Senin, 21 November 2011 Peringatan Wajib Sta. Perawan Maria Dipersembahkan Kepada Allah

Senin, 21 November 2011
Peringatan Wajib Sta. Perawan Maria Dipersembahkan Kepada Allah

Maria itu bagian dari Gereja! Ia adalah anggota Gereja yang suci; ia adalah sang anggota suci --- St Agustinus

Antifon Pembuka

Diberkatilah engkau, Perawan Maria, oleh Allah yang mahatinggi, melebihi semua wanita. Namamu diharumkan oleh Tuhan dan dimasyhurkan orang senantiasa.

Doa Pagi


Ya Allah yang hidup, bersama dengan datangnya mentari pagi, kami mengawali hari baru ini dengan ucapan syukur dan pujian bagi-Mu. Bersama dengan Bunda Maria yang pada hari ini dipersembahkan kepada Allah, berkati dan tuntunlah setiap langkah laku kami, agar dalam terang sabda-Mu, kerinduan kami akan kehidupan baru pada masa yang Kautentukan menggerakkan kami untuk berlaku kudus dan setia selama hidup bersama dan di dalam Kristus Putera-Mu, kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan hari ini menceritakan para pemuda, di bawah koordinasi Daniel, adalah orang-orang yang takut akan Allah. Ungkapan yang tepat pada zamannya adalah memilih menjadi vegetarian daripada berada dalam bahaya kenajisan karena makan dari hidangan raja Nebukadnezar. Pilihan sikap yang mereka ambil terbukti membuat mereka 10 kali lebih cerdas (memiliki kecerahan akal budi dan hikmat), begitu kesaksian nubuat Daniel. Memang, takut akan Allah adalah permulaan pengetahuan.

Bacaan dari Nubuat Daniel (1:1-6.8-20)


"Di antara mereka tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya."


Pada tahun ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, dan mengepung kota itu. Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan juga sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangan Raja Nebukadnezar. Nebukadnezar membawa semuanya itu ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya dan perkakas-perkakas itu dimasukkannya dalam perbendaharaan dewanya. Lalu Nebukadnezar bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang muda Israel, yang berasal dari keturunan raja atau dari kaum bangsawan. Pemuda-pemuda itu hendaknya tidak bercela, berperawakan baik, memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan luas, dan mempunyai pengertian tentang ilmu. Pendek kata hendaknya orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja. Hendaknya mereka diajar tulisan dan bahasa orang Kasim. Dan raja menetapkan bagi mereka jatah makanan setiap hari dari santapan raja, dan jatah minuman dari anggur yang biasa diminum raja. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja. Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya. Tetapi Daniel bertekad untuk tidak menajiskan diri dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja. Maka ia minta kepada pemimpin pegawai istana itu supaya ia tak usah menajiskan diri. Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu, namun katanya, "Makanan dan minuman telah ditetapkan oleh raja sendiri. Aku takut, kalau-kalau tuanku raja berpendapat bahwa kalian kelihatan kurang sehat dibandingkan dengan pemuda-pemuda lain yang sebaya dengan kalian. Nanti akulah yang dipersalahkan oleh raja, oleh karena kalian. Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang, yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya, 'Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari, dan biarlah kami diberi sayur sebagai makanan dan air sebagai minuman. Sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan pemuda-pemuda yang makan dari santapan raja. Kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu." Permintaan Daniel itu dikabulkannya. Maka diadakannya percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik, dan mereka kelihatan lebih gemuk daripada semua pemuda lain yang telah makan dari santapan raja. Maka selanjutnya penjenang itu selalu menyisihkan makanan dan minuman yang disediakan bagi mereka dan memberikan sayur kepada mereka. Kepada keempat pemuda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi. Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, mereka sekalian harus dibawa menghadap Raja Nebukadnezar. Raja bercakap-cakap dengan mereka semua. Di antara mereka tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya. Maka bekerjalah mereka itu pada raja. Dalam tiap-tiap masalah yang menuntut kebijaksanaan dan pengertian dan yang ditanyakan raja kepada mereka, ternyata mereka sepuluh kali lebih cerdas daripada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan Daniel 3:52.53.54.55.56

* Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami.
U:Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
* Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus.
U:Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
* Terpujilah Engkau dalam bait-Mu yang mulia dan kudus
U:Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
* Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu.
U:Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
* Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya.
U:Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
* Terpujilah Engkau di bentangan langit.
U:Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, sebab Anak Manusia datang pada saat yang tidak kalian duga.

Janda miskin ini memberikan seluruh miliknya yang terakhir. Inilah hakikat suatu persembahan. Dengan kata 'lebih banyak', sama sekali Yesus tidak berbicara tentang kuantitas atau besarnya persembahan. Ukuran persembahan adalah kualitas, yakni persepuluhan menurut Taurat. Persembahan janda miskin melampaui 'persepuluhan', karena dia memberikan 100%. Inilah yang disebut totalitas!


