Sabtu, 05 November 2011 Hari Biasa Pekan XXXI

Sabtu, 05 November 2011
Hari Biasa Pekan XXXI

Seseorang berkewajiban menyampaikan kebenaran kepada orang lain demi kejujuran --- St Tomas Aquinas


Antifon Pembuka

Terpujilah Allah yang berkuasa meneguhkan kalian menurut Injil yang kumaklumkan dan sesuai pewartaan Yesus Kristus.

Doa Renungan

Allah Bapa sumber kekuatan kami, jangan biarkan kami bercabang hati. Sertailah kami dalam tugas pelayanan agar tetap terarah kepada-Mu saja, meskipun godaan dan tantangan menghadang. Namun, kami percaya dengan kasih-mu sehingga kami mampu melaksanakan pewartaan Injil.
Semoga kami hari ini mampu memberikan hati kami seutuhnya untuk-Mu dan tidak terbagi dengan kejahatan. Oleh sabda Putra-Mu iman kami diteguhkan, harapan dan cinta kami dikuatkan oleh-Nya. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (16:3-9.16.22-27)

"Hendaklah kalian saling memberi salam dengan cium kudus."

Saudara-saudara, sampaikan salamku kepada Priska dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. Mereka telah mempertaruhkan nyawa untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi; dialah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus. Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kalian. Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama dengan daku; mereka itu orang-orang terpandang di antara para rasul dan telah menjadi Kristen sebelum aku. Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan. Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis yang kukasihi. Hendaklah kalian saling memberi salam dengan cium kudus. Salam kepada kalian dari semua jemaat Kristen. Salam dalam Tuhan dari Tertius, yaitu aku yang menulis surat ini. Salam bagi kalian dari Gayus yang memberi tumpangan kepadaku, dan bagi seluruh jemaat. Salam kepada kalian dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, saudara kita. Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kalian semua. Amin. Allah berkuasa menguatkan kalian menurut Injil yang kumaklumkan dan pewartaan tentang Yesus Kristus, yang isinya ialah pernyataan yang berabad-abad lamanya tersembunyi, tapi kini dinyatakan, yang menurut perintah Allah yang abadi telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman. Bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat itu, segala kemuliaan untuk selama-lamanya, oleh Yesus Kristus. Amin!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 829
Ref. Aku hendak memuji nama-Mu, ya Tuhan, selama-lamanya
Ayat. (Mzm 145:2-3.4-5.10-11; Ul: 1b)
1. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji; kebesaran-Nya tidak terselami.
2. Angkatan demi angkatan akan memegahkan karya-karya-Mu, dan akan memberitakan keperkasaan-Mu. Semarak kemuliaan-Mu yang agung akan kukidungkan, dan karya-karya-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.
3. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.

Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya.
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.

Ayat. (2Kor 8:9)
Yesus Kristus menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya oleh karena kemiskinan-Nya kamu menjadi kaya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (16:9-15)

"Jika kalian tidak setia mengurus mamon durhaka, siapakah yang mau mempercayakan harta sejati kepadamu?"

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan mamon yang tidak jujur, supaya jika mamon itu tidak dapat menolong lagi, kalian diterima dalam kemah abadi. Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi jika kalian tidak setia mengurus mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan harta sejati kepadamu? Seorang hamba tidak mungkin mengabdi dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain; atau ia akan setia kepada yang seorang, dan tidak mengindahkan yang lain. Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon." Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Yesus. Maka Yesus berkata kepada mereka, "Kalian membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Banyak orang senang ketika Barack Obama menjadi Presiden Amerika Serikat. Bukan hanya orang Amerika Serikat saja yang senang, para guru SD Santo Fransiskus Asisi dan SD Negeri Menteng 1 juga turut senang. Mengapa? Mereka senang karena dahulu Obama pernah bersekolah di SD itu. Dalam sebuah wawancara televisi, guru SD itu menceritakan bagaimana bakat kepemimpinan Obama itu sudah terlihat sejak kecil. Ia senang membantu teman-temannya. Ia juga senang membantu gurunya menghapus papan tulis.

Sebagaimana pengalaman Obama, kebanyakan orang dididik menjadi pemimpin lewat peristiwa-peristiwa hidup sehari-hari. Sering terjadi, apa yang dialami orang di masa kecil menjadi jalan bagi kesuksesannya ketika dewasa—meskipun pengalaman-pengalaman itu sering kali sederhana saja, misalnya menyapu halaman rumah, menimba air, atau merapikan tempat tidur. Lewat tugas-tugas itu sebenarnya seorang anak belajar bertanggung jawab. Kenyataan ini menjadi bukti konkret akan Sabda Yesus hari ini, ”Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.”

Ya Tuhan, aku bersyukur karena Engkau telah mendidik aku lewat hal-hal sederhana setiap hari. Semoga aku menemukan nilai-nilai hidup lewat hal-hal itu. Amin.

Ziarah Batin 2011, Renungan dan Catatan Harian

Jumat, 04 November 2011 Jumat Pertama Dalam Bulan- Peringatan Wajib St. Karolus Borromeus, Uskup.

Jumat, 04 November 2011
Jumat Pertama Dalam Bulan- Peringatan Wajib St. Karolus Borromeus, Uskup.

Dengan doa, kita menemukan kekuatan untuk menghadirkan Kristus dalam diri kita dan sesama --- St Karolus Borromeus


Antifon Pembuka

Tuhan bersabda, "Aku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka."

Pengantar

Hari ini hari Jumat pertama dalam bulan. Tuhan Yesus selalu mengundang kita, "Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Mat 11:28). Ajakan Tuhan ini menggambarkan bahwa perjalanan hidup kita selayaknya selalu dihayati dalam kebersamaan dengan Yesus, bukan hanya mengandalkan kemampuan manusiawi belaka.

