Kamis, 27 Agustus 2009 :: Pw. St. Monika

Kamis, 27 Agustus 2009
Pw. St. Monika

Sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan -- Kol 2:3

Doa Renungan

Allah Bapa penuh kasih, menyambut hari baru ini, aku memuji nama-Mu, sebab karunia kehidupan yang Kauperkenankan untuk kuterima. Pada hari ini, Engkau mengajakku untuk senantiasa berjaga-jaga dalam hidup ini. Semoga hari ini aku selalu setia memupuk imanku dengan taat pada perintah-perintah-Mu. Dengan demikian seluruh pekerjaan dan rencanaku hari ini senantiasa tertuju pada-Mu. Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (3:7-13)

"Semoga Tuhan membuat kamu berkelimpahan dalam kasih persaudaraan."

7 Saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu. 8 Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan. 9 Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di hadapan Allah kita? 10 Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu. 11 Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan kami jalan kepadamu. 12 Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu. 13 Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan PS 815
Ref. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu ya Tuhan.
Ayat.
(Mzm 90:3-5a.12-13.14.17)
1. Tuhan, Engkau mengembalikan manusia kepada debu, hanya dengan berkata, "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin atau seperti satu giliran jaga di waktu malam.
2. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Kembalilah, ya Tuhan, -- berapa lama lagi? -- dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
3. Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hayat. Kiranya kemurahan Tuhan melimpah atas kami! Teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya perbuatan tangan kami, teguhkanlah!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, sebab kalian tidak tahu bilamana Anak Manusia datang.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (24:42-51)

"Hendaklah kalian selalu siap siaga."

42 Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. 43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. 44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." 45 "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? 46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. 47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. 48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: 49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, 50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, 51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.


Renungan



“Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.”


(1Tes 3:7-13; Mat 24:42-51)

Saudara-saudari terkasih, berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Monika hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Penjaga yang baik, entah penjaga malam atau satpam, pada umumnya senantiasa berjaga-jaga terus menerus demi keamanan lingkungan hidup beserta seluruh penghuninya.

St.Monika yang kita kenangkan pada hari ini juga seorang ‘penjaga’, yaitu menjaga anaknya, Agustinus, agar tumbuh berkembang menjadi pribadi cerdas beriman, maka St.Monika dijadikan pelindung dan teladan bagi kaum ibu. Seorang ibu yang baik kiranya senantiasa menjagai atau mengasuh dan merawat anaknya dengan penuh kasih, sehingga ada lagu yang berbunyi “Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia”. Maka dengan ini kami berharap kepada para ibu untuk meneladan St.Monika dalam cara hidup dan cara bertindak dalam rangka mengasuh dan merawat anak-anaknya. Sebaliknya kita semua, yang juga pernah menjadi anak, baiklah kita bersyukur dan berterima kasih atas penjagaan, perawatan dan pengasuhan ibu kita masing-masing, dan tentu saja syukur dan terima kasih tersebut kita wujudkan dengan tindakan nyata dengan saling menjaga, mengasuh dan merawat satu sama lain dalam hidup kita sehari-hari, dimanapun dan kapanpun. Kita juga dipanggil untuk merawat dan mengurus aneka macam sarana-prasarana atau harta benda dan kekayaan yang kita miliki atau menjadi tanggungjawab kita. Kebanyakan orang Indonesia kurang dalam hal merawat atau mengurus segala sesuatu dengan baik. Merawat atau mengurus memang butuh keutamaan-keutamaan seperti ‘teliti, tekun, cermat, rendah hati, sabar, kasih dst..’

· “Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu. Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan kami jalan kepadamu.Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu” (1Tes 3:10-12), demikian kesaksian iman Paulus kepada umat di Tesalonika. Kesaksian Paulus ini kiranya dapat menjadi pedoman hidup kita juga, maka marilah kita saling mendoakan agar kita dapat hidup dan bertindak ‘dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang’. Doa-berdoa merupakan salah satu cirikhas orang hidup beragama atau beriman, dan kiranya berdoa dapat dilakukan kapan saja, dimana saja dan dalam situasi atau kondisi apapun. Doa yang baik dan benar bukan banyaknya kata-kata, gerak-gerik tubuh dll.., tetapi hati yang terarah sepenuhnya kepada Tuhan, Penyelenggaraan Ilahi. Mengawali dan mengakhiri kegiatan-kegiatan hendaknya dengan doa, entah kegiatan apapun seperti makan, bekerja, bepergian, tidur, hubungan seksual antar suami-isteri, dst.. Ingat pepatah “Jauh di mata, dekat di hati”. Pepatah ini kiranya merupakan ajakan atau nasihat bagi kita semua untuk saling dekat dan mesra dalam hati, meskipun secara phisik berjauhan. Kedekatan atau kemesraan hati atau rohani ini kiranya dapat kita hayati dalam saling mendoakan satu sama lain. Saling mendoakan ini rasanya baik jika dibiasakan di dalam keluarga: suami dan isteri saling mendoakan, orangtua berdoa bagi anak-anaknya, anak-anak berdoa bagi orangtuanya. Di kantor-kantor atau tempat kerja sebaiknya pada awal kerja dan akhir kerja juga diselenggarakan doa bersama secara singkat. Para pengemudi sebaiknya juga berdoa secara singkat sebelum menjalankan mobil atau kendaraannya agar selamat di perjalanan dan sampai tujuan.

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Kembalilah, ya TUHAN -- berapa lama lagi? -- dan sayangilah hamba-hamba-Mu! Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami”(Mzm 90:12-14)

Jakarta, 27 Agustus 2009

Ignatius Sumarya, SJ