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (21:1-4)

"Yesus melihat seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti derma."


Di bait Allah, tatkala mengangkat muka, Yesus melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Maka Yesus berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang itu. Sebab mereka semua memberikan persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberikan dari kekurangannya, bahkan ia memberikan seluruh nafkahnya."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan


Besar-kecilnya sumbangan dana tidak dengan sendirinya menunjukkan kedermawanan seseorang. Hanya dari hati yang baik dan tulus ikhlas, kedermawanan seseorang itu dilihat. Dari hati yang baik dan tulus, orang mau berkorban dan memberi yang terbaik bagi Tuhan dan sesamanya.

Doa Malam


Ya Allah yang mahabaik, Engkau berkenan menerima persembahan yang diberikan janda yang berasal dari kekurangannya. Maka, kami pun dengan berani datang kepada-Mu dan mempersembahkan harta kami yang paling berharga, yakni hidup kami. Sudilah Engkau menerima pekerjaan dan niat-niat baik kami pada hari ini dan perbaikilah segala kesalahan yang telah kami perbuat. Berilah ketenangan dalam hati dan pikiran kami agar dapat beristirahat dalam damai. Amin.

RUAH

Bacaan Harian 21 - 27 November 2011

Bacaan Harian 21 - 27 November 2011

Senin, 21 November: Peringatan Wajib Sta. Perawan Maria Dipersembahkan Kepada Allah (P).
Dan 1:1-6.8-20; MT Dan 3:52-56; Luk 21:1-4.

Dengan cara pandang tertentu Yesus melihat bahwa persembahan janda miskin sebagai persembahan yang paling banyak. Kita pun membutuhkan cara dan sudut pandang Allah untuk menemukan kebenaran-kebenaran Allah dalam hidup ini. Pemberian tidaklah ditentukan oleh besar dan kecil jumlahnya, tapi ditentukan oleh niat dan ketulusan hati yang mempersembahkannya. Namun di dunia ini yang terjadi adalah sebaliknya. Seorang yang merasa telah memberi banyak merasa begitu berjasa demikian pula ia akan mendapatkan kehormatan yang lebih besar. Bagaimana dengan aku?

Selasa, 22 November: Peringatan Wajib Sta. Sesilia, Perawan-Martir (M).
Dan 2:31-45; MT Dan 3:57-61; Luk 21:5-11.

Tuhan mencari keindahan manusia dari dalam. Itulah yang menentukan keselamatan manusia daripada keindahan dan kemegahan bangunan yang megah. Mari kita senantiasa mengingat bahwa kitalah sesungguhnya bangunan Gereja. Kita menjadi batu-batu yang hidup bila kita tetap menjadikan Yesus sebagai sendi utama dalam hidup kita.

Rabu, 23 November: Hari Biasa Pekan XXXIV (H).
Dan 5:1-6.13-14.16-17.23-28; MT Dan 3:62-67; Luk 21:12-19.

Ketika badai melanda hidup orang-orang percaya, Tuhan tidak akan tinggal diam. Ia akan turun tangan membantu mereka, menguatkan dan memberikan kata-kata hikmat-Nya. Sayang sekali terkadang kita menutup diri di saat badai itu datang, sehingga akhirnya kita terseret arusnya.

Kamis, 24 November: Peringatan Wajib St. Andreas Dung Lac, Imam dan kawan-kawan Martir-Vietnam (M).
Dan 6:12-28; MT Dan 3:68-74; Luk 21:20-28.

Yesus menangisi Yerusalem karena telah melewatkan saat rahmat, kunjungan Allah kepada umat-Nya. Demikian yang akhirnya terjadi dalam sejarah pada kurang lebih tahun 70. Bagai kehancuran Yerusalem, demikian pulalah yang terjadi jiwa manusia yang menutup diri dan menolak Tuhan. Orang yang kehilangan Tuhan, jiwanya akan dijungkirbalikkan, dan betapa hebatlah kerusakannya.

Jumat, 25 November: Hari Biasa Pekan XXXIV(H).
Dan 7:2-14; MT Dan 3:75-81; Luk 21:29-33.

Segala yang ada di muka bumi tidaklah abadi. Ada saat mereka datang dan ada saat mereka harus pergi. Ada saatnya mereka ada, ada saatnya mereka menghilang. Hanya satu yang abadi yaitu Sabda-Nya. Dan hanya dengan bersatu dengan-Nya kita akan masuk ke dalam keabadian.

Sabtu, 26 November: Hari Biasa Pekan XXXIV (H).
Dan 7:15-27; MT Dan 3:82-87; Luk 21:34-36.

Berjaga-jaga dan berdoa adalah dua hal yang harus dilakukan, apapun keadaannya. Meski kondisi aman-aman saja, berjaga-jaga dan berdoa tetap harus dilakukan. Ini semua karena kita tidak tahu bagaimana dan kapan Anak Manusia akan datang menyelamatkan kita. Apabila kita siap sedia ketika Ia datang, kita akan dapat menyambut-Nya dengan sukacita besar.

