APP KAS 2013: Pertemuan V Membangun niat dan pertobatan

Pertemuan V
 
MEMBANGUN NIAT DAN PERTOBATAN
  
Intisari pertemuan
 
Pada pertemuan kelima ini kita diajak untuk membangun niat kita serta membangun sikap tobat secara nyata dalam hidup. Selama empat kali pertemuan kita diajak untuk merenungkan bagaimana kita menjalankan pekerjaan kita selama ini. Niat apa sajakah yang mau kita bangun setelah pertemuan-pertemuan selama masa prapaskah ini?
 
Tujuan
 
  1. Menjadikan salib Tuhan kita Yesus Kristus sebagai dasar pekerjaan kita.
  2. Kita bisa berkarya/bekerja dengan penuh kegembiraan hati, tidak mudah mengeluh dan putus asa.
  3. Kita dapat melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kita, entah besar entah kecil dengan penuh keterlibatan hati.
  4. Semakin teguh dalam iman melalui pekerjaan yang kita lakukan.
 
JALANNYA PERTEMUAN
 
PEMBUKAAN
  
Nyanyian Pembuka
 
Tanda Salib dan Salam
 
P : Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
U : Amin
P : Terpujilah nama Tuhan
U : Kini dan selamanya
 
Pengantar-tobat
 
Doa pembuka
 
P : Ya Allah yang maharahim, kami bersyukur kepada-Mu karena kami senantiasa Kauberi kesempatan untuk membangun pertobatan. Berkatilah usaha serta niat kami agar kami mampu bekerja dengan baik. Semoga melalui pekerjaan kami, iman kami semakin mendalam dan tangguh dan dengan demikian setiap pekerjaan kami menjadi perwujudan iman kami dan menjadi berkat bagi sesama kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
 
U : Amin
 
Bahan renungan
 
  1. Apa saja yang menjadi niatku agar aku dapat menyelesaikan pekerjaanku dengan tuntas?
  2. Apa saja yang akan aku upayakan agar niat-niatku itu dapat terwujud? (Misalnya: aku mau mengatur jadual harianku dengan baik, setiap hari akan kucatat apa yang telah kulakukan hari ini, adakah hal-hal baru yang semakin meneguhkan imanku?)
 
Doa spontan
 
Bapa Kami
 
Doa Penutup (Mohon semangat dalam bekerja)
 
Ya Tuhan Allah kami, Kauciptakan dunia beserta isinya, Kauciptakan manusia menurut citraMu, supaya kami mengolah bumi ini, sambil bekerja sama dengan Dikau, Sang Pencipta.
 
Berilah kami senantiasa semangat dan ketulusan hati dalam menerima pekerjaan yang Kauberikan pada kami.
 
Terimalah segala suka-duka dan jerih payah kami dalam kurban Kristus PuteraMu demi pengampunan dosa kami dan demi berkat bagi orang yang kami cintai.
 
Semangatilah kami, berkat ilham Roh Kudus, untuk tetap bekerja sama dengan orang lain dan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan keluarga kami dan masyarakat luas.
 
Bantulah juga semua orang yang menganggur, atau orang yang terpaksa bekerja dengan tidak layak, supaya mereka tidak patah semangat melainkan menemukan apa yang mereka harapkan.
 
Inilah permohonan yang kami sampaikan kepadaMu, ya Bapa, dengan perantaraan Putra-Mu, Yesus Kristus, yang tidak segan-segan menanggung pekerjaan di tempat tersembunyi di Naaret dan yang menguduskan pekerjaan kami demi kemuliaan nama-Mu dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.
 
PENUTUP
 
Pengumuman
 
Berkat
 
P : Tuhan beserta kita
U : Sekarang dan selama-lamanya
P : Semoga Allah Yang Mahakuasa memberkati kita Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
 

Jumat, 22 Februari 2013 Pesta Takhta St. Petrus, Rasul

Jumat, 22 Februari 2013
Pesta Takhta St. Petrus, Rasul --- Pantang

“Hanya ada satu Tuhan dan satu Kristus, dan satu Gereja dan satu Takhta yang didirikan di atas Petrus oleh Sabda Tuhan. Adalah tidak mungkin untuk memasang altar yang lain, atau imamat yang lain di samping altar yang satu dan imamat yang satu. Barangsiapa yang mengumpulkan di tempat lain akan tercerai berai.” (St. Siprianus kepada semua jemaatnya [43 (40),5] in Jurgens, Faith of the Early Fathers, 1: 229)

Antifon Pembuka (Luk 22:32)

Tuhan bersabda kepada Simon Petrus, "Aku sudah berdoa bagimu, hai Simon supaya imanmu jangan luntur dan supaya engkau setelah bertobat meneguhkan saudara-saudaramu."
 
