Kamis, 21 Maret 2013 Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Kamis, 21 Maret 2013
Hari Biasa Pekan I Prapaskah

“Yesus menyerahkan Diri secara sukarela demi keselamatan kita” (Katekismus Gereja Katolik, 621)

Antifon Pembuka (Mzm 5:2-3)

Tuhan, Rajaku dan Allahku, kabulkanlah doaku, indahkanlah keluh-kesahku, dengarkanlah suara permohonanku.

Doa Pagi

Allah Bapa yang mahabaik, kami bersyukur atas segala yang baik yang Engkau berikan kepada kami. Kami juga bersyukur atas hukum emas yang diajarkan Putra-Mu kepada kami. Semoga dengan hukum emas ini kami semakin mampu menciptakan kedamaian di antara kami. Hanya kepada-Mulah, ya Tuhan, kami berlindung dan berpaling. Dengan penuh iman kami berani berserah dan memasrahkan segala kesesakan hidup kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Kita membaca satu penggalan kisah Ester, gadis Yahudi yang berhasil menjadi permaisuri Ahasyweros, Raja Persia. Sebuah kisah tentang kekuatan doa permohonan. Terlebih doa permohonan orang yang ada dalam kesulitan besar, yakni bahaya maut. Tuhan menjadi satu-satunya harapan. “Ya Tuhan, Raja kami, Engkaulah yang tunggal,” seru Ester. Ketika ia berdoa sungguh-sungguh, alam semesta pun seakan mendukung. Bahkan juga singa, binatang buas itu.

Bacaan dari Kitab Ester (4:10a.10c-12.17-19)
 
"Padaku tidak ada seorang penolong selain Engkau, ya Tuhan."
 
Di kala bahaya maut menyerang, Ratu Ester berlindung pada Tuhan. Ia mohon kepada Tuhan, Allah Israel, katanya, “Ya Tuhan, Raja kami, Engkaulah yang tunggal. Tolonglah aku yang seorang diri ini. Padaku tidak ada seorang penolong selain Engkau, sebab bahaya maut mendekati diriku. Sejak masa kecilku telah kudengar dalam keluarga bapaku bahwa Engkau, ya Tuhan, telah memilih Israel dari antara sekalian bangsa, dan nenek moyang kami telah Kaupilih dari antara sekalian leluhurnya, supaya mereka menjadi milik abadi bagi-Mu; dan telah Kaulaksanakan bagi mereka apa yang telah kaujanjikan. Ingatlah, ya Tuhan, dan sudilah menampakkan diri-Mu di waktu kesesakan kami. Berikanlah kepadaku keberanian, ya Raja para allah dan Penguasa sekalian kuasa! Taruhlah perkataan sedap di dalam mulutku terhadap singa itu, dan ubahlah hatinya sehingga menjadi benci kepada orang-orang yang memerangi kami, supaya orang itu serta semua yang sehaluan dengannya menemui ajalnya. Tetapi selamatkanlah kami ini dengan tangan-Mu, dan tolonglah aku yang seorang diri ini, yang tidak mempunyai seorang pun selain Engkau, ya Tuhan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Pada hari aku berseru, Engkau menjawab aku, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 138:1-2a,2bc-3,7c-8; R:3a)
1. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus.
2. Aku memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu, sebab Kaubuat nama-Mu, dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
3. Tuhan, tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!

Bait Pengantar Injil, do = es, 4/4, PS 966
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Sang Raja kemuliaan kekal.
Ayat. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu.

Juga Yesus dalam Injil meneguhkan hal yang sama, “Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Ini adalah kepercayaan yang perlu mendasari setiap doa, yakni bahwa Allah itu adalah Bapa, dan Bapa itu baik.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (7:7-12)
 
"Setiap orang yang meminta akan menerima."
 
Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta akan menerima, setiap orang yang mencari akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu akan dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan

Yesus mengajarkan bahwa Bapa itu sungguh amat baik. Maka kita diharapkan mau minta, mencari, mengetuk kemurahan hati-Nya, untuk mendapatkan apa yang kita perlukan. Namun kita juga diminta untuk melaksanakan hal yang sama kepada sesama kita yang memerlukan. Inilah ‘hukum emas’ yang menjadi rangkuman seluruh Kitab Suci. Maukah kita memperlakukan sesama sebagaimana Bapa memperlakukan kita? Jangan menunda-nunda, hari ini juga, kita bisa memulainya.

Doa Malam

Tuhan yang Mahabaik, Engkau tidak akan menolak permintaan kami, anak-anak-Mu, bila Kaupandang baik demi kebaikan dan keselamatan kami. Ampunilah kami yang kurang beriman ini dan yang sering memaksakan kehendak kami kepada-Mu, Allah yang penuh belas kasih, kini dan selama-lamanya. Amin.