Masa Adven
Seri Bacaan: Mingguan Tahun B – Harian Tahun II

Minggu, 27 November: Hari Minggu Adven I (U).
Yes 63:16b-17 – 64:1.3b-8; Mzm 80:2ac.3b.15-16.18-19; 1Kor 1:3-9; Mrk 13:33-37.

Adven, masa yang khusus buat pribadi kita masing-masing, suatu masa dalam beberapa minggu untuk menciptakan dalam batin kita kerinduan akan kehadiran Allah dalam hidup kita, sekaligus saat siap membaharui diri dan dibentuk. Lewat bantuan para tokoh suci yang ditampilkan dalam setiap Minggu selama masa Adven ini dan lewat simbol lilin advent, semoga mampu menerangi sisi-sisi gelap hidup kita, dan jalan hidup kitapun semakin terang. Selamat memasuki masa Adven dan biarkan Allah dalam Yesus membuat kita berani mengakui kesalahan dan siap menyongsong Dia yang akan membentuk kita seindah seperti yang Dia inginkan.

Minggu, 20 November 2011 Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam

Minggu, 20 November 2011
Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. --- Matius 25:40

Antifon Pembuka (Why 5:12; 1:6)

Anak Domba yang telah dikorbankan patut menerima kekuatan dan keallahan, kebijaksanaan, keperkasaan, dan kehormatan. Bagi-Nya kemuliaan dan kekuasaan sepanjang segala masa.

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau memperbarui segalanya dalam Kristus. Dialah Putra-Mu terkasih dan Raja semesta alam baru. Bebaskanlah kami dari segala kejahatan yang memperbudak kami, agar seluruh alam raya mengimani Engkau sebagai Tuhan, dan serentak memuji keagungan-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel (34:11-12.15-17)

"Wahai domba-domba-Ku, aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba."

Beginilah firman Tuhan Allah, "Dengar, Aku sendirilah yang akan memperhatikan domba-domba-Ku dan mencari mereka. Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanannya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku, dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserakkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku, dan aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan Allah. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, sedang yang gemuk dan kuat akan Kulindungi. Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya." "Wahai kamu domba-domba-Ku," beginilah firman Tuhan Allah, "Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan, do = d, 3/2, 2/4, PS 849

Ref. Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ayat. (Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6, Ul: lih. 1)
1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: 'ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. 'Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
2. Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3. Kau siapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.
4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku, aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1Kor 15:20-26a.28)

"Ia menyerahkan Kerajaan kepada Bapa supaya Allah menjadi semua di dalam semua."

Saudara-saudara, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tibalah kesudahan, yaitu bilamana Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Kristus harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh terakhir yang dibinasakan ialah maut. Dan kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Kristus sendiri sebagai Anak akan menaklukan diri-Nya di bawah Dia yang telah menaklukkan segala sesuatu, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. (Mrk 11:10; 2/4)
Terpujilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah kerajaan yang telah tiba, kerajaan Bapa kita Daud

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (25:31-46)


"Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya dan akan memisahkan mereka seorang dari seorang."


Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya, dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing; Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya, dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum, ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makanan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Maka Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Lalu Raja itu akan berkata juga kepada mereka di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal, yang telah disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu mereka pun akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara, dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka itu akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar masuk ke dalam hidup yang kekal.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Antifon Komuni

Tuhan bertakhta di surga, bersemayam sebagai raja selama-lamanya. Tuhan memberikan kekuatan kepada umat, umat diberkati-Nya dengan damai sejahtera.

Renungan

Rekan-rekan yang budiman!

Digambarkan dalam Mat 25:31-46 bagaimana pada akhir zaman nanti Anak Manusia datang sebagai raja untuk menghakimi semua bangsa. Pahala diberikan kepada mereka yang berbuat baik kepadanya ketika ia lapar, haus, tak ada kenalan, telanjang, sakit, bahkan dipenjara. Mereka yang tak punya kepedulian akan tersingkir. Mereka tidak menyadari bahwa perlakuan kepada salah satu dari saudaranya yang paling hina sama dengan perbuatan terhadapnya sendiri. Bagaimana memahami ajaran Injil yang dibacakan pada hari raya Kristus Raja Semesta Alam tahun ini? Beberapa hal saya bicarakan dengan Matt sendiri. Karena akan berguna bagi rekan-rekan, berikut ini saya kutipkan balasannya. Ia juga ada pesan khusus pada akhir suratnya. Selamat membaca!