Doa Pagi


Ya Allah yang mahakuasa, dasar iman kami telah Kaualaskan pada wadas saat pengakuan iman rasul-Mu, St. Petrus. Semoga kami umat-Mu semakin teguh beriman dan senantiasa melaksanakan apa yang menjadi ajaran Gereja. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus (5:1-4) 
  
"Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu." 
  
Saudara-saudara yang terkasih, aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
   
Mazmur Tanggapan, do = d, 3/2, 2,4, PS 849/646
Ref. Tuhanlah gembalaku, tak'kan kekurangan aku
Ayat. (Mzm 23:1-3.3b-4.5.6; Ul: 1)
1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: 'ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. 'Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
2. Sekalipun aku harus berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3. Kausiapkan hidangan bagiku di hadapan lawanku. Kauurapi kepalaku dengan minyak dan pialaku melimpah.
4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu sepanjang umur hidupku. Aku akan diam di rumah Tuhan sekarang dan senantiasa.
 
Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Mat 16:18)
Engkau adalah Petrus, di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (16:13-19)
      
"Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan Gereja-Ku."
 
Sekali peristiwa Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka, “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang mengatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan Gereja-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga, dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U.Terpujilah Kristus.
 
“Dengan memandang bahwa Kristus adalah batu karang (Petra), Petrus adalah umat Kristen. Sebab batu karang (Petra) adalah sebutan aslinya. Oleh karena itu Petrus disebut dari batu karang, bukan batu karang dari Petrus; sebagaimana Kristus tidak disebut dari Kristen, namun Kristen dari Kristus. Oleh karena itu, Dia berkata, “Engkau adalah Petrus; dan di atas Batu Karang ini” yang mana telah engkau akui, diatas Batu Karang ini yang mana telah engkau nyatakan, dengan berkata, “Engkau adalah Kristus, Putra Allah yang hidup’ akan Kubangun Gereja-Ku;” yaitu atas Diri-Ku sendiri, Putra dari Allah yang hidup, “akan Kubangun Gereja-Ku.” Aku akan membangunmu diatas Diri-Ku Sendiri, bukan Diri-Ku Sendiri diatasmu.” (St. Agustinus dari Hippo, Sermon XXVI. 1:2)

Renungan 
 
 Perkenalan memegang peranan penting dalam sebuah persahabatan dan hubungan kasih. Tali persahabatan dan hubungan kasih akan tumbuh berkat adanya pengenalan yang dalam. Sulitlah membayangkan seseorang mengasihi orang yang tidak dikenalnya sama sekali.

”Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” tanya Yesus kepada para murid-Nya. Simon menjawab, ”Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.” Yesus ingin tahu sejauh mana para murid-Nya mengenal Diri-Nya. Jawaban Simon Petrus menunjukkan pengenalan mereka akan Yesus. Jawaban dan pemahaman para murid penting bagi Yesus. Yesus mau memurnikan motivasi mereka mengikuti Dia dan menyiapkan mereka untuk mengemban tugas-tugas yang kelak akan dipercayakan Yesus kepada mereka. Pengenalan akan Yesus sangat menentukan sikap para murid. Jika mencintai maka mereka akan berusaha mendekati, mengikuti, meneladani dan sanggup menerima tugas dari Yesus. Jika memusuhi maka akan berusaha menjatuhkan dan membinasakan Dia.

 St. Petrus dan Paulus adalah orang-orang yang sungguh mengenal dan mencintai Yesus. Pengenalan Petrus dan Paulus yang mendalam akan Yesus telah menghantar mereka untuk mencintai Dia habis-habisan. Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah sungguh mengenal Yesus? Siapa Yesus untuk aku? 
 