RUAH

Kamis, 21 Maret 2013 Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Kamis, 21 Maret 2013
Hari Biasa Pekan I Prapaskah

“Yesus menyerahkan Diri secara sukarela demi keselamatan kita” (Katekismus Gereja Katolik, 621)

Antifon Pembuka (Mzm 5:2-3)

Tuhan, Rajaku dan Allahku, kabulkanlah doaku, indahkanlah keluh-kesahku, dengarkanlah suara permohonanku.

Doa Pagi

Allah Bapa yang mahabaik, kami bersyukur atas segala yang baik yang Engkau berikan kepada kami. Kami juga bersyukur atas hukum emas yang diajarkan Putra-Mu kepada kami. Semoga dengan hukum emas ini kami semakin mampu menciptakan kedamaian di antara kami. Hanya kepada-Mulah, ya Tuhan, kami berlindung dan berpaling. Dengan penuh iman kami berani berserah dan memasrahkan segala kesesakan hidup kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Kita membaca satu penggalan kisah Ester, gadis Yahudi yang berhasil menjadi permaisuri Ahasyweros, Raja Persia. Sebuah kisah tentang kekuatan doa permohonan. Terlebih doa permohonan orang yang ada dalam kesulitan besar, yakni bahaya maut. Tuhan menjadi satu-satunya harapan. “Ya Tuhan, Raja kami, Engkaulah yang tunggal,” seru Ester. Ketika ia berdoa sungguh-sungguh, alam semesta pun seakan mendukung. Bahkan juga singa, binatang buas itu.

Bacaan dari Kitab Ester (4:10a.10c-12.17-19)
 
"Padaku tidak ada seorang penolong selain Engkau, ya Tuhan."
 
Di kala bahaya maut menyerang, Ratu Ester berlindung pada Tuhan. Ia mohon kepada Tuhan, Allah Israel, katanya, “Ya Tuhan, Raja kami, Engkaulah yang tunggal. Tolonglah aku yang seorang diri ini. Padaku tidak ada seorang penolong selain Engkau, sebab bahaya maut mendekati diriku. Sejak masa kecilku telah kudengar dalam keluarga bapaku bahwa Engkau, ya Tuhan, telah memilih Israel dari antara sekalian bangsa, dan nenek moyang kami telah Kaupilih dari antara sekalian leluhurnya, supaya mereka menjadi milik abadi bagi-Mu; dan telah Kaulaksanakan bagi mereka apa yang telah kaujanjikan. Ingatlah, ya Tuhan, dan sudilah menampakkan diri-Mu di waktu kesesakan kami. Berikanlah kepadaku keberanian, ya Raja para allah dan Penguasa sekalian kuasa! Taruhlah perkataan sedap di dalam mulutku terhadap singa itu, dan ubahlah hatinya sehingga menjadi benci kepada orang-orang yang memerangi kami, supaya orang itu serta semua yang sehaluan dengannya menemui ajalnya. Tetapi selamatkanlah kami ini dengan tangan-Mu, dan tolonglah aku yang seorang diri ini, yang tidak mempunyai seorang pun selain Engkau, ya Tuhan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Pada hari aku berseru, Engkau menjawab aku, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 138:1-2a,2bc-3,7c-8; R:3a)
1. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus.
2. Aku memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu, sebab Kaubuat nama-Mu, dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
3. Tuhan, tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!

Bait Pengantar Injil, do = es, 4/4, PS 966
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Sang Raja kemuliaan kekal.
Ayat. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu.

Juga Yesus dalam Injil meneguhkan hal yang sama, “Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Ini adalah kepercayaan yang perlu mendasari setiap doa, yakni bahwa Allah itu adalah Bapa, dan Bapa itu baik.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (7:7-12)
 
"Setiap orang yang meminta akan menerima."
 
Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta akan menerima, setiap orang yang mencari akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu akan dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan

Yesus mengajarkan bahwa Bapa itu sungguh amat baik. Maka kita diharapkan mau minta, mencari, mengetuk kemurahan hati-Nya, untuk mendapatkan apa yang kita perlukan. Namun kita juga diminta untuk melaksanakan hal yang sama kepada sesama kita yang memerlukan. Inilah ‘hukum emas’ yang menjadi rangkuman seluruh Kitab Suci. Maukah kita memperlakukan sesama sebagaimana Bapa memperlakukan kita? Jangan menunda-nunda, hari ini juga, kita bisa memulainya.

Doa Malam

Tuhan yang Mahabaik, Engkau tidak akan menolak permintaan kami, anak-anak-Mu, bila Kaupandang baik demi kebaikan dan keselamatan kami. Ampunilah kami yang kurang beriman ini dan yang sering memaksakan kehendak kami kepada-Mu, Allah yang penuh belas kasih, kini dan selama-lamanya. Amin.


RUAH