A. Gianto

[...] Gus, pengajaran Yesus ini kutemukan dalam sumber yang tidak dikenal Mark maupun Luc. Juga Oom Hans tidak menyebutnya. Bahan itu kemudian kutaruh bersama dengan beberapa pembicaraan lain mengenai akhir zaman dalam bab 24-25 dengan penyesuaian di sana sini. Kusisipkan perumpamaan Anak Manusia memisahkan bangsa-bangsa seperti "gembala memisahkan domba dari kambing" (Mat 25:32). Maksudnya, penghakiman itu bukan semena-mena. Ia mengenal mereka sebagai gembala mengenal kawanannya satu per satu. Ia tahu siapa yang membiarkan diri diberkati. Seperti domba-domba, mereka ini akan diberinya tempat aman di sebelah kanannya. Tetapi yang menyukai kekerasan - seperti kambing - akan dijauhkannya.

APABILA ANAK MANUSIA DATANG DALAM KEMULIAANNYA...


Apakah ini sebuah ramalan? Sama sekali bukan bila yang dimaksud ialah "pengetahuan gaib tentang masa depan". Yang hendak disoroti ialah keadaan yang sedang berlangsung kini. Begini, kita biasa memahami masa sekarang sebagai kelanjutan dan akibat peristiwa-peristiwa masa lampau. Nah, dalam petikan ini semuanya digeser ke depan dan dengan demikian dapat menjadi pengarahan dan harapan. Jadi keadaan sekarang ini ialah "masa lampaunya" kejadian "kelak" yang digambarkan dalam petikan ini. Namun pengertian kami mengenai jalannya sejarah tidak seperti mesin, bila begini pasti begitu. Kami justru melihat adanya unsur yang tidak termasuk hukum-hukum perjalanan waktu, yakni kehadiran Yang Ilahi. KehadiranNya bisa memberi arah baru pada sejarah kemanusiaan dengan cara-cara yang tidak kita duga sama sekali. Baru kita sadari setelah terjadi. Dan yang kalian dengarkan hari ini ada dalam arah itu. Kehadiran Yang Ilahi itu dibicarakan dengan memakai gagasan tampilnya "Anak Manusia" dalam kemuliaannya tapi yang tidak langsung dikenali. Orang bertanya "Kapan kami melihatmu...?

"Anak Manusia" di sini berhubungan erat dengan Dan 7:13. Di situ Daniel melihat ada sosok yang "seperti anak manusia" datang mengarah kepada Yang Mahakuasa untuk menerima kuasa atas bumi dan langit. Lihat, kuasa ini diberikan bukan kepada malaikat, atau makhluk ilahi, melainkan kepada tokoh yang memiliki ciri-ciri sebagai manusia itu. Dan tentangnya dikatakan "mengarah" ke Yang Mahakuasa. Inilah kemanusiaan yang terbuka bagi keilahian, tidak menutup diri atau malah mau menyainginya. Semua ini ikut disampaikan dalam pengajaran Yesus dalam petikan Injil hari ini. Anak Manusia tampil sebagai yang kini menduduki tahta kemuliaannya tetapi tetap mengarahkan diri kepada Yang Mahakuasa. Dalam ay. 34 ia malah terang-terangan menyebut-Nya sebagai Bapa yang telah menyiapkan tempat bagi mereka yang diberkati.

Dalam bahasa yang dipakai Yesus, bahasa Aram, ungkapan "anak manusia" itu artinya sama dengan "manusia", tapi dengan penekanan pada sifatnya sebagai makhluk di hadapan Pencipta. Dalam alam pikiran kami, seluruh umat manusia itu makhluknya Yang Maha Kuasa. Yesus beberapa kali merujuk pada dirinya sendiri sebagai "Anak Manusia". Hendak dikatakannya, ia tahu tempatnya sebagai manusia di hadapan Pencipta. Hidupnya berasal dari Dia. Karena itu Yesus mengajarkan bahwa Sang Pencipta dapat dipanggil sebagai Bapa. Coba ucapkan doa Bapa Kami - di situ terpeta siapa Dia yang dapat dipanggil Bapa tadi.

Ingat kisah pengakuan Petrus bahwa Yesus itu Mesias - Yang Terurapi - Anak Allah yang hidup (Mat 16:16)? Tetapi kemudian Yesus melarang murid-muridnya memberitahukan kepada siapa pun bahwa ia Mesias (16:20). Ia malah berbicara mengenai penderitaannya bakal ditolak, dibunuh, tetapi akan dibangkitkan pada hari ketiga (16:21). Kata "ia" yang kupakai di situ menjelaskan makna ungkapan aslinya, yakni "Anak Manusia", yang ada dalam tulisan Mark yang menjadi sumberku (Mrk 8:31). Luc malah eksplisit menampilkannya dalam ujud kutipan langsung (Luk 9:22). Yesus ingin agar murid-muridnya mengerti terlebih dahulu bahwa kemesiasannya itu hanya berarti bila disertai pengakuan diri sebagai makhluk di hadapan Pencipta. Juga baru dengan demikian ia dapat tampil sebagai Mesias yang senasib sepenanggungan dengan manusia.