Ya Tuhan, terangilah aku dengan Roh Kudus agar aku lebih mengenal dan mencintai-Mu sehingga aku pun pada gilirannya mampu menghadirkan Dikau kepada sesamaku. Amin.

Ziarah Batin 2013, Renungan dan Catatan Harian

Pertemuan IV APP KAS: Menjadi manusia baru dalam Kristus

Pertemuan IV
MENJADI MANUSIA BARU DALAM KRISTUS

Intisari pertemuan

Ketika kita dibaptis kita disatukan dengan hidup Yesus Kristus. Ini sangat bermakna bagi kita bahwa kita menjadi manusia baru dalam Kristus. Yesus Kristus yang rela sengsara, wafat dan dibangkitkan oleh Allah telah menjadi teladan kita semua. Kesetiaan-Nya pada kehendak Bapa, cinta-Nya kepada umat manusia, terutama yang miskin dan menderita merupakan contoh konkret bagi kehidupan kita. Maka kalau kita memberikan diri dibaptis, kita ingin masuk dalam kehidupan baru, menjadi manusia baru dalam Kristus. Begitu juga dalam pekerjaan kita, kita meneladani Yesus Kristus sendiri, “Bapaku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.”
Tujuan
  1. Umat dapat memetik buah-buah pembaptisan, yaitu menghayati diri sebagai putra-putri Allah dan memasuki hidup baru dalam Kristus.
  2. Semakin menyadari bahwa dengan menerima baptis kita harus berani meninggalkan cara hidup lama dan memasuki cara hidup baru.
  3. Dapat berkarya sebagai murid-murid Yesus Kristus, yaitu berkarya dengan sungguh-sungguh, rajin, tekun dan teliti.
  4. Sebagai manusia baru dalam Kristus, kita dengan gembira dan setia menerima setiap tanggung jawab yang diserahkan kepada kita.
JALANNYA PERTEMUAN
PEMBUKAAN
Nyanyian Pembuka
Tanda Salib dan Salam
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U : Amin
P : Terpujilah nama Tuhan
U : Kini dan selamanya
Pengantar-tobat
Doa Pembuka
P : Ya Allah yang penuh cinta, kami mengucap syukur kepada-Mu karena Engkau berkenan mengangkat kami menjadi putra-putri-Mu. Kami sudah Kausatukan dengan hidup Yesus Kristus Putra-Mu melalui sakramen baptis. Semoga seluruh hidup kami, lebih-lebih dalam setiap pekerjaan kami, kami senantiasa meneladan Yesus Kristus Putra-Mu, yang dengan setia melaksanakan kehendak-Mu. Semoga hidup baru yang kami terima semakin mendorong kami untuk ikut serta menghadirkan Kerajaan-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U : Amin.
Teks (Ef 4:17-32)
Bahan renungan
  1. Apakah kita bangga menjadi pengikut Yesus Kristus? Apa yang membuat kita bangga?
  2. Apakah sebagai pengikut Yesus Kristus kita sudah berkarya dengan baik, jujur, setia dan melaksanakan setiap pekerjaan kita dengan sungguh-sungguh?
  3. Apakah kita mempunyai niat-niat khusus untuk membangun pertobatan kita, lebih-lebih dalam pekerjaan kita, berusaha semakin menyerupai Yesus Kristus dalam karya-karya kita?
Doa spontan
Bapa Kami
Doa penutup
P : Ya Allah yang penuh cinta, puji dan syukur kami haturkan kepadaMu karena kami telah Kauberi kesempatan untuk bekerja memenuhi kebutuhan hidup kami. Semoga hidup Yesus Kristus PuteraMu menjadi penyemangat kami dalam melaksanakan tugas pekerjaan kami sehingga kami senantiasa bekerja dengan jujur, setia, sabar dan teliti. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U : Amin.
PENUTUP
Pengumuman
Berkat
P : Tuhan beserta kita
U : Sekarang dan selama-lamanya
P : Semoga Allah Yang Mahakuasa memberkati kita Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus (masing-masing membuat tanda salib)
Semoga melalui pekerjaan kita, kita smakin beriman mendalam dan tangguh