kalian. Mereka telah bernubuat tentang kasih karunia yang diperuntukkan bagimu. Mereka telah meneliti pula saat yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada dalam diri mereka. Roh itu sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudahnya. Kepada para nabi itu telah dinyatakan bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, melainkan melayani kalian dengan segala sesuatu yang sekarang diberitakan kepada kalian dengan perantaraan mereka yang diutus oleh Roh Kudus surgawi menyampaikan berita Injil kepada kalian. Dan pokok pewartaan itu ialah apa yang bahkan para malaikat pun ingin mengetahuinya. Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah, dan taruhlah harapanmu sepenuhnya pada kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat, dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kalian pada waktu kalian belum beriman. Hendaklah kalian menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang telah memanggil kalian itu kudus. Sebab ada tertulis: Hendaklah kalian kudus, seperti Aku kudus adanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Senin, 25 Mei 2026 Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Bunda Gereja
Pada suatu hari, di Taman Eden, setelah Adam makan buah pohon terlarang, Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya, “Di manakah engkau?” Ia menjawab, “Ketika aku mendengar bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” Lalu Tuhan berfirman, “Siapakah yang memberitahukan kepadamu bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” Manusia itu menjawab, “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu, “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu, “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu, “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan! Dengan perutmulah engkau akan menjalar, dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu! Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan itu, antara keturunanmu dan keturunannya. Keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Minggu, 24 Mei 2026 Hari Raya Pentakosta
Hari Raya Pentakosta
"Ke-50 hari (Masa Paskah) ditutup dengan Minggu Pentakosta, hari perayaan kedatangan Roh Kudus pada para Rasul, asal-usul Gereja dan awal perutusannya kepada manusia segala bahasa, rakyat dan bangsa. Dianjurkan untuk memperpanjang Misa petang sebelumnya menjadi tirakatan; tetapi tidak diarahkan kepada baptis, seperti pada malam Paskah, melainkan lebih pada doa tak kunjung henti, menurut teladan para Rasul, dan murid, yang 'rukun bertekun dalam doa bersama Maria, Ibu Yesus' dan menantikan Roh Kudus" (Kongregasi Ibadat Ilahi, Perayaan Paskah dan Persiapannya, 1 Januari 1988, No. 107)
Antifon Pembuka (lih. Keb 1:7)
Roh Tuhan memenuhi seluruh dunia. Dialah yang menyatukan segala sesuatu dan memahami setiap tutur bahasa. Alleluya.
The Spirit of the Lord has filled the whole world and that which contains all things understands what is said, alleluia.
atau
Spiritus Domini replevit orbem terrarum, alleluia: et hoc quod continet omnia, scientiam habet vocis, alleluia, alleluia, alleluia.
Mzm. Exsurgat Deus, et dissipentur inimici eius: et fugiant, qui oderunt eum, a facie eius.
Doa Pagi
Allah Bapa kami yang mahaagung dan kekal, berkat misteri Pentakosta Engkau menguduskan Gereja-Mu di antara para bangsa dengan segala bahasa. Sebarluaskanlah anugerah Roh Kudus ke seluruh dunia. Ulangilah mukjizat Pentakosta: sentuhlah dengan Roh-Mu hati umat beriman, seperti yang Kaulakukan pada awal pewartaan Injil. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kisah Para Rasul (2:1-11)
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id