SEMUA BANGSA AKAN DIKUMPULKANNYA

Kau bertanya apakah "semua bangsa" dalam Mat 25:32 merujuk kepada seluruh umat manusia, seperti kerap ditafsirkan. Terus terang bukan itulah yang kupikirkan. Kau tahu kan, istilah ini berasal dari tradisi Perjanjian Lama. Di situ "bangsa-bangsa" ialah mereka yang tidak termasuk "umat Allah", yakni yang bukan orang Yahudi. (Bdk. Mat 24:14, juga 28:19 yang kaubicarakan bagi Hari Raya Kenaikan Tuhan 5 Mei 2005.) Tetapi di kalangan kami timbul pertanyaan yang mengusik batin. Dapatkah "bangsa-bangsa" itu ikut masuk hidup abadi? Atau mereka tak masuk hitungan? Memang kami beruntung karena jadi bangsa terpilih, tapi kami kan tak boleh melupakan orang lain. Lalu bagaimana?

Menurut Yesus, keselamatan "bangsa-bangsa" itu bergantung pada perlakuan mereka kepada sang raja ketika ia lapar, haus, tak ada tumpangan, telanjang, sakit, dipenjara. Tapi ketika mereka bertanya kapan mereka ada kesempatan berbuat demikian terhadap dia, sang raja menjawab, yang kalian perbuat terhadap "salah seorang (saudaraku) yang paling hina ini" (ay. 39 dan 45) sama dengan yang kauperbuat terhadapku. Maksudnya orang yang termasuk kaumnya sang raja, termasuk bangsa terpilih. Yesus tidak menghapus tradisi mengenai bangsa terpilih, tetapi malah mengembangkannya. Jawaban ini genial. Mereka yang di luar lingkungan bangsa terpilih dapat ikut menikmati keselamatan bila mereka menghargai yang paling kecil dari bangsa terpilih tadi.

Penting kalian ketahui, pembicaraan tadi ditujukan terutama kepada kami, pengikut Yesus yang berasal dari lingkungan Yahudi, yang merasa lebih beruntung daripada "bangsa-bangsa". Mereka sendiri bukanlah pendengar yang dimaksud. Karena itu jangan petikan ini ditafsirkan sebagai imbauan kepada mereka agar berbuat baik kepada orang seperti kami, berikut janji pahala dan ancaman hukuman. Yesus bukan guru yang naif. Sapaannya diarahkan langsung kepada kami yang merasa sudah mengikuti dia. Ia mau berkata, mereka akan ikut selamat bila kalian membiarkan diri menjadi jalan bagi mereka. Hiduplah menurut kehendak Bapa, jadilah "saudaraku" yang sungguh, sehingga orang luar - "bangsa-bangsa" itu - melihat integritas kalian dan memperlakukan kalian dengan baik.

Tampak betapa manusiawinya ajaran Yesus itu tapi juga betapa luhurnya Anak Manusia yang mengajarkan semua ini. Tak heran ia disebut Raja semesta alam! Inilah corak universal ajarannya. Seperti dikisahkan teman kita Luc, komunitas pengikut Yesus diperkaya dengan ikut sertanya "bangsa-bangsa", yakni orang-orang seperti Kornelius dan orang-orang yang mendengarkan pewartaan Paul di mana-mana.

SARAN DAN PESAN

Bukan maksudku mengajak kalian memandangi zaman dulu saja. Aku tahu kalian memahami diri sebagai umat Allah yang baru. Begitu kan teologi Gereja kalian? Konsekuensinya, kalian diharapkan berani menjadi "saudara"-nya Yesus, sekecil apapun. Bisakah kalian menerima kenyataan Sabda Bahagia? Kalau ya, teruskan, dan kalian akan menjadi jembatan emas bagi "bangsa-bangsa" di zaman kalian. Terus terang aku sampai hari ini masih gelisah memikirkan apa nanti akan ada yang terpaksa perlu ditempatkan di sebelah kiri dan disuruh enyah. Bila ya, artinya kami gagal membuat pihak-pihak lain melihat bahwa kepercayaan yang kami hayati itu patut mereka tanggapi baik-baik. Kami juga akan merasa kurang mampu menunjukkan diri betul-betul saudara raja tadi. Gus, mintakan pertolongan rekan-rekan, tutuplah kekurangan kami di masa lampau dengan yang bisa kalian buat sekarang. Dan kami akan lebih tenang. Kalian itu sambungan hidup kami!

Ini juga penghabisan kalinya Injil Matius kalian bacakan pada hari Minggu. Gus, terima kasih sudah berusaha menguraikan kisah-kisahku tentang Yesus bagi orang zaman ini. Tidak perlu kita selalu sekata mengenai semua hal. Bila begitu nanti khazanah Injil malah tidak tertimba. Bila dua ahli Kitab saling mengulang, apa yang bisa dituai pendengar? Itu itu juga! Kami dididik berani memasuki liku-liku teks agar semakin diperkaya di dalam interaksi dengan teks. Dan teksnya sendiri akan mekar jadi indah. Bila begitu peneliti teks boleh berkata, dalam bahasa Yunani, "matheteutheis" (Mat 13:52), artinya, "telah memperoleh hikmat pengajaran". Ah, tak usah menduga-duga apa bunyi kata itu mau mengingatkan nama resmiku, "Maththaios".

