Senin, 20 Juli 2026
Hari Biasa Pekan XVI
“Orang Katolik yang menerima Yesus dalam Sakramen Ekaristi Kudus menunjukkan rasa hormat dalam banyak cara. Sikap hormat terpenting adalah penerima Komuni berada dalam kondisi berahmat. Setiap orang Katolik yang sayangnya ada dalam kondisi berdosa berat harus pergi mengaku dosa dan menerima Komuni sebelum mendekati meja Ekaristi... Maka amat disesalkan bahwa pada lebih dari satu paroki, banyak umat secara teratur pergi menerima Komuni Kudus tetapi jarang atau tidak pergi untuk mengaku dosa. Dan beberapa dari mereka berkeliling dengan beban dosa berat dalam hati nurani mereka. Beberapa orang demikian disesatkan oleh pandangan keliru bahwa hanya sedikit orang yang mampu berbuat dosa berat, atau bahwa satu tindakan saja tidak bisa menjadi dosa berat, atau bahwa mereka tidak perlu menghiraukan apa yang dinyatakan otoritas mengajar Gereja sebagai dosa berat (seperti aborsi, kontrasepsi, hubungan sebelum menikah, atau euthanasia) tetapi baiklah sekadar mengikuti hati nurani mereka. Orang Katolik yang ingin memperlihatkan rasa hormat sejati terhadap Ekaristi Kudus akan memastikan dirinya berada dalam kondisi berahmat sebelum mendekati meja Ekaristi.” — Francis Kardinal Arinze
Antifon Pembuka (Mik 6:8)
Yang dituntut Tuhan dari padamu tak lain tak bukan ialah berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup rendah hati di hadapan Tuhan.
Doa Pagi
Allah Bapa Mahaluhur, ingatkanlah kami bahwasanya Engkau sejak semula mengusahakan keselamatan kami. Kiranya berkat sabda Putra-Mu kami Kauperkenankan ikut serta diselamatkan. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Nubuat Mikha (6:1-4.6-8)
Hari Biasa Pekan XVI
“Orang Katolik yang menerima Yesus dalam Sakramen Ekaristi Kudus menunjukkan rasa hormat dalam banyak cara. Sikap hormat terpenting adalah penerima Komuni berada dalam kondisi berahmat. Setiap orang Katolik yang sayangnya ada dalam kondisi berdosa berat harus pergi mengaku dosa dan menerima Komuni sebelum mendekati meja Ekaristi... Maka amat disesalkan bahwa pada lebih dari satu paroki, banyak umat secara teratur pergi menerima Komuni Kudus tetapi jarang atau tidak pergi untuk mengaku dosa. Dan beberapa dari mereka berkeliling dengan beban dosa berat dalam hati nurani mereka. Beberapa orang demikian disesatkan oleh pandangan keliru bahwa hanya sedikit orang yang mampu berbuat dosa berat, atau bahwa satu tindakan saja tidak bisa menjadi dosa berat, atau bahwa mereka tidak perlu menghiraukan apa yang dinyatakan otoritas mengajar Gereja sebagai dosa berat (seperti aborsi, kontrasepsi, hubungan sebelum menikah, atau euthanasia) tetapi baiklah sekadar mengikuti hati nurani mereka. Orang Katolik yang ingin memperlihatkan rasa hormat sejati terhadap Ekaristi Kudus akan memastikan dirinya berada dalam kondisi berahmat sebelum mendekati meja Ekaristi.” — Francis Kardinal Arinze
Antifon Pembuka (Mik 6:8)
Yang dituntut Tuhan dari padamu tak lain tak bukan ialah berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup rendah hati di hadapan Tuhan.
Doa Pagi
Allah Bapa Mahaluhur, ingatkanlah kami bahwasanya Engkau sejak semula mengusahakan keselamatan kami. Kiranya berkat sabda Putra-Mu kami Kauperkenankan ikut serta diselamatkan. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
![]() |
| Karya:Tinnakorn Jorruang/istock.com |
Bacaan dari Nubuat Mikha (6:1-4.6-8)
"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu, apa yang dituntut Tuhan dari padamu."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.







