Senin, 14 Januari 2013 Hari Biasa Pekan I

Senin, 14 Januari 2013
Hari Biasa Pekan I

Di mana ada dosa, di situ ada keanekaragaman, di situ ada perpecahan, sekte-sekte dan pertengkaran --- Origenes


Antifon Pembuka (Mzm 97:1-2)

Tuhan adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorai! Biarlah banyak pulau bersukacita! Keadilan dan hukum adalah tumpuan kaki-Nya.

Doa Pagi

Allah Bapa kami, dengan perantaraan Yesus Putra-Mu, Engkau telah memanggil semua orang agar bertobat dan percaya kepada Injil. Kami mohon, jauhkanlah kami dari dosa-dosa, berilah kami keberanian untuk menanggapi panggilan-Mu dan menempuh jalan yang ditunjukkan oleh Yesus, Putra-Mu, Tuhan, Pengantara kami. Amin.

Mulai hari ini kita membaca Surat kepada Orang Ibrani. Ayat-ayat pertama adalah pengantar surat yang berbicara mengenai jalan terakhir Tuhan berbicara kepada kita, yakni dengan pengantaraan Anak-Nya. Ini akan menjadi tema besar dari surat kepada Orang Ibrani. Ada delapan pernyataan berturut-turut tentang Kristus (ayat. 2-4), dan kemudian ditutup dengan pernyataan besar dari Bapa sendiri, "Anak-Kulah Engkau".

Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (1:1-6)
 
"Allah berbicara kepada kita dengan pengantaraan Anak-Nya."
 
Saudara-saudara, pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi. Tetapi pada zaman akhir ini Allah telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Anak-Nya itulah yang ditetapkan-Nya sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dialah Allah menjadikan alam semesta. Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Dialah yang menopang segala yang ada dengan sabda-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi. Ia jauh lebih tinggi daripada malaikat-malaikat sebagaimana nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah daripada nama mereka. Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu Allah pernah berkata, "Anak-Kulah engkau! Pada hari ini engkau telah Kuperanakkan." Atau pun: "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia menjadi Anak-Ku" Lagipula, ketika mengantar pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata, "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 836
Ref. Segala bangsa bertepuk tanganlah berpekiklah untuk Allah raja semesta.
Ayat. (Mzm 97:1.2b.6.7c.9; Ul: 1a.9a)
1. Tuhan adalah Raja. Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
2. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. Segala dewata sujud menyembah Allah.
3. Sebab, ya Tuhan, Engkaulah Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala dewata.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mrk 1:15)
Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

Tiba waktunya bagi Yesus untuk memulai karya-Nya. Inti pewartaan-Nya adalah "Kerajaan Allah sudah dekat". Dan dua hal yang diminta pada para pendengar-Nya adalah bertobat dan percaya pada Injil. Setelah itu, hal pertama yang dilakukan-Nya adalah memanggil orang-orang yang kemudian menjadi murid-Nya dan melibatkan mereka dalam perutusan mewartakan Kerajaan Allah.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:14-20)
  
"Bertobatlah dan percayalah kepada Injil."
 
Sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea, memberitakan Injil Allah. Yesus memberitakan, "Waktunya telah genap. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, "Mari, ikutlah Aku, dan kalian akan Kujadikan penjala manusia." Mereka segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes saudaranya sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, dalam perahu bersama orang-orang upahannya. Lalu mereka mengikuti Yesus.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan

Para murid dipanggil untuk memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan. Itulah tugas murid Kristus. Pertobatan bukanlah barang sepele, karena menjadi pewartaan utama Yesus, yang didahului oleh Yohanes Pembaptis. Bukankah seluruh isi Surga hanya bisa digembirakan oleh berita pertobatan? Maka, seharusnya pertobatan terus-menerus menjadi pola hidup setiap murid Kristus. Saya berusaha meyakinkan diri, bahwa Anda telah melakukannya.

Amanat misi. "Kepada para bangsa Gereja diutus oleh Allah untuk menjadi 'Sakramen universal keselamatan'. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hakiki sifat katoliknya, menaati perintah Pendirinya, Gereja sungguh-sungguh berusaha mewartakan Injil kepada semua orang" (AG 1): "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Mat 28:19-20). ---- Katekismus Gereja Katolik, 849


Doa Malam

Yesus, terima kasih atas kesetiaan-Mu untuk mencintai , tanpa batas. Terimalah syukur kami dan ampunilah kami jika usaha kami untuk hidup seperti yang Engkau kehendaki kurang sempurna. Sebab Engkaulah Raja, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
RUAH