Mulai Minggu depan kalian akan lebih sering mendengarkan Mark. Juga Oom Hans akan kerap datang. Mark itu hemat kata. Ia mengikhtisarkan ceramah-cermah Petrus di Roma bagi pendengar yang semakin ingin tahu siapa Yesus Kristus itu. Luc dan aku sendiri berhutang banyak kepada Mark. Dan juga Oom Hans, meski beliau baru menerbitkan bukunya setelah kami semua selesai menulis! Kalian pasti akan belajar banyak dari mereka. Dan engkau sendiri masih akan menulis tentang rekan-rekan kita itu kan?

Sampaikan salam kepada rekan-rekan di Internos dan para peminat lain!
Matt

Panduan Adven 2011: Pertemuan I: Mendamba Allah, Sang Penolong - Keuskupan Agung Semarang

Pertemuan Pertama: Mendamba Allah, Sang Penolong
Tujuan: Umat menyadari bahwa setiap manusia mempunyai kerinduan akan pertolongan Allah.

1. Lagu Pembuka
(dipilih sesuai dengan tema pertemuan, misalnya PS 651)

2. Doa Pembuka

doa dapat dikembangkan oleh pemandu dengan pokok-pokok sebagai berikut:
  • mengucap syukur atas pertemuan Adven pertama dan atas iman yang sudah dihidupi di dalam pengalaman sehari-hari
  • Mohon terang Roh Kudus agar pertemuan dapat berjalan dengan baik, lancar dan mampu menajamkan mata hati untuk melihat karya pertolongan dan penyertaan Allah dalam hidup.

3. Pengantar


Masa Adven menjadi saat yang penting untuk menyadari bahwa hidup adalah arena pergumulan dengan Allah yang kita imani. Allah yang kita imani itu tak lain adalah Bapa yang menganugerahkan Putra-Nya yang Tunggal untuk membangun kehidupan baru di tengah sejarah hidup manusia. Oleh karena kehadiran Putra-Nya itu, kita jadi mengerti bahwa hidup kita tidak melulu soal hubungan-hubungan sosial kita dengan orang lain. Kita juga semakin memahami bahwa hidup ini bukan sekedar sejarah manusia namun sejarah Tuhan, atau lebih tepatnya sejarah penyelamatan Tuhan. Maka, baik bahwa dalam masa Adven ini, kita menyadari bahwa di tengah semrawutnya kehidupan ini, ada kekuatan yang sedang bekerja di tengah-tengah kita yakni kekuatan Kristus, kekuatan cinta kasih. Kekuatan itu sedang membangun kehidupan baru di tengah-tengah kita.

Seperti apa kekuatan yang bekerja di tengah pengalaman hidup kita? Hari-hari ini, kita semakin menyadari betapa pengalaman hidup kita saat ini tidak semakin menunjukkan adanya bangunan kehidupan baru yang dikerjakan Allah. Mata hati kita mungkin sudah banyak ditutupi oleh berbagai situasi kehidupan bersama yang semakin carut-marut. Kita melihat banyak peristiwa-peristiwa yang melukai hidup bersama: kekerasan, bencana alam, korupsi, penyalahgunaan hukum, dan sebagainya. Di tengah situasi yang demikian itu, kita diajak untuk semakin membangun keyakinan akan pertolongan Allah yang tak berkesudahan.

Pada pertemuan Adven pertama, kita hendak mengumpulkan sekaligus mendalami pengalaman-pengalaman yang melukai hidup bersama kita. Bukan pertama-tama, kita ingin mengungkit-ungkit pengalaman lukanya, namun lebih-lebih kesadaran untuk mengerti bahwa kita memang benar-benar membutuhkan pertolongan Allah yang akan memperbaharui seluruh hidup kita. Itu telah terjadi di masa lalu ketika Ia mengutus Putra-Nya ke dunia dan kini masih terus berrlangsung di tengah kehidupan kita, hingga saat ini dan di akhir zaman nanti.