Doa Renungan

Tuhan Yesus Kristus, jalan, kebenaran, dan hidup, St Karolus Borromeus dengan penuh semangat mengikuti panggilan-Mu dan menyerahkan diri sepenuhnya untuk melayani sesama yang menderita. Semoga kami dapat meneladannya khususnya dalam melayani sesama yang miskin dan menderita. Sebab Engkaulah Putra Allah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.


Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (15:14-21)

"Aku menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi supaya mereka diterima Allah sebagai persembahan yang berkenan di hati-Nya."

Saudara-saudara, aku sendiri yakin bahwa kalian penuh dengan kebaikan dan segala pengetahuan, dan bahwa kalian sanggup untuk saling menasihati. Namun karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana-sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kalian, bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi. Aku boleh melayani pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan di hati-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus. Maka aku boleh bermegah dalam Kristus tentang pelayananku bagi Allah. Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus dengan perantaraanku. Demikian Ia telah memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, berkat perkataan dan perbuatan, berkat tanda-tanda serta mukjizat-mukjizat, dan berkat kuasa Roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah mewartakan Injil Kristus dengan sepenuh-penuhnya. Dan dalam pewartaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain. Tetapi aku mengikuti ayat Kitab Suci yang berbunyi: "Mereka yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka yang belum pernah mendengar tentang Dia, akan mengertinya."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 4/4, PS 807
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Ayat. (Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4)

1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Bergembiralah dan bermazmurlah!


Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Sempurnalah kasih Allah dalam hati orang yang mendengarkan sabda Kristus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (16:1-8)

"Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang."

Pada suatu ketika berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Maka si kaya itu memanggil bendaharanya dan berkata, 'Apakah yang telah kudengar tentang dirimu? Berilah pertanggungjawaban atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh bekerja sebagai bendahara lagi.' Berkatalah bendahara itu dalam hatinya, 'Apakah yang harus kuperbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan kuperbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang mau menampung aku di rumah mereka.' Lalu ia memanggil satu demi satu orang yang berutang kepada tuannya. Berkatalah ia kepada yang pertama, 'Berapa besar utangmu pada tuanku?' Jawab orang itu, 'Seratus tempayan minyak.' Lalu kata bendahara itu, 'Inilah surat utangmu. Duduklah dan buatlah surat utang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.' Kemudian ia berkata kepada yang lain, 'Dan Saudara, berapa utangmu?' Jawab orang itu, 'Seratus pikul gandum.' Katanya kepada orang itu, 'Inilah surat utangmu. Buatlah surat utang lain: Delapan puluh pikul.' Bendahara yang tidak jujur itu dipuji tuannya, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan

Seorang pelajar atau mahasiswa menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan dana untuk menyelesaikan sekolah atau kuliahnya. Ia pastilah rajin belajar, mengerjakan tugas-tugas, membuat penelitian, karya tulis, mengikuti ujian, dan seterusnya agar ia mencapai tingkat prestasi akademik yang tinggi. Demikian juga seorang pekerja, pengusaha, pejabat, dan sebagainya. Orang-orang ini tidak segan-segan bekerja keras, membanting tulang, memeras keringat dan otak, agar pekerjaannya sukses. Untuk segala urusan itu, orang rela berkorban banyak. Apakah usaha dan perngorbanan yang sama juga dilakukan untuk membangun hidup rohani?

Lewat perumpamaan bendahara yang tidak jujur, Yesus mengingatkan kita bahwa orang hendaknya jangan hanya bersemangat mengurusi urusan duniawi saja, tetapi juga perlu bersemangat mengurusi hal-hal rohani.


Tuhan, janganlah aku terlena hanya mengurusi hal-hal duniawi, tetapi doronglah aku untuk setia juga membangun hal-hal rohani. Amin.

Ziarah Batin 2011, Renungan dan Catatan Harian

Doa kepada Santo Karolus Borromeus

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Allah Bapa, yang maharahim, Engkau telah mengutus St Karolus Borromeus sebagai saksi Injil dan pelayan umat-Mu. Kami mohon berkat-Mu melalui St Karolus agar tugas kami sehari-hari dalam melayani sesama kami yang sakit dan menderita dapat berjalan dengan baik.

Ya St Karolus, bantulah kami agar kami selalu mempergunakan: mulut kami untuk mengucapkan kata-kata bijaksana yang dinantikan oleh sesama kami; bibir kami untuk memberikan senyuman yang membesarkan hati mereka; mata kami untuk memancarkan terang-Mu; tangan kami untuk bekerja dengan rajin, cermat serta melayani sesama dengan penuh gairah dan kasih tanpa pamrih; pikiran kami untuk memikirkan apa yang menjadi kehendak-mu untuk kami lakukan dalam hidup sehari-hari.

Doakanlah kami, ya St Karolus, sadarkanlah kami bila kami terlena dalam kesenangan pribadi. Bukalah hati kami, akan penderitaan sesama serta ambillah hati kami dari rasa tidak puas, iri hati, dan cemburu. Melalui doamu, mohonkan bagi kami hati yang baru, hati yang tahu bersyukur atas segala sesuatu yang telah kami terima dari kemurahan Allah.

Ya Allah, kuasailah hati kami agar kami semakin terbuka dan peka akan kebutuhan sesama serta mampu memberikan kasih-Mu bagi mereka yang haus akan cinta kasih-Mu. Pertajam mata dan hati kami untuk melihat karya dan kehadiran-Mu dalam segala hal dan menjumpai Engkau dalam dri sesama yang malang dan miskin.

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.