4. Ritus Penyalaan Lilin Korona Adven

P. Tuhan terangilah umat-Mu dengan cahaya kasih-Mu.
U. Agar kami semua dapat menjadi cahaya bagi sesama
P. Ya Bapa, berbelaskasihlah kepada kami, hamba-Mu yang merindukan Putra-Mu, cahaya kehidupan kami. Nyalakanlah harapan kami yang gelap ini akan kehadiran Putra-Mu yang menjadi penerang bagi hidup dan karya kami. (lilin dinyalakan)
Bagai nyala lilin yang semakin terang, demikianlah kami mohon agar hidup kami semakin diterangi oleh kehadiran Kristus dalam kehidupan kami.
Semoga dalam terang-Nya, kami dapat mengembangkan iman yang solider, mendalam dan tangguh, sehingga mampu mewujudkan iman di tengah-tengah masyarakat. Doa ini kami sampaikan dengan pengantaraan Kristus, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

U. Amin.

5. Inspirasi dan Permenungan

Bacaan dari Kitab Yesaya (63:16b-17; 64:1.3b-8)

"Sudilah Engkau mengoyakkan langit dan turun."

Ya Tuhan, Engkau sendirilah Bapa kami. Sejak dahulu kala nama-Mu ialah "Penebus kami". Ya Tuhan, mengapa Engkau biarkan kami sesat dari jalan-Mu? Mengapa Engkau tegarkan hati kami, sehingga kami tidak takut kepada-Mu? Kembalilah oleh karena hamba-hamba-Mu, dan oleh karena suku-suku milik pusaka-Mu. Sudilah Engkau mengoyakkan langit dan turun, sehingga gunung-gunung goyang di hadapan-Mu. Karena sejak dahulu kala orang tidak pernah mendengar, dan juga tidak ada telinga yang mendengarl tidak ada mata yang melihat Allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan Dia. Hanya Engkau yang berbuat demikian. Engkau menyongsong mereka yang melakukan kebenaran, dan yang mengindahkan jalan yang Kautunjukkan! Sesungguhnya, Engkau ini murka sebab kami berdosa. Terhadap Engkau kami memberontak sejak dahulu kala. Demikianlah kami semua seperti orang najis, dan segala kesalehan kami seperti kain kotor. Kami semua menjadi layu seperti daun, dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. Tidak ada yang memanggil nama-Mu atau yang bangkit untuk berpegang kepada-Mu, sebab Engkau menyembunyikan wajah-Mu terhadap kami. Engkau menyerahkan kami ke dalam kekuasaan dosa kami. Tetapi sekarang, ya Tuhan, Engkaulah Bapa kami! Kami ini tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami semua adalah buatan tangan-Mu.
P. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bacaan yang dikutip dari nubuat Yesaya ini di dalam kitab suci diberi judul doa pengakuan dan permohonan Israel. Doa ini menyiratkan kesadaran bahwa kemanusiaan kita di hadapan Allah sungguh-sungguh rapuh. Kejahatan dan dosa menyebabkan telah membuat sejarah manusia menjadi sejarah rentetan penderitaan-penderitaan. Manusia selalu mengalami kerinduan akan hidup yang baru namun berhenti [Jawa: mentok) karena rendahnya kesadaran mereka atas keikutsertaan Tuhan dalam sejarah hidup-Nya. Kerinduan itu mungkin dapat digambarkan sebagai cerita seorang pengungsi erupsi Merapi setahun yang lalu dalam buku "Dahsyatnya Merapi tak sedahsyat cinta-Mu".

Mari kita simak bagaimana kejahatan, dosa dan kerinduan manusia akan pertolongan Allah itu dalam cerita berikut.
Pada hari pertama gunung meletus 26 Oktober 2010, di dusun kami memang belum ada gerakan mengungsi. Namun, pada sore harinya, pukul 17.30, telah diumumkan lewat informasi dusun bahwa semua warga harus mengungsi. Selang beberapa menit setelah pengumuman itu, langsung ada hujan abu. Semua warga bingung, karena pada saat itu memang mobil evakuasi belum disediakan pemerintah -hanya ada 2 turuk dan 2 colt- padahal jalan-jalan sudah sangat ramai. Kami pun sempat bingung karena makin lama hujan abu semakin deras, sampai-sampai orang tidak berani keluar. Kebingungan kami bertambah ketika warga belum terevakuasi semua, terutama lansia, ibu-ibu, dan anak-anak. Untunglah kira-kira pukul 20.00 semua warga sudah dapat terevakuasi.

Sekitar 10 hari kami tinggal bersama dengan warga dusun kami dalam barak pengungsian. Masalah utama kami adalah minimnya pendanaan. Tak jarang kami harus patungan untuk membeli gas dan kebutuhan operasional lainnya. Warga dusun kami terpisah menjadi dua: yang satu di pos induk, yang lain di Sekolah Dasar.

Suatu kali, saya ditunjuk untuk menjadi koordinator oleh teman-teman untuk diajak pertemuan bersama komite Sekolah Dasar. Komite sekolah itu berkata bahwa sekolahan boleh untuk mengungsi tetapi dengan beberapa syarat. Pertama, dibuatkan WC permanen; kedua, berhubung sekolah belum dipasangi eternit, mereka meminta kami memasang eternit di plafon. Kami pun tidak bisa menjanjikan karena kami sedang mengungsi. Setelah itu kami berkoordinasi ke Kantor Desa. Kantor Desa pun tidak mau ambil pusing. Sekitar jam 17.00 kami dipindah ke pondok suatu pondok pesantren. Setelah kami sampai, rupanya tempat pindah pun belum dipersiapkan 100 persen. Beruntung, antusiasme warga setempat sangat besar. Beberapa waktu kemudian, kami dipindah lagi ke sebuah sekolah SMP terdekat. Tentu ini situasi yang tidak mudah, apalagi siang harinya kami semua belum makan siang karena para relawan tidak bisa mengirim makan dan minum kepada pengungsi desa kami sebab stok makan dari kelurahan hanya cukup untuk makan pagi.

Pada pergantian hari antara tanggal 4 dan 5 November 2010, saat kami belum sempat memejamkan mata, suara gemuruh terdengar kencang sekali. Kaca-kaca bergetar. Saat itu, kami langsung keluar. Para pengungsi juga sudah lari berantakan. Suara gemuruh makin lama makin deras. Lampu mati. Tidak lama setelahnya hujan abu disertai kerikil dan air lengket berbau belerang turun. Pada pagi harinya, semua pengungsi bingung dan bertanya pada kami, "Mas, ini mau dipindah kemana?" Kami pun tambah bingung karena pemerintah desa saja malam itu sudah pada kabur menyelamatkan diri sendiri. Sungguh kami membutuhkan pertolongan saat itu.
Kisah ini membuat kita semakin mengerti bahwa hidup kita memang suatu pergumulan. Kita sering mengalami bagaimana hidup kita bersama-sama orang lain tiba-tiba menjadi sepi. Kita mengalami saat-saat dimana kita hidup serba mengbingungkan dan sekaligus mengalami kerinduan hadirnya pertolongan.

Nabi Yesaya -dan kita semua umat beirman- menyadari dan meyakini bahwa di tengah tantangan dan acaknya situasi hidup kita, ada kerinduan dan dambaan yang besar akan adanya pertolongan dari Tuhan.

6. Refleksi dan Sharing Pengalaman

Pemandu mengajak umat untuk mendalami, berbagi pengalaman iman dan memberikan berbagai peneguhan.

Dalam kehidupan, kita mengalami bahwa menjalani hidup itu kadang-kadang tidaklah mudah. Ada tantangan, persoalan, bahkan musibah yang sering datang tak terduga. Kadang keadaan itu sering membuat kita putus asa, tidak berdaya, dan mengalami krisis iman. Kita bisa membagikan atau mensharingkan pengalaman kita masing-masing.
a. Pernahkah anda memiliki pengalaman berat, yang menjadikan anda putus asa, hilang harapan dan mengalami krisis iman? Bisakah anda sharingkan?
b. Apa saja hal-hal yang sering membuat kita merasa rapuh/lemah dalam menjalani hidup ini?
c. Apakah yang anda rindukan dalam situasi semacam itu? Apakah anda merasakan pertolongan dan penyertaan Tuhan?

(pemandu dapat memberikan alternatif uraian peneguhan serta berbagi pengalaman atau sharing dengan beberapa rumusan alternatif sebagai berikut.


Kita mengakui bahwa persoalan-persoalan yang kita hadapi seringkali menjadikan kita rapuh dan tidak berdaya. Bangsa Israel pun demikian. Saat mereka berada dalam peperangan, kemudian dibuang, mereka mengalami krisis hidup. Mereka pernah putus asa. Namun mereka tidak mengalami krisis iman. Mereka percaya bahwa Allah tidak meninggalkan mereka. Maka satu hal yang menjadi kekuatan mereka dan pengharapan mereka adalah keyakinan bahwa akan ada pertolongan dari Tuhan. Kerapuhan mereka menjadi kesempatan menumbuhkan keyakinan iman.

Saat ini kita diajak mengembangkan keyakinan seperti orang Israel tersebut. Adven menjadi kesempatan kita untuk merindukan kehadiran Tuhan yang menyelamatkan. Allah senantiasa hadir dalam setiap derai kehidupan, terutama peristiwa-peristiwa yang kita alami dalam masyarakat kita ini, walaupun di dalam peristiwa-peristiwa berat sekalipun.

7. Doa Umat dan Doa Penutup

Pemandu mengajak umat berdoa permohonan (doa umat) yang ditutup dengan doa Bapa Kami, lalu dilanjutkan dengan doa penutup.

Doa dapat ditutup oleh pemandu dengan pokok-pokok sebagai berikut:


  • mengucap syukur karena pertemuan dapat berjalan lancar dan memberikan buah-buah iman atau kesadaran baru.
  • mohon penyertaan rahmat Allah supaya mampu meresapkan dalam hati segala nilai-nilai imani yang telah ditemukan, yaitu menantikan kedatangan Kristus Sang Juru Selamat dunia dalam hidup sehari-hari.

8. Lagu Penutup

(dipilih sesuai dengan tema pertemuan misalnya PS 684, 697, 698)